
Amara terdiam saat Alby menanyakan reaksi orang tuanya nanti saat mereka benar-benar menikah. Mungkin untuk kedua kakaknya tak masalah. Tapi bagaimana dengan papi mami nya?
"Ya udah, kawin lari aja!",sahut Amara asal. Dia sudah berulang kali patah hati, di saat Alby sang kekasih menyambutnya masa iya harus gagal lagi???
"Yakin?",tanya Alby. Amara mengangguk cepat.
"Sambil tiduran aja capek kok, ngapain pake lari segala!", sahut Alby. Amara sedikit ngelag. Dia tak paham awalnya sampai akhirnya ia melihat Alby tersenyum.
"Iih...bisa mesum juga ya kamu By!",Amara mencubit pinggang Alby. Alby pun tergelak di buatnya. Setidaknya, Amara bisa melupakan kejadian yang menimpanya tadi karena Frans. Pikir Alby.
Ponsel Alby bergetar dari tadi. Dia yang sibuk bercanda dengan Mara sampai lupa dengan keberadaan ponselnya.
Alby meraih benda pipih itu. Serentetan pesan dan misscalled dari beberapa orang pun terlihat di layar itu.
Ia langsung menghubungi Azmi, yang terlihat sangat urgent sepertinya.
[Assalamualaikum Mi!]
[Walaikumsalam. Ya Allah bos, dari tadi susah amat sih di hubungi?]
Alby menggaruk pelipisnya.
[Sorry Mi, tadi...sibuk!]
Iya sibuk menghapus jejak Frans kayaknya?🤣🤣🤣
[Sibuk ngapain? Billy lapor ke gue kok. Semua udah beres. Bodyguard yang jadi korban udah di tangani dokter Sakti. Frans sudah di kantor polisi. Anda sibuk apa bos?]
[Apa sih Mi, suudzon Mulu sama gue!]
[Apa yang suudzon??? Yang bos itu gue apa Lo? Tumben ngga ngeluarin kalimat sakral itu!]
[Kayanya maneh kudu neangen Inung anyar ku si putri wkwkwkwk]
[Dih, apa hubungannya?]
Azmi mulai kesal pada bos nya yang akhir-akhir ini terlihat manusiawi. Ehhh??? Maksudnya ga judes lagi. Sahutan Azmi membuat Alby terkekeh pelan. Amara yang melihat kekasihnya tertawa seperti itu semakin merasa kagum dengan wajah tampan Alby.
Alby dan Azmi membicarakan urusan bisnis. Dari pada hanya mendengar percakapan Alby dan Azmi, Amara turun dari ranjang nya untuk mencari ponselnya yang dia lupakan sejak pagi tadi sebelum insiden berlangsung.
Matanya menyapu sudut ruangan. Akhirnya ia menemukan benda canggih itu di dekat meja ruang tamunya. Mungkin sempat terlempar saat ia bersitegang dengan Frans.
Amara membuka ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab. Dan juga chat dari para sahabatnya yang sudah banyak membantu nya untuk menyelesaikan masalah nya dengan Frans. Amara berharap, dia sudah tak lagi berurusan dengan Frans.
Seto mengabarkan jika berkas perkara kasus Frans sudah naik. Frans sudah di laporkan dengan beberapa kasus, selain pelecehan dan tindakan tidak menyenangkan di sertai ancaman pada Amara, ternyata orang tua Frans juga melaporkan kasus pembunuhan putra bungsu dan menantunya yang sudah di lakukan oleh Frans.
Banyak hal yang harus Frans hadapi setelah ini. Sebenarnya kasian si Frans itu, tapi ya...semua tindakan akan ada konsekuensinya.
__ADS_1
Jika ada yang bilang Love is blind, mungkin Frans salah satu dari subjek penganut sekte tersebut.
Karena cinta butanya, Frans melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan pujaan hatinya meski dengan cara yang salah.
Alasannya membunuh adik dan istrinya memang tidak di benarkan. Tapi Frans sudah terlanjur sakit hati dan kecewa dengan pengkhianatan adik dan kekasihnya itu. Mata hatinya sudah tertutup oleh dendamnya.
"Lagi ngapain?",tanya Alby tiba-tiba yang membuyarkan lamunan Amara. Amara pun memberi tahu informasi yang ia dapatkan dari Seto.
"By, aku mandi dulu ya!",pamit Amara.
"Heum, aku juga mau sholat. Ada minuman apa di lemari es? Aku pesen makanan buat makan siang!",kata Alby sambil berjalan ke arah dapur.
"Cuma air putih By!",sahut Amara lagi. Lalu gadis itu pun meninggalkan ruang tamu menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, ia mengambil handuknya lebih dulu barulah masuk ke kamar mandi. Gadis itu bercermin di dalam kamar mandi. Ia ternganga tak percaya jika leher dan sebagian dadanya berisi totol-totol seperti macan kumbang 🤣🤣bukan macam tutul.
