
.
.
Masih di tempat yang sama seperti 3 minggu yang lalu. Kini Naruto berdiri, ditemani 2 istri Naganya, serta Ophis yang entah karena apa akhir-akhir ini sering datang ke situ. Dia melayang-layang, hukum Gravitasi tak berlaku untuknya.
50 meter jauh dari hadapan Naruto serta yang lainnya berada. Di situ nampak Draig dan Albion sedang saling berhadapan, dengan jarak 10 meter saja.
Itu karena Naruto serta yang lainnya ingin melihat perkembangan Draig dan Albion. Latih tanding adalah cara yang tepat untuk melihat potensi mereka.
Naruto merogoh kantong celananya, mengeluarkan kunai cabang 3 dengan dihiasi kertas peledak yang menggantung di ganggang kunai itu.
*Wush...!*
Naruto melempar kunai itu ke atas langit, seketika kertas peledak itu terbakar. Seketika Draig dan Albion bersiap, Mereka bersiaga.
karena mereka tau, apa yang dilakukan ayah mereka itu adalah sebuah kode. Kode akan diri mereka untuk bersiap memulai latih tandingnya.
*Duarrrrrrrr!*
*Sring!*
Kertas itu meledak. Seketika Draig dan Albion menghilang dalam sekejap mata. Bahkan gerakan mata pun tak mampu untuk melihat pergerakan mereka.
*Duagh!*
Tendangan keras Albion dari samping yang mengarah ke kepala Draig ditahan dengan mudah oleh Draig dengan tangan kanannya. Draig tersenyum, tangan kirinya mengepal.
*Wush...!*
Albion mengkuyang tubuhnya, tinju Draig melintas di atas tubuh Albion.
*Set!*
*Wush...!*
*Tap!*
Dengan cepat Albion salto ke belakang, langsung melompat menjauh dari hadapan Draig.
*Sring!*
Albion melebarkan mata terkejut. Tiba-tiba Draig telah berada di samping Albion dengan tinju yang siap dilancarkan.
Akan teteapi, keterkejutan Albion hanya sebentar. Kini diganti dengan senyuman tipis serigainya.
[DIVIDE!]
*Deg!*
*Bruk!*
Draig tersentak, ia ambruk berlutut di samping Albion.
"Sial! Aku tak menyadari jika Albi bisa membagi kekuatan dan tenagaku." Batin Draig.
*Wush!*
*Duarrrrrrrr!*
Tanah yang tadi tempat Draig berlutut kini amblas setengah meter dalamnya akibat injakan kaki Albion tadi.
Tapi beruntung, Draig dapat menghindarinya. Ia melompat cepat kebelakang saat detik terakhir kaki Albion akan mengenainya.
[BOOST!]
Tangan kanan Draig berubah menjadi tangan Naga. Albion pun menoleh ke arahnya.
"Kau curang, D-Chan. Menggunakan bentuk perubahan sebagianmu." Ucap Albion.
"Ayolah Albi-Chan. Kau kan bisa membagi kekuatan, maka aku akan menggandakan kekuatanku agar tak habis dibagi olehmu," Kata Draig sambil mengangkat tangan Naganya itu ke arah atas.
[BOOST! BOOST! BOOST! BOOST!]
Telapak tangan kanan Draig menyala hijau terang. Mengumpulkan energi kekuatan di telapak tangannya. Kemudian tangan penuh energi kekuatan itu dibentangkan ke arah depan dan sasaranya adalah Albion.
*Sring!*
Seakan sudah tau apa yang akan dilakukan oleh Draig. Tiba-tiba tangan kanan Albion juga berubah menjadi tangan Naga, di bentangkan ke depan. Seperti siap menerima apa yang akan dilakukan oleh Draig.
__ADS_1
*SHOOOOOOT!*
Laser hijau dari tangan Draig ditembakkan ke arah Albion. Akan tetapi Albion hanya tersenyum, ia menerima serangan laser penuh energi itu, Seakan tak takut akan resiko nantinya.
[DIVIDE! DIVIDE! DIVIDE! DIVIDE!]
