
"Naura, sebenarnya ada apa ini?",tanya Dipta pada menantunya.
"Eum...itu pa ..anu..!", Naura sampai bingung mengatakan aib adik iparnya itu.
"Itu...anu...itu...anu, ada apa? Dan kamu Bian, kenapa bisa laki-laki itu membentak mu?", Dipta mulai di landa emosi.
"Pa...!", Bianca menggelayut manja di lengan papanya.
"Siapa laki-laki yang sudah berani membentak putri bungsu papa?",ulang Dipta.
Belum sempat Bianca atau Naura menjawab pertanyaan Dipta, Azmi lebih dulu menyela.
"Mohon maaf jika saya lancang tuan. Ijinkan saya untuk menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman!", kata Azmi memberanikan diri berbicara.
"Katakan!", pinta Dipta. Bianca dan Naura pun memilih diam.
"Beliau tadi, bos saya. CEO HS grup tuan. Perlu anda ketahui, selama ini putri anda selalu mengejar-ngejar beliau meski dengan tegas beliau menolaknya. Juga tidak tanggung-tanggung, Nona Bianca sering mengunjungi kediaman beliau tanpa sepengetahuan bos saya meskipun beliau sudah melarang Nona Bianca."
Mata Dipta dan Naura melotot tak percaya pada tingkah Bianca yang sudah kelewatan itu. Bianca justru melengos tak ingin berbalas tatapan mata pada kakak iparnya dan juga papanya.
"Dan sekali lagi saya mewakili bos saya meminta maaf jika kelakuan atau perkataan bos saya sangat kasar."
Dipta masih melotot pada putrinya. Naura memilih diam, dari pada mendengar murka papa mertuanya.
"Kenapa tadi dia membentak putri saya?", tanya Dipta dengan suara lebih tenang.
"Pak Alby risih di pandangi terus tuan. Apalagi....nona Bianca sempat menghina kekasih pak Alby dengan kata-kata yang kurang sopan. Dan itu cukup menyinggung perasaan beliau."
Dipta menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan kelakuan si bungsu. Antara bucin dan tak tahu malu!
"Dan, kekasih pak Alby adalah....putri Tuan Rahadi!", lanjut Azmi.
"Apa???", Dipta membelalakkan matanya. Dia kembali emosi sambil melihat putrinya dengan tatapan tajam. Mendadak nyali Bian pun menciut. Dan tak bisa menghadapi kemarahan sang ayah.
Azmi tampak menghela nafas sesaat.
"Mungkin, tuan Rahadi sedang menegur pak Alby. Alhamdulillah, rencananya pak Alby dan nona Amara, putri tuan Rahadi akan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Jadi, saya mewakili pihak bos saya sangat berharap jika anda bisa lebih mengendalikan putri anda agar tidak lagi mengganggu Pak Alby. Apalagi menjelek-jelekkan nona Amara. Saya rasa, anda juga cukup mengenal tuan Rahadi bukan tuan Dipta?", Azmi berkata panjang lebar.
"Saya pastikan putri saya tidak akan menggangu Pak Alby atau putri tuan Rahadi. Naura, pekerjaan mu sudah selesai bukan?", tanya Dipta pada menantunya.
"Sudah Pa!", jawab Naura.
__ADS_1
"Sekarang kita pulang!", ajak Dipta pada Naura.
"Baik pa. Pak Azmi, kami permisi. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, dan terimakasih atas kerjasama kita", kata Naura dengan sopan.
"Sama-sama Bu Naura!", balas Azmi.
"Dan kamu Bian, ikut papa pulang! Mulai sekolah kamu tinggal sama papa, jangan lagi menginap dan tinggal di rumah kakakmu. Dan yang paling penting, berhenti merecoki laki-laki itu?! Paham!!!", kata Dipta.
Bianca tak menjawab, hanya mengangguk lemah.
Papa ngga tahu seperti apa rasanya mengejar Alby sih pa! Batin Bianca.
Ketiga orang itu berpamitan pada Azmi. Sedang Azmi sendiri memilih menunggu bos nya yang mungkin sedang di interogasi oleh calon mertuanya.
