STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 44


__ADS_3

.


Di dalam ruangan besar di kediaman Sitri, diisi banyak buku yang berderetan tersusun rapi memenuhi ruangan tersebut.


Liat kepojok ruangan, ada sebuah meja khusus untuk membaca, disana ada Menma yang sedang serius membaca sebuah buku ditemani oleh Serafall yang antusias memperhatikan Menma.


Dan tak berselang lama nampaknya Menma akan selesai dengan acara membacanya.


"Huh, seandainya di Mansion nenek ada banyak buku, pasti aku tidak akan bosan di Mansion terus," kata Menma setelah menutup buku bacaannya sambil menghela nafas.


Sontak di atas kepala Serafall langsung muncul lampu bercahaya.


"Menma-kun bisa tinggal disini kalau mau, agar bisa membaca buku-buku ini sepuasnya," kata Serafall sambil tersenyum.


"Tapi Onee-san, Tou-san tidak mungkin mengijinkanku," ucap Menma,


"Huh, padahal buku-buku disini banyak yang menarik membuatku tak bosan membacanya," sambung Menma kecewa.


"Ada kok caranya agar diijinkan oleh Tou-sanmu, Menma-kun," kata Serafall langsung membuat Menma menoleh ke arahnya ingin tau.


"Sungguh! Bagaimana caranya Onee-san?" kata Menma berharap.


"Gampang kok Menma-kun, caranya jika Menma-kun mau menganggap Onee-san itu Kaa-san," balas Serafall tersenyum


tapi Menma malah bingung tidak tau maksud ucapan Serafall.


Sontak Serafall yang tau kebingungan Menma kembali bersuara.


"Caranya Menma-kun harus memanggil Onee-san mulai sekarang adalah Kaa-san," sambung Serafall dan akhirnya Menma mengangguk mengerti.


"Jadi, bisa Menma-kun panggil Onee-san, Kaa-san mulai sekarang,"


"Hai Kaa-san," balas Menma membuat Serafall senang bukan main dalam hatinya.


.


" Yes! Satu langkah berhasil," batin Serafall sangat-sangat senang.


.


.


#SKIP TEMPAT LAIN


.


Di ruangan yang cukup luas dengan banyak iblis tertua yang berkumpul di ruangan tersebut karena suatu hal penting menurut mereka.


Dan sepertinya apa yang mereka bahas sudah mencapai keputusan terakhir.


"KEPUTUSAN SELESAI! Masing-masing Pillar harus mengikutsertakan pasukannya dalam perang, kita hancurkan Rizevim serta antek-anteknya sebelum kekacauannya mendekat kesini," kata Tertua (paling tua dan dihormati intinya lah)


memberikan keputusan terakhir dan dijawab semua tertua pihak Pillar dengan anggukan lalu membubarkan diri masing-masing keluar dari ruangan tersebut.


"Huh, rapat ini membuatku lelah saja," kata Lord Phoenix yang sedang berjalan dikaridor bersama Lord Sitri (Henri di Mairisimashita! Iruma-kun vers rambut hitam dan tanpa 2 tanduk rambutnya) dan Lord Gremory yaitu Zeoticus.


"Kau benar sekali Nix," timpal Zeoticus. (Panggilan Nix kuambil dari kata terakhir Phoenix dan orangnya kayak Fuse dari Tensei Shitara Slime Detta ken dengan rambut kuning)


"Oh ya Nix, aku dengar rumor kalau kau memiliki seorang cucu ya, apa itu benar?" kata Henri membuat Zeoticus langsung menatap Lord Phoenix penasaran.


"Apa benar Nix? Setauku Ruval belum menikah," bingung Zeoticus membuat Lord Phoenix menghela nafas.


"Huh, memang aku memiliki seorang cucu, tapi dari anak angkatku," balas Lord Phoenix membuat Henri dan Zeoticus mengangkat sebelah alisnya.


"Anak angkat? Sejak kapan?" tanya Henri dan Zeoticus bersamaan.


"Itu sejak 2 bulan yang lalu, Oh ya hen, kenapa anakmu sering ke Mansionku?" jawab dan tanya Lord Phoenix kepada Henri.


"Ah masa, yang kutau Sera ijin untuk berkumpul dengan teman-temanya," balas Henri tidak percaya.


"Ah paling cuma alasan anakmu itu, karena hampir setiap hari dia datang ke Mansionku. Tapi kupikir-pikir sepertinya anakmu tertarik dengan anak angkatku," kata Lord Phoenix membuat Henri langsung memasang wajah datar dan membenarkan kacamatanya.


"Jika itu benar, kulihat dulu potensi anak angkatmu itu, kalau kecerdasan dan kekuatan bisa melebihiku, itu tidak masalah bagiku," kata Henri membuat Lord Phoenix dan Zeoticus geleng-geleng kepala.


"Kau itu ya hen, masih saja memegang pringsip kuno seperti itu," kata Zeoticus yang tidak habis pikir dengan Pillar Sitri yang masih memegang teguh pringsip kuno menurutnya.


"Asal kau tau, dengan Pringsip inilah agar kehormatan Pillar Sitri tidak runtuh," balas Henri.


"Huh, aku yakin kau akan terkejut setelah mengetahui kelebihan anak angkatku," kata Lord Phoenix tenang.