Dia mendesah pelan sambil mengusap wajahnya. Sesungguhnya dia benar-benar merasa malu. Sebagai seorang perempuan, dia merasa tak lagi punya harga diri. Apa dia pantas untuk Alby???
Dia tak bisa menjaga diri dari sentuhan Frans! Meski Alby merasa tak keberatan dan tidak jijik sama sekali padanya, tapi kenyataannya rasa insecure itu ada. Dalam hati Amara saja merasa dirinya tak jauh lebih berharga dari para pekerja yang menjajakan dirinya. Mereka lebih bermartabat, mereka di bayar! Bahkan mungkin ada yang melakukannya karena kondisi ekonomi yang sulit.
Sedang Amara????
Gadis itu perlahan menggosok bagian tubuhnya. Meski Alby melakukan hal yang sama padanya seperti Frans, tak serta merta dia melupakan kejadian dimana Frans mencumbunya.
Tok...tok...
"Udah by!",sahutnya dari dalam kamar mandi.
"Ya udah, aku tunggu di depan!",ujar Alby.
"Ya!",sahut Amara. Amara senyam-senyum sendiri di dalam kamar mandi sambil bercermin.
Kok vibes nya kaya suami istri gini sih? Apa begini kali ya kalo punya suami? Hihihi!
Amara menggeleng cepat karena menolak pemikirannya yang kelewat halu.
Sekeluarnya dari kamar mandi, Amara menjalankan kewajiban nya empat rakaat. Setelah itu, barulah ia keluar dari kamarnya menghampiri Alby yang juga seperti nya selesai solat di ruang tamu.
"Makan dulu!", pinta Alby lalu dia pun membukakan bungkusan makanannya.
"Makasih!",kata Amara. Gimana ngga seneng coba???
Keduanya pun makan dengan lahap dan tenang. Tak ada obrolan serius selain sesekali bertanya soal rasa dan saling icip makanan mereka.
Setelah makan siang, keduanya duduk bersandar di sofa.
"Kamu ngga ke kantor By? Udah jam satu lewat."
__ADS_1
"Kamu ngga apa-apa sendiri?",tanya Alby balik.
"Ngga apa-apa By, ngga ada yang perlu di cemaskan bukan? Toh Frans sudah di tangkap."
Alby duduk mendekati Amara. Dia merangkul bahu Amara.
"Maaf kalo aku belum bisa sepenuhnya menjaga kamu!",kata Alby sambil mengusap lengan atas Amara.
"Jangan bicara seperti itu. Aku sebenarnya bisa bela diri aku sendiri sih, tapi aku pengen aja di perhatiin sama kamu hehehe!",sahut Amara. Alby terkekeh pelan dengan sikap Amara yang seolah-olah manja. Padahal dia sudah terbiasa mandiri.
"Ya udah aku ke kantor ya?",pamit Alby sambil mengecup pelipis Amara.
"Huum!",sahut gadis itu.
"Jangan lupa kabarin aku kalo ada apa-apa. Aku sih berharap ngga ada apa-apa, tapi kamu tetap hubungi aku!", lanjut Alby.
"Iya... sayang!",sahut Amara. Setelah mengatakan kata itu, amara tersipu malu.
"Makasih!", kata Alby lirih. Mara pun mengangguk.
"Eum, mungkin nanti malam aku....ke rumah kamu, bertemu Nabil?",tanya Amara.
"Yakin?",tanya Alby. Amara mengangguk cepat.
"Aku jemput aja sekalian pulang kantor!",ujar Alby.
"Oke."
"Tapi kamu yakin kan udah ngga apa-apa?", tanya Alby.
"Insya Allah aku ngga apa-apa By. Kamu tenang aja!", Amara meyakinkan Alby.
Setelah itu, Alby pun berpamitan pada kekasihnya. Ternyata di depan dia masih melihat bodyguardnya.
"Kalian, anak buah Billy?",tanya Alby.
"Iya pak! Kami di tugaskan untuk menjaga nona Amara. Dan rekan kami standby di luar, mengawal anda kemana pun anda pergi!", jawabnya.
Alby hanya mengangguk. Kesannya, seolah dirinya orang penting banget. Memang siapa yang akan berbuat macam-macam pada nya???
***
Ringan-ringan sek Yo? Kalo Frans udah selesai ngrusuhi Almara, masih ada pengganggu lain kok heheheh....
Perjuangan mereka untuk bersama masih panjang lho ya dan di depan sana sudah ada yang siap menguji kesabaran mereka 😁😁
Happy weekend....🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
Terimakasih, haturnuhun, tengkyu 😉