
.
#Mansion Phoenix
.
"Aneh ya, kenapa langit tiba-tiba mendung dan ini baru pertama kali?" kata Lord Phoenix sambil melihat langit luar Mansion dari jendela.
" Seperti menandakan kekecewaan seseorang," lanjutnya membatin sambil terus menerawang langit luar.
.
#Mansion Sitri
.
" Aneh, kenapa tiba-tiba mendung ya? Dan kenapa arah awannya seperti berkumpul di atas Mansionku?" batin Lord Sitri bingung.
.
#kantor Sirzech
.
" Aku merasakan firasat buruk dengan fenomena baru terjadi ini," batin Yondai Maou kecuali Serafall,
yang sekarang sedang berkumpul di ruangan Sirzech.
.
#dengan Opera
.
" Cih! Aku tidak sudi lagi menghormati sampah Sitri! Karena ulah mereka, orang yang aku anggap kakak pergi dari sini," batin Opera datar seperti membenci seseorang dan tak lama kemudian menghilang.
.
#Kembali ke dalam Mansion Namikaze
.
"Apa keputusan tadi tidak masalah Sera?" tanya Grayfia kepada Serafall yang sedang mengatur nafasnya.
"Hah Biarkan saja, Hah palingan dia pergi ke Mansion Phoenix Hah, dan itu sudah sering terjadi," balas Serafall kelelahan karena tadi terus berteriak.
"Baiklah kalau tak apa, dan aku sudah membuang anakku yang lemah di dunia manusia barusan," kata Grayfia datar membuat Serafall menoleh ke arahnya.
"Serius!" kejut Serafall dan hanya di jawab anggukkan Grayfia.
"Huh, dengan begini Reputasiku sebagai Leviathan tak akan goyah," sambung Serafall bernafas lega.
"Dan aku juga akan menagih janji ayahmu Sera! Seperempat Kekuasaan Sitri akan jadi miliku," timpal Grayfia.
"Kau tenang saja, Otou-sama pasti menepati janjinya," balas Santai Serafall.
.
.
#SKIP BRITANIA
.
# 2 jam kemudian
.
Kini Naruto berada di Britania di kedai milik Meliodas.
Dapat dilihat di ruangan lantai 1 kedai milik Meliodas sekarang Naruto sedang duduk dengan minuman alkohol di depannya, sedangkan Naruko sudah langsung di baringkan dari tadi di kamar bersama Vivi ditemani Menma, Merlin, Elizabeth, Elaine dan Diane di lantai 2.
Sehingga di lantai 1 sekarang hanya tersisa para laki-laki saja.
"Meliodas! Ambil minuman lagi hik!" kata Naruto dengan wajah yang merah karena sudah mabuk berat.
"Naruto-san, kau sudah menghabiskan 5 botol Wine lo," balas Meliodas was-was.
__ADS_1
"Sudah berikan saja hik! minuman di sini kuborong semua hik!" kata Naruto memaksa membuat Meliodas menghela nafas pasrah.
" Dancho, karena minumannya di borong Shisho, jadi berikan 1 botol untukku, " tiba-tiba Ban berucap langsung duduk di sebelah Naruto dan menghadap Meliodas.
"Boleh ya Shisho?" sambung Ban kepada Naruto yang cegukkan terus menerus dari tadi.
"Ambil saja hik!" balas Naruto membuat Ban senang.
.
BRAK!
.
tiba-tiba Naruto ambruk dan kepalanya membentur meja dengan mata berputar-putar sambil terus bergumam.
.
"Sial wanita brengsek hik! iblis brengsek hik! asal menganggap anakku lemah saja hik! Padahal anakku mewarisi Chakra diriku hik!" gumam Naruto tanpa sadar.
.
Zzzzzzzzz Zzzzzzzzzz Zzzzzzz
.
Dan selanjutnya Naruto terlelap karena sudah tak kuat minum lagi sedangkan Ban masih cengengesan sambil meminum Wine dengan senangnya.
Untuk Meliodas, Harlequin dan Escanor hanya geleng-geleng kepala sedangkan Growther masih fokus dengan bukunya dan duduk di pojokkan.
.
.
