Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 211


__ADS_3

Hari sudah berganti. Febri dan kawan-kawan ataupun Amara sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka hanya sesekali untuk check up di rumah sakit.


Kondisi Amara belum bisa memungkinkan untuk bekerja kembali di kantor. Alhasil yang memegang kendali HS group dan juga Rhd. co. Jangan ditanya seperti apa lelahnya Alby. Tapi dia memilih hal tersebut daripada membiarkan sang istri yang baru sembuh harus beraktivitas berat lagi di kantornya.


Seperti pagi ini, Alby baru saja menyelesaikan salat subuhnya. Dia berpuasa seorang diri karena Amara belum bisa berpuasa setelah kuret dan masa pemulihan operasi.


Sedang Nabil sendiri masih belajar jadi saat ia bisa dibangunkan, dia ikut sahur tapi kalau pun tidak bocah tampan itu bangun setelah matahari menyingsing.


"Nanti Aa buka puasa di rumah kan?", tanya Amara.


"insya Allah Neng. Tapi aa akan mengusahakannya. Ingat kamu tidak boleh beraktivitas berat. Biarkan teh Mila yang masak di rumah emak nanti dia yang akan membawa makanannya kemari"


"Tapi aku bosan ,aku juga pengen masak."


"Nanti kalau kamu sudah sembuh baru Aa izinkan memasak sesukamu!"


"Baiklah."


Amara menjawabnya lesu. Perempuan itu pun menyiapkan pakaian yang akan Alby gunakan ke kantor.


"Aa hati-hati ke kantornya. Berhubung bolak balik ke Hs dan Rhd, harus jaga kondisi lho. Kalo capek langsung istirahat."


"Iya. Kamu juga banyakin istirahat loh neng. Biar Nabil sama Teh Ani dulu."


"iya A iya!"


Setelah itu Alby mengulurkan tangannya untuk dicium oleh Amara. Lelaki itu pun mengecup puncak kepala Amara.


"Aa berangkat dulu ya, Assalamualaikum."


"Walaikumsalam iya hati-hati ya!"


"Iya!"


Alby mengusap kepala Amara dengan lembut. Lalu lelaki tampan itu menghampiri Nabil yang sedang bermain di halaman dengan teh Ani.


"Sayangnya papa, Papa jalan dulu ya Nabil tolong jagain mama Amara di rumah jangan bolehin Mama ngerjain apa-apa suruh banyak makan dan istirahat oke!"

__ADS_1


"siap papa!"


Tangan Alby mengusap puncak kepala Nabil tak lupa ia meninggalkan kecupan sayang di kening anak semata wayangnya, mungkin untuk saat ini. Barangkali yang kuasa berkenan memberikan anak lagi padanya lewat Amara.


Alby mengendarai mobilnya sendiri. Saat ini dia sudah tidak memerlukan bodyguard di belakangnya ,yang ada hanya beberapa orang yang sengaja berjaga di sekitar rumah Amara. Bukan Alby terlalu berlebihan hanya saja mungkin saat ini Frans memang tidak ada, tapi segala kemungkinan apalagi berhubungan dengan dunia bisnis keselamatan istri dan anaknya adalah hal yang penting.


Setelah satu jam berlalu Alby sudah kembali ke kantornya. Azmi pun baru tiba saat Alby memberikan kunci pada security yang berjaga di lobby.


"Assalamualaikum, selamat pagi Bos!", sapa Azmi.


"Walaikumsalam. Dhuha?", tanya Alby pada Azmi. Azmi hanya mengangguk lalu keduanya pun menaiki lift menuju lantai kantor mereka.


Setelah meletakkan tasnya di ruangan masing-masing keduanya beranjak menuju mushola di lantai tersebut.


Jam kantor di bulan puasa aktif mulai pukul sembilan dan selesai pukul tiga sore nanti. Jika biasanya mereka on time jam delapan sampai jam empat, untuk bulan Ramadan Alby membuat peraturan baru. Setidaknya di bulan Ramadan karyawannya yang berpuasa bisa menunaikan puasanya dengan tenang dan lebih banyak berkumpul dengan keluarganya di rumah.


