
Mon maaf kalo ada yang ga suka bab ini 😁😁😁, lewati mawon hehehe 🙏🙏🙏🙏🙏
*******
Amara
"Kamu ke kantor Ra?",tanya papi padaku.
"Iya, Pi. Ayo kak, kita berangkat sekalian!",ajakku pada kak Nathan. Perumahan kak Nathan berada tak jauh dari gedung Rhd.co.
Belum sempat kak Nathan menjawab, papi sudah menyela.
"Kenapa tidak bersama Daniel saja?",tanya papi. Meski suaranya belum begitu lantang, nyaris lirih tapi sepertinya ia memaksa ku untuk berangkat bersama Frans.
Kak Nathan pun tak jadi bersuara, justru Frans tersenyum penuh kemenangan.
"Iya Baby, aku yang akan mengantar mu",kata Frans.
"Eum, tidak usah Frans. Biar aku naik taksi aja kalo gitu. Jadi nanti aku bisa pakai mobil yang di kantor!",tolakku. Tak mungkin secara frontal ku menolak Frans di depan papi dan kedua orang tua Frans.
"Kalo ada yang berbaik hati mengantar, kenapa di tolak Ra?",tanya papi. Aku memandang mba Mayang yang sepertinya iba padaku. Tapi anggukan kecil dari mba Mayang akhirnya membuat ku setuju untuk di antar Frans. Meski sebenarnya aku tahu, mba Mayang tidak suka aku hanya berdua dengan lelaki terlebih itu Frans. Apa mungkin mba Mayang juga merasa kalo Frans bukan laki-laki yang baik?
"Ya udah!",kataku mengalah. Aku pun berpamitan pada semua yang ada di dalam kamar papi.
Setelah keluar dari ruangan papi, Frans menarik tangan ku cukup kasar. Langkah kaki ku cukup terseok-seok mengikuti jejak langkah kaki jenjangnya.
"Frans!",aku berusaha melepaskan pergelangan tangan ku dari jeratannya. Tapi genggaman tangan nya terlalu kuat.
Aku pun memilih untuk mengikuti saja. Sampai di mendudukkan ku di kursi penumpang. Dia memutari mobil lalu dudu di balik kemudi. Setelah mobil keluar dari area parkir, baru lah Frans membuka percakapan.
"Besok, mommy dan Daddy ku akan melamar mu secara resmi!", katanya. Tapi entah kenapa wajahnya begitu.... serius!
Aku langsung menoleh padanya.
"Melamar ku? Frans, aku bukan kekasih mu! Dan aku tak bisa menikah dengan mu!"
Dia menolehkan kepalanya lalu tersenyum sinis.
"Tapi aku memaksa mu!",katanya penuh penekanan.
"Tapi aku tak memiliki perasaan apa pun lagi dengan mu Frans. Jadi, please... hentikan obsesi gila mu. Masih banyak gadis yang jauh lebih sempurna dari ku! Kamu bisa mendapatkan seperti apa yang kamu mau!"
"Tapi aku mau kamu! Hanya kamu Amara!". Frans meremas setirnya dengan erat.
"Ancaman ku tak pernah main-main Baby!", lanjut nya.
Nafasku memburu mendengar ia mengatakan ancaman seperti itu lagi.
"Kenapa kamu jadi jahat Frans? Kenapa???"
"Aku jahat di matamu karena kamu tak melihat aku sebagai sosok yang mencintai mu Amara!"
"Tapi kamu memang sudah berubah! Kamu gila! Kamu menakutkan!"
Frans membelokkan mobilnya ke arah lain. Bukan, ini bukan arah kantor ku.
"Kamu mau bawa aku ke mana Frans?",tanyaku mulai panik.
"Ke suatu tempat yang akan membuat mu berpikir untuk menolak pernikahan kita!"
Pikiran ku mulai panik. Aku mengambil ponselku di saku, tapi secepat kilat Frans mengambil nya bahkan melempar ke jok belakang.
"Frans!", bentakku.
__ADS_1
"Aku tidak akan menculik kekasih ku sendiri baby! Selama kamu menuruti ku, kamu dan keluarga mu akan baik-baik saja! Percaya lah!",ia mengusap kepala ku yang berbalut jilbab. Tapi ku tepis dengan kasar.
Ini ke arah luar kota? Bagaimana bisa dia membawa ku keluar kota???
