
Semua orang sudah selesai solat Ied dan kembali ke rumah masing-masing. Acara halal bihalal sudah di mulai. Dari para tetangga hingga kerabat yang rumahnya agak jauh.
Tak berbeda jauh dengan kondisi di kediaman Titin Zulaikha, nyonya Hartama.
Dengan ramah tamah ia menyambut para tamunya yang sebagian besar para tetangga juga teman di majelis ta'limnya.
Di jam agak siang sedikit, rekan-rekan serta karyawan Alby dan Amara pun datang silih berganti. Jangan di tanya seperti apa ramainya rumah mewah tersebut.
Tapi mereka beruntung, ada tetangga di komplek belakang yang bersedia membantu di sana untuk sekedar membereskan sisa makanan para tamunya.
Hingga menjelang sore, tamu yang tak lain rekan di instansi lama Amara pun datang. Tak hanya dua atau tiga orang. Tapi puluhan 🤭
Ngga usah bayangin seperti apa ramainya rumah mewah milik mendiang Hartama. Mungkin, dulu rumah itu sepi karena sikap Hartama yang memang bossy. Tapi sekarang???
Suasana rumah yang hangat serta penghuninya yang ramah dan mau berbaur dengan para tetangga membuat rumah itu kembali hidup.
Suara tawa dan candaan keluar dari rumah itu. Tak ada kesedihan sama sekali hingga malam menjelang.
Lelah? Tentu saja semua merasa lelah. Tak pernah seorang Alby merayakan lebaran hingga semeriah ini dengan kehadiran para tamunya.
Beda istri beda rejeki mungkin 😆
.
.
.
Euforia lebaran sudah usai...
Semua kembali beraktivitas seperti sedia kala. Kedua orang tua Amara pun sudah kembali ke ibukota setelah lebih dari sebulan berada di Jogja.
Saat ini sepasang suami-isteri itu sedang berada di kediaman Rahadi.
"Jadi bagaimana, tidak ada resepsi pernikahan?", tanya Rahadi pada menantunya.
"Alby terserah Amara saja Pi!", kata Alby. Amara menyesap teh panasnya.
"Kalo boleh sih pi, mungkin mau pesta syukuran aja. Bukan buat resepsi mewah. Amara pengen rayain sama Azmi dan Nur. Mara dengar Nur setuju kok kalo mereka mau rayain bareng!", kata Amara.
"Nak, ini pernikahan lho. Bukan pacaran. Pacaran bisa lah double date. Terus, kalian mau double wedding date gitu????Atau apa sih istilahnya?", tanya mami.
__ADS_1
"Hehehhe whatever lah Mi apa namanya, yang penting inti nya mah gitu", sahut Amara.
"Atuh bingung dong neng yang mau kondangan ntar. Kasian kondangan buat aku, buat kamu, Azmi, Nur! Belum lagi kalo yang datang orang tua, kenalan orang tua mereka atau kerabat mami papi?", tanya Alby.
"Iya juga ya?!", Amara mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari.
"Udah, semua biar papi yang siapkan! Kalian dan Azmi terima beres. Ngga usah mikir siapa yang mau kondangan ke siapa! Tujuannya kan memang syukuran kalo kalian sudah menikah agar semua tahu!"
"Maksud papi?", tanya Alby.
"Papi yang akan menanggung semuanya. Katakan pada Azmi, papi mau bertemu dengannya juga. Nanti kalian berdua temui papi!", kata Rahadi.
Alby terdiam, merasa tak enak sendiri.
"Jangan berpikir yang bukan-bukan. Papi cuma ingin melakukan untuk kalian, anak-anak papi. Sebagai bentuk rasa syukur karena anak bungsu papi sudah menikah. Jangan pernah berpikir kalau papi rendahin kamu apalagi Azmi! Sudah, nanti kamu bilang ke Azmi! Ya ,By!"
"Iya Pi!", jawab Alby.
.
.
.
Tapi pemikiran Rahadi tidak demikian. Dimatanya, Azmi juga berperan besar hingga akhirnya Alby dan Amara bisa bersatu sampai jenjang pernikahan.
Dua mantan duda itu pun tak bisa menolak keinginan tuan Rahadi. Azmi pun langsung mengabari Abah mertuanya yang menyerahkan semua keputusan ada pada anak dan juga menantunya.
