
“Aku tidak yakin apa yang kalian ingin aku lakukan. Tapi aku bisa yakin bahwa kalian memang berniat untuk keluar hidup-hidup dari tempat ini bukan?.” sahut Gofan.
Kakek Jo mengangguk pelan, “Jiwa kami ditahan oleh benda di puncak Menara ini, itu adalah Orb Jiwa Totem Formasi. Orb itu akan bereaksi apabila tubuh kami meninggalkan Menara ini, dengan kata lain kami pasti akan mati.”
“Kamu memasuki menara ini, juga karena kamu ingin mendapatkan Orb Jiwa Totem Formasi itu bukan?” imbuh Gu Rong, “Jadi, bekerja samalah dengan kami. Kamu tidak akan rugi apa pun.”
“Orb Jiwa Totem Formasi? Jadi benda itu adalah harta yang ada di dalam Menara ini?” tanya Gofan.
“Tentu saja, harta apa lagi yang ada di dalam Menara ini selain Orb Jiwa Totem Formasi... Jadi, kamu memasuki Menara ini tanpa tahu tentang keberadaan Orb itu?.” sahut Gu Rong.
Gofan mengangguk.
“Cih... Kamu itu bodoh atau apa?! Bagaimana bisa masuk begitu saja tanpa tahu harta apa yang ada di Menara ini.” Gu Rong melipat kedua tangannya ke belakang punggungnya.
Gofan sama sekali tidak memiliki petunjuk tentang harta apa yang ada di dalam Menara Enam Pilar Binatang. Semenjak Totem Formasi Sembilan Kutukan Langit di tangannya bereaksi terhadap Menara itu, dia berpikir ada kaitannya dengan kekuatan di kedua punggung tangannya itu. Jadi, dia masuk tanpa memikirkan harta apa yang ada di dalam Menara.
“Kakek Jo. Bisakah kamu jelaskan lagi tentang Orb Jiwa Totem Formasi ini.” pinta Gofan.
“Orb Jiwa Totem Formasi, seperti namanya itu adalah sebuah Totem berbentuk bola cahaya. Orb itu menyimpan warisan pengetahuan tentang Formasi. Di dalamnya juga terkandung sebagian kecil kemampuan dari Dewa Sastra.” akhirnya Kakek Jo tiba di dekat Gu Rong, langkah kakinya begitu lambat.
“Selebihnya kami tidak tahu. Tapi setelah kamu melewati semua ke-enam Pilar, kamu akan mendapatkan hak untuk mengambil Orb itu dan menyempurnakannya sebagai milikmu. Saat kamu berhasil menyatu dengan Orb itu, bisakah kamu membebaskan sebagian Jiwa kami yang dikurung di dalam Orb itu?” Imbuh Gu Rong melanjutkan ucapan Kakek Jo.
Gofan memikirkan kembali semua yang dia dengar dari kedua Penjaga Pilar di hadapannya. Jika benar seperti yang dikatakan keduanya, maka bisa dipastikan bahwa Orb Jiwa Totem Formasi adalah yang membuat Tato Formasi Sembilan Kutukan Langit di tangannya bereaksi.
“Baik. Mari kita bekerja sama. Tapi bagaimana kalian akan membantuku melewati lantai ini tanpa membunuh kalian berdua?.”
Gu Rong dan Kakek Jo saling bertatapan, keduanya seperti berat untuk mengatakan hal yang akan mereka berdua katakan kepada Gofan. Gu Rong hanya mengangguk pelan kepada Kakek Jo, sementara Kakek Jo menggeleng pelan.
Dua hela napas kemudian, Kakek Jo menghela napas pelan dan berkata, “Kami akan memberikan Inti Jiwa kami kepadamu.”
Gofan jelas tidak menduga bahwa cara yang dimaksud keduanya adalah dengan secara suka rela memberikan Gofan Inti Jiwa mereka.
__ADS_1
“Tunggu... Kakek Jo. Nona Gu Rong... Bukankah jika kalian memberiku Inti Jiwa kalian, itu sama saja dengan aku menyebabkan kematian untuk kalian berdua? Itu tidak ada bedanya dengan kita bertarung hidup-mati.” ucap Gofan dengan nada keheranan.
Kakek Jo menengadahkan telapak tangan kanannya. Sesaat kemudian Inti Jiwa miliknya muncul di atas telapak tangannya itu, “Sebagian Jiwa kami ada di dalam Orb Jiwa Totem Formasi, ini hanya sebagian lainnya. Bahkan jika kamu menyerap habis semua Inti Jiwa ini, kami tidak akan mati.”
Gu Rong melakukan hal yang sama, Inti Jiwa miliknya muncul melayang di atas telapak tangannya, “Kami hanya akan kehilangan sebagian besar budidaya kami. Paling buruk, kami harus kembali memulai dari awal. Tapi daripada mati, itu lebih baik.”
“Fanfan... Terimalah Inti Jiwa kami, dan tolong bawa wujud asli kami keluar dari lantai ini... Setelah ini kami mungkin akan kembali ke wujud asli kami dan kehilangan kesadaran. Tapi setidaknya, kami masih bisa hidup.” ucap Kakek Jo saat perlahan Inti Jiwanya melayang mendekat ke arah Gofan.
“Tapi....” Gofan sedikit ragu menerima kedua Inti Jiwa mereka, “Tidak adakah cara lain selain ini?” tanyanya.
Gu Rong mengegeleng, “Yaa... Tidakkah kamu bisa menerimanya saja? Terima saja, kamu akan sangat diuntungkan dengan Inti Jiwa kami, selain itu, aku juga tidak akan mati. Jadi terimalah!!”
