STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 210


__ADS_3

.


#Mansion Leviathan


.


2 jam kepergian Katerea, nampak ada yang berbeda kini di kediaman Leviathan. Lord Leviathan duduk bersedekap dada menatap arah tengah ruangan tanpa seorang istri yang menemani, karena istrinya telah meninggal sejak dulu.


Hanya ada Sayaka dan temannya yang bernama Arizona Asmodeus (Arizona : Azur Lane) saudara Creuserey Asmodeus yang duduk di sofa sebelah kiri meja. Dan beberapa pelayan dan maid yang berada di beberapa sudut ruangan.


Tiba-tiba tercipta lingkaran sihir di tengah ruangan tersebut. Sontak Lord Leviathan, Sayaka dan Arizona menoleh ke arah lingkaran sihir.


Senyum seringai Sayaka dan Arizona mulai tercipta ketika lingkaran sihir itu bergerak naik, memperlihatkan dua pasang kaki seseorang.


Hingga...


*Sring!*


Lingkaran sihir itu menghilang, kini memperlihatkan Naruto yang melingkarkan tangan kanannya di pinggang Katerea. Sedangkan Katerea sedang tersipu luar biasa atas kelakuan Naruto itu.


Sedikit senyum Naruto tampilkan ketika melihat Lord Leviathan menatapnya.


*Blussss...*


" Tampannya..."


Senyum serigai Sayaka dan Arizona seketika hilang. Kini diganti wajah merona, dan matanya tak terlepas dari sosok yang di samping Katerea itu.


Tak tanggung-tanggung Maid yang berada di ruangan tersebut juga merona seperti Sayaka dan Arizona.


"Hey kau. Kemari," Lord Leviathan memanggil dengan Nada dingin.


Tapi hal itu tidak membuat Naruto takut, Naruto malah melangkah dengan santai sambil menggandeng Katerea dan langsung duduk di hadapan Lord Leviathan.


Lord Leviathan menatap dingin Naruto.


"Siapa Namamu, Gaki? Dari Pillar Iblis mana kau?"


"Aku?" Naruto menunjuk dirinya sendiri, Lalu ia tersenyum dan balik menatap Lord Leviathan serta tangan kanannya diulurkan ke depan untuk meminta jabat tangan.


"Aku Naruto Namikaze, dari Pillar Namikaze ingin memperistri putri anda,"


*Plak!*


Lord Leviathan menepis tangan Naruto.


"Tak ada Pillar Namikaze, jangan membohongiku."


Naruto hanya tersenyum, lain halnya dengan batinnya yang tertawa keras. Ya tertawa keras karena Lord Leviathan tak bisa merasakan Aura manusianya.


Karena hal itu sudah direncanakan dan Aura Naruto telah di samakan dengan iblis berkat Merlin tadi.


"Pillarku adalah Pillar tertinggal dan terlupakan, mana mungkin Iblis-iblis kemarin tau Pillar Namikaze,"


Rasanya kesal mendengar ucapan Naruto yang diselipkan kata mengejek, tapi Lord Leviathan tahan sebelum mengeluarkan kemurkaannya karena ia ingin memastikan beberapa hal.


"Katakan Gaki. Kau dibayar berapa untuk menghamili putriku?"


Katerea menunduk, bukan menunduk karena malu seperti tadi. Melainkan menunduk pasrah ketika mendengar ucapan Lord Leviathan yang seolah-olah tak mempercayai anaknya sendiri.

__ADS_1


Naruto menyadari reaksi Katerea sehingga dirinya menatap serius Lord Leviathan.


"Asal kau tau pak tua. Aku dan putrimu melakukannya atas kemauan kami berdua. Dan kau.." Naruto menunjuk wajah Lord Leviathan.


"Seolah tak mempercayai putrimu. Orang tua macam apa kau, dasar tidak berguna."


"Na-Naru..." Katerea melebarkan mata terkejut. Bukan Cuma Katerea yang terkejut, melainkan semua yang berada di ruangan itu terkejut atas tindakan Naruto yang berani menunjuk Lord Leviathan dan menghinanya, si iblis kepercayaan Lucifer menggeratkan giginya marah, tangannya mengepal.


*Srek!*


Lord Leviathan berdiri, akan tetapi dengan cepat Naruto juga berdiri.


"Kau..."


"Apa? Kau marah karena aku mengatakan jika kau orang tua tak berguna?" Naruto menatap Lord Leviathan.


Lord Leviathan hanya diam, mengeratkan gigi-gigi kekesalannya atas cibiran Naruto yang terlalu berani kepadanya.


Naruto menoleh ke arah Katerea, meraih tangannya sehingga membuat Katerea berdiri. Lalu Naruto kembali menoleh ke arah Lord Leviathan.


"Aku datang kesini untuk menikahi putrimu. Mau kau setuju atau tidak, siapkan altar pernikahan untukku dan putrimu satu minggu dari sekarang," Lalu Naruto menyeret Katerea untuk beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba Naruto menoleh ke arah Lord Leviathan kembali yang masih terdiam.


