STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 62


__ADS_3

.


#SKIP KEMBALI KE TEMPAT NARUTO


.


# 1 jam kemudian


.


BRAK!


.


Tiba-tiba pintu ruangan Istana tempat Naruto berada terbuka dengan paksa oleh seorang wanita berambut biru panjang serta pakaian biru bercorak putih dan pedang panjang di pinggangnya (Asuna Elf Undine) memasuki ruangan tersebut sangat terburu-buru dan raut wajah cemas.


terlihat sangat jelas langsung menghampiri tempat Liya berbaring di ranjang ruangan tersebut serta hanya beberapa orang saja berada di ruangan tersebut dan diikuti Lord Undine serta Sieun di belakang Asuna dengan langkah santai mereka.


"Apa yang terjadi dengan Putriku?" panik Asuna langsung mengecek kondisi Liya.


"Maaf Tuan Putri, tadi Liya-sama di bawa oleh orang itu dalam kondisi sudah seperti ini," balas ketua Prajurit menunjuk Naruto yang terlelap di pojokkan dengan hoodie jaket masih menutup sebagian wajah dan kepala.


"Bawa orang itu kemari, aku ingin mendengar penjelasannya!" perintah Asuna dan salah satu Prajurit mendekati Naruto lalu membangunkannya.


"WOY BANGUN!" dengan lantang Prajurit tersebut berteriak ditelinga Naruto.


BUGH!


DUARR!


"SIALAN! JANGAN TERIAK-TERIAK KAMPRET!" teriak Naruto karena kaget langsung meninju prajurit tadi


dan seketika prajurit yang ditinju langsung terpental membentur dinding hingga dinding tersebut langsung hancur alias jebol.


Sontak semua yang ada di ruangan tersebut terbengong dengan apa yang dilakukan oleh Naruto,


tak terkecuali Lord Undine juga ikut terbengong melihatnya.


.


" Se-sekali pukul!" kejut semua orang yang ada di ruangan tersebut tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.


.


"Up! Maaf tadi reflek," ucap Naruto langsung menutup mulutnya setelah melihat sekeliling ruangan hanya ada 3 prajurit serta Lord Undine dan Sieun.


dan arah pandangannya terhenti pada Asuna yang sedang terkejut.


"Jadi dia anakmu Asuna-san?" sambung Naruto bertanya sambil melangkah ke arah Asuna.


Sontak Asuna langsung menatap tajam Naruto yang masih memakai hoodie penuh selidik.


"Siapa kau! Kenapa kau bisa mengenaliku?" tanya Asuna datar menatap tajam Naruto.


Sontak 3 prajurit yang ada di ruangan tersebut langsung mengacungkan senjatanya masing-masing membuat Naruto menghentikan langkahnya.


"Huh, ya ampun Asuna-san, apa kau sudah melupakanku?" kata Naruto menghela Nafas sambil membuka hoodie di kepalanya sehingga terlihat jelas wajah Naruto yang sedang tersenyum cerah bak Matahari terbit di pagi hari.


Sontak Asuna langsung melebarkan mata terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini.


" Ma-manusia!" batin semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut kecuali Asuna.

__ADS_1


" Di-dia!" batin kejut Sieun sepertinya mengenal sosok Naruto.


"Na-Naruto-kun!" kejut Asuna tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan tiba-tiba Naruto melangkah mendekati Asuna menghiraukan semua orang yang terkejut melihatnya.


"Jadi benar dia anakmu Asuna-san?" tanya Naruto setelah dekat dengan Asuna sambil menunjuk Liya yang terbaring lemas dan di jawab anggukkan pelan oleh Asuna.


"Jadi begini, aku tadi menemukannya di tengah hutan yang jauh di sebelah barat kerajaan ini," tiba-tiba Naruto menunduk.


"Maaf Asuna-san, aku terlambat menyelamatkan anakmu, karena anakmu telah terkena kutukan mantra yang mematikan," sambung Naruto lirih membuat Asuna melebarkan mata terkejut sambil menutup mulutnya tak percaya.


Seketika Asuna langsung mengecek lagi kondisi Liya dan langsung tambah terkejut setelah melihat gambar tengkorak hitam di pundak Liya dengan urat-urat sangat terlihat jelas.


"Hiks i-ini kutukan kematian!" ucap Asuna mulai meneteskan air matanya dan membuat semua orang terkejut setelah mendengar ucapan Asuna.


