Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 63


__ADS_3

Alby


Sebelum menjemput Amara....


Aku bangun sebelum subuh. Kau hanya tidur beberapa jam karena sejak pulang mengantar Amara.


Nabil ku bangunkan setelah aku mandi dan menyelesaikan sholat subuh ku. Anak lelaki ku yang sudah mendekati usia dua setengah tahun itu pun melenguh manja.


Dia merengek karena ku bangunkan meski cara membangunkan ku lembut. Mengusap pipi dan menepuk bahunya pelan.


Karena masih merajuk, aku pun mengangkat Nabil dari box nya. Ku gendong copy an ku ini.


"Kok Nabil cengeng gini? Kenapa? Biasanya pinter lho!",aku mengusap punggungnya.


"Nabil mau ikut papa kerja!", katanya. Aku menghela nafas pelan. Akhir-akhir ini aku memang sibuk dengan urusan pekerjaan dan urusan pribadi ku.


Aku susu menyalahi janjiku sendiri yang akan memprioritaskan Nabil. Tapi kenyataannya???


"Ssttt ...Nabil kangen ya sama papa?", diatas bahuku dia mengangguk.


"Kalo Nabil ikut kerja, Papa ngga bisa ngajak Nabil main dong. Gimana kalo kita libur, kita jalan-jalan ke pantai atau ke gunung. Nabil mau?",tanyaku berusaha membujuknya. Nabil mengangkat kepalanya lalu menatap ku.


"Kalo pulang ke rumah Abah, boleh?",tanya Nabil.


"Abah?",tanyaku. Nabil mengangguk.


"Papanya papa, Abah kan? Kata nenek begitu!",kata Nabil.


Astaghfirullah! Durhaka sekali aku ini. Entah sudah berapa lama aku tak berziarah ke makam ibu dan bapak.


"Nenek yang kasih tahu soal Abah?",tanyaku. Nabil mengangguk lagi.


"Nenek hilang, di kampung rumah Abah besar. Ada kolam ikannya gede sama tempatnya dingin. Nabil mau ke sana Papa!", rengeknya lagi.


Mungkin ini teguran untuk ku lewat Nabil. Astaghfirullah! Aku merasa paling menderita sampai melupakan almarhum kedua orang tua ku.

__ADS_1


"Insyaallah, kita akan ke sana. Tapi jangan sekarang-sekarang ya sayang. Papa harus menyelesaikan pekerjaan papa dulu di kantor."


"Tapi janji ya Pa, kita main ke kampung papa!", kata Nabil.


"Insyaallah sayang?", aku mengusap kepala nya.


"Pipis pa sekalian mandi?'', kata Nabil. Aku pun membawa Nabil ke kamar mandi. Seperti permintaannya, aku sekalian memandikannya.


Aku dan Nabil keluar kamar sudah dalam kondisi wangi dan segar tentunya. Mak menyambut kami di meja makan.


"Mau mam pake apa Bil?",tanya Mak.


"Telor ceplok nek!", jawabnya. Sedang aku sendiri mengambil nasi untuk ku.


Sesekali keluar candaan di antara kami. Nabil berceloteh riang. Aku dan Mak mentertawakan hal-hal random yang keluar dari bibir Nabil.


Ku lihat jam tangan ku sudah waktunya aku berangkat ke kantor. Tapi sebelum nya, aku mengambil ponselku dulu di kamar.


Ada chat dari Amara. Akhirnya aku memutuskan untuk menjemput Amara lebih dulu sebelum ke kantor ku.


Nabil mengangguk patuh. Setelah itu aku mengecup kepalanya. Dan barulah aku melangkahkan kaki keluar.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Amara, aku memang sudah berniat ke sana bahkan sebelum ada chat dari Amara. Sudah kupikirkan masak-masak apa yang akan ku katakan pada nya saat bertemu Amara nanti.


Kembali ke masa sekarang....


Aku melihat Azmi yang sudah sibuk dengan berkasnya yang ia pegang. Dia melirik ku sesaat.


"Selamat pagi bos!", sapanya. Aku tahu dia sedang menyindir ku. Yups, aku sudah terlambat sekitar hampir dua jam. Wajar dia manyun hahahah


"Siang Mi. Sorry gue telat!",kataku.


"Bos mah bebas!", sindir nya. Aku mendengus kesal.


"Ya udah tinggal bikin SP 1 gitu buat gue Mi. Gitu aja marah sih! Mana sini, kerjaan gue apa hari ini?".

__ADS_1


Azmi menggeleng dan memutar bola matanya malas. Tapi dia tetap menyerahkan jadwal ku hari ini.


"Mi...."


"Curhat nya ntar, kerja dulu!", kata Azmi.


"Astaghfirullah, Lo kaya mak-mak kehabisan minyak tahu ngga!",kataku.


"Biarin. Udah pak bos kerja dulu. Gampang nanti siang kalo mau curhat mah!"


"Yang bos gue apa Lo sih?", tanya ku dengan tatapan menyelidik.


Azmi duduk di bangku berhadapan dengan ku. Dia menopang kedua tangannya di atas meja.


"Tahu ngga, kerjaan nya banyak lho bos. Kalo mau cerita galau-galau an , jangan sekarang. Demi...deh! Hari ini kita bakal sibuk!"


Aku menghela nafas. Tak ingin menyalahkan Azmi. Memang sudah jadi tugas nya mengingatkan ku bukan????


"Ya udah mana sini, gue libur sholat Dhuha gak apa-apa deh. Tapi nanti makan siang bareng!", kataku.


''Aku bawa bekel!",jawab Azmi.


"Ya gue minta lah!",sahutku.


"Bos ga modal!",kata Azmi. Aku terkekeh sendiri melihat dia bersikap seperti itu.


"Makasih ya aspri ku yang baik. Ga sia-sia puluhan tahun jadi santri. Selain pinter agama, pinter cari duit plus masak lagi heheheh!"


Baru kali ini gue merasa tertawa sebahagia ini setelah semua yang ku lewati.


"Bayar bos! Ga ada yang gratis!", kata Azmi sebelum keluar dari ruangan ku.


****


✌️✌️✌️🤗🤗🤗 makasih

__ADS_1


__ADS_2