STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 176 Arc Crumbs Of Heart 8 : Battle End Rizevim


__ADS_3

.


2 jam berlalu, Naruto beserta para undangan masih menyaksikan acara Rating Game dari proyektor di dalam ruangan khusus itu.


Hening, semuanya terdiam. Hanya suara petaruangan antara Perege Rias dan Perege Diodora yang menjadi pemecah melodi keheningan tersebut.


"Huh..." tiba-tiba Naruto menghela nafas.


"Aku bisa menebak siapa yang menang," ucapnya,


Sontak ucapan Naruto mendapat banyak tatapan mata dari orang-orang di ruangan tersebut.


"Kau seperti peramal saja, Naruto," kata Sirzech.


"Siapapun bisa mengetahuinya, hanya kita saja yang kurang jeli memperhatikannya," balas Naruto.


Menghiraukan rasa kebinguan mereka atas ucapannya itu, Naruto lebih memilih menoleh ke arah Azazel.


"Oh ya, Azazel. Vali ada di markasmu?"


"Ada. Memang ada apa kau menanyakannya?"


"Tidak apa-apa,"


Srek!


Naruto berdiri dari duduknya, lalu menoleh ke arah Sirzech.


"Kutinggal tak masalah kan, Sirzech?"


"Huh..." Sirzech menghela nafas, ini yang menjadi kebiasaan Naruto sejak dulu ia tau.


Setiap menghadiri acara penting pasti akan pamit saat baru pertengahan acara, jadi Sirzech sudah tak heran lagi.


"Kebiasaanmu itu ya,"


"Hehe... Kau tau saja Sirzech,"


"Yasudah sana," ucap Sirzech, kemudian menatap tajam dan menunjuk Naruto.


"Awas kalau kau tak kembali lagi,"


"Iya-iya,"


.


SRING!


.


Naruto menghilang, kini tatapan Sirzech tertuju pada Serafall dan Grayfia.


"Sera. Grayfia. Bisakah kau bilang kepads Naruto untuk jangan pergi-pergi saat acara penting seperti ini,"


"Huh..." Serafall menghela nafas, ia memijit pelipisnya.


"Kau bilang sendiri saja, Sirzech. Aku dan Grayfia tak bisa bilangnya, kami berdua tak ingin dicap Wanita membantah olehnya lagi." Jelas Serafall memberitau, mewakili Grayfia yang mengangguk mendukung ucapannya.


Sirzech menghela nafas pasrah atas jawaban dari Serafall, sedangkan yang lainnya hanya mengangguk memaklumi.


Karena walau bagaimanapun mereka yang ada di ruangan itu tau masa lalu Serafall dan Grayfia terhadap Naruto dulu.


.


#Skip Grigori


.


Terus melangkah, menyapa dan disapa itu yang terjadi pada Naruto saat ini.


Bukan memghilang untuk pergi kemana-mana, tapi tujuan Naruto itu adalah Markas Pusat DaTanshin berada.


"Diamlah Albion!"

__ADS_1


"Kau yang seharusnya diam, Vali!"


"Kau! Naga Albino!"


"Kau! Bayi monyet!"


"Kau!"


"Kau!"


Berbagai berdepadan Vali dan Albion di ruangan yang terletak di ujung karidor sangat terdengar jelas di telinga Naruto, dan ternyata Naruto memang sedang melangkah menuju ruangan perdebatan mereka.


Hingga langkah Naruto sampai di depan pintu pun, perdebatan mereka masih belum usai. Akhirnya Naruto membuka pintu itu, lagi-lagi mereka masih berdebat, seperti tak menyadari kehadiran Naruto di situ.


"Ka..."


"Bisa kalian hentikan perdebatan kalian."


Perdebatan Vali dan Albion terhenti oleh suara Naruto, sontak Vali langsung menoleh ke sumber suara itu.


"Sensei!/ Ayah!"


Kejut Vali dan Albion saat tau siapa pemilik suara tadi, yaitu Naruto yang sedang duduk santai di sofa embuk yang tersedia di ruangan itu.


Vali langsung mendekat, berdiri di hadapan Naruto.


"Ada acara apa, Sensei datang ke sini?" tanya Vali dengan tampang biasa saja.


"Sekedar berkunjung," jawab singkat Naruto, sedangkan Vali hanya ber-O-ria saja mendengar jawaban dari Naruto, dan kemudian Naruto menoleh ke arah sayap mekanik di punggung Vali.


"Albion. Bisa kau antar Ayah sebentar?"


Sayap mekanik di punggung Vali berkedip dengan cepat.


"Siap ayah. Mau lamapun tak masalah, akan aku antarkan. Jika inangku ini tak mau, maka akan kukendalikan tubuhnya agar mau," jawab semangat Albion sekaligus mengancam inangnya.