.
.
.
Dua Minggu pasca idul Fitri menjadi hari bersejarah bagi Amara Alby dan Nur Azmi. Mereka benar-benar merayakan hari pernikahan mereka bersama-sama di sebuah taman wisata alam yang sudah di siapkan oleh Tuan Rahadi.
Sebuah taman yang luas di salah satu sudut kota di sulap menjadi pelaminan yang bertema outdoor. Nuansa putih dan terkesan natural adalah tema yang di pilih oleh Amara dan Nur. Meski keduanya berbeda umur yang cukup jauh, tapi selera mereka bisa sama.
Bahkan selera mendapatkan suami pun sama. Sama-sama mendapatkan duda beranak satu 🤭 dengan predikat jutek dan judes tapi ganteng 🤣🤣🤣✌️
Jangan di tanya berapa banyak tamu undangan yang hadir. Keluarga Rahadi, keluarga Abah Mirza yang banyak hadir.
__ADS_1
Tak lupa, Alby pun menjemput keluarganya yang ada di kota G untuk menyaksikan pernikahannya meski ya... untuk yang ke tiga kali baginya. Wak Mus yang dulu sempat marah pada Alby atas perbuatannya pada Bia pun sudah berkenan datang. Apalagi, Wak Mus adalah kakak dari bapaknya Alby.
Jika semua kerabat Alby, Amara dan Nur datang, berbeda dengan Azmi. Keluarganya banyak sekali yang tak lain adalah anak-anak panti asuhan yang berasal dari panti dimana ia di besarkan. Belum lagi para mantan anak panti yang sekarang sudah dewasa seperti dirinya. Jika ditanya tamu siapa yang banyak hadir, jawaban nya sama banyaknya!
Di antara ratusan tamu, tentu ada sahabat-sahabat mempelai yang kebetulan bersahabat satu sama lain.
Squad gendeng dengan para pasangan serta buntutnya pun turut memeriahkan acara pernikahan tersebut.
Nabil pun tak kalah antusias. Dia sangat senang bermain dengan si kembar Fesha dan Ribi yang sudah dia anggap seperti adik sendiri.
Bayangkan...saja ya... seperti apa meriahnya pesta mereka 🤣🤣🤣
Senyum merekah di setiap wajah mereka. Tapi sebuah pemandangan yang hanya sebagian orang pahami adalah saat dua pasang mata saling berbicara.
Dua pasang mata yang pernah saling mencintai dan mengasihi. Dipaksa berpisah karena keadaan hingga mengambil keputusan tersebut sebagai pilihan yang terbaik.
Sebuah lengkungan di bibir keduanya pun menunjukkan bahwa keduanya sudah sama-sama ikhlas menerima semua keputusan othor 🤭
Yups, dua pasang mata itu tentu lah milik Alby dan Bia. Mereka sudah menemukan kebahagiaan masing-masing.
Hubungan itu akan kembali terjalin dengan baik meskipun dengan kondisi yang berbeda, tak lagi menjadi sepasang suami istri melainkan sebatas sahabat. Atau juga... mungkin di masa depan, mereka bisa jadi besan 😆✌️
Awalnya sulit, tapi mereka pasti bisa melaluinya. Dan kisah Duda Ganteng sudah selesai.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-00000-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Selesai
Udah beres ya Pesona Duda Ganteng 🤭
Makasih yang udah ngikutin sampe disini. Berawal dari Bertahan Atau Lepaskan sampai selesainya kisah para duda yang tak lagi menjadi duda.
Buat Yuliana Tunru, Ratry chayank Novan,Suci Dava, Kalis Gomes, Bu Din Triyono Hardini
dan semua yang mungkin banyak kudu di sebut ✌️✌️✌️🙏🙏🙏
Maaf kalo ada yang terlewat. Mak othor benar-benar minta maaf🙏🙏🙏🙏🙏✌️✌️✌️✌️✌️🙏🙏
Jangan lupa follow mak othor ya biar kalo ada karya baru mamak, kalian dapat notif nya. Makasih, haturnuhun, tengkyu, kesuwun 🙏🙏🙏🙏🙏
Maapkeun kalo end nya gini doang?!?! 🙏🙏🙏🤭🤭🤭✌️✌️✌️
__ADS_1
Sampai jumpa dengan para bocil yang nanti dewasa 🤭