
.
" Apa benar ya, ah nanti kutanyakan saja dari pada penasaran?" batin Azazel dengan tampang biasa-biasa saja padahal batinya penasaran.
.
"Aduh aku hampir lupa," kata Naruto setelah beberapa menit terdiam karena mengingat sesuatu.
"Aku kesini cuma mau ngasih ini," sambungnya sambil menyerahkan kunai cabang 3 dengan tulisan kanji yang sangat rumit diganggang pegangannya kepada Azazel.
"Untuk apa kunai macam ini?" kata Azazel tidak mengerti dengan pemberian dari Naruto.
"Aku punya firasat buruk nanti saat pertemuan dan kau tinggal alirkan mana sihirmu di kunai itu maka aku akan datang," balas Naruto memberitau membuat Azazel mengerti.
Azazel memang percaya bahwa hampir semua tebakan Naruto itu benar tak melenceng sedikit pun.
"Baiklah aku mengerti,"
"Oke, mungkin cuma itu keperluanku menemuimu," kata Naruto lalu berdiri dari duduknya.
"Aku mau keluar menemui Baraqiel dulu," sambungnya sambil melangkah keluar.
"Tumben sekali kau ingin menemuinya?" sahut Azazel ingin tau.
"Entahlah, aku hanya disuruh menemuinya, katanya ada hal penting yang ingin disampaikan,"
"Oooooh yasudah sana keluar, wajah sialanmu mengganggu mataku saja," kata Azazel mengusir.
"Cih! Tidak kau usir juga aku akan keluar, Muka ****** *****!" balas Naruto mengejek sambil keluar ruangan.
"SIALAN KAU NARUTO! KAU PRIA PALING KAMPRET SEDUNIA INI!" teriak Azazel kesal tapi dihiraukan oleh Naruto yang sudah keluar ruangan menuju taman yang ada di luar markas.
.
.
#Skip Taman
.
"Yo Baraqiel, maaf lama," sapa Naruto setelah sampai di taman langsung duduk di sebelah Baraqiel.
"Tidak apa-apa, aku juga lagi santai hari ini," balas Baraqiel setelah tau siapa yang menyapa.
"Huh, wanita disini lumayan liar ya Baraqiel," kata Naruto ketika melihat sekeliling taman yang kebanyakan wanitanya menatap dirinya seperti mangsa siap diterkam.
"Itu karena wajahmu yang super langka hingga membuat para wanita seperti itu," jawab Baraqiel kikuk dengan ketidakpekaannya Naruto dengan tingkah wanita.
__ADS_1
"Masa? Tapi memang benar si wajahku lumayan langka, kalau dipikir-pikir Cuma aku lah pemiliknya di dunia ini dan tidak ada yang mengembari karena aku tidak memiliki saudara kembar," kata Naruto menyimpulkan.
.
" Sepertinya dia tidak menyadarinya," batin Baraqiel sweatdrop dengan kesimpulan Naruto.
.
"Jadi. Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Naruto menyadarkan Baraqiel yang sweatdrop.
"Ah begini Naruto, aku mau minta saranmu,"
"Saran apa?"
"Jadi begini, aku punya seorang anak tapi kelihatannya dia sangat membenciku. Jadi aku harus bagaimana Naruto?" kata Baraqiel menjelaskan.
"Memangnya kau pernah berbuat kesalahan terhadapnya?"
"Entahlah, tapi semenjak kematian ibunya dia jadi sangat membenciku. Bahkan aku sudah berkali-kali ingin menemuinya tapi dia seakan-akan menjauh dariku," jelas Baraqiel sendu.
"Ini memang salahku, karena aku terlalu sibuk dengan tugasku bahkan saat kematian ibunya saja aku tidak ada disaat mereka membutuhkanku yang pada waktu itu istriku dibunuh oleh seseorang," sambungnya sedih membuat Naruto mengangguk mengerti.
"Mungkin anakmu hanya belum siap bertemu denganmu Baraqiel" jawab Naruto.
"Coba kau luangkan waktumu sehari saja dan temui anakmu, aku yakin anakmu hanya belum siap dengan perhatianmu yang tiba-tiba kepadanya," sambungnya membuat Baraqiel terdiam.
"Akan kucoba, mungkin setelah pertemuan nanti malam aku akan berusaha menemui anakku," kata Baraqiel yang sudah kembali tenang dari sedihnya.
