
"Perasaanku tak enak setelah ini,"
Batin Naruto merinding ngeri saat melihat senyuman aneh wanita-wanitanya yang di tunjukkan kepadanya.
Hingga tak lama kemudia wanita-wanita di pojokkan kembali mendekat ke arah Naruto dan kembali duduk di tempat duduk yang tadi diduduki mereka semua.
Kemudia Yasaka menoleh ke arah Naruto.
"Oh ya Naru- kun, kau kan pernah bilang kalau soal keputusan seperti ini diserahkan kepadaku," ucap Yasaka dan Naruto mengangguk mengiyakan.
"Dan sekarang sudah ada Shirahoshi- Chan, otomatis keputusan seperti ini ada padaku dan Shirahoshi- Chan. Iyakan Naru- kun?" sambung Yasaka dan Naruto kembali mengangguk.
Yasaka tersenyum lalu menoleh ke arah depan.
"Huh," Yasaka menghela nafas tenang.
"Kami semua sudah mendapatkan keputusannya untuk kalian berdua," ucap Yasaka dan ucapannya membuat Mereoleona dan Robin menegakkan kepalanya langsung menoleh ke arah Yasaka.
"Dan aku akan bertanya kepada kalian berdua. Tolong jawab dengan jujur," sambung Yasaka.
"Apa?" tanya Mereoleona dan Robin bersamaan karena penasaran dengan pertanyaan yang akan diajukan oleh Yasaka.
"Katakan pada kami semua di sini, apakah kalian berdua ingin menjadi bagian keluarga ini setelah tau kondisi keluarga ini seperti ini?" tanya Yasaka serius.
Mereoleona dan Robin terdiam sambil menggigit bibir bawahnya seakan masih ragu untuk menjawab pertanyaan dari Yasaka, dan itu di ketahui oleh Yasaka.
"Jika kalian masih ragu, ya maaf saja. Kalian tak bisa diterima di keluarga ini, karena semua orang di sini tak ada yang namanya keraguan di hati mereka untuk menjadi keluarga ini. Mungkin anak kalian bisa di terima dengan baik di sini, walau bagaimanapun mereka adalah anak dari Naru- kun," jelas Yasaka memberitau.
Mereoleona dan Robin masih terdiam kemudian mereka saling tatap dan mengangguk yakin seperti kode tertentu yang hanya mereka saja yang tau.
Kemudia mereka berdua kembali menoleh ke arah Yasaka.
"A-apakah masih a-ada te-tempat untuk kami berdua?" tanya Robin mewakili dan Mereoleona mengangguk pelan sebagai tanda bahwa ucapannya telah diwakilkan kepada Robin.
Yasaka masih memasang wajah serius.
"Dan kutanya pada kalian. Apakah kalian mencintai Naru- kun? Dan kukatakan jujur saja, semua wanita di ruangan ini hanya mencintai Naru- kun saja, tak ada yang lain sehingga kami bisa berkumpul di sini di satu tempat yang disebut keluarga," ucap Yasaka.
Lagi-lagi Mereoleona dan Robin terdiam karena ragu untuk menjawab kembali.
__ADS_1
"A-apakah a-ada tempat di hati Naru untuk kami?" gagap Robin dan tiba-tiba menatap Naruto dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jujur saja, setelah kejadian waktu itu hingga sekarang aku selalu memikirkanmu, Naru. Aku selalu bermimpi bahwa kita benar-benar keluarga bahagia, dengan aku sebagai istri dan kau sebagai suami serta Luffy anak kita berdua yang selalu menghiasi mimpi malamku, dan aku selalu berharap bahwa mimpi itu akan menjadi kenyataan sehingga membuatku tak ingin terbangun dari tidurku, tapi nyatanya mimpi itu selalu sirna setelah aku terbangun. "
" Apakah itu yang namanya mencintaimu Naru? Kalau bukan, coba beritau padaku apa yang kurasakan selama ini?" jelas Robin mengungkapkan perasaannya selama ini tersimpan di hatinya dengan mata berkaca-kaca menatap Naruto penuh harap.
"Huh," Naruto menghela nafas.
