
Amara datang ke kantor Alby sekitar jam setengah empat sore. Ia di kawal oleh bodyguard nya, jadi dia tidak membawa mobil.
Gadis itu hanya mengingatkan agar bodyguard nya cukup mengawasinya dari kejauhan.
Saat akan menekan tombol lift umum, tiba-tiba lift khusus terbuka. Alby dan Azmi sama-sama keluar dari dalam kotak besi itu.
"Lho, sayang? Kapan datang?",tanya Alby saat matanya langsung menatap gadis cantik itu.
"Ehem, sayang-sayang!", sindir Azmi. Amara tersenyum tipis sedang Alby menatap sinis pada asprinya.
Alby tak menyadari jika banyak tatapan kagum para gadis di sekitar situ. Jutek bin judes aja banyak yang mencoba mendekati, apalagi jika ramah seperti itu?? Wait? Ramah nya seorang Alby hanya pada orang-orang tertentu.
"Ehm, sibuk?",tanya Amara.
"Saya duluan bos!",kata Azmi pelan. Lalu pria tampan itu mendudukkan kepala setelah menyapa Amara.
"Ke ruangan ku dulu?",tanya Alby.
"Kamu mau keluar? Sibuk?"
"Ya, ada meeting di kantor yyy. Tapi bisa di wakilin Azmi kok. Nanti aku tinggal kasih tahu ke Azmi aja!"
"Jangan By, itu tanggung jawab kamu. Eum, sebenarnya....?",Amara menggantung kalimatnya. Tapi sadar menjadi pusat kekepoan penghuni gedung HS grup, Amara menarik tangan Alby agar menjauh ke tempat yang tak terlalu ramai.
Alby pun tak menolaknya. Ia membiarkan gadis nya menggandeng tangan nya menuju ke lorong.
"Ada apa Ra? Kangen?",tanya Alby sambil tersenyum. Dan you know lah, senyum pria tampan itulah yang selalu membuat Amara meleleh dan luluh. Hehehehe
"Ngga! Biasa aja!",sahut Amara.
"Oh ya? Yakin?",ledek Alby.
"By!",Amara sedikit meninggikan suaranya karena kesal di ledek seperti itu.
"Oke...oke...ada apa?"
"Nanti malam, kak Nathan minta aku ngajak kamu ke rumah nya!",kata Amara.
"Di rumah?",tanya Alby.
"Di rumah kak Nathan, bukan rumah papi!", kata Amara.
"Kenapa tidak di rumah papi sekalian?",tanya Alby.
"Kamu udah siap ketemu papi?",tanya Amara sambil menatap mata jernih itu.
"Kenapa tidak?"
"Kamu...mau memperjuangkan hubungan kita?",tanya Amara pelan dan terdengar ragu-ragu.
Alby mengusap kepala Amara lalu memegang kedua bahu gadis itu.
"Tentu saja Ra!",kata Alby optimis.
__ADS_1
"Jadi, tidak masalah kan kalo ketemu kak Nathan dulu? Minimal latihan mental saat bertemu papi nanti?"
Lelaki beranak satu itu mengangguk pelan. Bagaimana pun juga, apa yang Amara katakan benar. Setidaknya ia latihan mental lebih dulu saat bertemu Nathan. Karena Nathan berbeda dengan Daniel yang secara usia lebih matang juga pemikirannya lebih realistis.
"Ya udah, jadi ke ruangan ku?",tanya Alby. Amara menggeleng sambil tersenyum.
"Mau ngapain? Kan yang mau ku obrolin sama kamu udah tersampaikan dengan baik!"
"Oh, begitu?",tanya Alby sambil manggut-manggut tipis. Amara tahu apa yang ada dalam pikiran kekasihnya. Sebagai orang dewasa, dia tahu apa yang kekasihnya pikirkan. Apalagi beberapa hari mereka tidak bertemu secara langsung, hanya lewat video call.
"Nanti jemput aku ya!",kata Amara memecah keheningan.
"Iya!", jawab Alby singkat.
"Ya udah, kita ke depan bareng. Kasian mas Azmi udah nungguin kamu By!",kata Mara menggandeng lengan kekasihnya. Dengan sedikit malas, Alby pun mengikuti langkah Amara.
Jika Alby tampak memasang wajah datarnya, tidak dengan Amara yang sering mengulas senyum saat berpapasan dengan orang lain.
"Mau aku antar dulu?",tawar Alby saat keduanya di loby.
"Ngga usah, kamu masih ada kerjaan. Nanti malam kan kita ketemu lagi. Ngga ada kuliah kan?",tanya Amara penuh perhatian.
"Ngga. Udah semalam!",jawab Alby.
"Ya udah, itu aku udah ada yang jemput. Kamu sama mas Azmi selesaiin dulu kerjaan mu."
"Habis ini kamu mau ke mana?"
"Oh, kabarin kalo udah sampai ya!", ujar Alby.
"Iya. Nanti kalo udah sampai rumah aku chat kamu kok."
"Ya udah, hati-hati!"
"Huum, assalamualaikum!",pamit Amara.