Dua Inti Jiwa melayang ke telapak tangan Gofan. Gofan tidak bisa menolaknya, dia hanya bisa menerima keputusan itu dengan enggan. Mungkin itu adalah keputusan yang terbaik. Setidaknya setelah Gofan mendapatkan Orb Jiwa Totem Formasi, keduanya masih bisa kembali memulai budidaya mereka.
Tidak berselang lama, Gu Rong dan Kakek Jo meringis kesakitan. Keduanya tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.
Blazh.... Gu Rong dan Kakek Jo kembali ke wujud asli mereka. Kakek Jo berubah menjadi seekor Kura-kura dan Gu Rong berubah menjadi seekor binatang mirip Kadal bersayap. Keduanya tidak lebih besar dari telapak tangan Gofan. Keduanya terkulai tidak sadarkan diri di atas tumpukan salju.
Gofan masih terdiam, dia menatap dua binatang kecil yang tidak sadarkan diri tergeletak di lantai dekat Pilar.
“Terima kasih. Aku pasti akan membantu kalian.” Gofan membungkukkan badannya dan memberi hormat kepada Kura-kura dan Kadal kecil bersayap.
“Beristirahatlah untuk sementara di dalam sini.” Gofan menyimpan keduanya di dalam Sangkar Gaib miliknya.
Gofan duduk bersila di dekat Pilar, dua Inti Jiwa melayang di hadapannya, “Jika saja Pagoda Jindun, bisa digunakan, akan lebih nyaman untuk kalian beristirahat di dalamnya. Bersabarlah. Aku akan mendapatkan Orb Jiwa Totem Formasi dan menyelamatkan kalian.” Gofan membentuk segel tangan, dan mulai menyerap dua Inti Jiwa tersebut.
Di tempat lain...
Sementara Gofan masih berjuang untuk menyelesaikan Menara Enam Pilar Binatang, jauh di kehampaan, di bawah Langit Violet... Lima cahaya terang melesat mengejar sebuah cahaya yang melesat di depan kelimanya. Lima orang Pria sedang terbang mengejar seorang Gadis.
“Berhenti!... Kami tidak akan membunuhmu! Kembalilah!! Kami hanya ingin kamu menyerah pada Aliansi!” Teriak seorang Pria dengan wajah serius kepada seorang Gadis yang melesat terbang agak jauh di hadapannya.
__ADS_1
Empat Pria lainnya mengikuti Pria itu, berkali-kali keempatnya melempar sejenis rantai untuk menangkap Gadis tersebut.
“Senior Li Qing. Kenapa kita tidak membunuhnya saja. Itu akan lebih mudah daripada menangkapnya seperti ini.” ucap Pria lainnya.
“Benar Senior. Kita sudah mengejar Gadis ini berhari-hari, dan dia masih belum mau menyerah.” imbuh yang alinnya.
“Tidak bisa. Jika kita membunuhnya, Pemimpin Aliansi akan menjatuhi kita hukuman. Kita hanya perlu membuatnya menyerah dan menyerahkannya kepada Aliansi.... Cepat kejar!!” sahut Pria yang disebut Senior Li Qing oleh dua lainnya.
“Nona berhentilah!! Di depan sana adalah Area Kekacauan Bintang, kamu hanya akan mati jika memasuki area itu!.” Teriak Li Qing berusaha membujuk Gadis yang dikejarnya agar menyerah.
Gadis itu mengabaikan teriakan Li Qing dan empat lainnya. Dia terus terbang ke arah Area Kekacauan Bintang.
Bersambung...
“Apa dengan ini sudah cukup?.” tanya Len Ruye, dia menempatkan enam buah Inti Jiwa ke dalam enam lubang yang ada di punggung Boneka Manusia miliknya.
“Seharusnya ini sudah cukup. Dari sini, biar aku yang melanjutkan.” sahut Li Yuan. Dia mengeluarkan sebuah kuas dan mulai menyalurkan energinya ke kuas tersebut dan mulai menggambar berbagai garis di punggung Boneka Manusia.
“Bukankah itu Kuas Suci Bulu Angsa?” tanya Jiang Mulan kepada Tian Duoduo yang berdiri di sebelahnya. Keduanya tengah menyaksikan Li Yuan dan dua Len bersaudara menyelesesaikan cara untuk menggunakan Boneka Manusia.
“Benar dan Putri Suci sedang membuat garis Formasi untuk mengaktifkan Boneka itu.” sahut Tian Duoduo saat tangan kanannya tidak berhenti memaikan kipas lipat yang dibawanya.
“Jadi, semua Inti Jiwa yang kami peroleh sebelumnya itu digunakan untuk tenaga pembangkit Boneka itu?” tanya Chen Feng penasaran. Tiba-tiba muncul menghampiri keduanya.
“Benar. Berharap saja Putri Suci bisa menyelesaikannya sebelum Tuan Muda Mo Fan Keluar.” Tian Duoduo menatap ke arah Jiang Mulan, “Ngomong-ngomong... Nona Mulan, kenapa kamu juga ikut bergabung dengan kelompok Chen Feng dan menunggu Tuan Muda Mo Fan? Apa kalian memiliki semacam hubungan?.” tanyanya kepada Jiang Mulan. Tian Duoduo tampak begitu penasaran dengan kabar kedekatan Gofan dan Jiang Mulan yang didengarnya dari anggota kelompok Chen Feng.
“Tidak ada.” sahut Jiang Mulan singkat.
“Benarkah?” tanya Tian Duoduo memastikan.
“Hmm...” sahut Jiang Mulan sambil mengangguk lalu berbalik pergi menjauh dari Tian Duoduo.
__ADS_1