Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 83


__ADS_3

Di benua biru.....


Sepasang suami istri yang sudah tak muda lagi sedang duduk sambil menikmati secangkir teh.


Mereka sedang berdiskusi tentang putranya yang setelah mereka ketahui sudah berada di salah satu negara di benua Asia Tenggara.


Tuan dan nyonya John Rodriguez, orang tua dari Frans Ziener Rodriguez.


Dia orang tua itu tengah mencari tahu keberadaan sang putra sulung yang ternyata berada di Indonesia, itu artinya tak jauh dari negara asal tempat sang ibu yaitu Singapura.


(Anggap aja bahasa Inggris 🤭)


"Kita susul Frans ke sana, Dad!", ujar Elizabeth.


"Apa dia akan mendengarkan kita?",tanya John.


"Setidaknya kita bisa mencegah nya melakukan hal-hal yang buruk seperti pada menantu kita!",ujar Elizabeth.


John menatap langit senja di balkon kamarnya. Pria yang sudah tak lagi muda itu hanya mampu menghela nafasnya.


Siapa sangka jika sang putra sulung yang ia banggakan selama ini berubah menjadi sosok yang 'menakutkan'.


Padahal, menilik dari latar belakang pendidikannya di bidang kesehatan, Frans adalah sosok yang humanis.


Tapi karena sebuah kesalahan yang di lakukan almarhum adiknya dan juga almarhumah istrinya, ia berubah.


Flashback.....


Hari itu, beberapa bulan sebelum Frans berangkat ke negara konflik ia berniat melamar sang kekasih,Jaseelin Brown. Yang sudah ia pacari sejak dua tahun terakhir.


Sayangnya, di belakang Frans ,Jassy panggilan Jaseelin justru bermain api dengan sang adik, Mark Ziener Rodriguez.


Meski terbiasa hidup di negara liberal, Frans tidak menganut paham kebebasan seperti sang adik yang usianya hanya lebih muda dua tahun darinya.


Frans sudah menyiapkan acara lamaran romantis untuk sang kekasih di apartemennya. Selama ini Frans terlalu sibuk dengan penelitiannya di laboratorium khusus miliknya. Jadi, intensitas pertemuan dengan sang kekasih pun semakin minim.


Niat hati ingin memberi kejutan pada sang pujaan hati, justru ia sendiri yang di kejutkan oleh fakta menyakitkan.


Di depan matanya, sang kekasih justru asik bercinta dengan Mark, adiknya sendiri.


Lelaki mana yang tak sakit hati??? Apalagi di khianati oleh orang-orang terdekatnya???


Jika biasanya, seseorang akan merasa marah dan muak menghadapi situasi itu Frans justru terdiam. Ia hanya mampu 'menonton' kegiatan panas kekasih dan adik kandungnya tersebut.


Mungkin rasa sakit nya sudah tak bisa lagi ia jabarkan. Hanya mampu merasakan kekecewaan yang amat sangat dari kedua orang terdekat nya itu.


Hingga kegiatan panas itu berakhir, barulah seorang Frans bertepuk tangan di hadapan sepasang selingkuhan itu.


Tanpa berkata apa pun, Frans pun keluar dari apartemen Jassy. Dengan berpakaian seadanya, Jassy berusaha mengejar Frans untuk memberikan penjelasan. Tapi Frans sama sekali tak menggubrisnya.


Lelaki tampan itu lantas melajukan kendaraannya menuju lab di mana ia sering menghabiskan waktunya untuk mendapatkan 'hal' baru yang dia temukan.


Usai mengganti jas formal nya dengan jas lab, ia mulai memainkan alat-alat penelitiannya.


Tak ada air mata keluar dari mata elang itu. Yang ada hanya tangan beradu di atas gelas-gelas percobaannya.


"Kamu akan jadi kelinci percobaan pertama ku, Mark!!!!",gumam Frans dengan mata penuh kebencian.


Frans membawa 'hasil' penemuan nya dengan sebuah alat yang sangat kecil. Bahkan nyaris tak nampak.


Tapi akan terlihat jika penemuannya itu bereaksi pada tubuh korbannya. Dan Frans bertekad bahwa Mark adalah korban pertamanya. Dan jika itulah berhasil, maka Jassy adalah korban berikutnya.


"Kamu sudah pulang Frans?",sapa Elizabeth.

__ADS_1


Frans hanya tersenyum tipis. Tiba-tiba dari ruang tamu, Mark menghampiri sang kakak.


"Frans!", panggil Mark.


"Tak perlu mengatakan apa pun!",ujar Frans sambil berlalu menuju ke kamarnya. Tapi Mark justru mengikuti sang kakak.


"Maafkan aku Frans! Tapi aku mencintai Jassy! Dia pun mencintai ku! Kamu terlalu sibuk dengan dunia mu, dia juga membutuhkan perhatian Frans. Dan aku yang mampu memberikan itu padanya!",jelas Mark.


