
Alby yang tak menjumpai istri dan anak serta Mak nya pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Ternyata, Amara dan juga anaknya sedang bermain dan Mak nya sedang memasak.
"Assalamualaikum!"
"Walaikumsalam!", jawab penghuni rumah itu kompak.
"Papa!", Nabil langsung menghambur ke pelukan Alby.
"Aa!", sapa Amara. Alby mengecup singkat kening Amara.
"Mak, kok Mak pake acara repot-repot masak sih?", tanya Alby menghampiri Mak yang berkutat di depan kompor.
"Repot apa sih? Ya ngga lah Jang! Kasian Amara nanti makannya asal deh padahal perutnya lagi ga beres."
"Makasih ya Mak, udah perhatiin istri Alby."
"Amara kan juga menantu Mak!", jawab Titin singkat.
"ya udah, Alby mandi dulu mau solat magrib!"
"iya jang?!", sahut Mak Titin.
Amara masih bermain dengan Nabil. Sebenarnya perempuan itu merasa tidak enak pada ibu mertuanya. Tapi ...Mak yang memaksa nya agar duduk saja dan tidak perlu membantunya.
Dua puluh menit berlalu, Alby sudah selesai dan keluar dari kamarnya. Dia menghampiri keluarganya yang berada di meja makan.
"Papa, nanti solat tarawih?", tanya Nabil.
"Iya sayang! Nabil ikut?", tanya Alby. Anak tampan itu mengangguk cepat.
"Ikut pa! Mama sama Nenek juga ikut kan?", tanya Nabil sambil menolehkan kepalanya pada keduanya.
__ADS_1
"Insyaallah ikut Bil!",jawab Mak.
"Insyaallah Bil!", jawab Amara.
Mereka menikmati acara makan malam. Setelah itu mereka bersiap menuju ke masjid yang ada diseberang perumahan. jadi, Alby sekeluarga tetap menggunakan kendaraan roda empat untuk menuju ke sana.
Bukan mau pamer, tapi memang jaraknya yang cukup lumayan. Kasian kalau nanti Nabil justru kelelahan sebelum solat tarawih dimulai.
Karena shaf terpisah, Nabil meminta ikut dengan sang papa. Sedang Amara bersama Mak Titin bergabung dengan jamaah perempuan.
Ini tahun kedua seorang Amara menjalani ibadah puasa. Jika puasa tahun lalu dirinya masih berat melaksanakannya , Insyaallah tidak tahun ini. Kenapa? Karena ya...Amara sudah tak sendiri.
Setiap kali lebaran dan ada pertemuan keluarga karena memang keluarga besarnya banyak yang muslim jika, Amara bisa menjawab pertanyaan horor yang selama ini sering ia dengar.
Apalagi kalo bukan pertanyaan 'kapan nikah?'???
Entah apa yang di pikirkan si penanya jika ia bertanya seperti itu. Bukankah sudah jelas kalau jodoh maut bahkan rejeki sudah di atur. Tapi kenapa harus repot-repot menanyakan yang bukan urusannya?
Dengan perlahan Mara meletakkan Nabil di kasurnya. Lalu tak lupa ia menyalakan elektronik pengusir nyamuk. Setelah itu, ia pun keluar dari kamar Nabil menuju ke kamarnya di mana suaminya sudah lebih dulu bersandar di kepala ranjang. Amara pun ikut naik dan duduk bersebelahan dengan Alby.
"Bagaimana acara nikahan Azmi, A? Rame?"
"Ya rame sih, tapi rame anggota keluarga sendiri."
"Eum... mereka masih di bandung?"
"Ngga.Mereka ikut ke sini. Tapi karena dirumah mak tadi ngga ada orang. Tahunya malah pulang!"
"Aku tadi emang rencananya mau dirumah Mak aja. Tapi ternyata aku justru lemas. Makanya pulang dan rebahan di rumah deh. Ngga tahunya Mak dan Nabil sama pulang juga."
"Oh, ya udah kalo gitu??",
"Heum, Aa tidur dulu deh biar ngga kesiangan sahur nanti!"
__ADS_1
"Kamu juga dong, sini!", Alby menepuk lengannya agar bisa di jadikan bantal oleh Amara. Amara sendiri dengan senang hati menerima tawaran sang suami yang sangat ia cintai.
Sekitar pukul setengah dua belas malam, ponsel Amara berdering. Ada nama Seto yang memanggil.
"Nih anak stres apa ya? Jam segini telpon?", monolog Amara.
[Hallo]
[Ra? Udah tidur ya? Sorry ganggu]
[Kenapa To?]
[Lo udah dengar berita belum?]
[Berita apa?]
[Frans kabur saat akan di oper ke negaranya]
[Astaghfirullah? Kok bisa?]
[Ngga tahu, gue aja di kasih tahu bokap Naya alias mertua gue]
[btw makasih infonya ya To?!]
[Iya. Sama-sama Ra!]
Panggilan pun berhenti setelah Seto menutup telponnya.
Kamu kenapa harus kabur sih Frans???? Batin Amara. Jika dulu ia selalu takut dengan ancaman Frans, tidak kali ini. Dia punya martabat sebagai seorang istri. Dia tak boleh takut menghadapi Frans andai kata ia memunculkan diri di hadapannya.
****
Met istirahat...ngantuk gaes 😴
__ADS_1