STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 114


__ADS_3

.


.


# UNDERWATER KINGDOM


.


(disini penghuni Underwater Kingdom tubuhnya seukuran manusia pada umumnya, semoga tak ada yang salah paham nantinya)


.


Bukan Cuma daratan saja yang memiliki kerajaan, di bawah laut juga terdapat kerajaan megah yang pastinya dihuni oleh manusia ikan, salah satunya adalah manusia duyung yang paling banyak di kerajaan tersebut.


Tapi anehnya, walaupun kerajaan ini di huni manusia ikan, di dalam kekkai sama seperti daratan pada umumnya.


Permukaan tanah tak berair serta sungai dan danau juga ada. Pokoknya semuanya hampir sama dengan daratan,


Cuma bedanya adalah bangunan-bangunan yang ditinggali oleh penghuni kerajaan tersebut yang nampak seperti terumbu karang berukuran besar.


Bukan Cuma itu, walaupun mereka ras ikan yang selalu tak jauh dari air, Mereka bisa beraktivitas di daratan.


Itu karena mereka bisa merubah bentuk tubuh bagian bawah yang seperti ikan menjadi sepasang kaki saat akan beraktivitas di daratan, tapi jika memasuki air maka akan berubah lagi ke bentuk tubuh ikan.


Dengan kata lain, mereka akan menjadi manusia ikan jika memasuki dalam air, tapi jika di daratan akan nampak seperti manusia pada umumnya.


Itu sedikit penjelasan bagaimana penghuninya bisa beraktivitas di darat maupun di air, walau mereka manusia ikan tapi mereka bisa berubah wujud menjadi manusia biasa jika di daratan.


Hiraukan para penghuni kerajaannya, beralih ke bangunan paling besar di antara banyaknya bangunan yang ada, atau lebih tepatnya Istana sang raja.


Dapat diperhatikan saat ini di ruang utama kerajaan terdapat orang-orang penting yang sedang berkumpul.


Ada sang Raja dan tiga pangeran juga ada disitu, tak luput juga prajurit penting kerajaan tersebut juga hadir.


Mereka semua sedang serius memperhatikan sosok wanita yang berada di tengah-tengah ruangan dengan di depan wanita tersebut terdapat bola mutiara seukuran bola sepak dan wanita tersebut nampak sedang memejamkan mata seperti sedang meramal sesuatu.


Tiba-tiba wanita itu memegang kepalanya dengan erat serta rasa ketakutannya terlihat jelas ditampilkan oleh wajahnya.


Dalam pikiran wanita itu tergambar bayangan sosok manusia dengan 9 ekor di belakangnya yang berdiri tegak di tengah-tengah kobaran api yang besar.


Sontak reaksi wanita tersebut membuat seisi ruangan itu panik dan bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan ramalannya? Madam Shyarly?" tanya sang Raja yang bingung dengan reaksi wanita yang bernama Shyarly, sang Peramal terpercaya kerajaan.


"Li-lima hari lagi, ke-kerajaan ini akan dihancurkan oleh seseorang, yang Mulia," gagap Shyarly, sontak semuanya langsung melebarkan mata terkejut.


"Da-dan yang menghancurkan kerajaan ini adalah-" semuanya kembali terdiam,


mereka semua langsung memasang telinga lebar-lebar untuk mendengar kelanjutan ucapan dari Shyarly.


"Na-Naruto-sama,"


.


"ITU TIDAK MUNGKIN! RAMALANMU PASTI SALAH!"


.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung menoleh ke arah sumber suara.


Dapat dilihat di sana tepat di pintu masuk ruangan tersebut nampak sosok wanita berambut merah muda sedang melebarkan mata terkejut atas apa yang tadi didengarnya.


Semuanya terdiam, tak ada yang bersuara. Hingga sang wanita itu melangkah ke arah sang Raja yang ada di panggung ruangan tersebut pun semuanya masih terdiam.


"Katakan ayah! Jika ramalannya itu tidak benar!" ucap wanita itu sambil menunjuk Shyarly tepat di samping sang raja.


