
.
#Skip 3 hari kemudian
.
(Siang)
.
Banyak yang terjadi selama 3 hari pelatihan ala Naruto yang diajarkan kepada remaja-remaja yang memintanya.
Semuanya berkembang pesat, baik itu fisik maupun kontrol sihirnya yang terbilang mendekati sempurna di penglihatan Naruto.
Walaupun pada hari pertama sedikit susah tapi Naruto sanggup membimbing mereka semua.
Dari anak-anak Naruto yang ternyata Cuma Liya yang mewarisi kekuatan Chakranya yang paling dominan ketimbang saudara-saudaranya yang hanya memiliki 10 persen Chakra.
Yang paling mendasar adalah ajaran Rasengan. Semuanya sudah bisa Rasengan dengan pengaplikasian sihir mereka masing-masing kecuali Olive.
Gray dan Mirajane dengan Rasengan berelemen Esnya. Rin dengan Rasengan berelemen Airnya. Liya dengan Rasengan berelemen anginnya.
Dan hanya Olive saja yang tak bisa menciptakan Rasengan, entahlah mungkin karena mewarisi kekuatan dari ibunya yang paling besar.
(Bayangin Rasengan Gray dan Mirajane itu warna putih salju. Rin warna biru air laut. Liya warna biru langit)
Sebenarnya Naruto juga ingin mengajarkan jurus Hiraishin kepada anak-anaknya, tapi karena jurus Hiraishin sangat sulit dan bahaya jika tak bisa mengontrolnya maka Naruto menggantinya dengan jurus Shunshin.
Dan hasilnya sangat memuaskan walaupun belum secara total menguasainya tapi mereka bisa terbilang bisa.
Dan untuk Liya ada tambahan pengajaran yaitu Ninjutsu medis, walaupun belum menguasai sepenuhnya tapi Liya bisa melakukannya.
Selain anak-anaknya Naruto masih ada remaja lain yaitu Sona dan Rias. Bisa dibilang otak Rias sudah berkembang jauh bisa berpikir dalam situasi apapun sekarang.
Kalau untuk Sona jangan dibilang, dia jauh lebih memahami apa yang diajarkan oleh Naruto. Karena dari kecil Sona memang cerdas, jadi tak heran apa yang diajarkan oleh Naruto cepat masuk ke otak cerdasnya.
Lain hal dengan Sona dan Rias yang menyandang king dalam evil piece. Melainkan para peregenya yang juga ada perkembangan. Kalau untuk perege Sona mungkin Naruto tak terlalu kesusahan karena semua berlatih tanpa kendala sedikit pun.
Tapi beda dengan perege Rias yang lumayan kesusahan saat awal pengajarannya. Terutama untuk Akeno dan Koneko. Dengan Akeno yang ragu menggunakan kekuatan petir yang diwarisi oleh ayahnya serta Koneko yang takut menggunakan kekuatan senjutsunya.
Tapi akhirnya mereka mau menggunakan kekuatannya, yang pastinya setelah terkena jurus mematikan milik Naruto yang dapat mengalahkan musuh kuat tanpa menyentuh maupun bergerak yaitu Ceramah No Jutsu. agar mereka yakin dengan kekuatan mereka.
Kalau untuk Asia dan Gasper juga berkembang. Dengan Asia yang sekarang dapat menyembuhkan apapun menggunakan Sacred gearnya yaitu Twilight Healing dengan jangkauan luas atau jarak jauh tanpa harus menyentuh objek yang disembuhkan.
Sedangkan Gasper juga bisa mengontrol Sacred gearnya yaitu Forbidden Balor View yang dapat mengontrol waktu sesuka hatinya, yah walaupun sikap kurang percaya dirinya masih ada, tapi untuk kekuatan sudah bisa dikatakan berkembang.
Beda hal dengan kiba dan Xenovia yang tak diajarkan kontrol sihir, melainkan tehnik berpedang yang diajarkan kepada mereka. Dan hasilnya selama 3 hari pelatihan pun memuaskan.
