Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 160


__ADS_3

Dua sejoli itu sudah sampai di halaman rumah Amara. Mereka melihat ada sebuah mobil asing, maksudnya mobil yang bukan milik anggota keluarganya.


Alby dan Amara pun turun. Mereka berjalan beriringan menuju ke ruang tamu yang megah milik keluarga Rahadi.


"Oh iya A, lusa sidang kasus Frans lagi."


"Mau ku temani lagi?"


Amara menggeleng. Justru dia ingin datang sendiri tanpa di temani keluarganya, hanya pengacaranya saja.


"Ngga usah, aku bisa kok sama pengacara ku aja A."


"Baiklah kalo begitu!", keduanya pun masuk ke dalam ruang tamu. Amara menggandeng lengan tangan kekasihnya.


Ternyata di dalam sana sedang ada tamu, teman sekaligus sahabat Rahadi.


"Malam Pi!", sapa Mara. Rahadi tersenyum menyambut putri bungsunya.


"Malam, eh...kamu ikut By?", tanya Rahadi. Para tamu Rahadi pun menoleh. Betapa terkejutnya Alby saat dia melihat siapa tamu Rahadi.


"Ba... bapak?", Alby sempat terkejut. Ya, tamu Rahadi adalah mantan bapak mertuanya alias bapak tiri Bia. Kok bisa dia di sini???


"Lho, Alby?", Anton tak kalah terkejut. Ternyata di samping Anton ada William, Malvin dan Opa Tyo.


Amara menoleh pada calon suaminya. Karena Alby yang sedikit membeku, Amara menyadarkan kekasihnya dengan sedikit menyenggol. Dan Amara menyeret Alby agar ia juga mendekat pada papi serta para tamunya.


Amara ingat, ia mengenal para tamu papinya sejak dulu. Mungkin Alby lupa jika dirinya pernah bercerita jika mengenal keluarga dari mantan istrinya.


Amara dan Alby menyalami Papi dan para tamunya. Jika Opa Tyo dan Anton bersikap biasa saja, tidak dengan Malvin dan Willy. Dua sosok muda itu memperlihatkan rasa penasarannya. Iya, penasaran karena baru melihat Amara yang berhijab sekaligus penasaran kenapa mantan suami dari saudara mereka bersama Amara.


"Kamu pasti sudah kenal sama calon menantu ku kan Anton ,Tyo?", tanya Rahadi. Mereka berdua mengangguk tipis.


"Iya, tentu saja saya kenal Om!", jawab Anton. Mendadak Alby salah tingkah. Kenapa? Entah lah, padahal hubungan mereka sudah tak 'sedekat' dulu lagi. Tapi entah kenapa Alby seolah merasa jika dirinya sedang ke gep selingkuh???


"Apa kabar, pak?", tanya Alby basa-basi.


"Alhamdulillah baik."


"Apa kabar Lo Vin, om Willy?", tanya Alby pada dua tampan. Dia tak begitu faham dengan opa tyo, jadi dia hanya tersenyum dengan sosok lelaki yang usianya terlihat lebih tua dari calon mertuanya.

__ADS_1


"Gue baik. Jadi, kak Mara sama mas Alby? Wah .. luar biasa ya, cepat sekali move on!", sindir Malvin sinis.


Gimana ngga? Mantan kekasih Malvin alias almarhumah istri Alby meninggal dunia dengan perasaan yang terabaikan oleh Alby. Dan sekarang, di depan matanya ia melihat Alby Sudah menggandeng Amara.


Dalam hati Malvin, dia masih sedikit merasa kesal. Belum hilang ingatannya tentang apa yang terjadi dengan dia dan kakak sepupu tirinya, tahu-tahu Alby sudah memiliki tambatan hati yang baru. Sebegitu mempesonakah sesosok Alby di mata kaum hawa?


"Gue juga baik!", jawab Willy.


"Om Rahadi yakin dia bakal jadi calon menantu om?", tanya Willy pada Rahadi. Alby terhenyak.


Dia tahu kalau Willy si selebgram itu pernah menaruh hati pada mantan istri Alby. Tapi kenapa seolah nada bicaranya seperti ingin menjatuhkan dirinya?


"Willy!", tegur Anton dan Tyo bersama-sama.


Rahadi justru terkekeh pelan.