"Aku tak tau perasaan wanita. Yang kubisa hanya membalasnya dengan perasaan yang sama. Tapi, untuk sekarang dan selamanya aku tak bisa menerima sembarang orang untuk mengisi hatiku walaupun aku bisa membalas perasaannya. "
" Semua keputusan seperti ini sudah kuserahkan kepada istri sahku, Yasaka dan Shirahoshi serta wanita-wanita di sini. Jadi, keputusan diterima atau tidaknya itu keputusan mereka, jika mereka bisa menerimamu maka dengan sendirinya aku akan membuka hatiku untukmu dan jika tidak diterimanya, maka kau tak bisa memaksaku untuk membuka hatiku kepadamu," jelas Naruto memberitau.
Robin sedikit mengangguk mengerti sedangkan Mereoleona masih terdiam, entah kenapa dirinya tak bisa berkata apa-apa saat ini, tidak mencerminkan dirinya yang selalu semangat dan senang setiap hari, tapi kali ini Mereoleona benar-benar sangat berbeda, dia dibuat terdiam membisu seolah-olah mulutnya terkunci untuk mengeluarkan suara.
Robin menoleh ke arah Yasaka dengan tatapan meminta jawaban dari Yasaka atas ungkapannya tadi.
"Huh," seakan sudah tau maksud tatapan Robin, akhirnya Yasaka menghela nafas kemudian menatap Robin dengan tatapan biasa.
"Kami semua tak keberatan jika kalian menjadi bagian keluarga ini. Karena aku percaya, Naru- kun bisa berlaku adil untuk kita semua," ucap Yasaka memberitau lalu menoleh ke arah Naruto.
"Iyakan Naru- kun?" tanya Yasaka kepada Naruto.
"Terima kasih," ucap senang Robin dan untuk Yasaka serta wanita-wanita yang lainnya kecuali Mereoleona hanya mengangguk sebagai jawaban dari ucapan senang Robin.
Lalu Yasaka menoleh ke arah Mereoleona.
"Lalu untukmu bagaimana Nona?" tanya Yasaka kepada Mereoleona.
"Huh," Mereoleona menghela nafas.
"Aku sudah lelah mencari sosok ayah dari anakku. Jadi aku akan bergabung dengan keluarga ini," ucap Mereoleona tenang.
Yasaka mengangguk.
"Baiklah, selamat datang di keluarga Uzumaki. Dan oh ya, masih ada aturan wajib di keluarga ini yang harus di ketahui oleh seluruh anggota keluarga ini, nanti akan kuberitau." Kata Yasaka sehingga membuat Mereoleona dan Robin mengangguk mengerti.
Lalu Yasaka menoleh ke arah Naruto.
"Dan kau Naru-kun, sebelum mendapatkan hukuman dari kami semua yang sudah di tentukan. Maka kami beri waktu 1 minggu untuk memastikan wanita yang lainnya yang pernah tidur denganmu," ucap Yasaka.
__ADS_1
Naruto terdiam, entah kenapa perasaannya merasakan perasaan tak enak untuk hukumannya yang sudah di tentukan oleh wanita-wanitanya.
"Hu-hukumannya tidak di pulau pribadi kita kan?" tanya Naruto memastikan.
Yasaka tersenyum menyerigai.
"Hukumannya memang di pulau pribadi kita, jadi bersiap-siaplah Naru- kun," kata Yasaka memberitau.
Naruto langsung terdiam mematung.
"Oh tidak! Melayani Yasaka saja membuatku tersiksa, apalagi melayani mereka semua, ini gilaaa!" batin Naruto menjerit dan nampaknya sudah tau apa hukuman yang di maksud Yasaka.
Sedangkan para wanitanya tersenyum menyerigai atas reaksi diam mematung Naruto, kecuali Mereoleona dan Robin yang malah bingung atas reaksi Naruto sebenarnya.
Selang beberapa menit Naruto kembali tenang.
"Huh," dan menghela nafas kemudian membenarkan duduknya.
"baiklah-baiklah, aku akan terima hukumannya, tapi." Naruto menjeda ucapannya sehingga membuat para wanita menoleh ke arahnya dan memiringkan kepalanya.
"Tapi?" bingung para wanitanya.
Naruto menarik nafas tenang lalu dihembuskan dengan perlahan.
"Ada 2 wanita lagi yang harus di terima di keluarga ini," ucap Naruto memberitau.
"Siapa?" tanya para wanita makin bingung dan penasaran menjadi satu.
"Gabriel dan Hestia,"
Jder!
.
.
.
T.B.C
__ADS_1