STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 41


__ADS_3

.


Dan kini Naruto dan Ruval muncul di ruangan berkumpul iblis muda di Mansion Gremory.


Kedatangan mereka membuat salah satu iblis kesal karena kedatanganya telat.


.


"RUVAL KAU TEL-"


.


BLUSSSSSSS!


.


Bentak iblis wanita yang tidak terlalu tinggi tapi over dada-nya serta rambut hitam diikat 2 yaitu Serafall Sitri yang ingin menjitak Ruval langsung berhenti setelah melihat wajah orang yang datang bersama Ruval.


Sontak Serafall langsung merona bahkan iblis wanita yang lainnya juga merona setelah melihat wajah Naruto yang sedang tersenyum ramah.


.


" Tampannya," batin Serafall dan sebagian iblis wanita di ruangan tersebut.


.


"Hey Ruval! Siapa yang kau bawa," tanya Sirzech yang duduk dari kejauhan.


"Perkenalkan dia Naruto, saudaraku," balas Ruval membuat semua iblis di ruangan tersebut mengangkat sebelah alisnya bingung, bahkan Falbium yang terlelap membuka matanya.


"SAUDARA?" ucap mereka bersamaan.


"Kau pasti bohong Ruval, aku tidak pernah mendengar kau memiliki saudara kembar," tanya Rossa.


"Dia memang bukan saudara kandung, tapi saudara angkatku," balas Ruval membuat semua penghuni ruangan mengangguk mengerti.


Lalu Ruval dan Naruto ikut bergabung dengan para iblis muda.


Banyak iblis muda yang langsung akrab dengan Naruto, menurut mereka Naruto itu ramah dan mudah bergaul.


Dan saat itu pula Serafall terus mencuri-curi pandang dengan Naruto yang sedang asik mengobrol dengan iblis lainya, sontak tingkah Serafall yang seperti itu membuat Rossa terus menjahilinya hingga Serafall kesal karena tidak kuat dengan jahilannya Rossa.


"Ruval! Sepertinya aku akan pulang duluan, aku khawatir jika nanti Menma mencariku apabila aku tidak ada?" kata Naruto beranjak dari duduknya setelah 2 jam ikut berkumpul.


"Yasudah, kau duluan saja," balas Ruval mengerti lalu Naruto mengangguk.


Ruval tau kalau Menma ditinggal lama-lama oleh Naruto, maka Menma akan teriak-teriak memanggil-manggil Naruto hingga memenuhi seluruh mansion.


.


SRING!


.


Tiba-tiba Naruto menghilang tanpa lingkaran teleport membuat seisi ruangan terkejut kecuali Ruval.


"Ta-tadi dia berteleport tanpa lingkaran sihir," kejut Sirzech tidak percaya.


"Siapa dia sebenarnya Ruval?" sambungnya bertanya kepada Ruval membuat Ruval menghela nafas sudah tau bakal jadi banyak pertanyaan setelah ini.


"Huh, dia itu saudaraku sejak 1 bulan yang lalu, Tou-sanku menemukannya di hutan Phoenix, di tengah-tengah banyaknya mayat iblis lama yang dibantainya untuk melindungi anaknya," balas Ruval santai tapi seisi ruangan tambah terkejut mendengarnya.


"YANG BENAR SAJA RUVAL! di-dia membantai pasukan iblis lama se-sendirian, Seberapa kuat dia sebenarnya?" tanya Sirzech masih tidak percaya.


"Entahlah, aku tidak bisa mengukur batas kekuatannya. Aku pernah sparing dengannya dan dia memojokkanku hanya dengan 3 gerakan saja," balas Ruval tenang membuat semua iblis di ruangan tersebut tidak percaya dengan fakta kekuatan Naruto.


"Tunggu Ruval! Tadi kau bilang anak? Apa dia sudah menikah?" tanya Serafall membuat semua pasang mata tertuju padanya.


Karena tidak biasanya Serafall menanyakan tentang seseorang apalagi seorang pria, membuat semua pasang mata curiga.


"Huh, dia memang memiliki anak, tapi karena suatu kejadian buruk di rumah tangganya dia jadi berpisah dengan istrinya dan membawa anaknya," balas Ruval memberitau membuat Serafall mengangguk senang entah karena apa,


lalu Serafall menoleh kesekeliling ruangan langsung sadar bahwa dirinya menjadi bahan tatapan aneh banyak iblis.


"Apa kalian liat-liat?" kesal Serafall merasa risih dengan tatapan aneh pasang mata.


"Hihihi Serafall ehem-ehem," goda Rossa membuat Serafall tersadar dengan apa yang tadi ditanyakan kepada Ruval dan wajah Serafall langsung bersemu merah malu.

__ADS_1


.


HAHAHAHA!


.


DIAM KALIAN!


.