__ADS_1
Baik speed dan power sudah berkembang, itu terbukti dengan mereka yang bisa mengimbangi tehnik Kenjutsu Naruto yang hanya 50 persen diperlihatkan. Itu sudah termasuk luar biasa untuk ukuran remaja seperti Kiba dan Xenovia pastinya.
Kalau untuk Vali, Issei dan Saji diajarkan cara yang berbeda lagi karena mereka pengguna kekuatan Naga khususnya untuk Issei dan Saji yang belum mampu menggunakan kekuatan Naga.
Kalau untuk Vali, dia diajarkan untuk mengendalikan kekuatan dirinya tanpa bantuan Albion. Sedangkan Issei dan Saji masih perlu bantuan Draig dan Vritra yang ada di tubuh mereka.
Dan pada akhirnya Vali sudah mulai bisa mengendalikan kekuatannya sendiri. Karena Vali adalah keturunan Lucifer, otomatis dia memiliki kekuatan cahaya yang menurun dari leluhurnya yang memang seorang malaikat sebelum menjadi iblis.
Dan pastinya kekuatan cahaya miliknya berefek pada tubuhnya yang seorang Iblis. Tapi akhirnya Vali mulai bisa mengendalikan walau masih berefek tapi tak separah saat pertama mencoba.
Kalau untuk Vali diajarkan untuk mengendalikan kekuatan sendiri tanpa bantuan Albion.
Beda dengan Issei yang masih membutuhkan kekuatan Draig, yang pada awalannya Issei hanya bisa ke mode Balance breaker Cuma 10 detik bertahannya, tapi setelah disiksa oleh Naruto dengan pelatihan fisik full selama 3 hari ini tanpa henti sekarang Issei bisa ke mode Balance breaker selama 1 jam lebih, itu termasuk perkembangan yang luar biasa.
Jika untuk Saji perubahannya tak terlalu mencolok. Tapi terlihat perkembangannya, yang tadinya Saji tak dapat mengendalikan kekuatan kutukan Vritra, tapi sekarang sudah bisa dengan mudah.
Dan pengajarannya pun sama seperti Issei, yaitu disiksa dengan pelatihan fisik full 3 hari tanpa henti agar bisa mengendalikan kekuatannya.
Selain pengajaran dengan di masing-masing kekuatan. Mereka juga dilatih kerja sama. Yang pada saat itu Sona serta peregenya melawan Rias dan peregenya. Dan hasilnya seri dan kerja samanya juga terbilang baik menurut Naruto.
Sedangkan untuk Anak-anak Naruto, mereka disuruh kerja sama untuk melawan ayahnya sendiri yaitu Naruto. Dan hasilnya juga bagus, kerja samanya terlihat jelas menurut Naruto sendiri.
Kalau untuk Vali memang sifat dasarnya yang ingin kuat sendiri. Makanya saat dia disuruh untuk bekerja sama dengan yang lainnya langsung menolak dan hanya di maklumi oleh Naruto.
Mungkin dia sudah terbiasa melakukan apa-apa sendiri, pikir Naruto saat itu.
Dan nampaknya sekarang Naruto serta para remaja sedang bersiap-siap untuk kembali ke tempat mereka masing-masing karena pelatihan sudah disudahi sampai hari ini tepat selama 3 hari pelatihan.
"Hai Nii-sama!/Onii-sama!/Naruto-sama!/Sensei!"
Ucap Sona, Rias, perege Sona dan Rias serta Vali bersamaan.
Lalu mereka semua berteleport langsung ke tempat mereka masing-masing. Dengan Rias dan peregenya berteleport menggunakan teleport buatan Akeno langsung menuju Mansion Gremory.
Dan Sona serta peregenya langsung berteleport menuju Mansion Sitri menggunakan teleport buatan Tsubaki. Sedangkan Vali langsung berteleport menuju Grigori, pusat pemerintahan bangsa DaTanshin. Dan kini di tempat itu hanya tersisa Naruto dan anak-anaknya saja.
