STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 203


__ADS_3

.


"Boleh aku mencobanya, Meliodas?"


"Silahkan saja, Naruto-san."


Naruto pun mendekati katana tersebut. Ia memegang ganggang Katana tersebut, lalu matanya dipejamkan untuk merasakan kekuatan yang mengalir dari katana tersebut.


.


.


#Mindscape On


.


*Tes!*


Suara tetesan air terdengar. Kini Naruto berada di situ, di tempat yang minim cahaya dan berdiri di atas genangan air.


"Hebat. Ada yang bisa masuk jauh ke dalam sini,"


Tiba-tiba suara berat terdengar di gelapnya tempat itu. Seketika Naruto menoleh ke depan, karena ia tau sosok yang tersamarkan oleh gelapnya ruangan itu ada di hadapannya.


Hingga tak berselang lama kemudian, tepat di hadapan Naruto samar-samar mulai menampakkan sosok bayangan hitam bersayap dengan dihiasi sepasang bola mata merah mengintimidasi, tapi Naruto sama sekali tak takut dengan tatapan mata itu.


"Hebat, hebat," mahkluk itu tertawa senang, dan matanya melirik ke belakang Naruto. 


"Sosok yang penuh kebencian kekal,"


Kurama hanya mendengus mendengarnya, ia tau jika ucapan mahkluk itu untuk dirinya, sedangkan Naruto hanya biasa-biasa saja mendengarnya.


Setelah mengobservasi Kurama dengan teliti, tatapan mahkluk itu beralih kepada Naruto.


"Apa yang kau inginkan sehingga menemuiku? Bahkan kau mampu menembus Kekkai bawah sadarku yang sulit untuk ditembus, bahkan Satan-sama tak mampu menembusnya," tanya mahkluk itu, dan mahkluk itu sebenarnya cukup terkejut karena ada yang mampu menembus alam bawah sadarnya itu.


"Sebelum kuberitau, setidaknya beritahu namamu terlebih dahulu," kata Naruto.


"Namaku?" mahkluk itu menunjuk dirinya sendiri.


 "HAHAHAHAHA... lucu sekali, seseorang yang bisa masuk kesini bahkan tak tau siapa diriku, Hahaha... baik-baiklah akan kuberitau, aku Liebe sang Jendral tertinggi bangsa Satan," ucap mahkluk itu dengan bangga memperkenalkan dirinya.


"OOOO..." dan Naruto langsung ber-O-ria, lalu menoleh ke belakang ke arah Kurama.


"Namanya jelek banget ya Kurama,"


"Yap," singkat Kurama.


*Twict!"


Perempatan muncul di kepala Liebe, ucapan Naruto terasa menghina bagi Liebe. Baru kali ini bagi Liebe bertemu sosok yang berani menghinanya, bahkan dulu bagi Liebe, Satan-sama tak pernah menghinanya.


Dan sekarang ada yang menghinanya di hadapannya langsung sehingga membuat dirinya kesal.


"Sialan! Berani sekali kau menghinaku!" bentak Liebe, bersamaan dengan dirinya yang menciptakan sebuah Katana berkarat di hadapannya.


Sedangkan Naruto dan Kurama hanya biasa saja saat melihat Liebe menciptakan Katana, Naruto malah tersenyum tipis.

__ADS_1


"Pantas saja bangsamu kalah dalam perang dulu melawan Lucifer, bahkan sekarang kau sudah dikatakan kalah dariku," ucap Naruto santai.


"Apa maksudmu?" tanya Liebe sambil menatap tajam Naruto, dan Katananya perlahan mengeluarkan Aura hitam pekat.


"Permainan emosi, sekuat-kuatnya seseorang yang tak mampu mengontrol emosinya, dia bukanlah orang kuat. Tapi orang yang lemah di antara yang lemah," jelas Naruto memberitau, dan entah kenapa Aura di Katana Liebe semakin ganas keluarnya dan Liebe semakin menatap tajam Naruto.


"Aku telah melihat semua tentangmu sejak aku masuk kesini, termasuk masa lalumu. Dan lebih baik kau jujur saja, bahwa selama ini kau hanya menginginkan sebuah ketenangan tanpa adanya konflik antar bangsa yang merepotkan bukan?"


Entah kenapa Liebe terdiam dalam batinnya. Ucapan Naruto sangatlah benar bagi Liebe bahwa hal itu benar-benar keinginan Liebe, sebuah ketenangan yang selama ini Liebe cari.


Kini tatapan Liebe berubah menjadi tatapan biasa, dan Aura ganas yang keluar dari Katana Liebe juga perlahan memudar entah karena apa.


Dan sekarang Liebe hanya bingung saat melihat Naruto mengulurkan tangan kanannya.


"Kita memiliki keinginan yang sama, sebuah perdamaian seluruh bangsa di dunia ini tanpa konflik yang merepotkan siapa saja."


Liebe kini tersenyum. 


"Menarik, apa kau mengajakku untuk menguasai dunia?" tanya Liebe menebak.


"Teman dan saudara, aku hanya menginginkan sebuah pertemanan yang suatu saat akan menjadi saudara,"


Liebe semakin tersenyum mendengar jawaban dari Naruto, kemudian Liebe menerima uluran tangan Naruto. 