*Sring!*
Laser serangan Draig tiba-tiba mengecil, kian mengecil. Dan Diikuti munculnya sayap Naga di punggung Albion. Sayapnya sedikit mengeluarkan siatu muatan energi yang berlebih.
Draig menyerigai, ia tau jika Albion tak sepenuhnya bisa membagi keseluruh kekuatannya. Jika berlebihan membagi, maka energi yang dibagi itu akan dibuang sia-sia melalui sayapnya itu.
[BOOST! BOOST!]
*Deg!*
Laser yang tadinya hampir menghilang seketika membesar kembali. Dan Albion langsung tersentak, ia terdorong mundur 30 cm ke belakang karena tak mampu menahan serangan Draig.
"Ah sial! Aku tak tau jika Draig bisa menggandakan kekuatannya sambil menyerang," batin Albion berkeringat dingin.
[BOOST!]
*Wush...!*
*DUARRRRRR!*
Albion terpental ke belakang akibat terdorong laser Draig yang bertambah besar itu. Tubuhnya langsung menabrak pohon yang sangat besar, bersamaan dengan ledakan besar di tempat Albion berada saat itu.
Asap tebal pun beterbangan di tempat ledakan itu. Menghilangkan jarak pandang Draig yang tak dapat melihat kondisi Albion sekarang.
.
.
Sedangkan di tempat Naruto serta yang lainnya berada. Nampak Kholkikos menuding Great Red.
"Red. Anakmu sangat berlebihan." Ucapnya dengan sedikit bentakan.
Great Red menyipitkan matanya, menatap Khokikos.
"Kenapa kau menyalahkan anakku, Khoki? Lagian anakmu nekat sekali menerima serangan anakku," balas Great Red membela.
*Ctak! Ctak!*
Jitakan tangan mendarat di kepala Great Red dan Kholkikos. Dan pelakunya adalah Naruto sendiri yang telinganya sudah berasap, ia kesal mendengar perdebatan kedua istri Naganya yang menurutnya konyol dan Tak ada gunanya.
""Naru. Kenapa kau menjitakku?""
Tanya Great Red dan Kholkikos bersamaan. Dan Naruto hanya bersedekap dada, menghiraukan mereka berdua. Ia lebih memilih memperhatikan kepulan debu tebal tempat Albion berada.
"Perhatikanlah dengan cermat, Albion itu baik-baik saja," ucap Naruto yang terus fokus memperhatikan kepulan debu.
Sontak Khokikos langsung memperhatikan debu tebal. matanya disipitkan, menfokuskan penglihatan Naganya yang mampu menembus penghalang apapun. Sedangkan Great Red lebih memilih mengelus kepalanya yang lumayang terasa sakit, walau hanya sedikit.
Di balik debu itu. Khokikos dan Naruto melihat samar-sama Albion yang tertutup debu yang sedang menyatukan tangannya. Menyerap energi alam sekitarnya.
Sedikit senyum tipis Naruto perlihatkan.
"Hmmm... Nampaknya Albi sudah bisa mode Senjutsu," batin Naruto.
*Wush... Wush...*
Angin berhembus. Nampak Ophis merasakan sesuatu. Seketika ia menoleh ke arah Naruto, tapi ia langsung menaikkan alisnya karena melihat Naruto sedikit tersenyum walau Ophis hanya bisa melihat senyumannya dari arah samping, bukan dari depan.
"Kau nampak tau sesuatu, Naru?"
Tanya Ophis pelan. Sehingga tak terdengar oleh Great Red dan Kholkikos, tapi Naruto mendengarnya.
Naruto melirik Ophis melalui ekor matanya, ia berkata.
"Suatu keberhasilan," ucap singkatnya sambil tersenyum.
Dan ucapannya membuat Ophis memiringkan kepalanya. Ia tak mengerti maksud ucapan Naruto yang didengarnya.
Akan tetapi Ophis hanya memilih diam, melihat ke arah kepulan debu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
.
.
__ADS_1
Kembali ke posisi Draig. Kini ia terus bersiaga, memperhatikan debu tebal tempat Albion berada. Pikirannya aneh, ia seperti merasa akan sesuatu akan terjadi selanjutnya.
