STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 60


__ADS_3

.


# KUOH GAKUEN


.


#Atap sekolah


.


Jam istirahat sekolah, yap waktunya para siswa-siswi mengisi waktu santai setelah pelajaran yang menguras pikiran, bagi yang begitu.


Dapat dilihat di atap sekolah terdapat 2 gadis yang memiliki warna surai rambut yang berbeda yaitu kuning dan putih perak sedang berdiri di pinggir pembatas memandang lapangan sekolah.


"Ne Naruko, apakah tak apa mereka kembali lagi di kehidupan kita?" tanya gadis berambut putih perak yaitu Vivi kepada gadis di sebelahnya yaitu Naruko saudaranya.


"Entahlah, aku tidak tau," balas Naruko menghela nafas lalu berbalik badan menyenderkan punggungnya di pagar pembatas.


"kalau boleh jujur, aku sangat senang mendapat kasih sayang dari Yasaka Kaa-san, tapi hatiku entah kenapa merasa ada yang kurang, entah apa itu?" sambung Naruko sambil menerawang awan cerah di atas langit.


Tiba Vivi juga ikut berbalik menyenderkan punggungnya di pembatas pagar atap dan ikut menerawang langit seperti Naruko.


"Kau benar sekali, aku juga merasakannya," balas Vivi menerawang langit di atas.


"Perasaan yang diinginkan tapi sakit untuk mengingatnya," sambung Vivi.


.


KRIIEEEEET


.


Tiba-tiba pintu atap terbuka memperlihatkan Minato diikuti Rias dan Sona serta Perege mereka di belakangnya langsung menghampiri Naruko dan Vivi.


"Ruko-nee, Vi-nee," tiba-tiba Rias dan Sona menyapa setelah mereka dekat dengan Naruko dan Vivi.


Sontak Naruko dan Vivi langsung menoleh ke arah mereka karena tadi menghiraukan kehadiran mereka.


"Hmm," balasan singkat Naruko sedangkan Vivi hanya diam saja.


Dan entah kenapa Akeno dan Tsubaki langsung mengajak yang lainnya untuk menjauh dari interaksi King mereka diikuti Minato.


"Ada apa si Akeno-san? Kenapa kita harus berpindah tempat?" tanya Issei tak tau maksud ajakkan Akeno dan Tsubaki.


.


BUGH!


.


"Dasar otak dengkul," tiba-tiba Koneko meninju perut Issei, sontak Issei langsung pingsan di tempat.


Dan entah kenapa Minato langsung mundur ke pojokkan.


" Gile! Wanita memang mengerikan!" batin Minato ngeri dengan sifat Koneko yang main tinju saja.


.


.


#kembali ke Naruko dan Vivi


.

__ADS_1


"Maaf," tiba-tiba saja Sona menundukkan kepalanya di sebelah Rias setelah peregenya kesisi tempat lain bersama perege Rias.


"Untuk apa? Bukanknya kau tak memiliki salah terhadapku Sona?" balas Naruko tenang tapi Sona masih menunduk.


"Bukan untukku, tapi untuk Serafall Onee-sama dan Grafiya Onee-sama, tolong maafkan atas perbuatannya," kata Sona.


Tiba-tiba Naruko berbalik badan memunggungi Sona sambil memandang lapangan sekolah di bawah.


"Huh, entahlah Sona, mau bagaimanapun mereka ibu kandungku dan Vivi, itu tak akan berubah sama sekali. tapi, untuk saat ini kami belum siap menerima semuanya begitu saja karena kami masih belum bisa melupakan perlakuan mereka dulu," balas Naruko menghela nafas.


"Tapi mereka sudah menyesal Ruko-nee," kata Sona meyakinkan setelah menegakkan kepalanya.


Tidak ada jawaban dari Naruko sama sekali, tiba-tiba Vivi menghela nafas.


"Huh, kupikir kecerdasanmu tak berkurang dari dulu Sona, apa kau tak bisa memahami ucapan kami Sona?" kata Vivi tenang.


"Naruko dan aku mungkin saja bisa memaafkan mereka sebagai ibu kami, tapi untuk memaafkan tindakkan mereka itu butuh waktu, ini terlalu mendadak bagi kami," sambung Vivi menjelaskan tanpa menoleh kearah Sona karena sedang memandang langit di atas.


"Baik aku mengerti, tapi kumohon dengan sangat maaf kalian, aku tidak ingin mereka tersiksa oleh penyesalan yang terus menghantui mereka," kata Sona memohon lalu menoleh kearah Rias dan entah kenapa Rias mengangguk mengerti,


lalu Sona dan Rias melangkah pergi meninggalkan Naruko dan Vivi sendirian.


"Bagaimana Naruko?" kata Vivi setelah Sona dan Rias menjauh.


