STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 189 Arc Skip Time 2 : My Mate


__ADS_3

.


# 2 hari kemudian (Siang)


.


2 hari berlalu begitu cepat, hutan yang tadinya rimbun, kini sudah hancur sana-sini bekas suatu ledakan besar.


Dan hancurnya hutan itu disebabkan oleh pertarungan 4 mahkluk berkekuatan dasyat yang bertarung selama 2 hari itu.


Nampak kini Naruto masuk ke mode bijuu, nafasnya terengah-engah seperti kelelahan. Sedangkan di depannya agak ke kiri nampak Naga berwarna merah dan Naga berwarna putih berada di depannya, agak ke kanan.


Ketiga mahkluk itulah yang masih bertahan, sedangkan sosok Tirex dan Gorila raksasa telah tumbang sejak 1 hari yang lalu.


Kini mereka sedang saling tatap, mengamati lawan mereka dengan seksama. Kondisi mereka sama. sama-sama kelelahan dan beberapa luka menghiasi tubuh mereka. Tiba-tiba.


*Wush! Wush! Wush!*


Ketiga mahkluk itu saling menerjang dengan kekuatan mereka masing-masing.


*BOOOOOOOM!*


Suara ledakkan besar pun terjadi setelah mereka bertiga membenturkan kekuatan mereka masing-masing.


.


#Skip Time (malam)


.


"Emmmmh..."


Great Red (Human Form : Satan, Sin:Nanatsu no Taizai) mengerang, matanya berkedut. Ia mencoba membuka matanya dengan perlahan.


Hingga tak lama kemudian matanya terbuka, tapi ia merasakan sesuatu yang aneh menyelimuti tubuhnya dari leher sampai kakinya.


Great Red bangkit lalu duduk dengan kaki diluruskan. Tangan kanannya meraih kain yang menyelimutinya itu.


"Hmm... Benda apa ini?" gumamnya dengan tampang bingung memperhatikan kain itu.


"Itu namanya kain,"


Great Red langsung menoleh ke depan ke arah sumber suara. Ia melihat punggung Naruto yang bertelanjang dada duduk di batang pohon besar dan sebuah api unggun di depan Naruto.


Mata Great Red menyipit, ia menatap tajam Naruto.


"Siapa kau?."


"Huh..." Naruto menghela nafas, ia membalik ikan besar yang dibakar.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Kau itu sebenarnya Naga atau bukan?"


Nampak Great Red memasang wajah bingung.


"Aku tidak tau." Balas singkat Great Red.


*Keriuuuuuuuuk!*

__ADS_1


Great Red memegang perutnya, dan masih tetap dengan tampang bingungnya.


"Suara apa ini?" ucapnya.


Seolah sudah tau, Naruto mengambil salah satu ikan yang di bakar menyerahkan kepada Great Red di belakangnya tanpa menoleh.


Lagi-lagi Great Red memasang wajah bingung


"Untuk apa ini?" ucapnya.


*Twict!*


Urat kekesalan muncul di kepala Naruto. Ia menggeratkan giginya karena kesal sambil membatin. 


"Kalau saja ni perempuan tak telanjang, sudah ku jitak kepala bodohnya itu, sialan!"


"Makanlah, itu tandanya kau lapar,"


Tak mau pusing-pusing memikirkan apa yang dirasa oleh dirinya, Great Red beranjak dari duduknya, melangkah mendekati Naruto dengan tubuh telanjangnya, karena Kain yang menutupi tubuhnya ditinggal begitu saja.


Naruto masih menoleh ke arah lain saat Great Red menerima ikan bakar yang diberi oleh Naruto. Great Red memgendus, ia menciumi aroma ikan bakar tersebut, kemudian mulai mencongkel sedikit daging ikannya dan di arahkan ke mulutnya.


Reaksi Great Red berubah, matanya langsung berbinar-binar saat daging ikan itu masuk kemulutnya.


"Ini-ini," gagap Great Ret.


"ENAAAAAAAAAAAK!"


Naruto Sweatdrop ketika melihat Great Red yang langsung memakan ikan bakar itu dengan lahap.


.


.


"Emnmmmmh..."


Nampak Kholkikos (Human Form : Bellial, Sin:Nanatsu no Taizai) mulai terbangun, ia tadi terbaring di samping Great Red. Serasa matanya sudah terbuka, kholkikos memcoba duduk dengan kaki yang diluruskan.


Ia sedikit bingung dan bertanya-tanya saat dirinya mengangakat tangannya, ternyata tubuhnya di balut oleh sebuah jaket hitam lengan panjang.


"Lagi!"


Kholkikos langsung menoleh ke depan, matanya langsung melebar saat melihat Great Red yang mengacungkan tangannya seperti meminta sesuatu kepada Naruto.


Kholkikos langsung berdiri, tangannya mengepal, giginya digeratkan seperti benci terhadap seseorang dan tatapannya tertuju pada Great Red.


*Wush!*


"GREAT RED!"


Teriak Kholkikos seketika langsung melompat dengan tinju tangannya yang di arahkan ke arah Great Red.


Naruto menyadari, ia langsung memungut balok kayu di depannya.


*Duagh!*


"Au..."

__ADS_1


Bukan di pukulkan, Balok yang Naruto ambil hanya sekedar menghalangi tinju Kholkikos agar tak mengenai Great Red. Sehingga tinju Kholkikos hanya meninju balok tersebut dan langsung merintih kesakitan memegangi tangannya.


Seakan tak terganggu, Great Red malah masih terus dalam mode lahap makannya tanpa melirik ke arah Kholkikos.


Kholkikos menatap tajam Naruto.


"Siapa kau! Berani sekali menghalangiku!" bentaknya.


*Kriuuuuuuuuuuk!*


Entah dapat dari mana, ikan bakar telah berada di tangan Naruto dan langsung di acungkan kepada Kholkikos.


"Makan. Aku tau kau lapar,"


Akan tetapi Kholkikos menatap curiga Naruto, ia bersiap seperti akan bertarung. "Kau berani melawanku. Kesini, aku tak takut sama sekali."


Ikan bakar itu di acungkan tepat di depan hidung Kholkikos. Kesiagaan Kholkikos melemas, kini ia memgendus aroma yang masuk ke dalam hidungnya.


Dengan perlahan tangan Kholkikos terangkat, sedikit mencuil daging ikan yang di acungkan oleh Naruto.


Setelah itu cuilan daging itu di arahkan ke mulutnya. Tiba-tiba mata Kholkikos melebar setelah cuilan daging itu masuk ke mulutnya.


*Set!*


Seketika Kholkikos langsung merebut ikan bakar yang berada di tangan Naruto, dan langsung memakannya dengan lahap seperti Great Red.


"Huh..." Naruto menghela nafas, ia kembali duduk.


"Lagi." Minta Great Red dengan mode tangan meminta.


*Twict!*


Belum sempat Naruto mengambil ikan bakar untuk dirinya, urat-urat kekesalan telah muncul kembali di kepala Naruto.


Seketika Naruto langsung menoleh ke arah Great Red.


"WOY! LAPER SI LAPER! TAPI INGAT UKURAN KALI!" bentak keras Naruto.


Great Red masih dalam mode meminta, bentakan Naruto seperti tak berefek padanya.


"LAGI! AKU MINTA LAGI!" teriak Great Red.


"Lagi!" timpal Kholkikos yang sama-sama ke mode meminta seperti Great Red.


.


"SIALAN KALIAN!"


.


.


T.B.C


.


Sorry Minna untuk chapter yang ini agak pendek..🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2