*Wush...*
Seketika angin berhembus, menghilangkan debu tebal dengan perlahan. Hingga tak lama kemudian debu tebal itu menghilang.
Great Red, Kholkikos, Ophis dan Draig melebarkan mata, tapi tidak bagi Naruto yang malah tersenyum. Mereka yang melebarkan mata terkejut melihat perubahan Albion yang ditangkap mata mereka.
Albion berubah. Area matanya berwarna kuning, pupilnya membentuk tanda (), taring giginya nampak memanjang sedikit. Semuanya tau apa perubahan Albion sebenarnya, yaitu bentuk Senjutsu yang diajarkan oleh ayahnya itu.
Draig mengepalkan tangannya. Ia merasa Iri atas keberhasilan Albion ketimbang dirinya yang belum bisa ke mode Senjutsu. Walau begitu, Draig tak ingin kalah dari Albion. Tekat untuk mengalahkan telah merasukinya. Kedua tangannya mengepal erat.
[BOOST! BOOST! BOOST! BOOST! BOOST! BOOST! BOOST! BOOST! BOOST! BOOST!]
Kini seluruh tubuh Draig diselimuti armor besi warna merah dengan dihiasi sepasang sayap lebar pada punggung armornya. Walau ia tak bisa mode Senjutsu, maka sebagai gantinya ia menggandakan lekuatannya.
Tangan kanan kanan Albion terangkat, mengarah ke arah Draig.
*Grrrrrrrrt! Grrrrrrrrt! Grrrrrrrrt!*
Guncangan hebat melanda tempat itu, seperti gempa akibat aksi Albion. Draig tau, bahkan semuanya tau bahwa aksi Albion ini adalah merobek dimensi. Dengan kata lain, Albion akan membelah dimensi dengan menciutkan ruang lingkup tempat itu. Sangat berbahaya sekali.
*Sring!*
Tak ingin kalah konyol. Draig tiba-tiba menghilang, dan muncul pas di depan Albion dengan kepalan tinjunya.
*DUAGH!*
*Wush...!*
*Set...!*
Tinju keras Draig ditahan oleh Albion. Namun karena saking kerasnya, mampu membuat Albion terseret beberapa meter ke belakang
*Wush...!*
Tak ingin menyianyiakan kesempatan. Draig langsung melesat ke arah Albion. Tanpa disadari Draig, di tangan kanan Albion terkumpul pandar energi warna biru.
*Grep!*
Tinju Draig ditahan dengan mudah oleh Albion dengan tangan kirinya. Seketika Draig melebarkan mata terkejut saat mengetahui tangan kanan Albion yang berlapis pandar energi biru mengarah ke perutnya.
*DUAGH!*
*SHOOOT!*
*BOOOOM!*
Draig tak bisa menghindar. Ia terpental jauh, menabrak batu besar hingga hancur berkeping-keping. Sehingga menciptakan ledakan yang lumayan keras didengar oleh telinga mereka yang menyaksikan.
*Krak! Krak!*
Armor Draig bagian perut pun retak cukup parah, tapi tidak hancur. Draig tersenyum melihat armornya yang retak.
"Benar-benar kuat sekali pukulan dilapisi energi Senjutsu ya," batinnya sambil bangkit berdiri.
[BOOST!]
Armor yang tadinya retak, telah kembali semula. Ia menoleh ke arah Albion, entah kenapa Draig menyipitkan matanya.
"Aneh sekali, kenapa wajah Albi tak berekspresi ya?" batinnya menatap bingung wajah Albion yang datar dan dingin. Tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum.
"Ah. Mungkin karena pengaruh kekuatan Senjutsunya," sambung batinnya.
Seketika Draig kembali bersiap. Begitu juga Albion yang nampak siap menerima dan bertarung kembali dengan Draig.
*Wush!* *Wush!*
Mereka berdua saling melesat. Dengan kepalan tinju mereka masing-masing yang siap dilancarkan.
.
*Duarrrrr!*
.
.
T.B.C
__ADS_1