#SKIP 1 TAHUN KEMUDIAN
.
#Di Underword di Mansion Sitri malam
.
Kita lihat di dalam Mansion di ruang utama, disitu terdapat sebuah kue besar yang diatas kue bertulisan angka 5.
"Selamat ulang tahun Rin-chan," kata para tamu undangan kepada Rin selaku anak Serafall yang sedang ulang tahun dan di balas senyuman senang Rin.
Tiba-tiba rombongan Phoenix menghampiri Rin kecuali Opera yang menghindar kesisi lain.
"Selamat ya Rin-chan," kata Lady Phoenix sambil menggendong bayi yaitu adiknya Riser yang diberi nama Ravel.
"Terima kasih nenek," balas Rin senang.
Lalu tiba-tiba Serafall berdiri di atas panggung entah apa yang ingin dilakukan.
"Para tamu undangan yang terhormat, terima kasih telah hadir diacara penting ini," suara Serafall memakai Microfone membuat semua tamu undangan yang di dalam ruangan menoleh kearahnya.
"Berikan tepuk tangan untuk Rin selaku anak Pahlawan Under-"
.
PYAR!
.
tiba-tiba ucapan Serafall terhenti karena suara pecahan kaca dari pojokkan ruangan dan pelakunya adalah Opera yang memecahkan gelas minuman di genggamannya dengan aura dingin yang keluar dari tubuhnya.
"Apa tadi kau bilang Leviathan? Pahlawan? " kata Opera menekankan kata Leviathan,
sontak semuanya langsung menoleh kearah Opera.
Dan Serafall langsung menatap tajam Opera tidak suka karena ucapan Opera seperti tidak menghormatinya.
"JAGA UCAPANMU OPERA! DIA MAOU, KAU HARUS MENGHORMATINYA!" bentak Lord Phoenix kepada Opera.
"Menghormati? Cih! Sampai mati pun aku tak akan sudi menghormati wanita brengsek dengan ego selangitnya!" balas Opera dingin menekankan kata wanita brengsek.
Sontak Serafall langsung geram membanting Microfonenya.
__ADS_1
"JAGA UCAPANMU BRENGSEK! JANGAN MENTANG-MENTANG KAU PENGAWAL PRIBADI SUA-"
"JANGAN SEBUT NARUTO-SAMA SUAMIMU SIALAN! KAU TELAH MENGUSIRNYA!" ucapan Serafall terpotong oleh bentakkan Opera.
Sontak semuanya yang mendengar bentakkan terakhir Opera langsung menoleh ke arah Opera, terutama keluarga Phoenix.
"Apa maksudmu Opera? Bukannya kau bilang Naruto-kun pergi ke dunia manusia untuk melatih anak-anak tertuanya," tanya Lady Phoenix tidak percaya.
"Ya! Aku memang mengucapkan itu 1 tahun yang lalu tapi, ITU KARENA PERINTAH NARUTO-SAMA! KARENA YANG SEBENARNYA 2 WANITA BRENGSEK ITU YANG MENGUSIRNYA!" kata Opera diakhiri bentakkan sambil menunjuk Serafall dan Grayfia sangat benci.
Sontak Serafall dan Grayfia serta anak-anaknya langsung terdiam karena baru teringat suatu hal dan keluarga Phoenix langsung menoleh ke arah Serafall dan Grayfia dengan wajah datar.
"Apa benar yang di ucapkan Opera?" tanya Lady Phoenix datar.
Tak ada jawaban dari Serafall dan Grayfia yang malah menunduk.
"CEPAT JAWAB!" sambung Lady Phoenix membentak dengan mata berkaca-kaca akan mengeluarkan air mata.
"Hiks maafkan aku bibi, " balas lemah Serafall, sontak Lady Phoenix langsung pingsan dan dengan sigap di tangkap oleh Lord Phoenix yang untungnya Ravel sudah di gendongan Lord Phoenix dari tadi.
"Setelah ini kau harus jelaskan semuanya!" kata Lord Phoenix dingin.
"Ruval Kita pulang! acara ini, acara sampah!" sambung Lord Phoenix kepada Ruval di sebelahnya yang sedang menatap tajam Serafall.