Di meja yang berbeda.....
"Duduk?!", titah Rahadi. Alby pun duduk di hadapan calon mertuanya itu.
"Kenapa kamu bisa sekasar itu dengan perempuan?", tanya Rahadi. Sebenarnya dia sudah tahu alasannya, hanya saja ia suka melihat kejujuran calon menantunya ini.
"Maaf Pi, tapi saya risih karena gadis itu selalu mengejar-ngejar saya. Saya tidak nyaman gadis itu memandangi saya di depan mata saya. Terlebih, dia sudah menghina Amara."
Betul kan? Sudah ku duga, dia akan berkata jujur seperti yang ku dengar tadi! Batin Rahadi.
Alby menggeleng cepat.
"Tidak, Pi!", jawab Alby lugas.
Kamu memang tampan dan berkelas Alby, wajar banyak kaum hawa yang menginginkan mu! Rahadi menelisik fisik calon menantunya itu.
"Saya pikir, kamu lemah lembut. Apalagi menghadapi keras kepalanya Amara."
Alby menelan ludahnya dengan menunduk tanpa berani menatap calon mertuanya.
"Insyaallah saya tidak akan berbuat kasar pada Amara, Pi!", sahut Alby dengan suara bergetar. Berbeda saat ia berkata pada Bianca tadi.
"Saya harap begitu."
Ngomong-ngomong soal panggilan 'papi' , sudah jadi keseluruhan semalam setelah makan malam Rahadi memintanya untuk memanggil dirinya Papi seperti Mara dan kedua kakaknya. Juga dengan Nabil yang membiasakan diri memanggil Rahadi, Opa. Kenapa??? Alasannya agar mereka lebih dekat.
"Jadi, benar selama ini rumor yang beredar?"
__ADS_1
"Rumor? Rumor apa ya Pi?"
"Rumor kalau kamu ganteng-ganteng tapi jutek?", tanya Rahadi dengan senyum mengejek.
Alby tidak tahu jika calon mertuanya mencari tahu tentangnya. Mungkin dia lupa, kekuasaan Rahadi jauh di atasnya.
"Eum...itu...!"
"Apa itu cara kamu melindungi diri para perempuan yang berusaha mengejar mu?"
"Mungkin... begitu Pi. Tapi sebenarnya, saya belum begitu tertarik untuk mencoba hubungan baru sampai akhirnya saya memutuskan untuk bersama Amara."
"Luar biasa sekali seorang Amara bisa menaklukkan laki-laki sekaku kamu."
Pujian kah? Atau sindiran???
"Kami melewati banyak hal sampai akhirnya kami memutuskan untuk meminta restu sama papi dan keluarga."
"Huum, termasuk kejadian di apartemen?", tanya Rahadi lagi.
Mampus gue?!!! Jangan bilang kak Daniel sudah membocorkannya! Mau di taruh di mana mukaku! Batin Alby. Mendadak wajah nya memucat.
Rahadi melihat ekspresi cemas di wajah Alby. Dia paham betul, kenapa Alby bisa seperti itu.
"Terimakasih, selama ini kamu masih mampu menjaga Amara meski kesempatan kalian berdua begitu banyak!"
Alby tak mampu lagi menutup rasa malunya pada calon mertua. Huffft!!! Apa cctv di apartemen Amara dalam pantauan papinya juga????
Akhirnya Alby hanya mengangguk pasrah menutup rasa malunya dengan terus menunduk, tak berani menatap Rahadi.
"Jadi...?"
Alby seketika mendongakan kepalanya.
"Jadi...jadi apa Pi?", tanya Alby sedikit ragu bertanya.
"Jadi kapan kamu membawa orang tua kamu ke rumah?", tantang Rahadi. Alby mengerjapkan matanya.
Hah??? Melamar secara resmi maksudnya????
****
__ADS_1
Segini dulu ✌️✌️✌️ lanjut nanti lagi. Makasih, Matur nuwun, haturnuhun ✌️✌️✌️🙏🙏🙏🙏