Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 144


__ADS_3

Mara tak membalas pesan dari Alby. Gadis itu memutuskan untuk menyambangi kantor sang kekasih.


Tak sampai satu jam, Amara sudah sampai di gedung perusahaan HS grup. Meski beberapa kali kesini, Mara masih tetap menghampiri resepsionis untuk meminta kartu ijin pengunjung karena dia bukan karyawan atau penghuni gedung ini.


"Sore mba, pak Alby nya ada?",tanya Amara pada resepsionis.


"Selamat sore, Nona Amara. Pak Alby ada Nona. Silahkan!", resepsionis menyerahkan kartu tersebut. Mungkin jika dirinya datang bersama orang di kenal di gedung ini, dia tak membutuhkan kartu tersebut. Berhubung dia datang sendiri ya sudah mengikuti prosedur seperti yang sudah-sudah.


Amara mengambil kartu tersebut dan langsung menuju ke lift untuk naik ke lantai di mana ruang Alby berada.


Saat keluar dari lift, tak sengaja ia berpapasan dengan Azmi yang sepertinya akan menggunakan lift juga. Bedanya, dia menggunakan lift khusus petinggi perusahaan.


"Azmi!",sapa Amara.


"Nona Amara!",sapa Azmi balik dengan sopan.


"Panggil amara saja, jangan pakai nona. Kesannya kaku sekali." Azmi tersenyum simpul sambil mengangguk tipis.


"Baiklah, Amara!",sahutnya.


"Alby ada kan?",tanya Amara. Azmi mengangguk.


"Ada kok, ada Nabil juga di dalam."


"Nabil ikut ke sini?",tanya Amara.


"Iya, Nabil merengek minta ikut ke kantor biar bisa makan siang bersama. Tadinya mau makan siang sama no...maksud ku sama kamu. Tapi kamu nya ngga bisa kan?"


Apa Azmi sedang menyindir ku???


"Ah, iya. Eum...itu...aku tadi ada urusan."


Azmi mengangguk paham, toh ini bukan wewenangnya kan? Tidak ada urusan dengan nya.


"Silahkan masuk saja, aku ada urusan ke bawah." Amara mengangguk, bersamaan pula Azmi yang masuk ke dalam kotak besi itu.


Tok....tok....


"Masuk!",pinta Alby tanpa melihat siapa yang masuk. Dalam pikiran Alby, paling juga Azmi. Tapi biasanya dia akan masuk langsung tanpa mengetuk pintu.


"Assalamualaikum!",Amara memberi salam.


"Walaikumsalam!",jawab bapak dan anak itu bersama-sama. Nabil mengembangkan senyumnya.


"Tante Amara!",panggil Nabil. Gadis itu langsung menghampiri Nabil lebih dulu yang ada di depan tv.


"Hai Nabil?",sapa Amara sambil menowel pipi chubby anak tampan itu. Lalu ia melirik sekilas kekasihnya yang tak menyapanya sama sekali.


Marah kah? Cemburu? Atau apa?


"Tante tadi sibuk ya? Jadi ngga bisa makan siang sama Nabil? Papa bilang Tante Amara sibuk banget di kantor Tante. Padahal Nabil pengen makan siang sama Tante juga!", celetuk Nabil.


Amara menoleh pada kekasihnya sambil meneguk ludahnya. Ada perasaan tak enak di hatinya. Menolak ajakan Alby makan siang dengan alasan sibuk, justru malah menemui mantan. Huffft.... silahkan bayangkan Amara, apa reaksi kekasih mu nanti!


"Heum, Tante minta maaf sayang! Insyaallah, lain kali kita bisa makan siang atau makan malam bersama mungkin? Atau juga, kita jalan-jalan ke mana pun yang Nabil mau. Gimana?",tawar Amara mencoba mengambil hati calon anak sambungnya.

__ADS_1


"Beneran?",tanya Nabil dengan mata berbinar.


"Iya sayang." Amara mengusap pipi chubby Nabil.


"Makasih Tante!",Nabil memeluk Amara tiba-tiba. Gadis cantik itu sedikit terkejut, tapi pada akhirnya ia pun membalas pelukan anak tampan itu.


Selang beberapa menit kemudian, Azmi masuk ke ruangan Alby.


"Nabil, temani om ke mushola bawah yuk!",ajak Azmi pada Nabil. Azmi terlalu pengertian bukan? Mungkin Mara butuh waktu untuk membujuk bos nya yang sedang mode ngambek. Padahal tadi saat makan siang, Azmi lah yang jadi bahan bulyan Alby.


"Papa solat juga?",tanya Nabil pada papa nya. Alby belum menjawab, Azmi lebih dulu menyela.


"Papa solat di mushola sini nanti, masih ada kerjaan yang harus papa selesaikan sama Tante Amara. Nabil ikut om dulu yuk!",ajak Azmi lagi.


"Oke om!",kata Nabil mengacungkan jempol nya.


Azmi menunduk untuk permisi keluar dari ruangan tersebut sambil membawa Nabil.


Amara berjalan ke arah meja Alby yang masih berkutat dengan laptopnya. Gadis itu berdiri di samping Alby, lalu menyandarkan pinggangnya ke meja sambil menghadap Alby yang ada di depan tapi di sisi kirinya.


