STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 128


__ADS_3

"Bisa kau jelaskan, Naru sayaaaaaang," ucap Shirahoshi penuh penekanan.


Naruto berkeringat dingin.


"Ha-hai Hime, akan aku jelaskan," gagap Naruto.


.


#Skip Time


.


"Aku tak menyangkal si jika banyak wanita yang menginginkanmu, bahkan sampai senekat itu. Pada dasarnya kau memang tampan dan typeku banget," ucap Shirahoshi setelah selesai mendengarkan penjelasan dari Naruto.


"Terima kasih Hime, atas pujiannya uhu, uhu," ucap Naruto terharu.


Menghiraukan Naruto yang terharu lebay, Shirahoshi langsung menoleh ke arah anak-anaknya Naruto.


"Jadi. Apa kalian tak mau berkenalan dengan salah satu ibu kalian?" ucapnya kepada anak-anaknya Naruto yang berdiri tak jauh di hadapan Shirahoshi.


"Tou-san telah bercerita banyak tentang an—"


"Panggil aku ibu atau semacamnya saja, aku kan termasuk ibu kalian," potong Shirahoshi ucapan Olive.


"Baik. Shirahoshi Kaa-san," sontak Olive mengangguk diikuti saudara-saudaranya juga mengangguk.


"Saya Olive,"


"Saya Mirajane,"


"Saya Rin,"


"Saya Lucy,"


"Saya Liya,"


Ucap anak-anaknya Naruto memperkenalkan diri sambil membungkuk sebentar dan dibalas senyuman hangat oleh Shirahoshi.


"Tunggu dulu, anak laki-lakiku dimana?" tanya Naruto yang sepertinya ada yang kurang di antara anak-anaknya yang hadir, sontak membuat semua yang ada disitu menaikkan sebelah alisnya.


"Mana aku tau Tou-san, kukira Gray sudah kesini duluan," balas Olive dan didukung anggukan kepala oleh yang lainnya.


"Haa," bingung Naruto lalu menoleh ke arah Jinbe yang sedang menyenderkan punggungnya di tembok ruangan tersebut.


"Jinbe! Anak laki-lakiku dimana?" tanyanya.


"La, kukira sudah balik ke Ista-Tunggu," tiba-tiba Jinbe memegang dagunya seperti telah mengingat sesuatu dan entah kenapa matanya terbuka lebar setelah mengingat sesuatu lalu menoleh ke arah Naruto.


"Naruto! Sini," ucapnya.


Sontak Naruto langsung berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Jinbe dengan posisi Shuna masih di gendongannya.


Sedangkan yang lainnya hanya bingung dengan interaksi Naruto dan Jinbe saat ini.


Tiba-tiba Jinbe mendekatkan mulutnya ke telinga Naruto setelah Naruto dekat dengannya.


"Jangan, jangan, dia malah masuk KMM, soalnya tadi dia ingin melihat ras duyung berenang," bisik pelan Jinbe.


Naruto langsung membulatkan matanya dan menatap Jinbe dengan tatapan tak percaya.


"AHOOOOO! Kenapa kau biarkan anakku datang kesana, Jinbe!" kesal Naruto.

__ADS_1


"La. Aku tidak tau lah Naruto. Aku Cuma menunjukkan jalan ke arah danaunya," sangkal Jinbe.


Lalu Naruto melangkah ke arah Shirahoshi.


"Shuna sama Mamamu dulu ya, ayah mau menjemput saudaramu," ucapnya kepada Shuna.


"Um, jangan lama-lama ya, Ayah," angguk Shuna lalu turun dari gendongan Naruto.


Lalu Naruto menoleh ke arah Shirahoshi. "Titip anak-anak ya, Hime," ucapnya dan dijawab anggukan kepala Shirahoshi.


Lalu Naruto kembali melangkah ke arah Jinbe.


"Temani aku, Jinbe," ajak Naruto dan dijawab anggukan kepala oleh Jinbe.


Lalu mereka berdua melangkah keluar ruangan tersebut, meninggalkan anak-anaknya serta Shirahoshi yang berada di ruangan tersebut untuk menuju tempat yang bernama KMM.


.


.


#RUMAH NARUTO


.


Sangat rajin dan semangat, mungkin itu yang bisa digambarkan oleh Arturia saat ini. Yap, dia sangat rajin untuk seukuran ibu rumah tangga baru.


Semua bagian rumah yang kotor telah dia bersihkan dengan semangat tanpa mengeluh.


Selain rajin dan semangat dia juga sangat bahagia saat ini. Kenapa? Itu karena penantiannya selama 16 tahun merindukan sosok ayah dari anaknya terbayar sekarang.


Ya walaupun memang rumah Naruto selalu bersih setiap hari karena dibersihkan oleh orang-orang di rumahnya, tapi pengecualian untuk hari ini karena wanita-wanita dewasa di rumah Naruto semuanya pergi keluar rumah dan hanya menyisakan Arturia saja.


