Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 65. Kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis


__ADS_3

Gofan sadar benar dengan kemampuan dirinya. Saat ini yang bisa dia andalkan hanya ketahanan tubuh dan energi mental. Meski telah diwarisi jurus tongkat untuk mengendalikan Tongkat Emas Naga Kembar, Gofan masih perlu melatih dan membiasakan diri menggunakannya.


Begitu pula dengan Ilmu 72 Perubahan Abadi, karena masih belum mulai membudidayakan energi sihir, Gofan masih belum bisa menggunakan Ilmu sihir itu. Jadi, Gofan memutuskan untuk mengerahkan semua kekuatan mentalnya yang tersimpan di dalam Kubus Oktagon dua tingkat.


Gofan mengerahkan semua energi mental yang tersimpan di dalam kedua tingkat Kubus Oktagon miliknya. 3000 lapisan Saripati Energi langsung terkuras habis.


-Apa ini!? Kenapa matanya begitu?-


Haiwa yang berada di hadapan Gofan, di dalam Tongkat Emas Naga Kembar, benar-benar terkejut melihat kedua mata Gofan berubah warna.


Kali ini bukan hanya bercahaya hijau, tetapi warna bola matanya telah berubah total. Rambut putih Gofan seperti terangkat naik, angin berputar mengelilingi Gofan saat cahaya ungu dan hijau muncul dari kedua matanya.


Seluruh bola mata kanan Gofan berwarna ungu, sementara seluruh bola mata kirinya berwarna hijau.


-Kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis?-


Ketika Haiwa melihat pancaran cahaya ungu di mata kanan Gofan, dia menebak itu adalah kekuatan surga.


Haiwa tidaklah salah, warna ungu memang pancaran kekuatan Surga. Hanya saja, hal yang Haiwa tidak tahu bahwa warna ungu itu adalah kekuatan Surga terendah, masih ada dua tingkatan lagi setelah warna ungu.


"Langkah Kilat"


"Seribu Cakar Bayangan"


*Zyuut*


*Crash*


Gofan menerjang maju meninggalkan Tongkat Emas Naga Kembar tertancap di tanah. Gofan mengerahkan serangan ratusan cakar bayangan berkali-kali dengan sangat cepat ke arah Gukgalo.


Menggunakan gerakan Langkah Kilat sebagai dasar kecepatan, Gofan berhasil menghindari serangan cakar Gukgalo. Gofan menyerang dan menghindar di saat bersamaan.


"Haiwa....!!"


Teriak Gofan sembari mengerahkan energi mentalnya untuk menggerakkan Tongkat Emas Naga Kembar.


*Zyuut*


*Toiing*


Tongkat Emas Naga Kembar melesat dari tanah dan langsung memukul ke arah Gukgalo.


*Kurang ajar...!!*


Gukgalo geram ketika dia kewalahan menghadapi serangan cakar dan pukulan tongkat.


Tongkat Emas Naga Kembar memukul berkali-kali dengan kendali energi mental Gofan. Sementara Gofan terus menyerang dengan jurus cakar yang dipadukan dengan kecepatan Langkah Kilat.


*Cruuaat*


Darah mengucur dari tubuh Gukgalo setelah ratusan kali tercakar.


-Sial... Kulitnya tebal sekali..!-


Meski sudah berhasil melukai Gukgalo. Gofan merasa itu masih jauh dari mengalahkan Ketua kawanan anjing itu.


Gukgalo bukannya gentar, dia justru tertawa riang. Gukgalo benar-benar menikmati pertarungan dengan Gofan.


*Bocah siluman... Kalau ini saja jurusmu, bersiaplah mati...!!*


Gukgalo melompat mundur menjauh dari serangan Gofan dan Tongkat Emas Naga Kembar.


-Gofan... Gunakan kedua matamu... Gunakan kekuatan Mata Surga dan kekuatan Mata Iblis-


Ucap Haiwa, saat tongkat emas itu kembali ke genggaman tangan Gofan.


"Hyaaah....!!!"

__ADS_1


Teriak Gofan.


Setelah mendengar perkataan Haiwa. Gofan langsung menggunakan seluruh kekuatan matanya. Tubuh Gofan kini diselimuti cahaya ungu dan cahaya hijau. Berkat kekuatan itu tubuh Gofan terangkat, melayang sejauh enam kaki dari permukaan tanah.


