Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek

Pesona Duda Ganteng Tapi Jutek
Bab 198


__ADS_3

Part pendek ya, alon-alon wae. Belum ad cerita unboxing yakkk!🤗


*********


Azmi minta ijin membawa Nur ke ibukota usai acara pernikahannya berlangsung. Meskipun sebenarnya Pak Mirza keberatan, tapi saat ini Nur adalah hak Azmi.


Sepasang suami-isteri itu berada di mobil yang sama dengan yang Alby tumpangi.


"Kita...pulang ke mana A?", tanya Nur.


"Sementara ke kostan", jawab Azmi. Nur hanya mengangguk tipis. Azmi menoleh pada istrinya yang sudah menghapus riasannya dan masih terlihat cantik seperti biasanya.


"Udah kali liatnya Mi, nanti dan seterusnya bisa memandangi nyonya Azmi Abdullah sepuasnya!", ledek Alby yang tadi tidak sengaja melihat Azmi lewat spion.


"Gue mah biasa aja !", sahut Azmi santai. Nur tersenyum simpul melihat keakraban suaminya dan bosannya.


"Wah... Pesona Duda Ganteng, bentar lagi end dong?", celetuk Mang Sapto.


"Iya mang kan udah sold out!", jawab Azmi.


"naon eta solotot?", tanya mang Sapto.


"Sold out mang! Sanes solotot!", jawab Alby.


"Arti nya apa Jang?", tanya mang sapto.


"Apa aja bisa mang!", sahut Azmi di belakang.


"Ngga usah dengerin mang. Artinya tuh habis mang! Aku dan Azmi kan mantan duda, nah sekarang kami udah punya pasangan masing-masing! Jadi gelar dudanya udah diperbaharui jadi suaminya seseorang."

__ADS_1


"Asa lieur",kata mang Sapto terkekeh.


"Balik ke rumah emak dulu kan mobil lo di sana?", kata Alby.


"Huum , Iya gue juga mau minta restu sama Mak!", jawab Azmi.


"Kamu ngga keberatan kan nur mampir ke rumah Mak Titin dulu, habis itu baru ke kostan."


"Iya A, Nur mah ngikut aja!", jawab Nur.


Sepanjang perjalanan pulang dari bandung ke ibu kota membuat mata hazel Nur terkantuk-kantuk.


Akhirnya rombongan dari pihak Azmi sudah sampai di halaman rumah mak Titin.


"lho kok rumah sepi sih?", tanya Alby sendiri.


"Iya, Mak ke mana?", tanya Azmi.


"Ya udah gue pamit aja dulu deh gampang nanti kalau ketemu emak gue salim lagi", sahut Azmi.


.


.


.


Azmi membawa Nur ke tempat kost mereka dan mereka menghuni kamar yang sudah ditinggali oleh Azmi selama ini.


Saat keduanya turun dari mobil mereka menjadi pusat perhatian karena Azmi menggandeng mesra istrinya sampai naik ke lantai tiga.

__ADS_1


Ternyata Azmi lebih dulu mengirim gambar dan foto buku nikah antara dirinya dengan Nur untuk menghindari salah paham pemilik kost. Bodo amat yang lain seperti apa.


"Assalamualaikum?!", Nur menyapa kamar suaminya yang sangat rapi dan wangi. Tak banyak perkakas yang ada di kama Azmi.


"Walaikumsalam! Kamu dulu apa aku dulu yang mandi?", tanya Azmi pada istrinya.


"Aa aja dulu deh aku ntar aja kalau udah nggak males hehehehe", sahut Nur.


"Kok malas sih buruan salat magrib. Nanti pada isya kita salat tarawih lho Nur. Jangan sampai terlambat! Karena apa? Ini malam pertama kita tarawih??"


"Hah? Malam pertama?", tanya Nur bengong. Azmi yang paham dengan pemikiran liar istrinya itu hanya mengangguk memberi kode pada Nur.


"Apa ada yang salah dengan ucapanku?"


Azmi memilih duduk di samping istrinya yang.


"Ya ngga sih! Udah gih sana mandi A!", Nur mendorong pinggang dan punggung Azmi.


"Iya...ini mandi sayang?", kata Azmi meledek.


"Buruan!", pada pinta Nur.


"Iya sayang!" ,kata Azmi.


Nur meleleh di panggil Azmi. Bagaimana bisa ia bersikap seperti itu? Jantung Nur berdetak hebat.


*****


To be continue

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2