Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 172


__ADS_3

Spill dari salah satu komentar netijen 😁


Titik terlelah mencintai itu adalah ketika seseorang meminta pada Tuhan namun bukan lagi tentang ingin memiliki melainkan agar Tuhan melapangkan hatinya untuk mengikhlaskan 😔😔😔


****


Bia memejamkan matanya sepanjang perjalanan menuju ke rumah. Perempuan yang tengah hamil muda itu sedang di landa....apa ya namanya??? Galau? Bukan! Tapi entah apa lah. Intinya mah, sedang bernostalgia dengan perasaannya sendiri.


Febri menyadari perubahan istrinya. Jika boleh ia jujur, ia sedikit kecewa karena istrinya masih mengingat mantan suaminya. Itu lah kenapa jika menikah dengan seseorang yang sebelumnya pernah menikah, pasti akan ada saat seperti ini. Apalagi perpisahan mereka karena terpaksa untuk kebaikan keduanya.


"Nduk!", panggil Febri. Bia pun membuka matanya.


"Opo mas?", tanya Bia menoleh pada suami nya yang sedang fokus mengemudi.


"Boleh ngga sih kalo mas cemburu?", tanya Febri. Bia tahu hal itu wajar, tapi dia hanya ingin di maklumi kali ini. Toh, sekarang keadaan sudah berubah. Bia sudah bersuamikan Febri lebih dulu di bandingkan Alby yang baru menikah lagi setelah sekian lama, skip pernikahannya dengan Silvy tentunya!


"Maaf mas! Aku ngga bermaksud membuat kamu cemburu."


Bia menunduk lalu meremas kedua tangannya sendiri. Sejak kehamilannya kali ini, Bia lebih sensitif dan mudah sekali cengeng. Mungkin karena bawaan bayi.


Justru Febri yang kini merasa bersalah karena ucapan maaf dari istrinya. Febri mengusap kepala Bia pelan.


"Jangan pikirkan! Anggap aja mas ngga ngomong apa-apa!", Febri mencoba tersenyum. Bia menoleh lalu tersenyum.


"Kita sama-sama sedang belajar mas. Belajar mengikhlaskan dan belajar untuk mengukuhkan perasaan. Maafkan aku ya mas, mungkin di mata kamu aku belum bisa sepenuhnya melupakan Alby. Tapi ...aku harap kamu percaya sama aku. Semua sudah menjadi masa lalu. Aku akui, aku sedikit merasa ...."


Ucapan Bia terjeda beberapa saat karena ia menghela nafasnya.


"Bukan ingat tentang cinta ku ke dia mas. Tapi ... bayangan di mana Alby menikah dengan Silvy di depan mataku, menyisir rasa sakit yang....yang...."


"Ssstttt.... tidak usah di lanjutkan! Mas tahu sayang. Maaf!", kata Febri lirih sambil mengusap pipi Bia. Bia meraih telapak tangan kokoh Febri dari pipinya.


Keduanya pun bergenggaman tangan sepanjang perjalanan. Mereka sudah berkomitmen jika apa pun akan mereka bicarakan berduaan. Febri tahu, jika istrinya terlalu trauma dengan hubungan yang tak jelas komunikasi dan juga tidak adanya kejujuran. Maka dari itu, keduanya berusaha untuk selalu membangun komunikasi sebaik mungkin.


.


.


.


Tamu yang datang ke acara pernikahan sederhana itu sudah pulang satu persatu. Tinggallah keluarga kedua mempelai pengantin yang ada di rumah.


"Kami pamit pulang tuan Rahadi, nyonya Kirana!", pamit Mak Titin.


"Kenapa tidak menginap saja?", tanya mami.


Mak Titin yang di tawari seperti itu menunjukan senyumnya.


"Terimakasih nyonya Kirana, mungkin lain kali. Tidak untuk sekarang!", jawab Mak.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu!", ujar Mami.


"Nenek, Nabil ngga mau pulang. Nabil mau sama papa!", rengek Nabil.


"Bil, besok papa juga pulang kok sayang. Sekarang Nabil pulang sama nenek dulu ya?", bujuk Titin.


"Ngga mau nek!", Nabil justru memeluk kaki Alby. Alby pun mengangkat Nabil ke dalam gendongannya.


"Nabil di sini saja ngga apa-apa Mak!", kata Amara. Alby menoleh ke arah istrinya yang berkata demikian.


"Tapi... takutnya Nabil eeum....!", ucapan Mak menggantung dan semua memahami apa yang ada dalam pikiran Mak Titin.


"Ngga mau pulang, Nabil mau sama papa!", Nabil mengalungkan tangannya ke leher Alby.


"Iya sayang, Nabil di sini sama papa, sama mama Amara juga!", kata Alby. Nabil memandangi Amara.


"Mama Amara?", tanya Nabil bingung.


"Iya, kan sekarang Tante Amara sudah jadi mamanya Nabil!", Alby mencoba menjelaskan perlahan pada putranya. Nabil yang pada dasarnya memang cerdas pun mengangguk.


"Mama Amara!", Nabil ikut memanggil Amara dengan sebutan 'mama'.


Amara yang di panggil demikian pun tersenyum, begitu pula dengar orang-orang yang ada di sana.