Frans menghentikan langkahnya. Lalu berbalik menatap sang adik dengan mata berkilat di balik kacamatanya.


'Sesuatu' yang sudah ia siapkan sudah berada di tangannya. Apa yang akan dia lakukan pada sang adik???


Frans justru menyeringai tipis. Dingin dan seram, itu yang Mark rasakan!


"Ambil saja Jassy! Aku tak butuh pengkhianat semacam kalian! Tapi sampai kapanpun, kamu tetap adikku. Kita memiliki darah yang sama!", ujar Frans tersenyum.


Sekarang senyuman bahagia terbit di wajah Mark.


"Kamu mengijinkan ku bersama Jassy???"


Frans tersenyum dan mengangguk tipis. Mark tak menyangka sama sekali jika kakaknya yang selama ini selalu ambisius saat menginginkan sesuatu, justru dengan mudahnya melepaskan Jassy untuknya.


Mark menghambur memeluk sang kakak yang lebih tinggi darinya. Frans pun menyambutnya dengan senyum.


Elizabeth yang sempat khawatir jika kedua anaknya akan adu jotos pun merasa tenang.


Tapi apa yang Frans lakukan pada sang adik??? Dengan sebuah benda kecil yang tanpa Mark sadari, Frans memasukkan hasil penemuan nya pada tubuh adiknya. Mungkin Mark sendiri nyaris tak merasakannya.


"Teri Frans!",ujar Mark. Frans mengangguk tipis.


Beberapa menit berlalu, Mark antusias ingin menikah dengan Jassy karena ternyata kekasih kakaknya itu sedang hamil. Frans pun mendengar hal itu. Apa kah seorang Frans sakit hati??? Sangat! Tapi Frans bukan pria gegabah yang akan langsung mengungkapkan emosinya. Dia akan melihat pertunjukan sebentar lagi.


Diatas balkon, Frans melihat jam di pergelangan tangannya. Dia tersenyum miring saat ia menghitung mundur dari sepuluh menuju satu.


Mommy meneriaki nama sang adik, dan itu sudah di pastikan jika penemuannya sudah bereaksi begitu cepat di tubuh sang adik.


Dengan berpura-pura panik, Frans menghampiri Mommy nya. Daddy nya yang kebetulan baru pulang dari kantor pun turut panik melihat kondisi sang putra bungsu.


Ketiga orang itu meluncur ke rumah sakit milik kerabatnya. Tanpa ba-bi-bu Mark langsung mendapatkan pertolongan. Meski Frans seorang dokter yang praktek di sana, nyatanya jam kerja nya sudah berakhir. Dia tidak bisa ikut mendampingi proses pertolongan pertama adiknya.


Dokter yang menangani Mark pun keluar dari ruangan pemeriksaan tadi. Wajahnya tertunduk lesu. Dokter itu menjelang jika Mark terkena serangan jantung.


Tentu saja Elizabeth dan John tidak percaya. Selama ini anak bungsunya baik-baik saja. Tidak ada riwayat penyakit seperti itu.


Berbeda dengan kedua orang tua nya yang shock atas kematian mendadak sang adik, Frans justru menahan senyumnya. Ada kepuasan yang dalam hatinya yang bisa menghabisi sang pengkhianat tanpa melakukan hal yang kasar pada korbannya.


Pemakaman Mark sudah selesai. Tangis Jassy tak bisa berhenti melihat kepergian laki-laki yang ia cintai selama ini.


"Frans!", Elizabeth menepuk bahu putra sulung nya.


"Apa mom?"


"Mark sudah tiada, menikah lah dengan Jassy! Kasian anak yang ada dalam kandungannya."


Frans menoleh cepat pada sang Mommy dengan mata yang melotot tajam.


Jassy masih tergugu dengan tangisnya. Sedang John mengusap pelipisnya yang berdenyut nyeri. Dia pusing, karena Mark yang kelak akan meneruskan kerajaan bisnisnya. Tidak mungkin ia memberikan perusahaannya pada Frans yang sama sekali tak tertarik dalam dunia bisnis. Tapi apa ini?Putra yang ia harapkan sudah tak ada lagi.


"Di negara ini sudah biasa memiliki anak tanpa ikatan pernikahan Mom! Aku bisa membiayai hidup anak itu tanpa menikahi seorang pengkhianatan macam dia!"


Jassy menelan ludahnya. Dia akui jika dia merasa bersalah pada Frans karena sudah mengkhianati nya selama ini.


"Frans. Kamu tahu, mommy masih memegang adat ketimuran. Bahkan kamu mengikuti Mommy yang tak ikut-ikutan hidup bebas seperti adikmu. Mommy mohon, untuk calon cucu mommy sayang! Please!", Elizabeth memohon pada Frans.

