
.
#NEGERI ALFTEIM
.
3 Hari kemudian
.
EEEMMMMMMM!
.
Erangan seseorang dari dalam kamar mewah khas kerajaan yang sepertinya akan bangun dari tidurnya.
dapat dilihat pria berambut kuning jabrik sedang menggeliat dari balik selimutnya yang menutupi badan dan hanya menyisakan kepala saja.
" Kenapa berat sekali ya? Dan aku berada di mana sekarang?"
Batin Naruto setelah melihat sekeliling ruangan dan merasa berat di tangan kirinya yang tertutup oleh selimut.
Karena penasaran yang tinggi Naruto merabanya dengan tangan kanannya untuk memastikan apa yang mengganjal dibagian tangan kirinya.
NYUT! NYUT!
" Em, kenyal dan empuk, tapi masih empukkan punya Yasaka-chan,"
Batin Naruto merasakan sesuatu yang empuk dan kenyal sehingga dirinya teringat sesuatu milik istri Yokai-nya.
NYUT! NYUT!
.
Kyaa!
.
Sontak Naruto langsung melebarkan mata terkejut setelah terdengar suara imut seseorang dari balik selimut setelah sesuatu hal empuk dia raba lagi dan seketika Naruto langsung menyibakkan selimutnya dengan cepat.
CROOT!
Betapa terkejutnya Naruto setelah menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Dapat dilihat dibalik selimut ada Asuna sedang memeluk erat tangan kirinya.
bukan itu yang membuat Naruto terkejut, melainkan Asuna yang memeluk tangan kirinya hanya memakai ****** ***** saja dan dirinya hanya memakai bokser saja.
Sontak Naruto yang melihat kondisi Asuna seperti itu langsung mimisan dan hidungnya langsung ditutupi dengan tangan kanannya.
Bayangkan saja, tubuh putih mulus tanpa cacat serta 2 gunung kembar berukuran sedang yang menempel di dada Asuna bisa membuat para laki-laki brengsek ingin memakannya saja, itu yang ada di pikirkan Naruto.
EEEMMM!
Dan sepertinya Asuna juga terbangun karena terganggu oleh sesuatu yang menggerakkan tubuhnya yaitu tangan kiri Naruto yang mencoba melepaskan diri dari rangkulannya.
__ADS_1
"Em, kau sudah bangun Naruto-kun," kata Asuna mencoba bangun sambil mengucek-ucek matanya yang tandanya dirinya belum sadar sepenuhnya.
"Asuna, bisa kau pakai dulu pakaianmu," balas Naruto memalingkan wajahnya dan sedikit rona merah dipipinya sambil menutupi hidungnya dengan tangan kanannya.
Asuna yang melihat gelagat Naruto seperti itu pun langsung melihat kebawah tubuhnya dan wajahnya langsung bersemu merah sambil tersenyum menyerigai.
GREP!
Tiba-tiba Asuna merangkul Naruto dari belakang membuat Naruto terkejut.
"Ne Naruto-kun, mau mandi bareng?" tanya Asuna tersenyum menggoda berbisik ditelinga kiri Naruto.
sontak Naruto merinding dengan ucapan Asuna yang begitu menggoda, dengan cepat Neruto langsung melepaskan diri dengan paksa dan beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu yang ada dipojokkan kamar itu.
"Aku bisa mandi sendiri!" ucap Naruto sambil melangkah menuju pintu yang dimaksud dan ternyata adalah kamar mandi yang tersedia di kamar tersebut.
Asuna yang melihat reaksi Naruto saat digoda pun hanya cekikikan senang.
"Hihihi, dia tambah imut saja saat sedang malu hihi,"
Dan setelah itu Asuna pun beranjak dari tempat tidurnya dan masih tetap hanya memakai ****** ***** warna putih sambil bersenandung saat merapikan tempat tidur yang digunakan untuk tidur dirinya dan Naruto.
.
20 menit kemudian
.
CKLEK!
.
" Pasti Asuna yang mencuci bajuku ini,"
Batin Naruto ketika melihat baju yang ia kenakan saat melawan 2 Naga di kerajaan Spriggan kini telah tersedia di atas meja kecil di samping tempat tidur dan Asuna sudah tak ada lagi di dalam kamar tersebut.
TOK! TOK! TOK!
