
Amara tidur dengan gelisah. Hal itu menarik perhatian Alby.
"Hey ...sayang? Kamu kenapa?", Alby kebetulan belum tidur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ia memangku laptop sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.
Terdengar suara Amara melenguh. Terlihat sekali jika Amara merasakan hal yang tak nyaman.
"Sayang, bangun dulu sebentar!",pinta Alby. Amara pun bangun perlahan. Kepalanya berdenyut dan terasa berputar-putar.
"Kamu pusing?", tanya Alby.
Amara mengangguk. Perutnya terasa bergejolak. Kerongkongannya terasa perih dan ada rasa ingin muntah. Amara menepuk pelan bahu Alby, meminta Alby memapahnya ke kamar mandi.
Dengan sigap, Alby memapah Amara. Belum sampai ke kloset, Amara sudah memuntahkan cairan yang ada dalam perutnya. Rasa perih dan pahit hingga pedas sampai ke rongga hidungnya sudah Amara rasakan.
Amara terkulai lemas, tak berdaya meski hanya untuk berdiri. Beruntung Alby ada di sampingnya.
"Masih ingin muntah?", tanya Alby. Amara menggeleng lemah. Alby berinisiatif menggendong Amara ke tempat tidur mereka.
Di letakkannya dengan pelan sang istri hingga mendapatkan posisi yang nyaman. Alby mengelap keringat Amara dengan tisu yang selalu ada di atas nakas.
"Aa buatkan teh hangat dulu ya!", kata Alby. Amara mengangguk lemah. Sudah lama sekali ia tak merasa sakit seperti ini. Terakhir asam lambungnya kambuh sekitar dua atau tiga tahun yang lalu.
Dia tak menyadari kenapa penyakit lamanya bisa kambuh lagi. Hingga ia mengingat jika ia makan makanan pedas dan minuman asam yang berkarbonasi. Amara memang sangat menyukai minuman seperti itu.
Tapi....mungkin minuman terakhir kemarin sangat asam bagi orang lain. Namun tidak bagi Mara yang pecinta asam, dan sayangnya ia lupa jika dirinya seharusnya menghindari minuman seperti itu. Alhasil... penyakit lamanya kambuh hampir di tengah malam.
Setidaknya Amara beruntung, dia memiliki suami yang sigap membantunya.
Yang penasaran Bianca kasih apa sama Amara, tuh kejawab ya 🤭. Minuman khusus untuk Amara sengaja di buat sangat asam. Niat Bianca ingin mengerjai Amara di depan teman-temannya. Harapan Bianca...minimal mempermalukan Amara.
Sayangnya...Amara tampak baik-baik saja saat meminum minuman itu. Dan... lagi-lagi Bianca harus menelan kekecewaannya yang tak bisa mengerjai Amara.
__ADS_1
Andai Bianca tahu, efek dari keisengannya membuat Amara sakit seperti ini. Sudah di pastikan Bianca akan bersorak bahagia. Usahanya tidak sia-sia! Jahad!!!
Back to pasangan halal....
Alby meletakkan segelas teh hangat di samping Amara. Ia membantu Amara untuk bersandar di kepala ranjang.
"Di minum dulu teh hangat nya sayang!", ucap Alby penuh perhatian. Amara pun menurut ucapan suaminya. Dia meminum sedikit demi sedikit teh hangat tersebut hingga terasa di perutnya.
Setelah di rasa cukup, Amara memberikan lagi pada Alby.
Alby menghela nafasnya pelan, menggenggam tangan sang istri. Ia menatap lekat wajah pucat Amara.
"Sekarang istirahat, besok ngga usah ikut acara nikahan Azmi. Kamu harus istirahat di rumah!", kata Alby pelan.
"Aku ngga apa-apa A. Cuma...tadi salah makan aja. Habis makan yang pedas-pedas, aku malah minum minuman asam plus berkarbonasi lagi. Jadi...asam lambung ku naik!", kata Amara pelan.
"Astaghfirullah! Ya udah Aa ke apotik dulu sebentar ya! Kamu harus minum obat. Lain kali, jangan makan atau minum yang kaya gitu! Udah tahu kamu punya penyakit gini!"