Bentak Serafall kesal karena malu menjadi bahan tertawaan bayak iblis di ruangan tersebut.


.


.


#SKIP 2 MINGGU KEMUDIAN


.


Banyak yang terjadi dalam 2 minggu ini, dengan Naruto yang sering ikut Ruval berkumpul dengan iblis muda,


Serta Serafall yang akhir-akhir ini sering ke Mansion Phoenix dengan alasan ada perlu dengan Ruval padahal bukan itu alasan sebenarnya.


Sontak membuat penghuni mension Phoenix curiga terutama Lord Phoenix dan Lady Phoenix yang curiga karena Serafall sering ke Mansionya dengan alasan dan tujuan yang berbeda,


apalagi reaksi Serafall saat berhadapan dengan Naruto yang gelagat malunya terlihat jelas.


Dapat dilihat sekarang di taman hiburan, Serafall sedang menguntit seseorang yaitu Naruto yang sedang mengajak jalan-jalan Menma dan Riser untuk bersenang-senang.


"Sera! Kau sedang apa di sini?" tanya Rossa mengejutkan Serafall.


Sontak Serafall langsung gelagapan tidak tau harus memberi alasan apa.


"Aku tau, kau pasti sedang mengikuti Naruto ya?" tanya Sirzech di samping Rossa setelah melihat Naruto dari kejauhan.


Dan Serafall langsung tambah gelagapan dengan wajah merah padam membuat Rossa tersenyum misterius.


"NARUTO-SAN!" panggil Rossa lantang hingga terdengar oleh Naruto.


"Kalian di sini juga? Ah biar kutebak, pasti kalian sedang berkencan kan," tanya Naruto setelah dekat dengan mereka.


Sontak ucapan Naruto membuat Sirzech dan Rossa gelagapan dengan seburat merah tipis di pipinya.


"Hehe kau tau saja Naruto," balas Sirzech kikuk membuat Naruto tersenyum.


"Ah ada Sera juga? Kau sedang apa di sini Sera?" tanya Naruto setelah menoleh ke arah Serafall, dan Serafall langsung gelagapan memainkan jarinya dengan wajah malunya.


"Aku, aku, aku-"


Dan Serafall langsung pingsan tapi ditangkap oleh Naruto agar tidak membentur permukaan.


Dan langsung membuat Sirzech dan Rossa tersenyum aneh.


"Dia kenapa ya? Sirzech, Rossa," tanya Naruto dengan tampang bodohnya membuat Sirzech dan Rossa geleng-geleng kepala.


.


" Sebenarnya apa si isi kepala kuningnya itu?" batin Sirzech dan Rossa bersamaan yang tidak habis pikir dengan Naruto yang tidak peka sama sekali.


.


"Huh kau ini ya, ayo kita kesana. biarkan Sera nanti sadar sendiri," kata Sirzech sambil menunjuk kursi panjang di taman hiburan yang tidak ada yang menduduki.


Lalu Naruto langsung membawa Serafall ala pangeran serta Sirzech dan Rossa menuju kursi panjang tersebut diikuti Menma dan Riser di belakangnya.


"Menma, Riser, kalian boleh bermain sepuasnya tapi jangan jauh-jauh ya," kata Naruto setelah menyenderkan Serafall di kursi tersebut.


"Hai Otou-san/Onii-sama," balas mereka lalu pergi mencoba berbagai wahana yang ada di taman hiburan tapi masih terpantau oleh Naruto.


"Kau sepertinya sayang dengan anakmu ya Naruto?" tanya Rossa ketika melihat Naruto yang sedang memperhatikan tingkah Menma dan Riser sambil tersenyum senang.


"Sangat! anakku adalah harta berhargaku dan tidak akan tergantikan oleh apa pun," balas Naruto tanpa menoleh kearah Rossa membuat Sirzech dan Rossa kagum dengan sikap dewasa Naruto.


"Lalu kapan kalian akan menikah? kukasih saran lebih baik kalian jangan menunda terlalu lama, nanti bisa batal lo," sambung Naruto bertanya.


"jangan nakut-nakuti lah Naruto, aku dan Rossa sama-sama saling mencintai tidak mungkin akan batal di tengah jalan," sangkal Sirzech dan dukungan anggukan Rossa.

__ADS_1


"Aku tidak nakut-nakuti, sudah banyak kejadiannya yang awalnya bilang saling mencintai eh akhirnya putus di tengah jalan. Tapi kalau untuk kalian aku dukung supaya bisa hidup bahagia sehidup semati," balas Naruto membuat Sirzech dan Rossa berfikir.


.


"Ohya Naruto, apa kau tidak ada niatan untuk cari istri lagi? Ya itung-itung meringankan beban dirimu untuk merawat anakmu," tanya Rossa tiba-tiba setelah beberapa menit keheningan membuat Naruto menghela nafas.