__ADS_1


John pun tak banyak komentar apa pun. Itu semua terserah Frans. Yang John harapkan suatu saat nanti, Frans akan melanjutkan kerajaan bisnisnya.


"Baiklah, aku akan menikah dengan Jassy. Tapi setelah itu, aku akan ke negara konflik untuk menjadi tenaga medis disana!"


Elizabeth dan John bernapas lega, begitu pula dengan Jassy. Setidaknya, dia di akui dalam keluarga Rodriguez ini.


Singkat cerita, Frans dan Jassy menikah. Usai pernikahan itu, Frans benar-benar meninggalkan negaranya untuk menjadi relawan nakes di negara konflik tersebut.


Di sanalah ia bertemu dengan Amara. Gadis berwajah Asia yang cantik alami tanpa riasan. Kedekatannya semakin intens kala Amara curhat tentang cinta nya yang bertepuk sebelah tangan pada sang kapten, Febri! Yang tak lain adalah pasien nya sendiri.


Kesibukan di negara konflik itu membuat Frans mulai melupakan jika dia pernah merasa di khianati. Apalagi, pesona Amara sangat luar biasa.


Perlahan, hubungan keduanya pun terjalin lebih serius. Hingga pada akhir-akhir tugas di negara itu, tanpa sengaja Amara tahu jika Jassy menghubungi Frans dan bilang akan melahirkan.


Wajar jika Amara sakit hati, tapi belum sempat Frans menjelaskan semuanya justru Amara sudah lebih dulu meninggalkan negara tersebut.


Frans pun kembali ke negaranya. Ia 'dipaksa' sang Mommy untuk menemani Jassy melahirkan. Tapi...dia masih menyempatkan diri 'mampir' ke lab pribadinya yang tentu di jaga oleh orang kepercayaannya.


Perlu di ketahui! Tak sedikit pun Frans menyentuh Jassy sejak keduanya menikah.


Di ruangan bersalin, Jassy merasakan sakitnya akan melahirkan. Senyum nya merekah saat melihat sang 'suami' yang sudah ada di ruangannya.


"Sakit?",tanya Frans datar. Dengan lugunya, Jassy mengangguk.


"Bisa ku bantu dengan cara ku agar kamu tak lagi merasakan sakit??",tanya Frans dengan nada seolah kasian. Jassy lagi-lagi mengangguk.


Frans mendekati brankar Jassy. Ia mengusap lengan istri nya yang tak lain seseorang yang sudah mengkhianatinya. Tapi tidak hanya mengusap. 'Sesuatu' yang amat sangat kecil Frans masukkan kedalam tubuh Jassy. Nyaris tanpa luka dan hampir tak berbekas.


Jika reaksi pada Mark terhitung sekitar setengah jam, berbeda dengan Jassy yang hanya hitungan menit.


Mata Jassy terbelalak. Perawat yang ada di ruangan itu pun panik saat melihat pasien nya tiba-tiba seperti orang yang sakaratul maut padahal sebelumnya sang pasien nampak baik-baik saja dan menghibur dengan suaminya.


Dokter yang menangani Jassy meminta Frans untuk keluar lebih dulu. Tentu dengan senang hati Frans melakukannya.


Dia berada di luar ruangan bersama Mommy dan Daddy nya.


Beberapa menit kemudian, dokter yang menangani Jassy pun keluar. Ia menyatakan jika Jassy meninggal karena serangan jantung. Sama persis seperti Mark beberapa bulan yang lalu.


Reaksi Elizabeth sudah bisa ditebak. Dia sangat terpukul dengan kenyataan bahwa dia kehilangan menantu dan juga calon cucunya.


Sedang Frans sendiri??? Dia tak menunjukkan kesedihan sama sekali. Wajah nya datar-datar saja sampai John memberanikan diri bertanya.


"Frans, ini bukan ulah mu kan?"


Frans melirik sang Daddy.


"Kenapa memangnya Dad? Bukankah mereka pantas mendapatkannya, mereka berdua pengkhianat!",ujar Frans.


John ternganga tak percaya begitu pula dengan Elizabeth. Dia tak percaya jika sang sulung melakukan itu semua.


Flashback off


Elizabeth dan John sepakat untuk ke Indonesia untuk menemui Frans. Sebagai orang tua, dia khawatir jika sang putra akan berbuat nekat lagi jika ada yang membuat ia merasa tak nyaman.


******


Fyuhhh...menghalu kuadrat yak??? Hehehehe


Dulu...di kira pro pelakor 🙈, semoga sekarang ga di tuduh psyco ya wkwkwkwkw 😆😆😆😆


Makasih 🙏🙏🙏


Maaf kalo banyak typo

__ADS_1


__ADS_2