
Amara di temani oleh Daniel ke kantor polisi untuk menjadi saksi korban dari kasus yang menimpa Frans. Kenapa dengan Daniel? Amara sendiri yang menolak di temani Alby. Toh rencananya nanti malam mereka akan bertemu di rumah makan Bia.
"Sudah siap?",tanya Daniel pada adiknya yang tampak gugup. Ya, meski pernah jadi aparatur negara tapi berurusan dengan kasus semacam ini adalah pertama bagi Amara. Dan berharap juga yang terakhir sih.
"Siap kak!",kata Amara. Keduanya pun turun dari mobil menuju ke ruangan yang sudah di tunjukkan oleh petugas.
Di dalam sana, Amara pun di interogasi. Beruntung Seto sudah memberikan laporan tertulis tentang kejahatan yang Frans lakukan. Dan kepolisian Indonesia bekerja sama dengan kantor polisi di mana Frans berasal.
Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, Amara pun keluar dari ruangan itu.
"Nona amara, tersangka meminta bertemu dengan anda. Apakah anda bersedia?",tanya petugas. Amara menoleh pada kakaknya. Daniel pun mengangguk pelan.
Yang penting, Frans bertemu dengan Amara di temani kakaknya. Tidak sendirian! Dan untuk meminimalisir interaksi antara Amara dan Frans, Daniel meminta ruang pertemuan mereka di beri jarak yang agak jauh.
Amara dan Daniel di pertemukan dengan Frans. Lelaki bergelar dokter dan berparas tampan itu tampak sangat berantakan. Berbeda dengan penampilan nya sehari-hari.
__ADS_1
"Baby!", Frans tampak bahagia melihat pujaan hatinya berada di sana. Frans hampir mendekati Amara, beruntung ada sekat pembatas antara pengunjung dan napi.(Anggap aja begitu 🤗)
"Baby? I Miss you Baby!",kata Frans dengan mata berkaca-kaca.
Amara tak mengatakan apapun. Dia hanya menatap iba pada lelaki yang sempat menguasai hatinya beberapa waktu lalu. Frans sosok yang sempurna secara visual atau pun materi. Dia punya segalanya. Kekuasaan, otak pintar, wajah tampan dan dari keluarga terpandang. Tapi sayang, kenapa dia harus jatuh hati pada sosok Amara? Bukan...bukan jatuh hati, tepatnya terobsesi.
Mungkin kah karena cintanya yang terlampau besar pada Amara? Hingga ia mencoba berbagai cara untuk mendapatkan gadis yang di cintai nya?
Amara adalah gadis yang sudah mengobati rasa sakit hatinya pada mantan kekasihnya yang sudah berkhianat dengan adiknya sendiri. Tapi lagi-lagi cinta nya kandas karena kesalahan besar yang ia buat.
"Baby!", ujar Frans lirih. Lelaki tampan itu ingin sekali menyentuh Amara. Tapi apa daya sekarang dia di batasi ruangan.
"Kamu tidak merasa bersalah sama sekali pada adikku?",tanya Daniel yang dari tadi berusaha menahan emosinya.
Frans melirik mantan calon kakak iparnya itu, lalu tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kak Daniel tahu, aku begitu mencintai Amara kak. Sangat!",kata Frans.
"Tapi cara kamu salah!", kata Daniel.
"Jika Amara menerima ku baik-baik seperti dulu, tentu aku tidak akan melakukan hal seperti itu kak! Salahkan adikmu ini!",kata Frans tegas.
Daniel menggeleng pelan.
"Kamu emang benar-benar tidak waras Frans!", kata Daniel.
"Aku tidak waras karena mencintai Amara kak. Harus nya kak Daniel tahu!",kata Frans lagi.
"Ayok dek, percuma berbicara dengan orang yang sudah tak bisa berpikir normal. Mungkin karena terlalu jenius membuatku dia berpikir di luar nalar!",Daniel bangun lalu menyeret Amara dari sana. Amara menatap iba pada laki-laki yang pernah ia cintai. Ada terselip rasa kasihan, bukan cinta!
"Baby! Tunggu aku beb, aku pasti keluar dari sini! Baby!!!", teriak Frans seperti orang tidak waras.
__ADS_1