"Lihat kedepannya nantilah, aku yakin Tou-san melimpahkan keputusan ini kepada kita," balas Naruko tenang.


"Aku mengikutimu saja, kau kan lebih tua dariku," kata Vivi tenang juga.


"Ya ampun Vivi, jangan seperti itulah kita kan hanya berjarak 5 menit saja," balas Naruko sebal karena dibilang tua oleh Vivi sambil mengembungkan pipinya.


"Hihi, tapi tetap tuaan dirimu kan Naruko," cekikikan Vivi.


"Yayaya terserah dirimu lah," balas Naruko singkat lalu Vivi ikut berbalik mengikuti pandangan Naruko dan tak lama kemudian bel masuk berbunyi.


.


.


.


# 30 Menit Kemudian


.


TAP!


.


Akhirnya Naruto sampai di gerbang masuk pusat kerajaan Undine yang begitu luas sambil terus mengendong Liya menghampiri 1 penjaga gerbang.


"Permisi penjaga-san, apa kau tau siapa orang tua gadis ini?" tanya Naruto kepada penjaga tersebut.


"Liya-sama! Apa yang terjadi dengan Liya-sama?" kejut penjaga tersebut setelah melihat siapa yang ada di gendongan Naruto.


"Maaf penjaga-san tidak ada waktu untuk menjelaskannya, intinya aku menemukannya di hutan tadi," balas Naruto membuat Penjaga tersebut mengangguk mengerti.


"Mari kuantarkan, dia cucu Raja Undine," kata Penjaga tersebut.


"Tidak perlu!"


.


WUSH!

__ADS_1


.


Tiba-tiba Naruto langsung melompat ke atas atap rumah-rumah warga menuju sebuah bangunan paling besar yang ada di tengah-tengah kota tersebut.


Sontak tindakkan Naruto membuat penjaga tersebut terkejut.


" Ce-cepat sekali!" batin penjaga setelah melihat Naruto sudah jauh dari pandangannya.


.


WUSH! TAP! WUSH! TAP!


.


Dan tak butuh lama akhirnya Naruto sampai di gerbang masuk bangunan besar tersebut atau bisa dibilang Istana yang ditinggali oleh Raja.


Sontak kehadiran Naruto langsung disambut banyaknya prajurit dengan senjata masing-masing sudah diacungkan ke Naruto.


"Siapa kau, berani sekali menyusup ke Istana!" bentak salah satu prajurit yang sepertinya pemimpinnya.


"Tolong tenang dulu, aku bukan penyusup, aku hanya ingin mengantarkan gadis ini," kata Naruto memberi alasan.


Sontak para prajurit langsung melihat ke arah gendongan Naruto dan langsung melebarkan mata.


"Li-Liya-sama, apa yang terjadi!" kejut pemimpin prajurit langsung mengambil Liya dari gendongan Naruto.


"kau harus ikut kami ke dalam untuk menjelaskannya," sambung Pemimpin prajurit


dan dijawab anggukkan Naruto lalu melangkah ke dalam Istana diikuti Naruto di belakang serta prajurit lainya masih mengacungkan senjata kepada Naruto dari belakang tapi dihiraukan oleh Naruto.


.


"Sieun!" panggil prajurit yang menggendong Liya setelah di dalam Istana kepada salah satu wanita Elf yang tidak jauh dari langkahnya.


Sontak wanita Elf yang dipanggil Sieun tadi langsung mendekat ke arah pemanggilnya.


"Ya komandan! Ada ap—apa yang terjadi dengan Liya-sama!" kejut Sieun ketika melihat Liya di gendongan prajurit tersebut.


"Nanti saja, cepat beritau Tuan Putri, ini darurat!" perintah tegas sang pemimpin prajurit.


"Tapi Komandan, Tuan Putri dan Yang Mulia sedang menghadiri rapat penting aliansi dengan kerajaan Sylpn," kata Sieun.


"Ini lebih penting, hanya Tuan Putri yang tau tanda kutukan ini," balas Sang prajurit tersebut menunjukkan gambar tengkorak hitam di pundak Liya.


Sontak Sieun mengangguk lalu melangkah keluar Istana.


.


DEG!


.


Tiba-tiba Sieun merasakan aura tak asing setelah melewati Naruto.


Sontak langkahnya langsung berhenti dan menoleh ke belakang melirik Naruto yang belum melepaskan Hoodie jaketnya di kepala.


" Siapa orang itu? Auranya tak asing bagiku," batin Sieun memandang punggung Naruto.


" Ah tidak-tidak hanya perasaanku saja," sambung batin Sieun geleng-geleng kepala cepat langsung keluar Istana menuju Timur ke kerajaan Sylpn.


.


T.B.CJ

__ADS_1


__ADS_2