Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 146


__ADS_3

"Alamat kamu di mana?",tanya Azmi pada Nur yang sudah duduk di sampingnya. Mau menolak perintah bosnya, bukan pilihan yang tepat. Terlebih hari sudah cukup malam. Rasanya tega sekali jika membiarkan gadis semuda Nur pulang sendiri menggunakan angkutan umum.


"Jalan Xxx no.29!",jawab Nur. Azmi menautkan alisnya tak percaya.


"Kost di situ?",tanya Azmi menoleh pada gadis itu. Nur lagi-lagi mengangguk. Lelaki tampan itu menggaruk kepalanya yang mendadak bingung.


Keduanya hening sampai mobil yang Azmi kendarai berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat rapi dengan pintu yang berjejer di balik pagar keliling.


Azmi memasukkan mobilnya ke dalam halaman. Nur sempat menautkan kedua alisnya lalu menatap Azmi.


"Kenapa mobil Aa ikut masuk ke sini?",tanya Nur bingung.


"Di mana lagi? Memang biasa parkir di sini kan?", tanya Azmi balik.


"Hah???",tanya Nur cengok. Azmi pun turun dari mobilnya. Di susul Nur dari pintu samping.


"Eh, dagoan heula!",Nur menarik lengan Azmi yang memakai lengan panjang tapi Azmi reflek menepisnya karena dia memang sudah terbiasa membentengi diri agar tak bersentuhan dengan yang bukan mahram. Nur sendiri cukup terkejut.


"Kenapa?",tanya Azmi sambil merapikan lengan pakaiannya.


"Astaghfirullah, abdi mah teu najis mereunan!", kata Nur sambil mendengus kesal.


"Saha anu ngomong maneh najis. Kita mah bukan mahram, ulah bersentuhan!",kata Azmi.


"Kan masih kena lapisan baju. Lagian cuma gitu doang!", Nur masih mencebikkan bibirnya.


"Sabodo teuing ah!",Nur melangkahkan kakinya ke kamar yang ada di ujung kanan paling akhir di ikuti Azmi.


Ia menghentikan langkahnya saat merasa ada yang mengikutinya.


"Kenapa Aa ikutan masuk?",hardik Nur.


"Geer pisan maneh mah. Urang kost di luhur, lantai tilu!", kata Azmi sambil menepi lalu naik ke tangga.


Nur menganga tak percaya. Lelaki jutek tadi tinggal di bangunan yang sama dengannya? Sejak kapan??? Tapi mereka tak pernah sekalipun bertemu.


Azmi memasuki kamarnya. Dia tak percaya jika gadis itu tinggal di kosan yang sama dengannya. Apa di sini terlalu 'individual' hingga tak mengenal tetangga kamar???? Setelah memikirkan hal tak terduga, Azmi pun membersihkan diri lebih dulu sebelum menjalankan empat rakaat nya yang tertunda tadi. Di pembaringan, ia menyempatkan melihat ponselnya yang dapat notifikasi chat video dan foto kegiatan putri nya di ponpes. Lelaki tampan itu tersenyum, lalu menatap langit-langit kamarnya.

__ADS_1


"Umi, semoga Putri bisa memberikan mahkota terindah untuk mu di sana!",bisik Azmi yang entah kenapa tiba-tiba mengingat almarhumah istrinya.


Pindah ke pasangan utama....


"Bia cantik ya A!",kata Amara setelah keduanya pamit pada kedua mempelai dan teman-teman lainnya.


''Cantik lah, namanya juga perempuan!",jawab Alby. Amara hanya memanyunkan bibirnya. Namanya juga perempuan kan ya??? Laki nya aja yang kagak peka.


"Kok manyun?",tanya Alby.


"Nggak!",sahut Amara singkat.


Alby tersenyum tipis menghadapi mood kekasih nya yang naik turun seperti ini.


"Kamu mau aku jawab apa? Kenyataannya Bia emang cantik kan? Kamu pengen aku jawab cantik kamu, gitu?",tanya Alby tanpa di ayak. Emang bener sih, tapi ngga usah di jelaskan juga kali!!!! Amara semakin merajuk.


