
Pesawat kami sudah take off karena ini bukan pesawat komersil jadi isinya hanya para prajurit negara.
Aku menatap daratan dari ketinggian. Hari ini aku memutuskan untuk meninggalkan kota ini. Selain karena tugas yang sudah ku tandatangani, aku juga ingin melupakannya.
Ya, sosok Alby yang belum lama ku kenal. Nyatakan sudah terlalu mengusik hatiku. Jika dulu aku masih setia menunggu Febri bahkan dalam kurun waktu bertahun-tahun, tapi entah saat perasaan ku pada Alby muncul....ah...susah di ungkapkan dengan kata-kata.
Awalnya, aku mencoba tak keberatan dan menerima masa lalu Alby. Tapi saat dia mengatakan semuanya, jujur.... sebagai seorang perempuan aku merasakan sakit yang Bia rasakan.
Bahkan belum tentu aku bisa bertahan seperti Bia saat itu. Beruntung nya, dia sekarang sudah bahagia bersama Febri. Laki-laki yang pernah sangat kucintai.
Tapi itu dulu! Setelah melihat dengan kepala ku sendiri, betapa Febri sangat mencintai Bia dan bahkan menunjukkannya kepada khalayak umum tanpa ragu. Dari sana, aku mulai menyadari bahwa aku harus menyerah untuk tidak berharap lagi pada laki-laki yang bernama Febri.
Kehadiran Alby cukup menyita perhatian ku. Perkenalan yang tak sengaja hingga akhirnya seperti beberapa saat yang lalu. Mungkin, kalau saat itu Alby terang-terangan menolak ku rasanya tidak akan seperti ini. Dia seolah menarik ulur perasaanku.
Dia bilang apa? Dia tak ingin menyakiti ku. Tapi ketidakjelasan nya justru membuat ku memilih mundur.
__ADS_1
Aku sudah berada di perbatasan negara ku dengan negara tetangga. Di pedalaman yang justru mayoritas nya muslim. Dimanakah itu? Ada lah pokoknya.
Di sini, aku belajar perlahan-lahan dan mendalami keyakinan yang sebenarnya sudah dari dulu membuat ku tertarik. Hanya saja, belum saatnya kesampaian.
Hingga akhirnya, bulan kedua aku di sini, aku memantapkan hati ku untuk menjadi seorang mualaf di bimbing oleh seorang ustadz.
Sejak hari itu, aku memutuskan untuk mulai memakai hijab. Banyak rekan ku yang mengucapkan selamat dan rekan yang berkeyakinan sama dengan ku sebelum nya pun tetap mendukung ku. Kami tetap dekat satu sama lain.
Dan di bulan ke tiga. Aku mendapatkan kabar buruk. Papiku mengalami stroke, sedang kakak iparku juga meninggal dunia saat akan melahirkan, begitu juga dengan calon bayinya.
Kedua kakak laki-laki ku juga mualaf mengikuti jejak istrinya, jadi yang nonis sekarang hanya mami dan papiku.
Dan pada malam itu, aku sholat istikharah. Aku meminta petunjuk pada yang kuasa. Bagaimana langkah ku selanjutnya. Dan, mungkin Allah memberiku petunjuk saat pagi hari itu.
Aku melihat seorang anak kecil yang di bonceng sepeda oleh ayahnya. Cuaca sedang tidak bagus. Sedikit gerimis, tapi ayahnya tetap berusaha mengantar anaknya sekolah tak peduli halangan yang menghadang.
__ADS_1
Dari sana, aku jadi berpikir. Mungkin ini saatnya aku membalas bakti ku pada papi atas semua yang papi berikan padaku selama ini. Aku akan memenuhi janji ku. Misi kali ini akan jadi misi terakhir ku. Aku akan menggantikan posisi papi.
Mengundurkan diri dari institusi ini bukan hal mudah. Banyak prosedur yang harus ku jalani. Banyak yang menyayangkan pilihan ku karena melihat pangkat ku sudah cukup lumayan, tapi tak sedikit juga yang mendukung ku. Bagaimanapun, papi ku juga sangat penting untuk ku.
Dan di bulan ke empat, aku resmi keluar dari instansi ku. Aku sudah menjadi warga sipil seperti pada umumnya. Hanya saja, aku belum publish pada khalayak jika aku mengganti kan posisi papi di perusahaan kami.
Sebulan sudah aku sibuk dengan pekerjaan ku di kantor papi. Ternyata mami dan papi ku terlihat sangat bahagia setelah aku lebih sering berada di rumah meski hanya malam hari karena jika siang, aku berada di kantor.
Pagi ini, aku berjalan-jalan ke taman kota di ajak oleh keponakan ku. Karena sejak semalam, keluarga kakak ku menginap di rumah papi.
Di taman itu...aku harus melihat laki-laki yang sedang berusaha ku lupakan. Bahkan Alby terlihat begitu sangat menyayangi anaknya.
Tapi... sayang nya, perusahaan papi ada kerja sama dengan perusahaan Alby. Itu artinya mau tak mau aku pasti akan bertemu dengan nya, lagi!
****
__ADS_1
Maaf kalo ga je 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
makasih