"Sudah-sudah, yang namanya masa lalu ya sudah biarkan berlalu. Semoga kedepannya kamu bisa lebih baik lagi ya Alby!", kata Rahadi bijak. Dia sudah mencari tahu ke berbagai sumber seperti apa pilihan putrinya.


Akhirnya, Alby bernafas lega. Bagaimana tidak? Mendadak dia cemas jika calon papi mertuanya akan terprovokasi oleh sindiran dari Malvin dan Willy.


"Eum...jadi, kamu mantan suami Bia?", tanya Tyo. Alby mengangguk pelan.


"Iya, om!", jawab Alby pelan.


"Oh... syukurlah kalo begitu!", jawab Opa Tyo.


"Maaf, bapak di sini memang sudah tidak di kantor Lurah lagi?",tanya Alby.


"Heheh bapak sudah selesai masa tugas By. Kan sudah dua periode. Dan ngga mungkin kan bapak nganggur dikampung ibu mu ...eh maksudnya di kampung istri bapak."


Alby mengangguk lagi. Ya, bapak tiri Bia memang berasal dari keluarga berada. Tapi kenapa dulu dia tak meminta bantuan pada keluarganya saja, kenapa sampai menggadai sertifikat tanah dan sawah milik Bia yang bikin kesalahpahaman berlanjut??? Yang lupa, bisa cek di lapak Bia bab awal-awal 😆😆😆


"Jadi, Ega sama Wibi juga sekolah di sini?"


"Iya, di mana lagi. Lagi pula Wibi juga punya adik kecil, jadi lebih baik bapak ajak ke sini. Rumah juga ada yang pakai di kampung."


Hah??? Wibi punya adik bayi??? Tapi Alby menyimpan keterkejutannya. Obrolan semakin berlanjut sampai akhirnya Anton dan keluarganya berpamitan pulang. Amara yang dari tadi menyimak obrolan suami dan keluarga mantan istrinya pun tampak cemberut.


Di mata Amara, Alby terlalu antusias jika membicarakan tentang mantan istrinya. Cemburu???? Iya!

__ADS_1


Alby menyampaikan maksud kedatangannya pada papi. Dan papi pun menyambutnya dengan suka cita.


"Kalo boleh sih, papi ingin kalian tak lama-lama meresmikannya hubungan setelah acara besok. Sebentar lagi bulan ramadhan bukan, papi ingin nanti di bulan itu kalian sudah menikah."


Amara dan Alby terbelalak. Mereka memang ingin segera menikah, tapi tak dalam waktu dekat ini.


"Bulan ramadhan kan bentar lagi papi?"


"Justru itu! Kamu kan tahu, mami dan papi selalu ke Jogja selama ramadhan. Jadi, kalau ada yang menjaga kamu papi akan tenang. Walaupun sebenarnya kamu sudah terbiasa mandiri dan jaga diri. Tapi kalau kamu sudah ada yang menjaga, tentu papi akan merasa lebih tenang."


Alby memahami ucapan mertuanya. Dia paham seperti apa perasaan seorang ayah.


"Insyaallah secepatnya Pi. Tapi...boleh tidak, jika resepsinya setelah lebaran. Bagaimana pun juga, kami butuh persiapan."


Amara ternganga mendengar Alby berkata demikian. Resepsi pernikahan???? Membayangkannya saja Amara sudah begitu bahagia.


"Nanti papi atur. Yang penting kalian sah saja dulu." Alby pun mengiyakan ucapan papi Amara.


Jam sembilan malam, Alby berpamitan pada calon mertua dan kekasihnya untuk segera pulang. Rahadi lebih dulu masuk ke dalam.


Tinggallah sepasang kekasih yang sedang berdiri di depan pintu utama.


"Aa yakin kita secepatnya menikah?", tanya Amara.


"Kamu ragu?", tanya Alby. Amara menggeleng.


"Aku ikut gimana baiknya."


Alby pun tersenyum tipis. Dia mengupas puncak kepala Amara.


"Aku pulang ya?", pamit Alby lagi. Amara pun mengangguk pelan.


Lelaki tampan itu pun memasuki mobilnya untuk segera pulang ke rumah.


*****


Udah bau-bau mau tamat ini 🤭🤭🤗


Heheh belum deeeengggg.....✌️✌️✌️✌️

__ADS_1


Ntar kalo udh HEPI,baru bikin end ✌️✌️✌️


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2