Tiba-tiba Asuna berdiri sambil terisak langsung membenamkan kepalanya yang penuh tangis kesedihan di dada bidang Naruto.


dan lagi-lagi membuat semua orang di ruangan tersebut terkejut dan bertanya-tanya apa hubungannya Asuna dengan Naruto.


"Hiks Naru, kumohon selamatkan Liya hiks hiks," tangis Asuna begitu deras di dada bidang Naruto.


"Memang ada apa dengan kutukan itu Asuna-san?" tanya Naruto bingung dengan tingkah Asuna yang malah main memeluknya pikir Naruto.


"Liya hiks, Liya hiks, Liya terkena kutukan Soul Eater Shadow Naru, hiks hanya yang menanamkan kutukan tersebut yang bisa membatalkan kutukannya hiks dan kematian si penanam kutukan jalan pintasnya hiks hiks, putriku hanya bisa bertahan seminggu jika terkena kutukan itu hiks," kata Asuna memberitau tapi masih menanamkan kepalanya di dada Naruto sambil terisak.


"Akan ak-"


"Apa kau tak kasihan hiks, apa kau tak kasihan Naru," tiba-tiba Asuna memotong ucapan Naruto langsung menatap mata Naruto dengan mata berkaca-kaca.


"Liya itu hiks, Liya itu hiks-"


.


.


.


.


DEG!


.


BUGH!


.


WUSH!


.


BYARRR!


.


#SKIP RUMAH NARUTO


.


Setelah menempuh 25 menit perjalanan, akhirnya Naruko, Vivi dan Minato serta Hancock yang masih menuntun Luna sudah sampai di rumah Naruto yang sudah agak luas setelah di lebarkan oleh Azazel pas malam setelah pertemuan Aliansi di Kuoh.


"Ini rumah kami tante," kata Naruko berada di depan rumah dan di jawab anggukan antusias Hancock.

__ADS_1


"Ayo tante," sambung Naruko mengajak masuk lalu mereka melangkah masuk rumah.


.


"TADAIMA!" ucap Naruko, Vivi dan Minato bersamaan.


"Permisi," ucap Hancock sambil terus menuntun Luna.


.


"OKAERI!" balas 3 suara perempuan dari dalam, sontak membuat Hancock menaikkan sebelah alisnya bingung dan bertanya-tanya dalam hati.


TAP! TAP! TAP!


Lalu Langkah mereka berlima masuk keruang tengah, tapi Naruko dan Vivi langsung naik ke lantai 2 setelah melihat ada Serafall dan Grayfia disitu yang ingin menghampirinya.


Sontak Serafall dan Grayfia langsung menunduk sedih, dengan langkah pelan lalu melangkah menaiki tangga menuju kamar milik Naruko dan Vivi berada.


"Yang lain ke mana Okaa-san?" tanya Minato kepada Yasaka yang sedang duduk santai disitu yang di sebelahnya ada Freya juga.


"Mereka sedang mandi Minato-kun, dan siapa yang berada di belakangmu Minato-kun?" balas Yasaka langsung bertanya setelah melihat Hancock di belakang Minato.


"Ah ini kenalan Tou-san, katanya ada kepentingan dengan Tou-san," balas Minato santai membuat Yasaka dan Freya langsung menatap Hancock penuh selidik.


"Aku ke kamar dulu ya Okaa-san, mungkin tante ini bisa berbicara dengan Okaa-san," sambung Minato dan mendapat anggukkan Yasaka lalu melangkah ke kamarnya di lantai 2.


"Silakan duduk nona," kata Yasaka mempersilahkan Hancock duduk,


lalu Hancock melangkah mendekati Yasaka dan langsung duduk di hadapan Yasaka yang hanya dihalangi oleh meja sedang,


sedangkan Freya sudah ke dapur untuk membuat minuman.


"Apakah dia putrimu?" sambung Yasaka sambil menunjuk Luna disebelah Hancock.


dan Hancock langsung mengangguk sambil tersenyum senang.


"Sepertinya putrimu penuh semangat dan ceria setiap saat ya,"


"Um, putriku memang penuh semangat dan ceria seperti ayahnya," balas Hancock antusias sambil mengelus rambut Luna tanpa menatap Yasaka.


Dan Yasaka mengangguk paham dan penasaran karena pikirannya entah kenapa mengatakan ada kaitannya dengan suaminya.


"Memang siapa ayah dari putrimu itu Nona?" tanya Yasaka penasaran.


.


.


.


.


"Naruto-kun adalah ayahnya,"


.


PYAR!


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2