Peraturan tersebut tidak hanya berlaku di perusahaan HS group tapi juga di Rhd. co. Jika dalam satu pekan ada lima hari kerja, tiga hari Alby habiskan di HS group dan dibantu oleh Azmi lalu dua hari berikutnya ia habiskan di Rhd.co dibantu oleh Nada sekretaris Amara.


Dann sejauh ini Alby bisa menjalankan dua perusahaan itu sekaligus. Jika dulu dia diremehkan hanya karena lulusan SMK dia membuktikan bahwa kemampuannya memang tidak bisa dianggap enteng.


Alby memutuskan untuk berhenti mengambil S1. Dia hanya mengambil kuliah satu tahun sebagai formalitas.


Jika rumah mereka sudah selesai secepatnya mereka akan pindah ke sana. Karena menurut Azmi ,Nur terlihat kurang nyaman berada di kosnya yang kecil. Padahal untuk beberapa tahun yang lalu mungkin Nur penghuni paling lama di kos tersebut.


"Bos!', sapa Azmi saat keduanya akan beristirahat jam makan siang. Berhubung tak makan siang, para karyawannya memilih untuk istirahat atau tidur di mushola lantai ruangan mereka.


"Heum!", sahut Alby yang rebahan di karpet musola.


"Seminggu lagi lebaran."


"Terus?", tanya Alby tanpa membuka matanya.


"Katanya mau resepsi, gimana sih?", tanya Azmi. Alby membuka matanya.


"Iya ya?"


"Gue dulu apa Lo dulu? Jangan bilang mau bareng-bareng!", kata azmi.

__ADS_1


",Kok gitu? Seru kali bareng-bareng?!", ledek Alby.


"Ckkk...apaan, gue malu By! Gue udah pernah di pajang sama umi nya Putri meski sederhana banget sih! Tapi .... istri ku sekarang kan masih gadis pas gue nikahin. Dia mungkin ada keinginan buat resepsi juga!"


"Bini gue juga masih gadis Mi! Gue kalo resepsi lagi, ketiga kalinya dong???"


Keduanya menghela nafas bersama-sama. Apakah jalan pikiran mereka sama???? Entahlah!


"Kita tanyakan aja sama mereka ya By. Maunya gimana? Kalo emang mau resepsi, ya...udah! Turutin aja mau mereka."


"Heum, kita ikut aja apa kata mereka lah!", sahut Alby pada akhirnya.


"Eh, gimana kalo nanti kita buka bersama di warungnya Bia, ajak yang lain juga!", pinta Azmi.


"Emang bisa ya? Kita belum booking tempat Mi!", kata Alby putus asa. Ya, warung semacam milik Bia memang sering di gunakan untuk buka bersama. Kebanyakan para bos yang mentraktir para karyawannya.


"Gue cek dulu deh. Kalo warung full, gue rasa di rumah Febri juga mereka ga bakal keberatan!", kata Azmi. Alby tak menyahuti ucapan Azmi.


Sejak keluar dari rumah sakit, Alby memang belum berkomunikasi lagi dengan Bia dan Febri.


"Kalo buat nanti malam bisa, lusa kita minta katering aja buat bukber karyawan HS grup, gimana!?", tanya Azmi.


"Masalahnya apa warung Bia mau? Sanggup gitu buat sediain banyak?", tanya Alby.


"Seenggaknya ya separoh. Sisanya bisa ambil di pak Bram."


"Gue ngga mau ya kalo berurusan dengan si biang rusuh itu !", kata Alby.


"Bianca maksudnya.??", tanya Azmi. Alby pun mengangguk.


"Gue yang atur semuanya. Oke?"


"Iya. Terserah Lo aja Mi!", kata Alby pasrah lalu kembali memejamkan matanya. Sedang Azmi langsung gercep menghubungi warung Bia.


*****


Menuju end jadi ngga ada konflik yang berat-berat lagi ya????

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2