
l
.
#Skip Dimension Gap
.
Di dalam celah dimensi, bukan tempat Great Red, Kholkikos dan Tiamat berada. Melainkan sisi lain tempat yang jauh dari jangkauan ketiga Naga yang sedang bertarung karena suatu masalah.
Di situ ada sebuah bola transparan yang melayang-layang, dan di dalamnya ada Naruto yang sedang bersila, memperhatikan sekeliling tempat, seperti mencari sesuatu.
Dan Vali yang sedang mempertahankan dan menghendalikan bola transparan tersebut.
Tiba-tiba sayap mekanik muncul di punggung Vali.
"Kenapa Ayah ingin menemui mereka si?" tanya Albion.
Naruto menaikkan sebelah alisnya, ia merasa pertanyaan Albion ada sedikit nada tak suka saat di ucapkannya.
"Kau kenapa si, Albion? Kau seperti tak suka saja jika Ayahmu ini menemui Ibumu dan Draig," ucap Naruto balik bertanya.
"Tidak apa-apa." Singkat Albion.
"Huh," Naruto menghela nafas, benar kata Azazel dulu. Wanita memang sulit ditebak, entah apapun jenisnya, semua wanita sama.
Seperti Albion saat ini, memang dasarnya Albion adalah betina Naga. Dia tadi sempat terlihat senang saat kedatangan Ayahnya di markas DaTanshi, tapi tiba-tiba nada yang setiap di ucapakannya seperti tak suka saja setelah Ayahnya meminta menemaninya untuk bertemu dengan ibunya.
"Sungguh aneh," batin Naruto.
Naruto kembali memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba ia memfokuskan penglihatannya, pandangannya tertuju pada sesuatu yang melayang-layang di ruang hampa itu dari kejauhan.
"Vali. Kita ke sana," perintah Naruto sambil menunjuk arah yang di tunjukknya.
"Hmm." Tak ingin bertanya, karena malas. Vali mengarahkan bola transparan itu menuju tempat yang di tunjuk Naruto.
Bola transparan itu melayang mendekati apa yang di tunjuk Naruto. Semakin mendekat dan dekat.
Entah kenapa Naruto dan Vali melebarkan mata terkejut setelah dekat dengan apa yang dilihatnya tadi. Di situ ternyata terdapat sosok Asia Argento, teman anaknya, itu yang Naruto ingat.
"Kenapa ada orang di dalam sini?"
bingung Vali, seingat Vali hanya bangsa Naga lah yang mampu masuk ke celah Dimensi, bahkan dirinya tanpa bantuan kekuatan Albion pasti tak akan bisa memasuki celah Dimensi.
"Entahlah Vali, mungkin ada sesuatu di luar sana," balas Naruto yang tiba-tiba berdiri.
Vali tau itu. dengan sigap, Vali sedikit membuat sebuah lubang seukuran manusia normal pada bola Transparan tersebut.
Tak ingin menyia-nyiakan itu, Naruto dengan cepat meraih Asia untuk masuk ke dalam bola Transparan tersebut.
seeDia tau, berlama-lama di dalam celah dimensi tanpa sihir khusus seperti bola Transparan ciptaan Vali dan Albion, maka akan benar-benar musnah sosok itu.
Kini Asia telah berada di gendongan Naruto, Vali kembali menutup lubangnya.
"Vali. Kita kembali ke luar," perintah Naruto.
Tanpa babibu lagi, karena cukup menguras tenaga mengendalikan Bola Transparan tersebut. tangan kanan Vali di bentangkan ke samping, dan terciptalah sebuah portal seukuran manusia dewasa di samping Vali.
Naruto kemudian memasuki portal tersebut sambil menggendong Asia, dan Vali mengikutinya di belakangnya.
.
#Skip Arena Rating Game
.
__ADS_1
Dataran tinggi, jauh dari tempat Issei dan Rizevim bertarung. Di situ nampak rombongan Rias berada, sedang memperhatikan, sekaligus berlindung. Karena bukan hanya kemunculan Rizevim saja, melain banyak mahkluk aneh yang muncul di tempat itu.
Tapi bagi mereka tenang saja, karena mahkluk-mahkluk itu telah di bereskan oleh para Yondai Maou serta para undangan lainnya kecuali Naruto.
Portal Dimensi muncul di belakang Rias dan teman-temannya tanpa disadari oleh mereka. Dari portal itu, keluar Naruto yang menggendong Asia dan disusul Vali di belakangnya.
Mata Naruto dan Vali terbuka lebar, mereka berdua terkejut dan pandangannya tertuju ke tempat Issei dan Rizevim berada.
Vali menggeratkan giginya. Ia marah, benci, dendam, itu yang dirasa Vali sekarang. Dan gelagat Vali diketahui oleh Naruto.
Set!
Grep!
Vali yang hendak melesat tapi dihentikan oleh Naruto dengan memegang tangannya.
"Lepaskan, biarkan aku membunuh orang sialan itu!" bentak Vali, tapi hanya gelengan kepala yang ditunjukkan oleh Naruto.
