Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 136


__ADS_3

Alby memarkirkan mobilnya di basemen gedung apartemen Amara. Lelaki itu sudah rapi dengan pakaian formalnya. Dengan kemeja lengan panjang yang ia gulung hingga siku berwarna navy. Sangat kontras dengan kulitnya yang cenderung putih di bandingkan dengan lelaki pada umumnya. Apalagi jika di sandingkan dengan Kapten Febri, udah seperti uli dan wajik gula Jawa 🤭.


Alby menekan tombol bel unit Amara. Sebenarnya dia tahu kode nya, tapi... sudah lah, baiknya memang tidak boleh keluar masuk sembarangan sebelum memiliki hak di unit ini.


Amara membukakan pintu untuk kekasih nya dengan wajah tersenyum ramah. Amara memang terkenal berwajah ramah meski dia jebolan anggota.


"Assalamualaikum!",sapa Alby sambil melangkahkan kakinya masuk ke ruangan tersebut.


"Walaikumsalam!",jawab Amara, lantas perempuan berambut sebahu itu menutup pintu ruang tamunya.


"Tunggu sebentar ya By. Aku baru beres solat isya tadi!",kata Amara.


"Oh, ya udah ngga apa-apa. Memang jam berapa janjian sama kak Nathan?"


"Ngga pasti jam berapanya sih. Pokok habis aku selesai pakai jilbabnya, ya kita langsung berangkat!",ujar Amara. Alby hanya mengangguk. Dia pun duduk di sofa ruang tamu Amara.


Sofa dimana menjadi saksi bisa dimana peristiwa memalukan itu terjadi. Alby menggeleng cepat sambil menutup wajahnya. Sungguh ia merasa malu jika mengingat hal itu.


"Sayang, kamu kenapa?", tiba-tiba Amara sudah ada di depannya sambil menyentuh dahi Alby.


Alby membuka tangannya yang menghalangi wajah tampannya.


"Kamu sakit?", ulang Amara penuh perhatian.


"Ngga kok!",kata Alby sambil menyingkirkan tangan Amara dari dahinya.


"Terus kenapa mukanya di tutupi begitu?",tanya Amara yang kini duduk di samping Alby. Alby masih menggenggam tangan kekasih nya itu.


"Eum...lagi ingat aja sama...hal memalukan yang pernah aku lakukan sama kamu di sini! Harus nya itu tidak boleh terjadi!",kata Alby memandangi arah lain karena dia benar-benar merasa tidak punya wajah lagi di depan kekasihnya.


Tak jauh berbeda dengan Alby. Amara pun malu sendiri mengingat peristiwa itu. Mata sucinya ternoda melihat 'milik' Alby yang bermain bebas di atas nya saat itu meski tak sampai berbuat yang macam-macam. Tapi...dia sendiri juga bodohnya tampak menikmati perbuatan itu.


Meskipun peristiwa itu sudah lama terjadi, tapi tetap saja saat mengingat dirinya pernah hampir saling menyatu... entah lah! Susah di jelaskan dengan kalimat yang tepat. Intinya, Amara bersyukur bahwa Alby masih menjaga nya dengan baik hingga saat ini.


Perjalanan cinta mereka memang tak semulus jalan tol yang bebas macet. Mereka harus mengalami banyak rintangan. Tapi sejauh ini mereka bisa melewatinya. Bahkan sekarang Alby sudah memproklamirkan jika Amara adalah kekasihnya, calon ibu sambung anak tunggalnya.


Apa yang Azmi nasehat kan pada Alby seolah hanya seperti seorang yang memakai kemeja berkancing. Kancing itu memang di masukan, tapi tetap keluar di lubang yang sama 🙈


Setelah keduanya sama-sama larut dengan pemikiran masing-masing, keduanya pun bersamaan membuka suara.


"By!"

__ADS_1


"Ra!"


"Kamu dulu deh!",kata Alby pada Amara.


"Huum, oke!"


Amara pun menggeser duduknya untuk lebih dekat dengan Alby. Gadis itu menyelinap di ketiak Alby dan menyandarkan kepalanya di dada pria tampan itu.


"Ada apa?",tanya Alby mengusap kepala Amara.


"Kamu tahu, kenapa Kak Nathan meminta kita bertemu?", Amara mendongak menatap wajah kekasihnya dari bawah.


Alby yang ditanya seperti itu hanya menggeleng.


"Ngga tahu sayang, memang kenapa?"


