STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 6


__ADS_3

"Seburuk-buruknya orang tua pasti ada maksud yang baik Hep," ucap Naruto menasehati.


"tapi..."


"Coba kau bayangkan, apabila saat itu kau tidak diusir dari Olympians, apa yang akan terjadi," ucap Naruto memotong ucapan Hephaestus


"Kau pasti tidak akan bertemu denganku dan istrimu apabila kau benar-benar masih di Olympians," sambung Naruto membuat Hephaestius termenung.


.


" Benar juga apa yang dikatakan Naruto, apabila aku tidak diusir dari Olympians maka kakiku tidak akan sembuh dan diriku tidak akan hidup bahagia saat bertemu istriku," batin Hephaestus menunduk lalu melemaskan genggaman pedangnya


" Dan kalau aku masih di sana, yang ada aku akan bertambah sakit saat melihat Mantan istriku melakukan hal hina bersama Ares di hadapanku," sambung batin Hephaestus merasa sudah mengerti maksud ucapan Naruto.


"Kau benar juga Naruto, terima kasih telah mengingatkanku," ucap Hephaestus yang masih menundukkan kepala.


"Itulah yang namanya saudara, saling mengingatkan apabila salah satu dari kita berbuat kesalahan," jawab Naruto menepuk-nepuk pundak Hephaestus.


"Bawalah dia," sambung Naruto sambil menunjuk Zeus yang sudah pingsan


"Kita obati, kurasa luka hasil amukanmu cukup parah," perintah Naruto langsung dilaksanakan Hephaestus lalu mengangkat Zeus seperti membawa karung beras kemudia menghilang bersama Naruto menggunakan Teleport kilat milik Naruto.


.


#Skip di rumah Hephaestus


.


"Uhh," erangan Zeus mulai sadar dari pingsannya


"Di mana aku?" sambungnya saat sudah membuka matanya.


"Kau berada di rumahku," tiba-tiba terdengar suara Hephaestus yang duduk di samping kasur tempat Zeus berbaring, lalu Zeus menoleh ke sumber suara.


"Kau pingsan selama 4 jam dan sudah aku obati luka-lukamu," sambung Hephaestus tiba-tiba berdiri lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Kenapa kau menyembuhkanku? bukankah kau sangat benci diriku," tanya Zeus lemah dan heran atas apa yang dilakukan Hephaestus sekarang saat ini.


"Aku memang benci denganmu, tapi seseorang telah menyadarkanku apa arti peduli," jawab Hephaestus yang terhenti di depan pintu keluar kamar tersebut.


"Berterima kasihlah kepada temanku yang memaksaku untuk memaafkanmu," ucap Hephaestus lalu keluar meninggalkan Zeus seorang diri di kamar tersebut,


sedangkan Zeus tersenyum senang atas ucapan Hephaestus.


Beberapa menit kemudian pintu terbuka kembali dan menampakkan Naruto yang memasuki kamar tersebut lalu duduk di samping kasur yang di tempati oleh Zeus.


"Terima kasih," kata Zeus tiba-tiba bersuara setelah Naruto duduk di samping ranjang.


"Untuk apa?" tanya Naruto yang bingung mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.


"Aku tau, kau yang memaksa Hephaestus untuk memaafkanku kan," kata Zeus memberi tau


"Jadi aku sangat berterima kasih kepadamu," sambung Zeus.


"Huh," helaan nafas keluar dari mulut Naruto.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih, aku hanya memberitahunya bahwa sifat benci dan dendam itu tidak ada gunanya," kata Naruto menjelaskan.


"Kata-katamu seperti seorang pemimpin saja ya," puji Zeus kagum dengan kata-kata bijak yang diucapkan oleh Naruto.


" Aku memang seorang pemimpin, pemimpin rumah tanggaku pastinya," balas Naruto santai.


"Tapi dengan sikapmu itu, kau seperti bukan sekedar pemimpin keluarga saja," sangkal Zeus.


"Kau hanya belum tau saja, pemimpin rumah tangga dan pemimpin sebuah negara itu sama saja, yaitu menjaga ketenteraman dan kedamaian orang-orang di sekitarnya. yang membedakan hannyalah bayak sedikit orang yang dipimpin," kata Naruto memberi penjelasan membuat Zeus mengangguk mengerti.


"Kurasa aku orang yang gagal sebagai pemimpin ya," gumam Zeus sambil melihat langit-langit kamar.


"Menjaga ketenteraman keluarga saja tidak becus apa lagi menjaga seluruh kaumku," sambung Zeus sambil menerawang jauh.