Dan nampaknya sekarang Arturia sedang duduk santai di sofa ruang keluarga sambil menemani Luna dan Sting yang asik menyaksikan acara di layar TV hari ini setelah selesai dengan kegiatan ibu rumah tangganya.


SRING!


Tiba-tiba tak jauh dari tempat duduk Arturia nampak lingkaran sihir teleport, dan seketika Arturia langsung menoleh ke arah lingkaran sihir teleport tersebut yang perlahan memperlihatkan sosok Serafall dan Grayfia yang telah kembali dari Underword.


"Huh, akhirnya bisa kembali," lega Serafall sambil melangkah ke arah Arturia diikuti Grayfia di belakangnya.


"Sepertinya pekerjaanmu sangat berat, Sera-san?" tanya Arturia setelah Serafall dan Grayfia duduk di hadapannya.


"Ya seperti itulah Arturia-san, perkerjaan Maou membuatku pusing," keluh Serafall.


"Dan aku jadi tidak sempat mengerjakan pekerjaan rumah karena selalu membantu pekerjaanmu itu, Sera," timpal Grayfia.


"Huh," Serafall menghela nafas lalu menoleh ke arah Grayfia.


"Ayolah Fia, bukannya Naru-kun sudah bilang untuk saling membantu jika salah satu dari kita ada yang kesusahan?" kata Serafall.


"Ya iya, aku mengerti," balas Grayfia lalu menoleh ke arah Arturia.


" Maaf ya Arturia-san, pekerjaan rumah hari ini jadi kau yang mengurus semuanya," ucapnya kepada Arturia.


"Tak apa, lagian aku senang menjalaninya," balas Arturia.


Srek!


Tiba-tiba Grayfia berdiri dari duduknya sambil melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 12:17.


"Sepertinya sebagian anak-anak akan pulang ke rumah sebentar lagi," ucap Grayfia lalu menoleh lagi ke arah Arturia.

__ADS_1


"Apakah kau sudah membuat makan siang?" tanyanya.


"Kukira anak-anak pulangnya nanti sore, jadi aku belum membuatnya." Balas Arturia.


"Huh," Grayfia menghela nafas.


"Sebenarnya setiap siang pasti sebagian anak-anak ada yang pulang," ucap Grayfia memberitau.


Srek!


Tiba-tiba Arturia berdiri dari duduknya.


"Biar aku yang memasak saja, aku tak tau jika seperti itu, maaf," ucapnya.


"Tak apa, kita masak bersama saja. Lagian kau belum lama disini, jadi belum terbiasa dengan keadaan rumah ini," kata Grayfia dan dijawab anggukan oleh Arturia.


Grayfia menoleh ke arah Serafall yang berada di sebelahnya.


"Kau tak mau ikut bantu, Sera?" tanyanya.


Serafall tiba-tiba menyenderkan punggungnya di sofa empuk.


"Aku masih pusing Fia, tak membantu hari ini tak apa ya?" ucapnya.


"Yasudah," singkat Grayfia lalu menoleh ke arah Arturia lagi.


"Ayo," ajaknya dan dijawab anggukan kepala oleh Arturia.


Lalu mereka berdua melangkah menuju dapur bersama untuk memasak sesuatu apabila anak-anak Naruto tiba-tiba pulang ke rumah siang hari ini.


.


#Takamagahara


.


"Akhirnya selesai juga,"


Suara dibalik tumpukan kertas yang meninggi di atas meja yang ternyata adalah Izanami yang sepertinya habis menyelesaikan pekerjaannya untuk menandatangani dokumen-dokumen di depanya.


Srek!


Tiba-tiba Izanami berdiri dari duduknya dan langsung membentangkan tangan-tangannya sangat lebar untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena terlalu lama duduk.


"Keluar kuil sebentar tak apalah,"


Ucapnya lalu melangkah keluar ruangan tersebut.


Sambil bersenandung ria, Izanami terus melangkah melewati berbagai ruangan untuk keluar Kuil tersebut.


Hingga langkahnya Benar-benar sudah keluar Kuil tersebut. Izanami masih terus melangkah, dan tujuannya adalah sebuah taman yang tak jauh dari Kuil tersebut.


Izanami lalu mendekati sebuah bangku taman yang sudah tersedia di taman tersebut dan kemudian duduk untuk menikmati indahnya taman tersebut.


Tiba-tiba kepalanya di dongkrakkan ke atas memandang langit yang begitu cerah saat itu dan entah kenapa dirinya langsung tersenyum.


"Empat hari lagi," Gumamnya entah kepada siapa, tapi kalau dilihat dari senyumannya nampaknya Izanami seperti tak sabar menunggu 4 hari yang dia maksud


.


T.B C

__ADS_1


__ADS_2