"Bia emang lebih cantik dari aku! Cuma mata orang yang ngga normal bilang cantikkan aku. Makanya kamu susah move on!",kata Amara sambil menatap arah luar.


Perempuan emang gitu ya, dia yang mulai dia juga yang kesal. Ujung-ujungnya baper sendiri! Siapa tuh yang suka kaya gitu!??? Ngaku ngga! Kalo aku sih Yes 🤣🤣🤣


Alby terkekeh sambil mengusap pelipisnya sedikit.


"Halah, boong?!",kata Amara masih tak mau menatap kekasihnya yang fokus mengemudi.


"Maunya aku jawab gimana? Aku jawab salah, ga jawab salah. Makanya, lain kali ngga usah bahas beginian kalo ujung-ujungnya kamu yang kesal sendiri!"


Amara masih tak bergeming. Di traffic light, mobil berhenti. Alby meraih tangan kanan Amara lalu mengecupnya. Mara pun langsung menoleh pada kekasihnya.


"Cantik itu relatif. Tidak perlu di banding-bandingkan. Semua perempuan itu cantik kok!", Alby menatap mata lentik yang tumben memakai maskara. Lampu sudah berwarna hijau, Alby kembali menginjak pedal gas nya.


"Terimakasih, kamu sudah membuat hati ku di penuhi cinta kamu!",kata Alby. Hidung Amara mekar.


"Gombal?!",kata Amara sambil menahan senyum.


"Tuh kan, kalo begini aja di bilang gombal. Salah Mulu aku tuh!",kata Alby. Amara menoleh lalu tersenyum.


Tanpa ragu-ragu ia mengecup pipi kiri Alby yang sedang menatap jalan depan. Alby yang sedikit terkejut pun langsung menoleh dan otomatis hidung mereka bersentuhan. Menghindari hal yang tidak-tidak Amara memundurkan kepalanya lagi masih sambil tersenyum.

__ADS_1


Alby menggelengkan kepalanya mengingat Amara sedang moody banget.


"A, kapan kita nemuin mami papi?",tanya Amara. Alby mengetukkan jarinya di kemudi.


"Baiknya kapan?",tanya Alby.


"Aku terserah kamu aja A. Kamu ngga sibuk nya kapan?"


"Nanti deh coba di cari waktu yang tepat."


Amara mengangguk.


"Tapi, Aa serius kan kita akan melanjutkan hubungan yang sah?",tanya Amara sedikit ragu. Alby mengangguk.


"Insyaallah, kita usaha dulu dapetin restu papi dan mami mu. Heum?", Alby menakup salah satu pipi Amara. Gadis tinggi semampai itu mengiyakannya.


Mobil Amara sudah berhenti di depan gedung apartemennya. Ia melepaskan sabuk pengamannya.


"Aku naik taksi aja ya, mobilnya parkirin sekalian!", kata Alby.


"Udah bawa aja. Lagian udah malam, susah cari taksinya!"


"Besok kamu ke kantor gimana?",tanya Alby bingung.


"Di belakang mobil, tuh!", kata Amara. Alby pun menoleh ke belakang. Ada mobil bodyguard Amara yang masih satu menejemen dengan bodyguard nya.


"Oh, oke! Ya sudah masuk gih!", pinta Alby.


"Ngga mau ikut turun? Nganterin ke unit ku?",tanya amara sambil menaik turunkan alisnya.


''Ngga usah mancing-mancing Amara!", kata Alby melotot. Gadis itu terkekeh pelan.


"Ya udah, aku turun A. Makasih!",katanya sambil menyalami tangan alby. Alby mengusap kepala kekasihnya lalu mengecup sekilas.


"Heum, langsung istirahat! Nanti sampai rumah, aku kabarin kok!", Amara pun mengangguk. Melihat kekasihnya sudah naik lift, Alby pun meninggalkan halaman gedung apartemen Amara.


******

__ADS_1


Belum ada masalah yang serius ya...! Makasih semuanya, selamat berpuasa 🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘


__ADS_2