Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 101


__ADS_3

Amara


Frans mengantar ku kesebuah restoran. Kedua orang tua Frans sudah menunggu di salah satu meja.


"Selamat malam Tante, om!",sapa ku pada mommy nya Frans.


"Selamat malam Amara. Cantik sekali!",puji Tante Elizabeth padaku. Aku tersenyum tipis.


"Makasih Tante!"


"Mom, aku langsung ke rumah sakit. Silahkan berbicara dengan calon istri ku!",kata Frans mengacak puncak kepalaku.


Mommy dan Daddy Frans hanya memandangi kami berdua. Jujur, aku tak nyaman saat Frans mengatakan aku calon istrinya. Aku belum setuju dengan keinginannya.


"Iya Frans!",sahut mommy nya. Frans mengecup keningku sesaat sebelum ia beranjak dari meja yang kamu tempati.


"Aku pergi dulu baby, jika kamu setuju...aku pastikan papi mu akan baik-baik saja dan besok beliau bisa pulang untuk menyaksikan saat aku melamar mu!",bisiknya. Aku tak mengangguk atau pun menggeleng.


Setelah Frans pergi, barulah Tante Elizabeth membuka obrolannya.


"Amara!",Tante Elizabeth memegang kedua tangan ku.


"Ya Tante?",kataku sambil menatap netranya.


"Apa... kamu tahu, kondisi papi mu seperti itu karena ulah Frans?",tanya Elizabeth. Aku diam beberapa saat sampai akhirnya mengangguk.


Sepasang suami istri itu saling beradu pandang dan menghela nafasnya.


"Maafkan anakku ya Amara!",ujar John.


"Mara, apa Frans mengancam mu?",tanya Elizabeth.


"Iya Tante!"


"Ya Tuhan. Apalagi yang akan dia lakukan mom!", John menghela nafasnya.


"Ada yang ingin Tante ceritakan Ra",kata Elizabeth lagi. Tapi obrolan kami terhenti saat makanan kami datang. Setahu ku kami belum memesan makanan apa pun sejak tadi.


"Maaf mba, kami belum pesan makanan?",kataku pada waiters.


"Tadi Mr. Frans yang memesannya mba!"


Mau tak mau kami pun menerima makanan yang waiters hidangkan.


"Terimakasih!",kataku. Waiters itu pun undur diri.


"Makan dulu Amara, nanti kita lanjutkan pembicaraan kita!"


"Iya Om!"


Kami bertiga pun memakan hidangan yang sudah Frans pesankan. Sepertinya Frans sangat tahu selera kedua orang tuanya. Dan untuk ku sendiri pun dia tahu makanan yang aku suka.

__ADS_1


Selesai makan malam, kami lanjutkan pembicaraan tadi. Tante Elizabeth menceritakan semua kejadian yang menimpa Frans. Sama seperti yang Frans ceritakan padaku tadi.


Meski tak menyentuh secara langsung, apa yang Frans lakukan salah. Dia tetap sudah membunuh adik kandung dan istrinya sendiri. Mau seperti apapun alasannya, dia tetap lah bersalah.


"Frans bilang, dia ingin melamar mu besok malam. Kamu sendiri bagaimana?",tanya Tante Elizabeth.


"Entah lah Tante! Aku... bingung."


"Apa kamu masih mencintai Frans? Kalian berpisah karena kamu tahu jika Frans sudah beristri?",tanya John.


"Om,dulu kami memang pernah saling mencintai. Tapi aku sudah terlanjur kecewa karena dia sudah membohongi ku. Aku merasa sangat jahat setelah tahu kalau...kalau aku dan Frans menjalin kasih padahal status nya saat itu adalah suami orang."


Sepasang suami istri itu hanya saling memandangi satu sama lain.


"Jatuh cinta memang tidak salah. Apalagi, Frans memang sudah tidak respek dengan pernikahannya dengan Jassy. Frans hanya menuruti keinginan mommy untuk mempertanggungjawabkan masa depan cucu kami. Bagaimana pun bayi itu berdarah Rodriguez, keturunan kami. Mommy pikir, perlahan Frans akan kembali menaruh hati pada Jassy. Tapi ternyata dia jatuh hati padamu Amara. Kamu yang sudah membuatnya kembali semangat hidup!"


Tante Elizabeth menitikkan air mata. Daddy Frans pun mengusap air mata di sudut mata istrinya.


Aku terdiam. Sosok Frans yang pertama kali ku kenal memang tidak seperti ini. Aku yang patah hati karena Febri baru saja bertunangan dengan Bia saat itu, Frans lah sosok yang menyemangati ku. Andai aku tahu, dia sendiri juga sedang mengobati luka dan kecewanya karena pengkhianatan orang-orang terdekatnya.


Andai...andai...aku tahu dari awal. Mungkin semua ini tidak perlu terjadi. Aku tak perlu berpisah dengan nya karena kekecewaan ku yang sudah ia bohongi. Aku tak perlu mengenal Alby yang sudah mengalihkan perasaan ku dari sosok Febri! Kepala ku rasanya mau pecah!!!


"Frans meminta kami untuk melamar mu Amara. Bagaimana?",tanya John.