"Baiklah, aku akan menyaksikan bagaimana caramu mendamaikan seluruh bangsa di dunia ini," kata Liebe masih dengan senyumannya.


"Ya, aku berjanji akan mendamaikan seluruh bangsa di dunia ini," ucap Naruto yakin.


"Aku pegang omongannya," kata Liebe, dan mendapat anggukkan kepala oleh Naruto. Setelah itu, jabat tangan mereka di lepaskan.


Naruto menoleh ke arah Kurama.


"Senang? Berteman dengan mahkluk jelek ini?" kata Kurama sambil menunjuk Liebe, dan Liebe langsung menatap tajam Kurama.


 "Jangan ngimpi Gaki," sambung Kurama langsung memalingkan wajahnya.


"Apa kau bilang Rubah Buluk!" ucap Liebe tak terima.


Kurama langsung balik menatap tajam Liebe.


 "Hati-hati hei iblis Abstrak, kalau kau tak mau kena Bijuudamaku," balas sengit Kurama.


"Kau pikir aku takut denganmu ha!"


"Sialan!"


*Set!*


*Bagh! Bugh! Bagh! Bugh! Bagh! Bugh!...*


Dan akhirnya perkelahian fisik tanpa kekuatan antara Kurama dan Liebe tak bisa di hindari. Saling pukul, membanting, menendang terus mereka lakukan.


Walau nyatanya Liebe jauh lebih kecil ketimbang Kurama, tapi hal itu tak membuat Liebe menyerah, bahkan bisa dikatakan jika kekuatan fisik mereka seimbang saat ini.


Sedangkan Naruto yang melihat perkelahian Kurama dan Liebe pada awalnya dibuat Sweatdrop, tapi sekarang ia tersenyum senang saat melihat tampang semangat Kurama saat ini, Naruto sebenarnya tau, jika selama ini Kurama merasa bosan sendirian di dalam tubuhnya, mungkin Kurama senang karena mulai sekarang dirinya tak sendirian di dalam tubuhnya.


Menghiraukan itu semua, sekarang Naruto memilih untuk memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk kembali sadar.

__ADS_1


.


#Mindscape off


.


.


Dengan perlahan, Naruto membuka matanya kembali. Sedangkan Meliodas hanya dibuat bingung tak mengerti sejak tadi Naruto memejamkan matanya hingga kini sudah terbuka kembali.


Meliodas menjadi tambah bingung dan tak mengerti ketika melihat Naruto tiba-tiba tersenyum tipis.


"Apakah ada sesuatu, Naruto-san?" tanya Meliodas.


"Hmm... kau akan tau sebentar lagi. Ngomong-ngomong Meliodas, apakah Katana ini boleh kucabut sekarang?" ucap Naruto seraya sambil memegangi ganggang Katana tersebut.


"Silahkan Naruto-san, jika kau mampu dan bisa," Meliodas mengangguk menyetujui.


Naruto hanya tersenyum mendengar ucapan Meliodas yang nampak seperti tidak akan percaya jika Katana itu bisa dicabut, tapi hal itu belum tentu bagi Naruto.


Dengan persiapan yang sudah matang, dengan perlahan Naruto mulai mencoba mencabut Katana berkarat yang menancap di batu itu.


*Srek...*


Meliodas nampak melebarkan mata terkejut saat melihat Katana itu dicabut dengan perlahan oleh Naruto begitu mudahnya bagaikan mencabut bulu keteknya.


Hingga lama-kelamaan Katana itu mulai keluar sepenuhnya dan tercabut sempurna dengan entengnya oleh Naruto. Meliodas masih melebarkan mata tak percaya.


"Bagaimana bisa?" Kejut Meliodas tak percaya.


Sedangkan Naruto malah tersenyum dan tiba-tiba mengulurkan Katana tersebut kepada Meliodas.


"Apa kau ingin menggunakannya, Meliodas?"


Meliodas tersentak.


"Ah tidak Naruto-san, karena kau berhasil mencabut Katana milik Liebe-sensei, maka Katana itu sudah sepantasnya menjadi milikmu," ucap Meliodas menolak.


"Baiklah, jika kau tak masalah," angguk Naruto.


*Pofh!*


Katana di genggaman Naruto menghilang menjadi kepulan debu putih. Meliodas tak ingin tau itu, yang pasti Meliodas sudah tau jika itu tehnik milik Naruto yang bisa memindahkan dan menyimpan benda apa saja dimana pun berada.


"Ngomong-ngomong Naruto-san, boleh kubertanya?"


"Boleh," Naruto menoleh ke arah Meliodas.


"Bagaimana caramu bisa mencabut Katana itu dengan mudah?"


Senyum tipis tercetak jelas dari bibir Naruto. Kemudian Naruto mendekati Meliodas dan menepuk bahunya.


"Mungkin aku dan Senseimu memiliki kesamaan," ucapnya membuat Meliodas sedikit berpikir tak mengerti.


"Sudahlah tak perlu kau pikirkan, lebih baik kita keluar. Aku mau melanjutkan penelitianku tentang ruang dan waktu bersama Merlin," sambung Naruto, dan membuat Meliodas mengangguk.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2