"Cih!" desis kesal Vali.


"Jangan seperti itu Albion. Ayah tak memintamu untuk melakukan hal seperti itu," nasehat Naruto.


"Hai Hai... Jadi Ayah memintaku untuk mengantarkan ke mana?"


"Celah Dimensi, menemui Ibumu dan Ibunya Draig,"


.


#Skip Dimension Gap


.


Shooot!


Shooot!


DUARRRRRRR!


Suara ledakkan menggelagar terdengar sangat keras di ruang hampa tanpa unjung tersebut. Itu disebabkan oleh tembakan laser dari Kholkikos dan Tiamat dengan laser Tiamat yang saling berbenturan.


Kenapa itu terjadi? Itu memang terjadi, 3 Naga di ruang hampa itu memang sedang bertarung, dan sudah terjadi sejak tadi.


Saat Tiamat menyatakan bahwa Mate-nya itu adalah pejantan milik Great Red dan Kholkikos.


Sontak Great Red dan Kholkikos tak mempercayai itu, 2 Naga itu membantah pernyataan dari Tiamat.


Tapi Tiamat tak menyerah, ia kukuh dengan pendiriannya dan terus meminta Gread Red dan Kholkikos untuk menyerahkan pejantan mereka atas pertanggung jawaban dari tanda Mate-nya.


Dan akhirnya terjadi pertempuran, 3 Naga yang memiliki keegoisan tinggi saling bertarung hanya gara-gara memperebutkan 1 pejantan.


Yah walaupun dilihat dari manapun tetap pertarungan mereka berat sebelah. Tiamat vs Gread Red dan Kholkikos, sangat tak menguntungkan bagi Tiamat.


Tapi nyatanya Tiamat mampu mengimbangi perlawanan 2 Naga sekaligus sampai sekarang, walau harus di akui memang Tiamat terlihat babak belur, sedangkan Great Red dan Kholkikos hanya luka-luka biasa.


Tapi itu semua tak membuat Tiamat untuk mengalah, ia tetap pada ambisinya, merebut pejantan yang dimiliki oleh 2 Naga yang dilawannya itu.

__ADS_1


"Menyerahlah Tiamat, kami tak akan membiarkanmu merebut Mate kami,"


Ucap Great Red, ia menatap datar Tiamat yang tersimpuh di hadapannya dengan luka-luka di seluruh tubuhnya itu.


Tiamat tersenyum, ia balik menatap Great Red.


"Sampai kapanpun aku akan mengambil pejantanmu, dia harus menjadi Mate-ku,"


Tiba-tiba tubuh Tiamat diselimuti cahaya, dengan perlahan cahaya itu membesar.


Great Red dan Kholkikos tau, apa yang sedang Tiamat lakukan. Tiba-tiba tubuh Great Red dan Kholkikos juga bercahaya dan membesar secara perlahan seperti Tiamat.


Wusssssh!


"""GOARRRRRRRRRT!"""


Ternyata cahaya itu adalah bentuk proses perubahan Naganya. Kini bukan seperti manusia pada umumnya, melainkan bentuk Naga yang sedang meraung-raung sangat keras di dalam ruang hampa itu.


Wussssh!


Mereka bertiga saling menerjang.


BOOOOOOOM!


.


#Skip Arena Rating Game


.


Bugh!


Brugh!


.


Entah karena apa, Issei mode Balance Breaker tiba-tiba menghantam perut Diodora sangat keras, sehingga Diodora langsung terseret ke belakang sangat jauh, dan tersungkur.


Armor besi yang menutupi kepala Issei tiba-tiba hilang, ia mengabaikan Diodora yang tersimpuh dan lebih memilih mendekati Asia yang menempel di tembok.


Bukan menempel sepeti cicak atau lain sebagainya, melainkan karena sebuah segel pengengkang ciptaan Diodora.


Diodora tersenyum menyerigai, ia bangkit perlahan dari tersimpuhnya.


"Percuma saja. Hanya aku yang bisa melepaskan segel itu, hahaha!" tawa angkuh Diodora, saat mengetahui Issei kesusahan melepaskan segel yang mengekang Asia.


"Draig, bantu aku."


Seperti tak kehabisan akal, Issei lebih memilih meminta bantuan patnernya.


 "Hanya kali ini saja," jawab Draig dari Outlet hijau di tangan kanan Issei yang berkedip.


[BOOST! BOOST! BOOST! BOOST!]


Krak! Krak!


Pyaaaaaar!


Diodora melebarkan mata, ia terkejut karena segel yang susah payah ia buat ternyata dapat dihancurkan dengan mudah oleh Iseei.


"SIALA.."


"Diamlah brengsek!"


Bugh!


"Ohok!"


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2