"Oh satu lagi. Putrimu akan aku bawa bersamaku karena aku tak ingin Katerea kenapa-kenapa disini."


"Hey!"


*Sring!*


Lord Leviathan yang ingin protes tak dapat diteruskan karena tiba-tiba Naruto menghilang dalam sekejap mata. Kini reaksi Lord Leviathan diganti dengan terkejut atas jurus teleport milik Naruto yang belum pernah dilihatnya.


Akan tetapi keterkejutan Lord Leviathan tak lama. Ia kembali sadar lalu dengan cepat melangkah keluar Mansionnya dengan rasa kesalnya.


Wajahnya bersemu merah sambil tersenyum aneh dan dihiasi blink-blink bunga disekitarnya.


.


""Ah tampan sekali, aku ingin memilikinya,""


.


.


Sedangkan dengan Naruto dan Katerea, mereka kini sedang melangkah memasuki dalam gua, Katerea melangkah sambil menunduk di belakang Naruto.


"Na-Naru,"


"Em,"


"Terima kasih untuk yang tadi,"


Tiba-tiba Naruto menghentikan langkahnya, mundur satu langkah agar sejajar dengan Katerea lalu mengusap pelan rambut Katerea.


"Kau tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja," ucapnya sambil tersenyum dan Katerea hanya mengangguk pelan.


"Kau benar, keluargamu memang nampak tak mempercayaimu," seketika Naruto langsung manarik Katerea ke pelukannya, membenamkan kepala Katerea di dada bidang Naruto.


"Um. Terima kasih telah mempercayaiku," tangan Katerea merangkul Naruto dan semakin dalam Katerea menanamkan kepalanya. Sedangkan Naruto terus mengusap lembut rambut Katerea.


Tanpa disadari oleh mereka berdua, disisi lain nampak Merlin melihat Naruto dan Katerea berpelukan di lorong gua. Merlin hanya tersenyum melihatnya, ia melangkah santai mendekati mereka tanpa diketahui oleh mereka.

__ADS_1


"Ehem."


Naruto dan Katerea tersentak, dengan cepat mereka langsung melepas pelukannya. Katerea langsung bersemu merah malu, sedangkan Naruto hanya biasa saja, malah menatap Merlin.


"Bisa tidak, Merlin? Jangan mengejutkan seseorang lagi,"


"Hihihi..." Merlin cekikikan.


"Maaf Shisho-Kun, hihi,"


"Ah sudah-sudah," tiba-tiba Naruto menatap serius Merlin. Dan Merlin yang ditatap oleh Naruto juga ikut ke mode serius.


"Awasi wilayah Old Satan. Aku tak ingin pernikahanku nanti gagal,"


"Siap Shisho-Kun,"


"Bagus,"


Lalu Naruto menoleh ke samping, ke arah Katerea yang masih tersipu, kemudian meraih tangan Katerea sehingga Katerea tersadar dari tersipunya.


"Ayo," ajaknya, sedangkan Katerea hanya mengangguk mengiyakan.


Dan kemudian Naruto melangkah masuk jauh ke dalam gua sambil menggenggam tangan Katerea.


Sedangkan Merlin yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, tapi sambil tersenyum dan kemudian Merlin melangkah ke arah berlawanan dengan Naruto dan Katerea menuju sisi lain gua tersebut.


.


.


Tanpa disadari oleh mereka berdua, disisi lain nampak Merlin melihat Naruto dan Katerea berpelukan di lorong gua. Merlin hanya tersenyum melihatnya, ia melangkah santai mendekati mereka tanpa diketahui oleh mereka.


"Ehem."


Naruto dan Katerea tersentak, dengan cepat mereka langsung melepas pelukannya. Katerea langsung bersemu merah malu, sedangkan Naruto hanya biasa saja, malah menatap Merlin.


"Bisa tidak, Merlin? Jangan mengejutkan seseorang lagi,"


"Hihihi..." Merlin cekikikan.


"Maaf Shisho-Kun, hihi,"


"Ah sudah-sudah," tiba-tiba Naruto menatap serius Merlin. Dan Merlin yang ditatap oleh Naruto juga ikut ke mode serius. "Awasi wilayah Old Satan. Aku tak ingin pernikahanku nanti gagal,"


"Siap Shisho-Kun,"


"Bagus,"


Lalu Naruto menoleh ke samping, ke arah Katerea yang masih tersipu, kemudian meraih tangan Katerea sehingga Katerea tersadar dari tersipunya.


"Ayo," ajaknya, sedangkan Katerea hanya mengangguk mengiyakan.


Dan kemudian Naruto melangkah masuk jauh ke dalam gua sambil menggenggam tangan Katerea.


Sedangkan Merlin yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala, tapi sambil tersenyum dan kemudian Merlin melangkah ke arah berlawanan dengan Naruto dan Katerea menuju sisi lain gua tersebut.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2