"Maaf!",kata Amara singkat. Tapi Alby masih menyibukkan diri dengan laptopnya. Amara memutar kursi Alby agar menghadap padanya.


"Aku minta maaf A!",ulang Amara lagi.


"Maaf untuk apa?",tanya Alby balik sambil berusaha menyentuh keyboard laptop lagi. Tapi Amara mencegahnya.


"Aku minta maaf sayang, aku..."


"Bohong? Bilang sibuk di kantor ternyata malah nengokin mantan?"


"Aku bukan tidak percaya sama kamu Ra. Beruntung bodyguard mengikuti kamu, bukan karena tidak percaya. Tapi karena aku mengkhawatirkan kamu!"


Amara meraih tangan Alby, lalu mengecup punggung tangannya.


"Maaf sayang, maaf!",kata Amara dengan mata sendu. Alby paling tidak bisa melihat mata kekasihnya seperti itu.


"Setelah kamu menengoknya, apa yang kamu dapatkan?", sindir Alby. Amara menghela nafasnya.


"A, Frans tidak akan menyakiti ku. Kamu tahu keadaannya sekarang seperti apa?"


Alby melirik kekasih nya sekilas, tapi setelah itu ia memilih melihat arah lain dari pada menatap kekasihnya yang cantik itu.


"Frans depresi, dia beberapa kali mencoba bunuh diri." Alby menengok cepat pada kekasihnya.


"Dan kamu iba sama dia? Kamu kasian sama orang yang sudah hampir bunuh papi kamu? Nyakitin kamu?",tanya Alby.


Kenapa reaksinya sama seperti kak Daniel??? Batin Amara.


"Sayang! Bagaimana pun juga, aku masih punya hati nurani. Aku tahu, kesalahannya begitu fatal. Tapi..."


"Kamu masih memiliki perasaan padanya?",tanya Alby memicingkan matanya.


Bukannya ikut marah, Amara justru tersenyum.


"Kamu cemburu?",tanya Amara sedikit menundukkan badannya mendekati wajah Alby. Alby langsung mengalihkan pandangannya. Lelaki tampan itu tak menjawab.

__ADS_1


"Terimakasih kalo kamu sudah cemburu A. Aku senang! Aku juga tahu kok seperti apa rasanya seperti itu. Setiap kali kamu menatap atau mengenang istri Febri!", kata Mara memundurkan tubuhnya.


Alby tak mampu berkata-kata lagi.


"Ya, maaf! Harus nya aku sadar diri. Aku belum jadi siapa-siapa mu yang berhak mengekang mu untuk menemui siapa pun. Termasuk mantan kamu!",kata Alby. Amara terkekeh pelan.


Tangannya meraih kedua pipi Alby.


"Terimakasih! Terimakasih karena kamu sudah menunjukkan kalau kamu memang mencintai ku, Aa Alby!", kata Amara tersenyum lalu mengecup singkat bibir kekasihnya. Setelah itu ia bangkit dan berdiri. Tapi belum sempat melangkah, Alby meraih Amara sampai terduduk di pangkuannya.


"Hobi banget menggoda ku?",kata Alby.


"Huum? Habis nya punya calon suami ganteng banget sih!",sahut Amara.


"Ckkk... gombal!", Alby mendengus. Tapi lagi-lagi Amara hanya terkekeh pelan.


"Ga gombal. Buktinya kamu kemana-mana masih pakai ini!",Amara mengambil masker di saku kemeja Alby.


"Kamu takut para kaum hawa di luar sana tertarik dengan ketampanan calon suamiku ini!", Amara mengalungkan tangannya ke leher alby.


"Udah lah, ngga usah ngegombal!",kata Alby.


"Gak gombal Aa!",ledek Amara.


"Heum, kamu kesini bawa mobil neng?",tanya Alby. Amara tersipu di panggil seperti itu. Kesannya kaya dirinya dari tanah Sunda.


"Iya, tapi bodyguard mu masih ngikutin aku kok!",jawab amara.


"Oh!"


''Cuma itu?",tanya Amara.


"Iya!",jawab Alby singkat. Keduanya sama-sama diam, saat keduanya bergerak saling mendekatkan bibir....


"Papa, ayok pulang!",Nabil membuka pintu tiba-tiba. Otomatis Amara bangkit dari paha Alby.


Malu??? Jelas!


Azmi berdehem nyaring. Sedang Alby sendiri memasang wajah datar seolah tak terjadi apa-apa. Kira-kira Nabil liat kagak????


Alby menatap tajam pada asprinya yang sudah 'mengganggu' nya.


"Iya sayang, kita pulang?!",kata Alby tersenyum.


"Tante Amara ikut pulang ke rumah Nabil?",tawar Nabil. Amara membulatkan matanya sambil menggeleng.


"Ngga sayang, lain kali mungkin!",kata Amara berjongkok di depan Nabil kecil.


"Owh...oke!",kata Nabil.


Azmi masih pura-pura cuek, padahal dia yang sudah membuat bos nya manyun.


Mereka berempat keluar dari ruangan Alby. Setelah di loby, Amara pun berpisah dengan tiga laki-laki tampan itu.


"Hati-hati!",pinta Alby pada Amara. Gadis itu mengangguk tersenyum.

__ADS_1


Setelah Amara pergi, barulah Alby dan Nabil memasuki mobil yang Azmi kendarai.


__ADS_2