Ya Allah, aku masih bisa selamat setelah ini??? Apa yang akan Frans lakukan padaku! Aku mulai panik. Dan hal itu memancing Frans untuk memperhatikan ku lagi.
Mobil kami sudah berada di jalur tol luar kota. Jalur tol ini memang belum terlalu ramai.
Dia menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dengan melepaskan seat belt nya, ia menghadap badannya padaku.
"Apa kamu takut pergi berdua dengan ku baby?",dia mencengkram daguku. Aku menepis nya dengan kasar. Sudah cukup rasanya dia menyentuh ku semaunya.
Frans menyeringai, dan itu sungguh.... menakutkan di mataku!
Frans kembali memakai sabuk pengaman nya, lalu melajukan kendaraan nya dengan cukup kencang. Aku berusaha setenang mungkin. Meski pada dasarnya aku takut jika terjadi sesuatu karena Frans ngebut seperti ini.
Jika memang harus berakhir dengan Frans seperti ini, mungkin ini lebih baik. Dari pada orang-orang yang ada di sekitar ku menjadi korban kelicikan Frans.
"Aku pikir, kamu suka hal-hal yang memacu adrenalin Baby!?"
Aku memandangi arah luar jendela. Tak ingin menyahuti ucapan dokter gila itu.
Karena tak ada sahutan apa pun dari ku, Frans pun tak mau ambil pusing. Dia tetap ngebut menuju sebuah wilayah yang cukup sepi. Hanya ada beberapa gedung terbengkalai yang kami lewati. Bahkan aku tak pernah tahu ada tempat seperti ini.
Dia menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang sepertinya sudah lama tak terurus.
Frans membukakan pintu untuk ku. Lalu menarik ku paksa!
"Tempat apa ini Frans?",aku mendadak cemas. Tempat ini sangat.... menyeramkan!
"Jangan takut baby, ada aku!",kata Frans mengalungkan lengannya di bahuku. Aku hanya menelan salivaku. Ku lihat jam tangan ku sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Dan cuacanya sangat mendung. Menambah hawa mencekam. Tak nampak ada rumah penduduk di sekitar sini!
Aku mengikuti langkah ku menuju ke rumah yang dari luar tampak tak terurus tapi ternyata di dalam sana ada beberapa mobil dan kendaraan.
Dia memberi kode pada orang-orang yang ada di dalam lab tersebut. Setelah mereka semua keluar, Frans mulai melangkah menuju ke sebuah meja yang berisi beberapa peralatan yang aku sendiri tak tahu apa namanya dan juga fungsi nya.
Dia menoleh padaku yang terlihat bingung.
"Kamu bingung baby?",tanya nya sambil kembali mendekati ku. Aku tak menjawabnya.
Dia menarik pinggang ku sampai aku berada di hadapannya. Matanya menatap ku begitu tajam.
Nafas ku mulai tak beraturan.
"Kamu lihat yang itu!",tunjuk Frans tanpa melepaskan ku.
"Itu ... penemuan yang sama yang ku 'tanamkan' pada papi mu!",katanya. Mataku terbelalak. Jadi benar dugaan ku!
"Apa salah papi ku!?",tanyaku memberanikan diri.
"Papi mu tak salah. Kamu saja yang tak mau langsung menyetujui kembali padaku."
"Tolong jangan sakiti siapa pun lagi!",kataku penuh emosi. Dia semakin erat meraih pinggang ku.
"Tidak! Selama kamu belum kembali padaku, menikah dengan ku dan ikut ke negara ku!"
"Kamu jangan gila Frans!"
"Baby! Kamu tahu, apa yang ku berikan pada papi tak seberapa di bandingkan dengan apa yang ku lakukan pada adikku dan juga.... istri ku!"
Mataku membulat sempurna. Jadi....Frans juga....
"Kamu terkejut baby?",tanyanya di depan mataku. Lalu ia mengecup singkat bibir ku.
__ADS_1
"Mereka pantas mati! Karena sudah mengkhianati ku! Karena istri ku juga, kamu memutuskan untuk meninggalkan ku tanpa mendengar penjelasan dariku."
"Apa yang kamu lakukan pada mereka Frans?",tanyaku dengan suara bergetar. Takut? Iya! Aku takut! Jika dia bisa nekat pada kedua orang terdekat nya, bagaimana dengan ku atau orang-orang terdekat ku??
"Menghabisi mereka!",bisiknya. Lalu setelah itu ia Melu*** bibir ku. Aku berusaha melawan sebisa ku tapi aku tak sanggup. Seolah tubuh mantan kekasih ku ini sudah di kuasai oleh hal lain.