"Setiap mahkluk di dunia ini pasti memiliki kesempatan, tinggal diri kita saja mau merubahnya atau tidak," kata Naruto menasehati.


"Apakah tidak terlambat untuk memulainya ya?" gumam Zeus lirih tapi masih terdengar oleh Naruto.


"Tidak ada kata terlambat untuk memulainya meski seseorang itu sedang sekarat sekalipun," kata Naruto menjawab gumaman Zeus.


.


TOK! TOK! TOK!


.


"Kak? Apa kau di dalam?" suara perempuan dari balik pintu memanggil seseorang yang ada di dalam ruangan,. Sontak Naruto dan Zeus menoleh kesumber suara.


"Ya! Aku di dalam Reiya, ada apa?" jawab Naruto dari dalam ruangan.


"Makan malam sudah siap, yang lain sudah menunggu," balas Reiya memberi tahu


"Ya! Aku akan segera turun!" sahut Naruto.


"Ayah?" bingung Zeus.


"Suara itu adalah istri Hephaestus sekarang," kata Naruto menjawab bingungnya Zeus.


Setelah itu Naruto dan Zeus turun ke bawah keruang makan untuk makan bersama.


setelah sampai Zeus melihat ada 6 orang dan 1 bayi di gendongan wanita cantik dengan rambut pirang yaitu Reiya di sebelah Hephaestus.


"Lihatlah itu Levi ," ucap Reiya yang sedang menggendong bayi sambil mengarahkan pandangan bayi itu ke arah Zeus


"Itu Kakekmu," sambung Reiya membuat Zeus melebarkan mata terkejut bahwa bayi itu ternyata adalah cucunya.


"Aku tau, kau pasti banyak pertanyaan setelah ini," kata Naruto menyadarkan Zeus dari terkejutnya.


"Duduklah, kita harus makan dulu," sambung Naruto menawarkan Zeus untuk duduk dan makan.


.


.


"Kenapa Aku dan Vivi makan bubur si?" ucap Naruko menggerutu.

__ADS_1


"Padahal Aku dan Vivi sudah baikkan," sambungnya sambil menatap tidak suka bubur di hadapannya.


"Lukamu masih belum sembuh Naruko, Ayah Cuma bisa meregenerasi luka-lukamu, tapi kalau fungsi organ tubuh masih butuh pemulihan lagi," jawab Naruto kepada Naruko.


"Sudahlah Naruko, omongan Ayah ada benarnya juga kok," kata Menma.


"Luka dalammu dan Vivi itu lumayan parah," sambung Menma memberitau membuat Naruto tambah mengerutu sedangkan Vivi hanya diam saja.


.


"Woy Kak! Di mana kau sembunyikan Ramen cupku!" tanya Minato kepada Menma


"Mana aku tau?" jawab Menma cepat.


.


"JANGAN BOHONG KAKAK MESUM!"


"APA KAU BILANG MANIAK RAMEN!"


"SISCON AKUT!"


"RUBAH KAMPRET!"


"JOMBLO NGENES!"


"OHOK!"


Hinaan Minato yang terakhir membuat hati Menma seperti tertusuk pedang tepat di jantungnya.


"Aku bukan Jomblo, aku hanya belum mengetahui jodohku saja hu hu hu," kata Menma pundung sambil menangis lebay dengan awan hitam di atas kepalanya.


"Hahahaha!"


Dan akhirnya suara tawa memenuhi ruangan tersebut atas tingkah konyol mereka, sedangkan Zeus yang menyaksikan tingkah mereka hanya tersenyum saja.


.


" Apakah keluargaku bisa seperti ini ya," batin Zeus iri dan menginginkan suasana tersebut terjadi di keluarganya.


Setelah selesai acara makanya, kini Naruto, Hephaestus dan Zeus berada di teras depan rumah.


Untuk anak-anak Naruto mereka sudah pulang yang ternyata rumahnya bersebelahan dengan Hephaestus, sedangkan untuk istri Hephaestus sudah ke kamar untuk menidurkan anaknya.


"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Naruto mengawali pembicaraan.


"Sebenarnya aku hanya ingin tau, bagaimana kau dan Hephaestus bisa saling bertemu" tanya Zeus.


"Dan bagaimana caramu menyembuhkan kaki Hephaestus," sambung Zeus menambahkan lagi pertanyaanya.


"Sebenarnya-"


"Biar aku saja yang memberitahunya," kata Hephaestus memotong ucapan Naruto dengan cepat.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2