"Kau haru semangat, aku saja yang anaknya banyak tidak mengeluh sepertimu," kata Naruto sambil menghibur Baraqiel.
"Huh aku yakin, anakmu bukan hanya mereka yang kau beritau padaku," balas Baraqiel membuat Naruto tidak mengerti maksud ucapan Baraqiel.
"Apalagi saat dulu kau cerita padaku bahwa di setiap petualanganmu selalu mengalami kejadian yang tiba-tiba kau telanjang di sebuah kamar setelah mabuk berat sebelumnya, pasti wanita yang mengajakmu minum itu yang memperkosamu dan bisa jadi ada hasilnya," jelas Baraqiel membuat Naruto melebarkan matanya terkejut tidak percaya.
"Jangan sembarangan kalau ngomong Baraqiel!" bentak Naruto tidak percaya.
"Ji-jika itu terjadi, Ma-maka anakku hampir 2 lusin," sambungnya gagap membuat Baraqiel terkejut.
.
"APAAAAA! 2 LUSIN KATAMU!"
"JANGAN TERIAK-TERIAK SIALAN!"
.
Teriak Naruto dan Baraqiel sangat keras sehingga membuat semua DaTanshi yang ada di taman menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Sungguh tidak dipercaya," kata Baraqiel geleng-geleng kepala setelah tenang dari terkejutnya.
"Aku juga tidak percaya kampret! Tiba-tiba kau bicara seperti itu membuatku terkejut," balas Naruto kesal.
"Sini wajahmu aku tonjok biar semua wanita di dunia ini tidak agresif lagi padamu," kata Baraqiel sambil meniup kepalan tangan siap meninju wajah Naruto.
"Enak saja! Wajahku ini adalah anugrah sejak lahir, mendingan kau saja yang kutonjok biar tambah tampan," balas Naruto tidak terima.
"Woy! Yang ada tambah ancur bukan tambah tampan kampret!" balas Baraqiel juga tidak terima.
"Makanya jangan bahas jumlah anak lagi, buat aku stress saja memikirkannya" kata Naruto mengakhiri perdebatan karena lelah karena dari tadi teriak-teriak.
"Huh, lagian kau beruntung sekali jadi pria, bukan kau yang mencari wanita melainkan wanitanya yang mencarimu. Sampai-sampai nekat memperkosamu," balas Baraqiel juga lelah.
"Jangan salahkan aku, bukan aku yang menginginkannya," jawab Naruto tenang lalu hening beberapa menit tanpa ada yang bersuara.
"Hmm, jika ucapanku itu benar terjadi, bagaimana tindakanmu Naruto?" kata Baraqiel ingin tau setelah beberapa menit terdiam.
"Yang jelas aku akan bertanggung jawab secara jantan bila itu terjadi," jawab Naruto membuat Baraqiel kagum dengan kemantapan tekat Naruto.
"Kau memang pria sejati, berani berbuat berani bertanggung jawab," kata Baraqiel memuji.
"Hey! Aku tidak berbuat ya," balas Naruto tidak suka dengan pujian Baraqiel yang seolah-olah menuduh dirinya yang berbuat.
"Ya ya, aku percaya kau tidak berbuat duluan," kata Baraqiel santai.
"Sudahlah aku ingin pulang, aku pusing dengan ucapanmu tadi yang terus kepikiran di kepalaku," kata Naruto tiba-tiba berdiri dan berpamitan.
"Ya! Terima kasih saranya tadi," balas Baraqiel.
.
SRING!
.
Lalu Naruto menghilang berteleport langsung ke rumahnya yang masih sepi karena anak-anaknya belum pulang ke rumah membuat Naruto menghela nafas langsung duduk di sofa ruang keluarga sambil terus memikirkan ucapan Baraqiel yang seakan-akan menyuruhnya untuk memastikan kebenarannya.
"Huh, dia itu tidak pernah berubah sama sekali," gumam Baraqiel setelah Naruto tidak ada lalu melangkah masuk markas menuju ruangan Azazel.
.
" Boleh juga caranya, mungkin setelah aku baikkan dengan anakku, aku akan meluangkan waktuku untuk berpetualang sepertinya. Siapa tau ada wanita yang memperkosaku lalu jika ada hasilnya tinggal aku tanggung jawab saja dan langsung kujadikan istriku, jadikan tidak perlu repot-repot cari istri baru hehehe," batin Baraqiel berharap.
.
T.B.C
__ADS_1