Setelah puas, ia melepaskan tautannya. Dia mengusap bibirku yang membengkak.
"Kamu tahu soal kebakaran lab ku? Itu ulah Daddy ku! Daddy pikir, aku kehilangan hasil penemuan ku setelah ia menyuruh orang untuk membakar nya. Tapi sayang, aku bahkan jauh lebih pintar bukan???"
Nafas ku mulai naik turun. Sungguh jika selama ini aku takut pada Frans, kali ini ketakutan berkali-kali lipat!
Frans mendudukkan ku di pangkuannya. Ia meletakkan dagunya di atas bahuku.
"Saat itu, aku akan melamar Jassy! Gadis cantik yang sangat ku cintai!",kata Frans. Aku cukup menjadi pendengar untuk nya.
"Aku sibuk dengan dunia ku. Dengan pencapaian dan semua penelitian ku. Aku ingin orang tua,adik dan kekasih ku bangga dengan keberhasilan ku."
"Aku masih menjujung tinggi adat ketimuran seperti yang mommy ajarkan. Aku bukan penganut freesex seperti adikku dan juga kekasih ku!"
Frans menjeda ceritanya, dia menenggelamkan kepalanya ke leher ku yang masih tertutup hijab.
"Mark dan Jassy mengkhianati ku. Mereka bercinta di depan mataku, di dalam apartemen yang ku berikan pada Jassy sebagai hadiah anniversary kami yang ke tiga saat itu."
Tenggorokan ku tercekat.
"Kamu tahu baby, seperti apa rasa sakit hatiku saat mereka terang-terangan mengatakan saling mencintai dan mengkhianati ku?"
Aku diam membeku.
"Yang lebih menjijikkan, Jassy sudah hamil saat itu. Dengan sukarela aku melepaskan Jassy untuk adikku. Mereka akan menikah setelah Mark meminta Jassy sebagai istrinya dan mengambilnya dariku."
Tangan Frans mengusap lengan ku.
"Tapi ... sebelum pernikahan itu terjadi, aku lebih dulu mengambil nyawa Mark dengan hasil penemuan ku."
Dadaku bergemuruh hebat. Frans benar-benar bukan sosok yang ku kenal dulu. Yang membuat ku perlahan berpaling dari Febri. Dia ...dia seperti monster bagiku sekarang.
"Apa yang ku berikan pada papi mu, hanya melumpuhkan syarafnya. Membuat nya koma sementara. Tapi pada Mark....ku berikan sesuatu yang berharga. Hanya dalam beberapa menit berlalu ia meregang nyawa."
"Dan Jassy! Hanya karena mommy, aku mau menikahi Jassy. Pengkhianat yang sangat ku benci. Tapi setelah aku menikahinya, aku memutuskan untuk menjadi relawan nakes. Dan di sana aku bertemu dengan mu, jatuh hati padamu baby! Kamu mengobati lukaku. Kamu membuat ku lupa di khianati oleh Jassy. Tapi lagi-lagi karena Jassy, aku harus kehilangan mu!"
Frans mengeratkan pelukannya di perut ku. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Kamu tak mau mendengarkan penjelasan dari ku baby! Dan Jassy adalah salah satu penghalang kebahagiaan bersama mu. Hanya dalam detik, ku lenyap kan nyawa ibu dan anak yang ada dalam kandungannya."
Amara!!! Lo ga boleh nyerah! Lo ngga boleh takut! Batin ku.
"Menikah lah dengan ku baby, dan semua akan baik-baik saja! Oke?",tanyanya sambil mengecup pipi ku.
"Frans...ak...!"
"Shut up baby! Aku tak ingin mendengar penolakan dari mu! Jangan biarkan aku berbuat kasar lagi pada mu sayang! Aku benar-benar mencintai mu!",kata Frans sambil memutar tubuh ku agar berhadapan dengan nya.
"Percaya lah, setelah kamu memutuskan untuk bersamaku, aku janji tak akan menyakiti siapa pun. Entah itu keluarga mu atau Alby sekalipun!",ujar Frans.
Aku meneguk salivaku. Bagaimana bisa aku menyetujui keinginannya??? Tapi ... bagaimana nasib orang-orang yang berada di sekitar ku?
****
Terimakasih 🙏🙏🙏
Tolong maklumi kehaluan mamak ya mak-mak 🙏🙏🙏✌️✌️🤭
__ADS_1