"Kalian kemari, kita akan langsung berteleport ke rumah dengan cepat," ucap Naruto kepada anak-anaknya setelah rombongan Rias dan Sona serta Vali sudah tak ada lagi disitu.
Dengan cepat anak-anak Naruto langsung mendekat. Dengan Olive dan Liya yang malah menggaet tangan kanan Naruto.
Rin dan Mirajane menggaet tangan kiri Naruto. Sedangkan Gray hanya menyentuh pundak Naruto.
SRING!
Dalam sekejap mata mereka menghilang dan langsung muncul di halaman belakang rumahnya.
Dan untungnya tak ada seorang pun di halaman belakang, jadi tak ada yang kaget atas kemunculan mereka yang secara tiba-tiba.
__ADS_1
Karena belum terbiasa dengan jurus teleport milik Naruto, otomatis anak-anaknya langsung memegang kepalanya karena pusing dan mual.
Bahkan Olive yang nyatanya jauh lebih kuat dibandingkan dengan adik-adiknya juga ikut pusing.
"Makanya Tou-san belum bisa mengajarkan teleport instan kepada kalian jika kalian belum terbiasa dengan perpindahan cepat seperti ini," ucap Naruto saat melihat efek teleportnya terhadap anak-anaknya.
"Ayo masuk. Dan istirahatlah," sambungnya mengajak.
Lalu Naruto melangkah memasuki rumahnya diikuti anak-anaknya di belakangnya.
"TOU-SAN!"
Teriak Sting dan Luna langsung berlari dan memeluk Naruto setelah melihat kehadiran Naruto di ruang keluarga dari arah halaman belakang rumah.
"Wow, Wow, sebegitu kangennya kah dengan Tou-san?" ucap Naruto yang senang atas perlakuan anak-anaknya.
"Um!" dan dijawab anggukan oleh Sting dan Luna bersamaan.
"Tou-san, kami langsung ke kamar ya?" ucap Olive meminta ijin dan dijawab anggukkan kepala oleh Naruto.
"Istirahatlah, Tou-san tau kalian pasti sangat kelelahan karena tak terbiasa dengan pengajaran Tou-san kepada kalian," kata Naruto memaklumi.
"BANGET!"
Teriak Olive, Gray, Mirajane, Rin dan Liya bersamaan dan Naruto hanya cengengesan saja menanggapi teriakan mereka.
Tanpa pikir panjang anak-anak Naruto langsung melangkah menuju lantai 2. Dengan Olive sekamar dengan Liya serta Mirajane sekamar dengan Rin.
Kalau untuk Gray dia sekamar dengan Minato, yang Nampaknya Minato tak ada di rumah untuk saat ini.
"Ibu-ibu kalian dimana?" tanya Naruto setelah anak-anak dewasanya telah menuju kamar mereka masing-masing.
"Hanya ada Katerea Kaa-san sama Asuna Kaa-san di halaman depan. Yang lainnya katanya membantu Nii-san di kedai," jelas Sting memberitau dan Naruto hanya ber-O-ria saja.
"Tou-san mau istirahat dulu ya, kalian lanjutkan lagi bermainnya," ucap lembut Naruto sambil mengelus rambut Sting dan Luna.
"Hai! Tou-san," angguk cepat Sting dan Luna bebarengan lalu mereka berlari menuju halaman depan untuk bermain.
Setelah merasa anak-anaknya pergi. Kini Naruto melangkah menuju kamarnya yang biasa untuk tidur dirinya dan Yasaka jika sedang berkunjung.
Karena saking lelahnya, Naruto langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya dan tak berselang lama langsung tertidur.
.
.
T.B.C
__ADS_1
.
Yo halo semua balik lagi nih 2 hari yang lalu author super sibuk sampai gak bisa buat mikir nih otak..