Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 191


__ADS_3

Febri menenteng kotak makanannya yang akan dia berikan pada sang istri. Tak sengaja saat di loby, ia berpapasan dengan Amara.


"Mas Feb!", panggil Amara.


"Hei...Mara!", sapa Febri. Lelaki tinggi besar dan gagah itu membalas sapaan Amara.


"Mau ketemu Alby?", tanya Amara pada Febri.


"Oh, ngga. Ini mau antar makan siang buat istri!", jawab Febri. Amara ingat jika hari ini ada rapat pemegang saham HS grup.


Perhatian sekali kamu mas. Kamu beruntung Bia! Lelaki yang tulus mencintai mu akan melakukan apapun untuk mu! Benarkah suami ku sudah move on dari kamu Bia???


"Hei? Kok bengong?", tanya Febri. Amara menggeleng dan tersenyum.


"Ngga kok!", jawab Amara.


"Kamu mau antar makan siang juga buat suami kamu?", tanya Febri. Sontak pertanyaan Febri menarik perhatian karyawan HS Grup yang kebetulan melintas untuk keluar makan siang.


"Ngga antar mas, ngajak makan siang aja sih. Kebetulan kerjaan di kantorku sudah ngga terlalu sibuk!", jawab Amara. Beberapa saat kemudian, terlihat Alby dan Azmi yang akan keluar juga.


"Sayang, kamu di sini?", sapa Alby pada Amara. Perempuan itu pun tersenyum.


"Huum, aku mau ajak kamu makan siang. Sama Azmi juga ya!", pinta Amara. Azmi mengangguk setuju. Alby menggamit pinggang istrinya posesif.


"Hai Feb?", sapa Alby.


"Sehat Bro!", tanya Febri.


"Alhamdulillah. Lo...mau antar makan siang buat istri Lo?", tanya Alby.


Mantan bini gue ....???? Batin Alby.


"Iya, katanya dia lagi pengen makan yang ngga ada di rumah makan kami. Makanya beli di abang-abang depan kantor dinas heheh!", jawab Febri.


"Eum... begitu ya!", kata Alby.


"Namanya juga lagi hamil, kadang suka rewel minta ini itu di makan kagak tapi ujung-ujungnya gue juga yang makan! Jadi harap maklum kalo yang buncit bukan cuma istri, tapi suaminya juga!"


Ketiga lelaki itu pun tertawa. Amara sendiri turut tersenyum. Dia jadi membayangkan andai saja dia hamil dan suaminya seperti Febri.

__ADS_1


Astaghfirullahaladzim!!! Amara hanya sanggup bergumam dalam hatinya.


"Ya udah, gue ijin ke ruang rapat kalian boleh kan?", tanya Febri.


"Boleh lah. Silahkan!", Alby mempersilahkan Febri.


Sepeninggal Febri, mereka bertiga pun keluar menuju ke mobil. Azmi yang menyetir mobilnya.


"Mau makan di mana?", tanya Azmi.


"Gue sih terserah nyonya aja!", kata Alby. Amara justru terlihat tidak fokus. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Membayangkan suaminya seperti sosok Febri atau....???


"Sayang???", Alby sedikit mengguncang bahu Amara.


"Eh? Iya A, kenapa?", tanya Amara.


"Kita mau makan di mana?", tanya Alby. Karena tadi dia tak terlalu memperhatikan, ia pun sekilas menoleh ke arah samping kanan jalan.


"Di warung Sunda kayanya enak deh A!", jawab Amara. Alby dan Azmi yang asli orang Sunda pasti dengan senang hati tak menolaknya. Sudah di bayangkan menu yang akan mereka makan di sana. Dan kebetulan, Amara bukan tipikal pemilih makanan. Selama itu halal, dia makan. Meskipun pernah jadi nonis, tapi dia tidak pernah makan B2 begitu pula dengan keluarganya.


Mobil mereka pun memasuki ke area parkir. Jam makan siang, area parkir cukup padat. Dan tanpa sengaja, mereka bertemu dengan mami dan Papi Amara.


"Iya, tadi di ajak makan siang sama teman papi!",jawab Papi.


"Owh...gitu!"


"Oh ya Pi, katanya papi dan mami mau berangkat ke Jogja?", tanya Alby.


"Iya By. Sudah tradisi keluarga kami. Nanti pertengahan bulan setelah lebaran baru kami kembali ke sini. Habis itu baru kita bicarakan soal resepsi pernikahan kalian!", ujar papi.


"Saya ikut saja bagaimana baiknya Pi!", kata Alby.


"Jadi, mami dan papi udah makan dong ini?", tanya Amara pada maminya.


"Udah sayang!", jawab Mami.


"Eum, sebenarnya nanti malam kami mau kerumah mami lho!", kata Amara.


"Malam nanti mami udah berangkat sayang!", mami mengusap lengan Amara.

__ADS_1


"Lho? Kirain mah besok Mi?"


"Udah pesan tiket pesawat buat nanti malam jam tujuh sayang. Ya udah ngga apa-apa ngga ke rumah. Toh kita sudah bertemu di sini!", kata mami.


"Ya udah deh! Apa Amara antar aja ke bandara?",tanya nya lagi.


"Ngga perlu lah sayang, ada supir! Kalo ngga nanti lebaran kalian ke Jogja sekalian honeymoon!", kata Mami.


"Heum? Iya, insyaallah Mi!", kata Amara. Setelah itu mereka pun berpisah. Jika mami dan papi pulang, ketiga orang itu memilih tempat duduk lesehan.


Setelah duduk barulah mereka memesan makanan yang sedang mereka inginkan. Sambil menunggu makanan datang, Alby dan Amara berbincang ringan. Sedang Azmi memainkannya ponselnya.


Ada chat dari Nur yang mengatakan jika dirinya sudah sampai di Bandung. Katanya... Abahnya menanyakan dirinya.


"Lo senyam-senyum gitu Mi? Kesambet?", tanya Alby.


"Aa mah!", kata Amara menyenggol lengan suaminya.


"Ngurusin surat-surat nikah udah, tinggal kirim ke Bandung. Biar besok bisa ijab qobul!",kata Azmi seolah tanpa beban.


Alby dan Amara hampir menjatuhkan rahangnya bersamaan.


"Kompak bener bos?", tanya Azmi.


"Lo ga lagi ngigau kan Mi?", tanya Alby sambil memegang dahi Azmi. Azmi yang di perlahan demikian pun menampik tangan Alby.


"Astaghfirullah, gue sehat Bos!"


"Kita ngga salah denger kan tadi? Ijab qobul? Sama Nur?", tanya Amara sekarang.


"Ya iya lah Bu, sama siapa lagi?"


Alby dan Amara saling berpandangan dan hampir tak percaya.


****


Maap banyak typo nya 🙏


Makasih

__ADS_1


__ADS_2