STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 166


__ADS_3

.


#Skip Italia (Colosseum, Roma)


.


Salah satu tempat destinasi wisata Italia yang banyak dikunjungi berbagai turis lokal maupun mancanegara.


Dapat dilihat, seorang wanita berambut hitam panjang, memakai jaket putih lengan panjang dan rok selutut, jangan lupa kacamata yang selalu bertengger di hidungnya.


Wanita tersebut sedang mengarahkan lensa kamera untuk memotret sosok anak kecil 5 tahunan yang memiliki rambut hitam panjang, memakai jaket hitam panjang serta rok selutut.


Anak kecil tersebut sedang berpose ala model terkenal dengan Backgraund bangunan Colosseum.


"Posenya lebih imut lagi, Sayang."


Dengan kepercayaan tinggi, anak kecil tersebut langsung memasang pose yang diinginkan oleh wanita yang memotretnya.


"Seperti ini, Okaa-san?"


Anak kecil tersebut memasang pose ter-imutnya, dengan kedua telapak tangannya seperti memangku wajahnya.


"Sip! Anak Okaa-san sangat imut sekarang, jangan bergerak sebentar ya,"


.


CKREK!


.


Kamera Canon EOS 5D Mark IV akhirnya memotret pose anak kecil tersebut setelah wanita tersebut menekan tombol potret pada kamera.


Anak kecil tersebut mendekati wanita dewasa.


"Mana Okaa-san? Kuroe ingin lihat."


Wanita tersebut menunjukkan gambar di layar kamera hasil jepretannya tadi.


"Di mana-mana anak Okaa-san tetap imut," goda wanita tersebut.


Anak kecil tersebut yang bernama Kuroe tersipu.


"Ah Okaa-san bisa saja, kan imutnya seperti Okaa-san." Ucapnya.


"Hihihi, kamu bisa aja Sayang." Balas wanita tersebut cekikikan.


.


Kriuuuuuuuk!


.


"Huh," wanita tersebut menghela nafas setelah mendengar bunyi dari perut Kuroe.


"Ayo Sayang, kita cari makanan," ajaknya sambil mengulurkan tangannya.


"Um!" Kuroe mengangguk. Kemudian membalas uluran tangan wanita tersebut.


Lalu mereka melangkah pergi dari tempat itu, dan tujuannya sudah pasti tempat yang menyediakan makanan yang bisa dimakan oleh mereka berdua.


10 menit berlalu, langkah mereka kini terhenti tepat di depan sebuah Kedai yang bertulisan Fairy Tail dengan bahasa tempat itu.


"Hmmm, nama Kedai yang aneh?"


Batin wanita tersebut.


Karena perut Kuroe terus protes sejak tadi, maka Tanpa dipikir panjang lagi, mereka memutuskan untuk memasuki Kedai tersebut, berharap ada makanan yang bisa membuat perut Kuroe tak protes lagi.


Kriing!


Orang-orang di dalam kedai menoleh ke arah pintu tempat Kuroe dan ibunya masuk. Sontak salah satu orang yang kemungkinan pelayan Kedai tersebut yang memiliki tubuh seperti anak kecil dan berambut kuning panjang bergelombang di ujungnya, serta sebuah aksesoris seperti sayap burung di atas kedua telinganya. Pelayan tersebut menghampirinya.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu, Nona?"


"Onee-san cantik. Apakah ada Ramen?"


Bukan sang ibu yang menjawab, melainkan Kuroe sendiri yang langsung bertanya.


Pelayan tersebut mengangguk.


"Di sini menyediakan Ramen juga, Adik kecil," balasnya.


Mata Kuroe langsung berbinar-binar.


"Satu mangkok Ramen ya, Onee-san," mintanya.


Pelayan tersebut kembali mengangguk, lalu menoleh ke arah ibunya Kuroe.


"Lalu untuk dirimu, Nona?"


"Aku pasta saja,"


"Baik. Pesanan akan segera datang, silahkan duduk di tempat yang murutmu nyaman." Ucap sang Pelayan.


Ibunya Kuroe mengangguk, kemudian melangkah ke tempat duduk pelanggan yang dekat dengan jendela kaca mengarah keluar. Begitu juga sang pelayan menuju Counter depan Kedai.


"Satu mangkuk Ramen dan satu mangkuk pasta untuk meja nomor 4!"


Pelayan tersebut berteriak agar koki di dapur dapat mendengarnya.


"Siap Mavis!"


Balas teriakan dari arah dapur menyahuti teriakan sang pelayan yang bernama Mavis.


Mavis menunggu, tiba-tiba dari ruang dalam keluar sosok pria tua tapi cebol menghampiri Mavis.


"Apa kau tak lelah menjadi pelayan Mavis? Kedai ini kan kau yang mendirikan, sekaligus Master pertama organisasi kita ini,"


Mavis tersenyum tipis.


"Hidupku jauh lebih menyenangkan akhir-akhir ini, lebih tepatnya 25 tahun yang lalu semenjak salah satu kutukan pada diriku dipatahkan olehnya, Master Makarov," ucapnya.


"Jangan panggil aku master, Mavis. Kau itu orang yang jauh lebih penting dariku di sini," sambung Makarov tak suka di panggil Master oleh Mavis.


"Hihihi, kan sekarang yang yang jadi Masternya itu dirimu, jadi aku menghormatinya," ucap Mavis cekikikan.