Tiba-tiba saat Naruto sedang memakai bajunya tapi celananya sudah terpakai,
pintu kamar diketuk dari luar, sontak Naruto langsung menoleh ke arah pintu.
"YA! " sahut Naruto dari dalam kamar.
"Naruto-kun, sarapan untukmu sudah siap, aku tunggu diruang makan ya," kata Asuna dari balik pintu memberitahu.
"Ya! Sebentar lagi aku keluar," balas Naruto dari dalam kamar.
"Baiklah," kata Asuna lalu beranjak pergi dari depan pintu kamar menuju ruang makan.
.
CKLEK!
__ADS_1
.
Tak berselang lama akhirnya Naruto keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapih tapi tak memakai alas kaki, alias nyeker.
Dengan langkah santai, Naruto melangkah ke ruangan yang dinamai ruang makan,
tak berselang lama akhirnya Naruto sampai di ruangan tersebut dan langsung disambut oleh Asuna dengan ampro yang melekat ditubuhnya serta centong sup berada di tangannya.
Entah lagi kesambet apa pagi ini, Asuna dengan senang memasak dan menata makanan di atas meja sendirian,
padahal ada pelayan dan koki kerajaan, ke mana mereka semua? Pikir Naruto ketika melihat hanya Asuna saja yang ada diruang makan.
Bohong kalau tidak lapar saat melihat makanan yang tersaji di atas meja, kenyataannya memang dari tadi Naruto sudah lapar.
Itu terbukti saat di kamar mandi, cacing di dalam perut Naruto terus berteriak seakan-akan meminta jatah makanan tetapnya.
Tanpa pikir panjang Naruto langsung duduk di kursi yang tersedia disitu sambil menghadap berbagai macam makanan di atas meja tepat di hadapannya.
"Di mana semua penghuni Istana? dari tadi aku cuma lihat dirimu saja, Asuna," kata Naruto yang bingung dengan situasi diruang makan yang hanya diisi 2 orang saja.
"Mereka sudah sarapan tadi pagi kok, sekarang mereka sudah keluar istana dengan acara mereka masing-masing," kata Asuna memberitahu sambil menaruh sajian makanan terakhir dan langsung duduk di samping Naruto.
"Lalu, apakah semua makanan ini kau yang buat?" tanya Naruto dan di balas anggukan serta senyuman manis Asuna.
"Um, ini semua khusus untuk dirimu," balas Asuna mengangguk membuat Naruto menghela nafas mengerti lalu meminum minuman yang sudah disediakan didepannya oleh Asuna.
"Bagaimana kondisi Liya?" tanya Naruto setelah menenggak minumannya sambil memegang sendok siap memakan makanan didepannya tanpa menoleh ke arah Asuna.
"Liya sudah kembali seperti biasa sejak 2 hari yang lalu,"
BRUUUUUSS!
Makanan yang baru saja masuk kemulut Naruo langsung disemburkan keluar karena terkejut dengan ucapan Asuna,
sontak Naruto langsung menoleh kearah Asuna dengan cepat.
"Du-dua hari kau bilang? Asuna! La-lalu aku tertidur sudah berapa lama?" kejut Naruto bertanya tapi entah kenapa Asuna malah tersenyum karena sudah tau apa reaksi Naruto jika dengar dirinya tertidur cukup lama.
"Tiga hari, kamu tertidur tiga hari Naruto-kun," balas Asuna tenang sambil tersenyum membuat Naruto menghela nafas.
"Huh, pasti sudah banyak hal yang terlewatkan olehku ya," gumam Naruto pasrah.
"Oh ya Asuna, bisa aku bicara sebentar nanti denganmu setelah diriku selesai makan?" sambung Naruto bertanya.
"Um, aku juga ingin memberitahu perihal tentang Liya kepadamu," balas Asuna tersenyum dan di balas anggukkan pelan Naruto.
Kemudian Naruto melanjutkan lagi acara makannya ditemani Asuna di samping duduknya yang terus-terusan tersenyum sambil memandang cara makan Naruto yang terbilang rakus.
Itu karena cara makan Naruto sangat cepat tapi hanya dimaklumi oleh Asuna yang kemungkinan Naruto sangat lapar setelah 3 hari tertidur tanpa diisi makanan apa pun.
.
T.B C
__ADS_1