"Entahlah belum terpikirkan olehku, saat ini kebahagiaan anakku lah yang terpenting bagiku, selagi anakku bahagia itu sudah cukup bagiku untuk menjalani hidupku seperti ini," balas Naruto sambil memandang Menma yang sedang tertawa senang bersama Riser dari kejauhan.


"Kau memang orang tua yang hebat, aku kagum denganmu Naruto," puji Sirzech.


"Jangan mengagumiku, semua mahkluk hidup di dunia ini juga berpikiran sepertiku jika memiliki hati," balas Naruto tidak terbiasa dengan pujian.


"Kau itu ya, kau tidak sadar apa dengan tindakkanmu itu pada anakmu, kau sudah menjadi contoh bagi kami nantinya," ucap Sirzech tidak habis pikir dengan Naruto yang selalu menolak pujian.


"Hehe masa," balas Naruto cengengesan.


Dan selanjutnya mereka melanjutkan obrolan santai dengan Serafall yang belum sadar, hingga tak terasa sudah 1 jam berlalu mereka mengobrol.


"Sepertinya sudah saatnya aku pulang, aku pamit ya Sirzech, Rossa," pamit Naruto sambil beranjak dari duduknya dan dijawab anggukan mereka berdua.


"Apa tak apa Sera tak kau bangunkan?" sambung Naruto bertanya.


"Tenang saja, paling sebentar lagi juga terbangun," balas Rossa membuat Naruto mengangguk mengerti.


"Yasudah aku tinggal," kata Naruto lalu melangkah menghampiri Menma dan Riser dan langsung melangkah pulang menuju Mansion Phoenix.


.


"Emmmmm" tiba-tiba Serafall mulai sadar dari pingsannya dan langsung toleh sana toleh sini seperti mencari sesuatu.


"Naruto sudah pulang Sera, tak perlu kau cari," ucap Rossa ketika melihat gelagat Serafall. Sontak Serafall langsung gelagapan.


"Siapa yang mencarinya? Aku tidak mencarinya," tolak Serafall tidak terima dengan tuduhan Rossa tapi berbeda dengan wajahnya yang bersemu merah.


"Akui saja Sera, kau menyukainya ya?" goda Rossa.


"Ti-tidak Rossa, kau salah paham, aku tidak me-menyukainya," gagap Serafall.


"Padahal kalau kau mengakuinya akan kuberitau cara mendekatinya, iyakan Sirzech-kun," kata Rossa pura-pura pasrah dan didukung anggukan Sirzech. S


ontak Serafall langsung mendekat ke Rossa sambil memalingkan wajahnya yang merah.


"Jangan salah pahan, aku hanya ingin berteman baik denganya, jadi bagaimana caranya?" tanya Serafall memalingkan wajah malunya membuat Rossa dan Sirzech tersenyum menyerigai tapi tidak terlihat oleh Serafall.


Lalu Rossa mendekatkan mulutnya ke telinga Serafall dan berbisik hingga membuat Serafall senang seperti menemukan sesuatu yang diinginkan sejak lama, lalu Serafall beranjak dari duduknya setelah Rossa berbisik.


"Kalian jangan salah paham, aku Cuma ingin berteman, Cuma itu," ucap Serafall biasa tapi dalam hatinya sangat senang lalu meninggalkan Rossa dan Sirzech untuk pulang.


"Sudah kuduga, Naruto adalah pandangan pertama Serafall," tebak Rossa setelah Serafall sudah tidak terlihat lagi, dan dijawab anggukan Sirzech mengiyakan.


"Ayo kita pulang Sirzech-kun, kau tidak ingin dimarahi Otou-sanku kan jika membawaku terlalu lama," sambung Rossa membuat Sirzech terkejut.


"Kau benar, ayo kita pulang," balas Sirzech lalu menggandeng Rossa untuk mengantarkannya pulang.


.


.


#SKIP MANSION SITRI MALAM


.


Di suatu kamar di Mansion Sitri, lebih tepatnya di kamar milik Serafall itu sendiri.


Dapat dilihat kini Serafall sedang memeluk guling sambil gulang-guling ke sana kemari dengan wajah senangnya dan sesekali berteriak histeris entah karena apa membuat Lady Sitri dan Lord Sitri heran dengan tingkah anaknya yang akhir-akhir ini terlihat senang sekali.


Bahkan saking senangnya Serafall jadi lupa makan dan mandi, uh jorok sekali pikir Lady Sitri dan Lord Sitri.


"Terima kasih Rossa, akan kucoba saranmu besok hihi,"


Gumam serafall senang sampai lupa bahwa hari sudah sangat larut karena tidak sabar menunggu hari esok dengan rencana entah apa yang akan dilakukan.


.


.


T B.C

__ADS_1


__ADS_2