*Zyuut*


Gofan terbang melayang melesat ke arah Gukgalo yang cukup jauh melompat mundur.


*Aih... Sepertinya Ketua salah cari mangsa... Maaf Ketua, aku juga harus mundur*


Gukguko tadinya pingsan setelah mengerang kesakitan terkena pukulan tongkat Gofan.


Saat tersadar, Gukguko melihat lima ekor teman-temannya sudah menjauh mundur, sebab mereka memiliki firasat bahwa Gukgalo akan segera memasuki mode gila bertarung. Gukguko pun memutuskan untuk ikut mundur menjauh dari area pertarungan anjing dan manusia siluman itu.


Gofan yang melayang enam kaki di atas tanah memutuskan untuk menggunakan jurus tongkat lainnya yang dia rasa akan mudah untuk dia gunakan, meski belum pernah sekali pun melatihnya.


"Pukulan Naga Api"


Gofan mengerahkan kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis ke arah tongkat sakti miliknya. Sekarang tongkat emas itu berlapis cahaya yang sama dengan cahanya yang menyelimuti tubuh Gofan.


Seekor naga yang melilit di salah satu ujung tongkat terlihat seperti hidup dan meraung dengan keras.


*Rooaarr*


Api bercahaya ungu hijau meliputi ujung tongkat itu dan membentuk sosok seekor naga. Naga Api itu melesat, menyerang Gukgalo ketika Gofan mengayunkan tongkatnya.


Awalnya Gukgalo sangat antusias dan senang, namun setelah melihat sosok Naga Api melesat ke arahnya, dia sedikit mengerutkan matanya.


*Kenapa ini?... Kenapa tubuhku...*


Tubuh Gukgalo mendadak gemetaran, pancaran cahaya ungu dari sosok Naga Api itu membuatnya merinding ketakutan. Gukgalo tidak berhasil memasuki mode gila bertarungnya karena ketakutan.


Gukgalo hanya bisa mencapai mode gila bertarung jika masih ada unsur keberanian di dalam hatinya, namun kini, hatinya menciut ketakutan. Dia berbalik dan berusaha kabur, tetapi semua sudah terlambat. Serangan Naga Api tepat mengenai punggungnya saat dia berusaha kabur.


*Duaagh*


Gukgalo muntah darah akibat organ dalam tubuhnya remuk redam terkena serangan Gofan.


Gukgalo jatuh dan mengerang kesakitan. Tubuhnya kembali mengecil dan kejang-kejang. Gukgalo sekarat dan tidak bisa berkata apa-apa saat dia berpikir untuk memohon ampun kepada Gofan.


Gofan mendekat ke arah tubuh Gukgalo yang masih kejang-kejang. Gofan mengangkat tubuh Gukgalo melayang dengan kekuatan mentalnya.


Tubuh Gukgalo yang masih kejang-kejang melayang ke arah tangan kiri Gofan. Gofan menggenggam erat leher Ketua Anjing Taring Penyanyi itu.


*Aku bukan seorang Pendharma. Sudah ku katakan, pergi selagi aku mengizinkan*


*Kretaktak*


Suara leher Gukgalo patah. Gukgalo menghembuskan napas terakhirnya tanpa sempat meminta ampun kepada Gofan.


*Gedebug*


Tubuh dingin Gukgalo jatuh ke tanah saat Gofan kembali melesat memburu keenam ekor anjing lainnya.


"Langkah Kilat"


*Zyuut*


Gofan melangkah sangat cepat, satu per satu kawanan Anjing Taring Penyanyi yang berusaha kabur berhasil dikejar dan dibunuh Gofan.


*Mati...!!!*


*Cruuaat*


Gukgubi, Gukguli, dan tiga ekor Anjing Taring Penyanyi lainnya, tewas dicakar Gofan hingga kepala mereka terputus.


Tinggal Gukguko yang tersisa, dia bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Gofan tahu dimana Gukguko bersembunyi. Dengan kekuatan mentalnya, tidak sulit bagi Gofan untuk menemukan keberadaan Gukguko.

__ADS_1


Gofan mengarahkan energi mental ke batang pohon besar tempat Gukguko bersembunyi. Gofan kemudian membuat gerakan tangan seakan meremukkan dan menghancurkan pohon itu.