Lalu sang Raja menoleh ke salah satu prajuritnya.


"Jinbe, bawa madam Shyarly ke tempat asalnya." Perintah sang Raja kepada prajurit yang bernama Jinbe.


"Hai, Yang Mulia," singkat Jinbe membungkuk hormat sebentar, lalu menghampiri Shyarly.


Seakan sudah tau, Shyarly langsung membungkuk hormat sebentar kepada sang Raja.


"Saya undur diri Yang Mulia, maafkan saya," ucapnya dan dijawab anggukkan oleh sang Raja.


Lalu Shyarly melangkah keluar ruangan tersebut diikuti Jinbe yang diperintah untuk mengantar Shyarly ke tempat asalnya, yaitu rumah khusus dirinya.


Tiba-tiba Shirahoshi langsung melangkah lagi ke arah luar ruangan sambil menunduk.


"Aku tak akan percaya, sampai kapan pun aku tak akan percaya ramalan itu," gumamnya di setiap langkahnya.


Lalu sang Raja menoleh ke arah salah satu prajuritnya yang masih ada di ruangan tersebut setelah Shirahoshi keluar ruangan.

__ADS_1


"Apa sudah ada kabar dari bawahanmu, Tiger," ucapnya.


Orang yang di panggil Tiger langsung membungkuk hormat.


"Maaf yang Mulia, prajurit utusan saya belum memberikan kabar kepada saya," ucapnya.


"Huh," helaan nafas keluar dari mulut sang Raja.


"baiklah kau boleh keluar sekarang," ucapnya. Lalu Tiger memberi hormat sebentar dan kemudian melangkah keluar ruangan tersebut.


Dan kini di ruangan itu hanya tersisa sang Raja dan ketiga anak laki-lakinya. Mereka masih terdiam, belum ada yang mau angkat suara terlebih dahulu.


"Huh," tiba-tiba helaan nafas dari anak tertua sang Raja menjadi pemecah keheningan ruangan tersebut.


"Aku juga sependapat dengan Shirahoshi, tidak mungkin si Naruto akan menghancurkan kerajaan ini," ucapnya.


"Bukan Cuma kau yang berpendapat seperti itu, Fukaboshi," ucap sang Raja.


"Itu benar sekali, Naruto tak akan melakukan apa yang ada dalam ramalan tadi Do-Re-Mi-Fa-Sooo," ucap anak ke dua sang Raja.


"Itu benar. Akka Mambo, Akka Mambo," timpal anak ketiga sang Raja.


Dan akhirnya sang Raja pun tersenyum saat mendengar ucapan dari anak-anaknya. Tiba-tiba sang Raja menoleh ke arah ketiga anaknya.


"Fukaboshi, Ryuboshi, Mamboshi, hiburlah Shirahoshi. Dia pasti akan kepikiran terus tentang ramalan tadi dan pastinya nanti berdampak pada Shuna yang ikut-ikutan sedih jika melihat ibunya seperti itu," ucap sang Raja memerintah.


"Hai, Ayah," angguk mereka bertiga lalu melangkah keluar ruangan meninggalkan sang Raja sendirian di situ.


.


Sedangkan di tempat lain tapi masih di dalam lautan, atau lebih tepatnya jauh dari Kekkai pelindung kerajaan nampak sosok pria dengan tubuh bagian bawahnya adalah tubuh Brotula serta Trisula di punggungnya sedang berenang sangat cepat seperti di kejar sesuatu di belakangnya.


Pria itu berenang sangat cepat tanpa menoleh ke belakang menuju kerajaan.


" Aku harus cepat melaporkan ini," Batinya di sela-sela berenang cepatnya.


Nampak jauh dari pria tersebut berenang. Disitu terdapat monster hijau bermahkota emas sedang berjalan menuju kerajaan sambil menyerigai,


dan di belakang monster tersebut banyak sekali Monster selain dirinya yang mengikutinya dan ada beberapa manusia dari ras manusia ikan.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2