Sontak suara Vali menyadarkan Rias dan teman-temannya, semuanya menoleh ke belakang dan langsung terkejut saat mengetahui Asia berada di gendongan Naruto.
"Rias. Bisa kau sembuhkan kondisi anak ini, aku ada urusan,"
"Hai Nii-sama,"
Dengan cepat Rias menerima Asia ke gendongannya. Teman-teman yang lainnya pun ikut mengerumuni Asia.
Tapi Naruto masih memegang tangan Vali, ia menatap Vali.
"Kau yang sekarang belum mampu untuk melawan Kakekmu, lebih baik hentikan Issei yang mengamuk itu saja,"
"Lepaskan Sensei, aku belum puas sebelum membunuhnya. Gara-gara dia, kedua orang tuaku mati mengenaskan di tangannya. Biarkan aku membalas dendamku ini,"
"Huh..." Naruto menghela nafas.
"Begini saja, kau hentikan Issei yang mengamuk itu. sebagai gantinya, aku akan membalaskan dendammu itu. Sadarilah, kau sekarang belum mampu untuk melawannya, dan aku juga ada urusan dengannya,"
"Benar juga, aku yang sekarang belum cukup kuat. Bahkan hanya sekedar mengontrol kekuatan cahayaku saja masih memerlukan bantuan Albion," batin Vali menimbang-nimbang keputusannya.
"Baik. Tolong binasakan orang itu,"
Naruto melepas pegangannya, ia tersenyum lalu memgacungkan jempolnya.
"Beres Vali,"
Vali mengangguk. "Albion!"
"Kenapa harus disaat seperti ini ya... Astaga Draig,"
Sring!
Sayap mekanik muncul di punggung Vali, kemudian melompat sangat tinggi ke atas langit Underword, menuju pertarungan Jagganud Drive Issei melawan Rizevim.
Wush!
Naruto juga melompat sangat jauh, ia mendarat di permukaan dan langsung berlari sangat cepat melebihi pesawat jet.
Naruto melesat menuju pertatungan Jagganud Drive Issei melawan Rizevim.
[HIRAISHIN!]
SRING!
Naruto menghilang dalam sekejap mata.
SRING!
__ADS_1
Dan langsung muncul tepat di samping Rizevim yang melayang angkuh. Naruto mengalirkan Cakranya di kepalan tangannya.
BUGH!
WUSH!
DUARRRRRR!
Tinju kerasnya mengenai pipi Rizevim, dan seketika Rizevim langsung melesat ke bawah dan membentur permukaan, sehingga menghasilkan suara ledakan yang begitu besar.
DUAGH!
Bukan hanya Rizevim yang terkena pukulan Naruto. Juggernaud Drive Issei yang mengamuk juga kena pukul, dan di arahkan ke udara ke arah Vali yang sudah berubah ke mode Juggernaud Drive-nya.
Membiarkan Juggernaud Drive Issei ditangani oleh Juggernaud Drive Vali, kini Naruto memilih memperhatikan tempat benturan Rizevim berada.
Srek! Srek!
"Akhirnya kau muncul juga, Sialan!"
Suara Rizevim dari dalam kepulan debu beterbangan. Wusss... Angin tiba-tiba tertiup, dengan perlahan menghilangkan debu yang menutupi Rizevim.
Tatapan Naruto menjadi datar dan dingin, matanya terus menatap sengit Rizevim yang kini sudah tak tertutup oleh debu lagi.
"Kutanya padamu, Rizevim. Apa mahkluk aneh itu adalah cloningan darah anakku."
Rizevim tersenyum.
"Jika iya, Kenapa? Kau tak ter.."
Sring!
"Kau pantas mati."
Duagh!
Rizevim terseret beberapa meter ke belakang, ia masih sempat memblok pukulan super cepat Naruto.
Pofh!
Katana hitam berkarat tiba-tiba muncul di tangan Naruto. Dengan perlahan Naruto mendekati Rizevim, begitu juga katana berkaratanya yang perlahan mengeluarkan aura hitam mengerikan.
Bukannya takut dengan Aura mengerikan yang dikeluarkan oleh Katana milik Naruto. Rizevim bangkit lalu tersenyum.
Sontak Naruto terhenti langkahnya, ia menatap curiga Rizevim yang sedang merogoh kantong celananya dan mengeluarkan seperti sutikan kedokteran yang berisi cairan hitam.
"Gaki! Jangan biarkan orang itu menyuntikkan cairan itu. Cairan itu darah Iblis lama." Ucap Liebe.
Naruto melebarkan mata, dengan cepat langsung menerjang Rizevim yang hendak menyuntikan cairan itu.
"Terlambat." Senyum Rizevim.
Jlep!
Belum sempat Naruto menebas Rizevim. Naruto dibuat terkejut tak percaya dengan tindakan Rizevim yang begitu cepat menyuntikan cairan itu.
Sring!
Duarrrrrrr!
Wussssssh!
.
.
__ADS_1
.
T.B.C