*Duuaarr*


Batang pohon besar itu langsung hancur berkeping-keping. Gukguko terpental jauh akibat hempasan serangan energi mental Gofan. Gukguko terpental dan terjatuh ke dalam sebuah sungai yang berada di dekat pohon besar itu.


-Ada apa ini? Apa Gofan kehilangan kendali dirinya? Kenapa dia masih mengejar anjing itu-


Pikir Haiwa dari dalam tongkat.


Awalnya Haiwa berpikir Gofan hanya memegang teguh kata-katanya, saat mengatakan akan membunuh mereka semua jika mereka tidak menyerah. Jadi, Haiwa membiarkan Gofan membunuh satu demi satu kawanan anjing itu.


Tetapi kini lain cerita, ketika Gofan hendak mengejar Gukguko yang sudah tenggelam ke dalam sungai.


-Aku harus ambil kendali...!!-


*Blazh*


Tubuh Haiwa berubah menjadi cahaya putih terang dan berusaha memasuki tubuh Gofan, untuk mengambil alih kendali tubuhnya.


-Sial... Anak ini kuat sekali... Aku terpaksa harus melakukan ini. Maafkan aku Gofan!-


Saat berusaha masuk ke dalam tubuh Gofan. Haiwa dihalangi oleh kekuatan gabungan dari Mata Surga dan Mata Iblis.


Haiwa memutuskan untuk mengerahkan serangan jiwa dalam skala besar untuk menyadarkan Gofan. Meskipun itu akan berdampak kepada jiwa Gofan. Haiwa tidak memiliki pilihan lain.


Jika Gofan sampai masuk ke dalam sungai itu, maka hal yang lebih buruk akan terjadi. Sebab sungai yang baru saja dimasuki Gukguko secara tidak sengaja itu adalah anak sungai kuning.


Cabang dari Sungai Kuning yang memisahkan Hutan Tanpa Malam dan Kota Langit Cahaya. Sungai dengan air yang memiliki kekuatan untuk membuat lupa ingatan dan bahkan gila.


*Zyuut*


"Argghh...!!"


*Gedebug*


Gofan akhirnya tersadar sebelum sempat memasuki sungai. Namun kini Gofan terkapar lemah setelah jatuh ke tanah ketika kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis hancur oleh serangan yang dilakukan Haiwa.


Jiwa Gofan adalah yang paling besar terkena dampak dari serangan Haiwa. Dengan melemahnya jiwa Gofan, berarti usia hidupnya semakin berkurang.


"Ha-Haiwa. Apa yang kamu lakukan?... Ukh... Kenapa kamu melukaiku?"


Tanya Gofan yang masih terkapar di tanah di dekat aliran anak Sungai Kuning.


"Maafkan aku Gofan. Aku terpaksa melakukan ini, kekuatan Mata Surga dan Mata Iblis benar-benar sudah menutupi pandangan aslimu, kamu menyerang dan membunuh tanpa pikir panjang... Lihatlah sekelilingmu!"


Haiwa yang masih berupa cahaya putih melayang-layang menyuruh Gofan memperhatikan akibat tindakannya.


*Zyuut*


Haiwa kembali masuk ke dalam Tongkat Emas Naga Kembar.


Gofan menoleh ke kanan dan ke kiri, dia melihat darah dan kepala Anjing Taring Penyanyi berhamburan di tanah. Saat melihat itu, Gofan menyadari bahwa dirinya sempat kehilangan kendali.


Gofan juga melihat seekor anak Anjing Taring Penyanyi tiba-tiba muncul, mendekati mayat Gukguli dan berusaha keras membangunkan Gukguli dengan menyambungkan kembali kepala Gukguli ke tubuhnya.


"Terima kasih Haiwa, aku akan mengingat kejadian ini dan mengambil hikmah dari pertarungan ini"


Ucap Gofan pelan, saat air mata tanpa sadar menetes dari kedua matanya.


"Gofan. Tidak perlu merasa bersalah. Ini bukan semata-mata kesalahanmu. Kamu hanya belum siap untuk mengendalikan kekuatan sebesar itu."


"Sepertinya kamu harus segera mencari pertemuan beruntung yang berhubungan dengan penguatan Jiwa agar kelak hal semacam ini tidak terulang"


Ucap Haiwa kepada Gofan yang masih terkapar lemah di atas tanah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2