"Walaikumsalam!",jawab Alby. Setelah Amara memasuki mobilnya, barulah Alby menghampiri mobil yang Azmi kendarai. Sekuriti membukakan pintu mobil untuk Alby.
"Terimakasih pak!"
"Sama-sama pak Alby!",kata pak sekuriti. Azmi pun menjalankan mobilnya menunju ke tempat meeting di salah satu restoran Xxx.
"Kenapa sih meeting nya jam segini Mi?",tanya Alby. Azmi menautkan kedua alisnya.
"Kenapa baru protes sekarang?",tanya Azmi balik. Alby menyandarkan sikunya ke pintu sambil memijat pelipisnya.
"Kenapa?",tanya Azmi.
"Kakak Amara ngajak ketemuan di rumahnya!",jawab Alby.
"Ya bagus dong? Pak Daniel kan udah dukung hubungan kalian selama ini, apa yang di khawatirkan coba?"
"Bukan Daniel, Azmi. Tapi kak Nathan, kakak sulungnya!"
__ADS_1
"Oh, tunggu! Pak Nathan yang istrinya bercadar itu bukan sih? Dari perusahaan Xyz?",tanya Azmi. Alby mengangguk.
"Masyaallah! Hebat kalo Lo beneran iparan sama dia. Gue dah sering denger sih dari dulu, dia tegas terus galak!",kata Azmi yang memang sudah lama tahu tentang pengusaha semacam Nathan. Apalagi, istri Nathan juga seperti almarhumah istrinya. Bahkan mungkin beberapa kali mereka bertemu di kajian yang diadakan oleh majlis ta'lim yang keduanya ikuti.
"Lo kenal dimana sama kak Nathan?",tanya Alby.
"Ga kenal banget sih. Cuma, dulu almarhumah istri gue sering ikut kajian sama istri pak Nathan juga."
"Istri Lo, pake niqob juga?",tanya Alby. Azmi mengangguk.
"Jadi...apa Lo akan menikah lagi sama perempuan yang seperti almarhumah istri Lo?"
"Heheh belum kepikiran kali bos. Sejauh ini, gue belum bisa sepenuhnya lupain umi nya Putri. Ngga tahu nanti lah, kalo di kasih jodoh lagi sama Mak Othor!"
"Ya Lo rayu lah, Mi Mak othor nya!",kata Alby.
"Ngga ah, ngurusin masalah Lo aja kagak ada kelarnya. Gue cuma figuran!",kata Azmi.
"Bisa ae Lo !",sahut Alby sambil terkekeh pelan.
"Jadi, udah siap nih ketemu calon kakak ipar?",ledek Azmi.
"Ya mau ngga mau, kan pada akhirnya kalo gue nikah sama Amara bakal ketemu sama mereka juga kan?"
"Iya sih. Dan gue doain, semoga pak Nathan kaya pak Daniel, welcome sama hubungan kalian."
"Aamiin. Makasih doanya!"
"Heum. Tapi ngomong-ngomong, Febri keren banget ya!",puji Azmi. Alby langsung menoleh cepat pada asprinya.
"Wait, jangan salah sangka dulu. Gue masih normal. Sehat walafiat!",kata Azmi membela diri melihat tatapan Alby yang pasti salah sangka.
"Keren gimana nih?", tanya Alby masih dengan memicingkan matanya.
"Keren aja! Tancap gas terus! Padahal anak kembarnya baru setahunan. Kalo ada yang kaya Bia satu lagi, gue juga mau punya istri kaya dia. Udah cantik, baik, sabar lagi!",kata Azmi tanpa dosa.
Menyadari ucapan nya memantik emosi bosnya, Azmi bersiap menerima konsekuensinya.
"Ngga usah ngomong begitu kenapa sih! Lo makin bikin gue ngerasa salah tahu ngga!",kata Alby. Ternyata, tak seperti ekspektasi Azmi.
"Ya maap!",kata Azmi.
Alby terdiam memikirkan kesalahan di masa lalunya. Betapa jahatnya dia sudah meminta Bia untuk bersabar menunda kehamilan hanya untuk mengurusi Mak Titin. Dan dengan sukarela Bia melakukannya! Tapi apa yang Bia dapatkan? Pengkhianatan dan sakit hati! Apalagi... terakhir kali saat Alby meminta haknya secara paksa pada Bia. Alby benar-benar merasa sangat bersalah meski sekarang hubungan keduanya sedikit jauh lebih baik.
Alby jelas melihat kebahagiaan di wajah Bia saat membicarakan kehamilannya lagi. Mungkin Bia benar, ini adalah hadiah terindah yang dia dapatkan setelah semua kesedihan yang pernah ia alami bersama Alby.
Tak terasa, mobil sudah sampai di restoran Xxx di mana meeting akan di lakukan sore-sore begini. Padahal jam pulang kantor sekitar satu jam lagi.
******
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya ya 🙏
Semoga Allah senantiasa memberi kita kesehatan, Rizki yang melimpah dan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa tahun ini. Aamiin... makasih 🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰
__ADS_1