Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 188


__ADS_3

Berbeda dengan pasangan baru yang sedang memadu kasih, dua sejoli yang katanya memiliki perasaan yang sama tapi nyatanya ucapannya tak sesuai dengan tindakan mereka.


Setelah makan malam di pinggir jalan, Azmi langsung mengajak Nur kembali ke kosan. Tak ada obrolan apapun di antara keduanya. Aneh saja rasanya melihat mereka yang sama-sama jaim.


Mobil Azmi masuk ke halaman kost. Mungkin Azmi satu-satunya penghuni kost yang memiliki mobil. Dilihat dari banyaknya kendaraan roda dua yang berjejer rapi di garasi khusus motor.


"Turun!", titah Azmi pada Nur. Nur menoleh pada sosok yang katanya ingin menghalalkan dirinya.


"Malah bengong, geura turun!", pinta Azmi lagi. Suasana kost masih cukup ramai, karena masih jam sembilanan. Belum banyak yang masuk ke kamar mereka masing-masing.


"Tapi A, aku tidur di mana?", rengek Nur.


"Di bilangin di kamar ku!", kata Azmi lalu turun dari mobil. Nur menghela nafas berat. Tapi akhirnya ia pun ikut turun.


Tak lama kemudian dari arah rumah induk, ibu kost menghampiri Nur dan Azmi.


"Malam bu !", sapa Nur.


"Malam neng Nur. Aduh maaf ya, saya pikir neng nur ngga balik sini lagi. Jadi kamarnya saya sewain deh ke penghuni baru!", kata Bu kos.

__ADS_1


"Iya Bu, saya yang minta maaf. Keluar dadakan pas kebetulan masa sewanya habis. Jadi ibu mah ngga salah!", kata Nur.


"Tapi kalo untuk menginap beberapa hari, neng nur bisa di rumah ibu aja. Kan anak saya pulangnya masih beberapa bulan lagi. Ngga mungkin kan kamu mau sekamar sama pak Azmi!", kata Bu kos. Nur menoleh ke Azmi dan mengernyitkan alisnya.


"Pak Azmi bilang katanya kalian lagi mau itu ya....heum...buat menghindari fitnah, neng nur menginap saja di rumah saya ya!", kata si ibu kos lagi.


"Beneran boleh bu? Saya ngga usah nginap di kamar A Azmi?", tanya Nur pada ibu kost tapi matanya melirik pada Azmi.


"Ngarep banget ya nginep di kamar ku?", sindir Azmi. Nur ternganga tak percaya.


"Nitip bocah resek ini ya Bu! Saya mau ke kamar saya, permisi!", pamit Azmi.


"Heheh pak Azmi bisa saja. Mari neng nur!", ajak ibu kos. Nur pun mengangguk lalu ia menyempatkan menoleh pada Azmi yang berjalan menjauh. Tapi di saat yang sama, Azmi pun menoleh padanya. Tak lupa ia menyunggingkan senyum yang jarang Nur lihat.


Ya Allah, dia kalo senyum ganteng banget sih??? Tapi kenapa dia jarang senyum? Bikin hayati kelepek-kelepek ya Allah! Batin Nur. Dan bibir nya pun menyunggingkan senyum yang sama.


"Cengar-cengir aja, emang ya kalo jatuh cinta tuh kaya gitu. Hawanya pengen senyum terus!", canda bu kos.


"Ibu bisa aja!", kata Nur.

__ADS_1


"Saya ngga nyangka lho kalau kalian bisa dekat sekarang. Padahal kalian cukup lama tinggal di kosan saya. Kok baru dekatnya sekarang?"


"Cerita nya panjang Bu!", kata Nur. Setelah Bu kos mengantar Nur ke kamar anaknya Bu kos, beliau pun membiarkan Nur sendiri.


Sebenarnya Nur penasaran bagaimana bisa Azmi meminta ijin agar Nur bisa menginap di rumah Bu kostnya. Dan ....Azmi cerita apa pada nya????


.


.


Amara bergelung di bawah selimut. Meskipun dia sudah memakai pakaian lengkap, tapi matanya masih enggan ia buka. Tak lupa, tangannya melingkar di pinggang sang suami. Meski perut suaminya tidak kotak-kotak seperti tahu sutera, tapi perut suaminya cukup rata. Tidak kurus tidak pula gendut. Nyaman sekali tangan Amara melingkar di sana.


Pergerakan Alby mengusik tidur Amara. Ia menguap.


"Aa ke mana?", tanya Amara dengan suara serak.


"Cuma mau ambil minum sayang! Cup!", Alby menyempatkan mengecup kening Amara.


"Jangan lama-lama!", kata Amara.

__ADS_1


"Heum!"


Usia mengambil minum dia pun kembali ke kamar lalu menenggelamkan dirinya di ranjang bersama sang istri.


__ADS_2