"Tapi-"


"Ini Mavis, pesanan untuk pelanggannya. 1 mangkuk ramen dan 1 mangkuk pasta."


Belum sempat Makarov menyelesaikan ucapannya, sudah terpotong terlebih dahulu oleh koki dapur Kedai yang membawa nampan berisi pesanan yang tadi di sebutkan oleh Mavis.


Mavis menerima nampan tersebut lalu mengantarkannya ke meja Kuroe dan Ibunya, meninggalkan koki dapur yang dibuat heran karena melihat Makarov menghela nafas.


"Kau kenapa Master? Lagi puber kedua ya Master?"


"Cerewet! Kembali ke dapur!"


Pertanyaan sang Koki langsung di bentak oleh Makarov sehingga sang Koki menggidik ngeri.


"Galak amat kau Master." Ucapnya sambil melangkah cepat ke dapur.


.


"BERISIK!"


.


#Skip Rumah Naruto (Malam)


.


Krieeeeet!

__ADS_1


.


Pintu kamar terbuka, memperlihatkan sosok Naruto. Dan sepertinya ia telah terbangun dan langsung membersihkan tubuhnya, itu terbukti dengan penampilannya sekarang yang terlihat rapih, tidak ada kesan orang baru bangun tidur.


Naruto melangkah dan tujuannya adalah dapur rumahnya yang harus melewati ruang keluarga terlebih dahulu.


Dan nampaknya semua anggota keluarganya berada di ruangan tersebut kecuali Yasaka, Grayfia dan Arturia yang tak terlihat sama sekali.


Dan sepertinya Remia dan Myu bisa cepat membaur dengan anggota keluarga barunya. itu terbukti saat Naruto melintasi ruang keluarga, Remia sedang asik mengobrol dengan para wanita dewasa, sedangkan Myu sedang bercanda-ria dengan anak-anaknya Naruto yang lainnya.


Dan ternyata Yasaka, Grayfia dan Arturia berada di dapur sedang membuat suatu makanan yang enak.


Naruto menopangkan dagunya di bahu kanan Arturia karena paling dekat.


"Sedang memasak apa? Sepertinya enak?" ucapnya.


Yasaka, Grayfia dan Arturia terkejut karena kedatangan Naruto tak disadari oleh mereka, tapi keterkejutan mereka tak berlangsung lama setelah mengetahui siapa yang datang.


Dan sepertinya Arturia tak merasa risih sama sekali bahunya untuk menopang dagu Naruto, malahan merasa nyaman-nyaman saja.


"Untuk makan malam." Balas Arturia, lalu menusuk irisan daging di teflon dengan garpu.


"Mau?" irisan daging tersebut di arahkan ke mulut Naruto.


Naruto membuka mulutnya, memakan daging tersebut, lalu mengunyahnya dan dirasa-rasa menikmati rasanya daging tersebut.


Glek!


Naruto menelan daging yang sudah di kunyahnya.


"Enak. Mungkin jika di panaskan sebentar lagi maka dagingnya akan benar-benar empuk." Ucapnya.


Arturia mengangguk. Istri yang pengertian, tau saja apa yang di inginkan Naruto tanpa memintanya. Grayfia dengan cekatan mengambilkan segelas air minum untuk Naruto.


Naruto menyudahi menopang dagunya di bahu Arturia, lalu menerima gelas air minum dari Grayfia.


Glek! Glek! Glek!


"Ahh,"


3 kali tenggakkan air dalam gelas habis.


"Terima kasih," ucap Naruto sambil menaruh gelas kosong di meja dapur.


Sedangkan Grayfia hanya mengangguk saja.


"Oh ya Naru-kun, Hinami kan keturunan bangsa Ghoul, apa nanti tak masalah untuk kita semua? Takut-takutnya memakan manusia," ucap Yasaka.


Naruto menoleh ke arah Yasaka.


"Tak masalah, ibunya itu Hybrid Ghoul. Jadi untuk dirinya karena keturunan manusia murni sepertiku tak terlalu haus daging manusia. Yah bisa bayangkan saja, jika Hybrid Ghoul saja hilang setengah selera daging manusia, jadi untuk Hinami maka hilang selera daging manusia. Dan sebagai gantinya dia sukanya makan daging apapun asal matang." Jelas Naruto memberitau.


Yasaka, Grayfia dan Arturia mengangguk.


"Huh, jadi mulai sekarang stok daging bertambah dong?" ungkap Grayfia.


"Tak masalah, lengkapi apa yang menurut kalian kurang di rumah ini. Semuanya kuserahkan pada kalian." Ucap Naruto.


"Baiklah jika itu keputusanmu," balas Yasaka.


"Nanti aku akan kembali ke Kyoto sendirian, tak apa kan Naru-kun?"


Naruto mengangguk.


"Jangan lupa beritau Tengu untuk memperketat pengawasan wilayah Yokai," ucapnya.


"Baik Naru-kun." balas Yasaka.


Selanjutnya hanya obrolan santai mereka. Tak jarang pula sesekali Naruto menjahili Arturia yang sedang memasak, sehingga membuat Arturia mengembungkan pipinya sebal, sedangkan Yasaka dan Grayfia terus cekikikan melihat tingkat lelaki mereka yang suka menjahili siapa pun.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2