"Kak Nathan tahu... peristiwa di sofa ini!",kata amara lirih. Wajah Alby pun memerah. Ternyata kakak sulung Amara juga tahu hal itu, semakin malu saja Alby menampakkan diri di depan Nathan.


Di depan Nathan saja mungkin Alby bisa down, bagaimana di depan papinya???


"Kak Nathan tahu?",,Alby membeo. Amara mengangguk dalam dekapan kekasihnya.


"Lalu...aku harus bagaimana di depan kak Nathan nanti?", tanya Alby mendadak ragu. Amara paham dengan yang kekasih nya cemaskan.


Amara bertanya dengan wajah penuh harap. Ia ingin mendengar bahwa Alby benar-benar akan memperjuangkan hubungan mereka ke jenjang yang halal. Tidak seperti sekarang.


"Insya Allah, Ra!",kata Alby mengecup puncak kepala Amara.


"Kalo mereka ngga kasih restu juga, kita kawin lari aja gimana By? Atau kalo perlu, aku hamil aja duluan! Gimana?",tanya Amara langsung bangkit dari pelukan kekasih tampannya itu.


Entah dari mana ide itu terlintas begitu saja di kepalanya. Kawin lari, hamil di luar nikah! Itu artinya mau tidak mau orang tua nya terutama papi nya pasti akan merestuinya.


Kecuali... seperti yang sering terjadi di dunia novel. Meskipun sudah hamil, tetap saja tak di restui dan di pisahkan pula. Semoga alurnya tidak seperti itu ya Allah! Batin Amara.


Alby menyentil kening kekasihnya meski tidak keras, tapi cukup menyentak kening Amara.


"Kok di sentil sih By?",kata Amara merajuk manja seperti anak kecil. Tapi setelah Amara merajuk, Alby meniup-niup bekas sentilannya. Amara sendiri masih mode kesal karena Alby KDRT level pacaran.


"Maaf!", kata Alby mencoba merayu. Padahal Alby sadar jika dia tidak keras menyentil kekasih nya itu. Amara saja yang lebay, atau minimal tidak terima di perlakukan seperti itu.


"Maaf ya sayang? Aku ngga ada maksud buat nyakitin kamu. Cuma heran aja, kenapa tiba-tiba kamu punya ide gila seperti itu!"

__ADS_1


"By, kalo aku hamil pasti mau tidak mau papi pasti akan setuju."


"Terus?"


"Ya, kita bisa menikah bukan?",tanya Amara menoleh pada Alby.


"Memang kamu tidak malu begitu? Hamil di luar nikah?", tanya Alby memicingkan matanya. Amara pun terdiam.


Alby meraih bahu Amara agar duduk lebih dekat dengannya.


"Andai, kita melakukan hal itu di luar nikah. Memang kamu tidak akan menyesali dosa kita yang secara sadar sudah kita lakukan?",tanya Alby.


"Kita peluk cium dan begitu-begitu juga sudah dosa kali by!", protes Amara. Alby memijat tengkuknya.


"Kalo iya mereka setuju? Kalo tidak?"


Lagi-lagi Amara terdiam. Alby bisa aja menyangkal idenya.


"Kamu pengen banget nikah emangnya?",tanya Alby sambil mencolek dagu Amara.


"Apaan sih!",kata Amara kesal.


"Sayang, denger ya! Aku rasa, citra ku di depan keluarga mu sudah minus. Apalagi jika aku sampai menghamilimu di luar nikah. Bayangkan apa yang akan mereka pikirkan tentang aku?",kata Alby mencoba meyakini kekasihnya.


"Tap....!",Alby menutup bibir Amara dengan telunjuknya.


"Jangan berpikir yang aneh-aneh. Kita berusaha dulu buat meluluhkan mereka. Oke?"


Alby mengatupkan kedua tangannya di pipi Amara. Amara sendiri hanya mengangguk.


"Aku...", ucapan Amara terhenti saat Alby....


Sudah lah, ngga usah di tulis. Kalian para suhu pasti sudah paham 😆😆😆😆


Alby menghentikan kegiatan manis mereka berdua. Jari Alby menghapus jejaknya yang ada di bibir Amara.


"Kita berangkat?",tanya Alby. Amara pun mengangguk.


"Iya!",katanya. Mereka berdua pun bangkit dari sofa penuh kenangan itu...eh... penuh dosa dennggg....🙈🤭🤭🤭


*****

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa 🙏🙏🙏


__ADS_2