
Banyak mengandung.....
Yang dibawah umur mohon lewati 🤭
Gak deeengg!!!
******
Alby masih berada di apartemen Mara. Dia tak tega meninggalkan kekasihnya di saat seperti ini.
"Boleh aku tanya Ra?",tanya Alby sambil mengusap kepala Amara. Sedang tangan kirinya menopang kepalanya. Keduanya tengah berbaring di ranjang nyamannya.
"Apa?",tanya Amara sambil mendongak. Alhasil, jakun Alby yang naik turun menjadi pemandangan pertama yang memanjakan mata Amara.
"Kamu...punya senpi? Bukankah kamu sudah keluar dari instansi?",tanya Alby tanpa menghentikan usapan di kepala Amara.
"Huum. Fasilitas dari negara udah aku balikin lah. Tapi...senpi itu milikku secara legal kok. Dulu aku juga pernah ikut event. Lagi pula kepemilikan senpi semacam itu ngga mudah By. Aku punya surat-surat lengkap dan juga hasil psikotes ku layak untuk memiliki dan memakainya!",jelas Amara pada Alby. Alby hanya mengangguk tipis.
Lalu dia pun menunduk bersamaan dengan Amara yang mendongak. Keduanya jadi salah tingkah sendiri.
"Eum, aku ambil baju kamu sebentar ya!",kata Alby tiba-tiba berdiri. Amara yang sempat bingung pun tak menahan kaki Alby melangkah ke depan lemari pakaiannya.
Alby cukup bingung memilih pakaian untuk Amara. Pilihannya pun jatuh pada kaos oblong kebesaran berwarna hijau turkis.
"Pakai kaos dulu ya!",ujar alby menyerahkan kaos itu pada Amara. Amara pun tak menolaknya. Dia memakai kaos itu dengan cepat.
Setelah itu Alby kembali duduk di samping Amara lagi.
"Maaf! Bukan maksud ku mengatur. Tapi...kayanya gimana ya?",Alby menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kenapa?",tanya Amara heran.
"Eum, kita sama-sama dewasa Ra. Aku ngga mau kalo sampai khilaf lagi dengan penampilan kamu barusan!",kata Alby. Amara tersenyum tipis.
"Makasih, makasih kamu udah mau ngerti aku By!",kata Amara sambil mengusap rahang Alby. Alby pun membalas senyuman kekasihnya itu.
"Oh ya by, kamu ngga ke kantor?",tanya Mara.
__ADS_1
Alby menggeleng.
"Aku mau nemenin kamu!",jawab Alby.
"Beneran? Emang ngga ada kerjaan penting di kantor?"
Alby menggeleng, tapi setelah itu wajahnya berubah. Aspri nya pasti sedang sibuk saat ini. Yup, Azmi Abdullah pasti sedang uring-uringan karena pekerjaan pak bos nya dia yang ambil alih.Belom lagi pekerjaannya sendiri.
"Ada Azmi!",jawab Alby pada akhirnya.
Amara mengangguk paham. Bisa Amara lihat seperti apa sosok Azmi selama mendampingi Alby. Selain anak pesantren, dia juga terlihat pintar dalam mengurus pekerjaan.
"By!"
"Heum?",Alby menoleh.
"Kamu kok ganteng banget sih! Aku baru nyadar di liatin dari dekat kamu makin ganteng!",goda Amara.
Alby sempat terbatuk-batuk di puji oleh kekasihnya itu. Tapi setelah itu ia merubah raut wajahnya sedikit lebih tenang.
"Sejak aku jatuh cinta sama duda ganteng tapi jutek nya astaghfirullahaladzim!",kata Mara. Alby memencet hidung Amara dengan gemas.
"Kalo aku ga ganteng, kamu ngga mau?",goda Alby balik.
"Ya. Ngga tahu juga. Kan aku kenal kamu udah ganteng begini. Huum, mungkin Bia lebih beruntung dapetin kegantengan kamu waktu masih muda By!",kata Mara.
Alby dan Bia memang menikah saat usia mereka dua puluh tiga tahun. Dua tahun menunda kehamilan. Lalu di tahun ke tiga prahara rumah tangga mereka terjadi. Dan ya...semua sudah berlalu. Hubungan mereka hanya masa lalu.
"Jadi, kamu mau bilang aku sudah tua begitu?",tanya Alby dengan mata melotot pura-pura marah. Amara terkekeh lagi. Rasanya lucu saja melihat ekspresi si jutek selucu ini.
"Kok kesan juteknya ilang sih? Di kemanain?", ledek Mara.
"Oh, kamu mau aku jutekkin lagi?",tanya Alby balik. Lagi-lagi Mara hanya tersenyum.
"Oh, ya? Kita tak sedekat itu!", sindir Amara. Ia teringat akan jargon Alby saat keduanya awal saling mengenal.
"Ish, ngga lucu banget nyindir mulu!",sahut Alby.
__ADS_1
"Dih, ngambek!",ledek Amara.
"Ngga!",sahut Alby singkat.
"Yakin? Kalo ngga ngambek, boleh dong cium?",tanya Amara. Alby menoleh cepat lalu Amara pun tertawa lepas melihat sang kekasih seperti itu. Sayangnya tawa Amara pun terhenti karena sudah di bungkam mendadak oleh Alby.
You know lah... what happened to them!!!
"Kelana sama kamu di sini bisa-bisa kebablasan beneran Ra!",kata Alby.
"Ga apa-apa. Biar cepat di nikahin!",kata Amara lagi. Alby menyentil kening Amara dengan pelan.
"Aku mau nikah sama kamu, tapi ngga dengan merusak kamu lebih dulu!",kata Alby. Amara tersenyum.
"Huum! Percaya kok! Eum...gimana ya? Istri-istri kamu sebelumnya juga gadis kan? Jadi kamu pasti udd....hmmmppp!", Alby menutup mulut kekasihnya itu dengan telapak tangannya.
"Ngga usah di lanjutkan! Aku tahu kamu mau ngomong apa. Mungkin para reader's juga berpikiran sama kaya kamu! Itu keberuntungan buat aku tahu ngga!",kata Alby. Barulah ia melepaskan tangannya dari Amara.
"Apaan sih By!", Amara cemberut.
Alby tak menyangka gadis yang dikenal nya sebagai sosok yang serius, bisa konyol juga.
"Aku mau ngomong penting sama kamu Ra!", kata Alby.
"Apa?"
"Kamu tahu, aku bukan siapa-siapa. Aku orang biasa yang kebetulan mendapatkan amanah untuk mengurus HS Grup milik Nabil, kamu siap hidup sama laki-laki yang ngga punya apa-apa kaya aku?", tanya Alby panjang lebar.
"Memang kenapa? Aku terima apa adanya kamu, masa lalu kamu. Aku ngga keberatan!",sahut Amara.
"Lalu bagaimana dengan keluarga kamu?",tanya Alby.
Alby tahu jika keluarga Amara adalah keluarga ningrat. Raden Ayu Amara Dewi Legini, nama bangsawan. Sedang di sendiri siapa????
****
Santai sekkk Yo.....😆 Matur nuwun 🙏
__ADS_1