"Ngga usah A! Bentar lagi juga sembuh kok!", Amara menahan suaminya.
"Aku ngga apa-apa A. Lagian ini juga udah malam."
"Ada apotik dua puluh empat jam di depan sana! Atau...kita ke rumah sakit sekalian?", kata Alby berdiri dari ranjangnya. Tapi lagi-lagi Amara mencegahnya, ia menarik tangan Alby.
"Aa sini aja! Aku cuma mau di peluk aja!", kata Amara dengan pandangan sayu.
"Tapi kamu harus minum obat sayang! Besok-besok Aa harus siapin stok obat di rumah ini!", kata Alby.
"Aku udah ngga apa-apa. Tadi emang perih banget kerongkongan ku, tapi habis minum teh aku udah baikan. Beneran A! Sini, aku pengen di kelonin!", kata Amara lirih dengan suara nya yang terdengar manja tapi lemas tak bertenaga.
Mau tak mau Alby pun menuruti keinginan istrinya. Ia menyimpan laptop nya di meja. Lalu ia meringsek naik ke ranjang.
__ADS_1
Ia merebahkan dirinya di samping sang istri lalu memeluknya. Amara sendiri pun langsung menenggelamkan kepalanya di dada Alby. Meski sebelumnya perutnya masih bergejolak, Amara menahannya sebisa mungkin. Ia tak ingin membuat suaminya panik, apalagi harus keluar rumah tengah malam untuk membeli obat.
Alby mengusap-usap perut Mara, memberikan sedikit rasa nyaman agar sang istri bisa kembali tertidur pulas. Dan akhirnya, keduanya pun terbuai ke alam mimpi.
Jika Alby sedang memberikan perhatian penuh pada sang istri, berbeda dengan Azmi. Lelaki itu tak nyenyak tidur. Baru memejamkan mata dan tertidur beberapa menit, ia terbangun.
Kenapa????
Lelaki itu sedang nervous menghadapi acara besok. Meskipun bukan pernikahan pertama, tapi tetap saja rasa deg-degan itu ada.
Dari pada ia bingung ia tak melakukan apapun ia, mengambil air wudhu lalu solat malam. Ia bermunajat pada sang Khaliq. Ia meminta di beri kelancaran proses pernikahannya besok.
Setelah itu, ia menghafalkan Surat Ar Rahman yang di minta abahnya Nur sebagai mahar. Meskipun Azmi hafal ayat-ayat suci itu, ia takut nantinya akan salah makhrojnya atau lupa ayat karena grogi di saksikan oleh calon mertuanya.
Dengan mengucapkan taawudz ,Azmi memulai hafalannya. Sejauh ini masih lancar, tapi bagaimana nanti saat itu tiba???
Azmi pernah membaca sebuah hadis yang artinya : "Segala sesuatu ada pengantinnya, dan pengantin Al Qur'an adalah surat Ar Rahman."( HR Baihaqi )
Kenapa harus surat Ar Rahman yang Abahnya nur minta dari Azmi?
Karena dalam surat tersebut terulang tiga puluh satu kali kalimat 'Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban' yang artinya Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan???
Dari sudut pandang sebagai orang yang minim agama kaya othor ✌️✌️✌️, kita sebagai umat manusia harus sadar bahwasanya ada banyak hal yang harus di syukuri. Tapi juga harus menyadari bahwa apapun yang terjadi tak lepas dari kekuasan sang Khaliq, juga Sang Maha Pemberi. Wajar jika kita takut Allah akan murka jika kita tak pernah bersyukur bukan????
Azmi masih mengulangi hafalannya hingga tak terasa azan subuh berkumandang. Dia kembali mengambil air wudhu lalu mendirikan shalat sunah dan juga solat subuh.
*****
Segini dulu ya 🤭✌️
Haturnuhun 🙏🙏🙏
__ADS_1
Jika banyak kesalahan, mohon di koreksi. Apalagi jika berkenaan dengan hadis, dengan keyakinan, mohon maaf !!!!! 🙏🙏🙏
Dan mohon bimbingannya untuk di luruskan. Terimakasih 🤗