"Sebenarnya...aku belum yakin Om."


"Karena tertekan oleh ancaman Frans?",tanya Elizabeth.


"Iya Tante. Frans mengancam ku. Kalo aku tidak setuju untuk menikah dengan nya, Frans akan berbuat nekat. Lebih dari yang dia lakukan pada papiku."


"Kamu...punya kekasih?",tanya John.


Aku menoleh sekilas. Ingin ku iyakan, tapi kenyataannya aku tidak ada komitmen apa pun dengan Alby. Hanya keyakinan dan keinginan untuk melangkah ke jenjang yang sah kelak.


"Iya Tante. Ada seseorang yang dekat ku. Frans pun tahu itu. Dan ...Frans tak segan-segan untuk melakukan di luar kendali. Bahkan bukan hanya dengan laki-laki yang dekat dengan ku, dokter yang menangani Papi pun akan terancam keselamatannya juga karirnya."


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?",tanya Elizabeth.


.


.


.


Alby


Makan siang bersama Bianca cukup membuat ku kesal. Dia begitu mendominasi obrolan bersama Nabil. Dan ya...Nabil ku begitu nyaman bercanda dengan nya.


Sampai kembali ke rumah, aku masih merasa kesal. Di tambah lagi, kak Daniel mengabari ku jika Frans mengatakan bahwa Amara baik-baik saja bersamanya.


Kekesalan ku semakin memuncak saat nomor Amara tak lagi bisa ku hubungi. Oke, mungkin benar Frans tidak akan melukai Amara yang katanya memang mencintai Amara. Tapi ...ah... entah lah! Aku sampai bingung akan berbuat apa!

__ADS_1


"Papa, Nabil mau beresin baju ya!",kata Nabil berceloteh riang. Dia menata baju-baju nya di atas ranjang.


"Sayang, baju Nabil udah di beresin sama amih."


Aku kembali memasukkan baju-baju Nabil. Anak itu hanya memandangi ku dengan heran.


"Papa lagi marah?",tanyanya lugu. Aku terdiam. Apa emosi ku terlalu kentara??


"Ngga sayang!",ku usap rambutnya yang lurus dan hitam. Persis seperti Silvy.


"Apa papa ngga suka kita ke kampung Abah?",tanya nya lagi.


"Siapa bilang? Papa suka kok sayang. Udah lama... banget papa ngga pulang ke kampung Abah. Papa kangen suasana di sana. Tempat nya dingin!"


Nabil mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuknya.


"Apa di sana Nabil ada teman?"


"Heum, papa ngga tahu sayang. Tapi...kalo keluarga papa banyak!", jawabku.


Meski...aku tak tahu apakah mereka masih menganggap ku keluarga nya atau tidak. Terlebih wa Mus, kakak bapak ku satu-satunya. Aku tahu, pria sepuh itu sangat kecewa padaku karena sudah menyia-nyiakan Bia.


"Papa bengong?"


"Hah? Ngga kok sayang. Oh iya, papa ada urusan. Kamu sama nenek dulu ya. Kalo papa pulang malam, Nabil bobo duluan aja. Jangan nunggu papa. Biar besok pagi berangkat ke kampung Abah, Nabil ngga bangun kesiangan. Oke?"


"Papa mau kuliah ya?",tanya Nabil. Aku tersenyum tipis.


"Sudah ya, papa pergi dulu. Ingat, jangan bandel. Kasian nenek sama amih!"


"Iya papa!", sahutnya. Aku pun menggendong nya menuju ke dapur di mana Mak dan teh Mila berada.


"Arek ulin ka mana Jang?Tos peuting!?",tanya Mak.


"Ada urusan Mak. Nitip Nabil ya!",jawabku sambil mendudukkan Nabil ke bangku.


"Iya!",sahut Mak singkat. Usai mengucap kan salam dan berpamitan aku pun menuju ke garasi untuk mengambil mobil. Mobil yang paling luar yang ku pakai tentunya.


Tujuan utama ku adalah bertemu dengan Febri. Seperti yang Amara bilang, insya Allah Febri bisa membantu masalah yang aku dan Amara hadapi.


Tak lama aku sampai ke lokasi kapten itu. Sudah banyak perubahan ternyata bangunan rumah mereka. Berbeda saat aku ke sini saat aqiqah Fesha dan Ribi.


Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat. Ada beberapa kendaraan di halaman rumah Febri. Salah ku memang, tak menghubungi Febri lebih dulu. Tapi...aku sudah terlanjur sampai di sini. Masa harus balik arah???


Aku pun turun dari mobil. Samar-samar aku mendengar suara para lelaki yang sepertinya aku kenal. Benar saja, ada Dimas, seto, bahkan sakti di sana. Aku pun melangkahkan kakiku dengan mantap.


"Assalamualaikum!",aku memberi salam pada mereka semua.


"Walaikumsalam!",jawab mereka semua kompak.


******

__ADS_1


Ngga apa-apa kan spill squad gesrek di sini??? Tapi tetap kok tokoh utamanya si Aa kasep heheh...


Kira-kira...Febri dkk bisa membantunya ngaa ya????? 🤔


__ADS_2