Tiba-tiba seisi ruangan menjadi panas dan sumbernya dari Riser sedang menunduk dengan kobaran api di tubuhnya yang melambai-lambai siap membakar apa saja.
"Bohong! Bohong! Bohong! INI PASTI BOHONG!" teriak Riser tiba-tiba berlari ke arah Serafall dan Grayfia dengan kepalan tangan penuh api.
.
WUSH!
.
"KEMBALIKAN ONII-SAMA SIALAN!" teriak Riser marah lalu melompat untuk menerjang Serafall dan Grayfia.
Tidak ada pergerakkan dari Serafall dan Grayfia, mereka masih tetap menunduk seolah-olah apa yang akan di lakukan Riser memang pantas untuk mereka.
.
BRAK!
.
Tiba-tiba Riser membentur lantai dan pelakunya Ruval yang membenturkan Riser dengan keras tapi Riser masih sadar dan berusaha melepaskan diri dari tikaman Ruval.
"LEPASKAN AKU RUVAL NII-SAMA! BIARKAN AKU MEMBAKAR MEREKA KARENA TELAH MENGUSIR ONII-SAMA!" teriak Riser berusaha melepaskan diri.
Sontak Ruval langsung membuat lingkaran teleport menuju Mansionya sedangkan keluarga Phoenix sudah berteleport dari tadi berserta Opera, dan di ikuti bubarnya para tamu undangan lainya.
Dan sekarang hanya tersita Yondai Maou dan Pillar Gremory yang tersisa sebagai tamu yang sepertinya juga akan membubarkan diri.
"Sangat di sayangkan sekali ya, aku pikir kau adalah wanita yang patut di contoh untuk wanita lainnya, tapi sekarang aku kecewa karena kau lebih rendah dari binatang ternyata," kata Rossa setelah tadi di ceritakan masalah keluarga Naruto oleh Opera di saat Riser mengamuk tadi.
Dan langsung melangkah keluar bersama Sirzech.
"Aku juga sangat kecewa sebagai sesama Yondai Maou, padahal Naruko dan Vivi tidak selemah yang kau pikirkan. Bahkan Naruto pernah berbicara padaku kalau Naruko dan Vivi jauh lebih kuat ketimbang adik-adiknya malah sudah terbilang menyamai kalian karena mereka mewarisi sebagian besar kekuatan Naruto-san itu sendiri," kata Ajuka lalu melangkah keluar bersama Falbium tanpa permisi.
"Lihatlah Henri! Bukan kehormatan yang kau dapat, melainkan kehancuran Pillarmu karena pringsip bodohmu," kata Zeoticus kepada Lord Sitri yang terdiam di sebelah istrinya yang sedang terisak tangis.
"Ayo sayang kita pulang, benar kata Nix, acara ini, acara sampah!" sambung Zeoticus mengajak istrinya dan dijawab anggukan Venelana yang menuntun Rias lalu melangkah keluar Mansion Sitri.
Dan kini di ruangan tersebut hanya tersisa Serafall, Grafiya, Lady Sitri dan Lord Sitri sedangkan Rin, Gray, Mirajane dan Sona sudah berlari ke kamarnya masing-masing sambil menangis keras bahkan suaranya sampai terdengar di ruangan tengah tempat acara ulang tahun tadi yang sekarang sepi tinggal 4 orang saja dan kuenya juga masih utuh tak tersentuh sedikit pun.
.
" Hiks, Apa yang telah kulakukan selama ini, A-aku telah mengusir anakku dan suamiku hiks," batin Serafall dan Grafiya terisak langsung tersimpuh di lantai dengan linangan air mata penyesalannya.
" Astaga, apa yang telah kuperbuat? Benar apa yang di katakan Zeo dan Nix, sekarang Pillarku di hancurkan oleh pringsip bodohku," batin Lord Sitri menyesali perbuatannya.
.
"hiks Otou-sama, hiks Onee-sama, hiks Onii-sama," ucap Rin, Gray dan Mirajane bersamaan di kamar masing-masing sambil terisak.
"Hiks Ruko-Nee, Vi-Nee, Menma-Nii," gumam Sona di kamarnya.
.
__ADS_1
T.B.C