"Nabil!", tiba-tiba Dhea mendekat ke Nabil yang ada di gendongan Alby.


"Papa, Nabil mau sama Dhea!", kata Nabil. Daniel yang amat sangat paham sekali pun mendukung keinginan Nabil.


"Iya By, biar sekarang Nabil tidur sama kakak juga Dhea. Kamu tenang aja, Nabil aman bersama ku dan Dhea!", kata Daniel. Mau tak mau, Alby pun mengiyakannya.


Akhirnya, Nabil pun turut menginap di kediaman keluarga Rahadi. Mak, mang Sapto, Teh Mila, Azmi dan Nur pun kembali ke rumah masing-masing.


"Udah hampir malam, lebih baik kalian semua istirahat!", kata Papi.


Setelah berbasa-basi singkat, semua pun kembali ke kamar masing-masing. Tak terkecuali sepasang pengantin baru.


"Apa ngga apa-apa ya Nabil sama kak Daniel?", tanya Alby cemas saat keduanya melangkah ke lantai dua di mana kamar Amara berada.


"Mau ngecek mereka dulu?", tanya Amara menghentikan langkahnya di atas tangga.


"Memangnya kamar kak Daniel di mana?"


"Di bawah, sebelahan sama kamar kan Nathan. Kalau kamar Papi mami ada di belakang, dekat ruang makan",Amara mencoba menjelaskan.


"Eum, boleh deh! Liat sebentar buat memastikan."


Amara dan Alby kembali menuruni tangga. Mereka berjalan perlahan ke arah kamar kak Daniel. Di saat yang bersamaan, kak Daniel pun keluar dari kamarnya.


"Lho, kalian ngapain di sini?",tanya Daniel.

__ADS_1


"Mau memastikan Nabil aja kak. Takut nya dia ngerepotin kak Daniel!", jawab Alby.


"Repot apanya? Udah pada tidur tuh!", Daniel membuka pintunya lagi pelan-pelan.


Alby melongokkan kepalanya dari pintu untuk melihat Nabil dan Dhea yang tidur di kasur lantai dengan beberapa mainan dan boneka.


"Maaf ya kak, ngerepotin kak Daniel!", ucap Alby tak enak.


"Udah, Nabil aman. Mendirikan sekarang kalian ke kamar. Masih ada hal lain yang harus kalian kerjain!", kata Daniel meninggalkan keduanya karena ia akan ke dapur mengambil minum takut tengah malam Dhea atau Nabil kehausan. Amara dan Alby pun tersipu malu. Tentu saja ia paham dengan sindiran halus Daniel.


Setelah punggung Daniel menjauh, barulah sepasang pengantin baru itu menuju ke kamar mereka.


Amara membukakan pintu untuk suaminya. Ehem.... suaminya lho sekarang! Kamarnya sudah rapi, tidak seperti saat ia di make over tadi.


Sungguh! Selasa CEO menikah sesederhana ini...????


Setelah Alby masuk dan meletakkan tas berisi pakaiannya, Amara menutup pintu lalu menguncinya.


"Mau mandi sama solat dulu A?", tanya Amara pada Alby. Alby tersenyum lalu mendekati istrinya. Ia meraih kedua tangan Amara, lalu mengecup punggung tangan gadis itu.


"Aa mandi dulu deh, habis itu kita solat jamaah!", ucap Alby. Amara pun mengangguk.


"Aku ambil handuk dulu di lemari A!", kata Amara menuju ke lemari. Setelah ia mendapatkan handuknya, ia pun berbalik badan. Tapi ternyata suaminya sudah ada di belakangnya. Alhasil, dia menabrak tubuh Alby.


"Astaghfirullah, Aa bikin kaget deh!"


Tanpa permisi, Alby meraih bibir seksi istrinya. Awalnya, ia hanya mengecup sekilas tapi semakin lama justru semakin dalam. Terakhir kali keduanya melakukan hal itu...di kantor, sudah lama sekali wkwkwkw


Dan mungkin sekarang saatnya balas dendam!


Amara pun tak menolaknya, dia membalas c**** suaminya. Kegiatan itu berlangsung beberapa saat, hingga akhirnya Alby yang memutuskan lebih dulu.


Ia menghapus sisi salivanya di bibir Amara sambil tersenyum. Lalu ia berbisik lirih.


"Lanjut nanti setelah kita solat!"


Wajah Mara bersemu merah. Dia tentu paham apa yang suaminya maksud. Bagi Alby mungkin ini hal biasa, karena ia sudah sering melakukannya. Apalagi...dua kali ia mendapati seorang gadis. Sedang Amara....???? Dia gadis yang belum pernah merasakan itu semua. Rasa penasarannya pasti lebih tinggi meskipun usianya bukan lagi ABG!


"Ya udah, Aa mandi dulu. Habis itu aku...!"


Alby pun meraih handuk yang ada di tangan Amara lalu menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka.


*****


Hoyong hareudang siang begini apa nanti malam aja ya???? 🤔🤔🤔🤔🤔


🙈🙈🙈🙈🙈 ga ding!?? Malu eyke cin kalo bahas yang menjurus 'nganu' 🙈🤣🤭


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2