__ADS_1


"Kita liat saja nanti," balas Hendri datar.


.


Lalu mereka bertiga melanjutkan langkahnya ke ruangan utama tanpa ada percakapan.


Dan di ruang utama sudah ditunggu oleh anak-anak mereka kecuali Lord Sitri karena anaknya tidak ikut dalam rapat para iblis muda yang berada disisi ruangan berbeda dengan para tertua Pillar.


Dan semuanya langsung berteleport dengan lingkaran teleport mereka masing-masing ke Mansion mereka masing-masing.


.


" Akan kupikirkan ini setelah perang," batin Lord Sitri lalu ikut menciptakan lingkaran teleport menuju Mansionya.


.


#SKIP KEMBALI KETEMPAT NARUTO


.


Sudah berjam-jam Naruto di dalam ruangan rahasia, kini Naruto sudah keluar tapi masih berdiri di depan batu besar pintu masuk tadi.


.


DUARRR!


.


Tiba-tiba ada suara ledakkan yang lumayan jauh dari lokasi tempat Naruto berada.


Sontak Naruto langsung waspada apabila ledakkannya adalah sebuah pertempuran.


Itu berarti kemungkinan besar akan sampai ke tempat Naruto berada, pikirnya.


"Kau merasakanya juga Kurama?" tanya Naruto sambil menerawang jauh lokasi ledakkan.


"Hm, aku merasakan ada 2 iblis yang lagi dikepung bayak iblis," balas Kurama membuat Naruto langsung melompat menuju lokasi ledakkan.


.


WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH! TAP!


.


.


TAP!


.


Naruto mendarat di atas batang pohon dan langsung menggeratkan gigi-giginya sangat benci.


Mata Naruto melihat seorang wanita berambut putih perak (Grayfia Lucifuge) dan seorang remaja tanggung berambut merah (Opera dari Mairimashita! Iruma-kun) sedang dikepung banyak pasukan iblis.


Bukan itu yang membuat Naruto benci, melainkan yang mengepung adalah pasukan Old Satans yang sudah masuk daftar musuh yang harus dibinasakan oleh Naruto.


.


"Mau kemana kau pemberontak," kata salah satu pasukan Old Satans kepada Grayfia dan Opera yang sudah tersimpuh mengenaskan dengan baju milik Grayfia sudah robek sana-sini dan si Opera sudah babak belur dengan Sayup-sayup menahan agar tidak pingsan.


"JANGAN MENDEKAT!" bentak Grayfia merasa tatapan prajurit Old Satans yang mendekat begitu aneh dan menjijikkan, karena terus menatap dadanya yang hanya ditutupi dengan tangannya.


"Sayang sekali ya kalau harus dibunuh sekarang, setidaknya nikmati dulu tubuhnya baru dibunuh," kata sang pasukan Old Satans yang mendekat dengan wajah mesum terus mendekat.


Sontak Grayfia langsung mundur dan langsung terpojok karena langkah mundurnya terhalang oleh pohon di belakangnya membuat semua pasukan Old Satans tambah menyerigai mesum dan terus mendekat.


.


#Gtayfia Pov On


.


" Beginikah nasibku, aku akan dilecehkan dan dibunuh oleh iblis-iblis brengsek ini. Ya ampun, seharusnya aku merencanakan ini dari awal-awal jika tau nasibku akan seperti ini," batinku sudah pasrah, tapi aku masih berharap agar semua ini tidak terjadi walau hanya kemungkinan kecil.


" Kumohon siapapun selamatkan aku, aku ingin hidup tenang dan bahagia, kumohon siapapun itu," batinku berharap dan kumulai menutup mataku berharap kejadian yang akan menimpa diriku cepat berlalu agar aku tidak merasa sakit.


.


#Grayfia Pov Off

__ADS_1


.


SRING!


SLAS!


.


Grayfia masih menutup matanya, tapi setelah beberapa menit Grayfia tidak merasakan apa-apa yang menyentuhnya.


Dengan perlahan Grayfia mulai membuka matanya dan langsung melebarkan matanya terkejut sedangkan Opera sudah pingsan.


karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit dan lelahnya yang ia terima tadi. Kini dipandangan Grayfia ada seseorang yang memunggunginya dengan rambut kuning jabrik sedang menatap dingin pasukan Old Satans


serta pasukan Old Satans yang tadi mendekatinya sudah tergeletak dengan kepala yang sudah terputus, dan semua pasukan Old Satans sedang melebarkan mata terkejut dan takut menatap Pria di hadapan Grayfia.


.


"MO-MONSTER RUBAH GILA!"


.


Kejut semua pasukan Old Satans setelah tau siapa yang memenggal kepala pasukan Old Satan yang mendekatinya, yaitu Naruto si Monster Rubah gila yang sangat dikenali oleh semua pasukan Old Satans setelah pembantaian gila-gilaan di markas pasukan Old Satans untuk menyelamatkan anaknya.


Sontak semua pasukan Old Satans mulai terbang mundur untuk kabur karena takut dengan Naruto.


"Woy! Woy! Woy! Memangnya akan kubiarkan kalian pergi begitu saja apa," kata Naruto


lalu bersiap-siap melompat sambil menggenggam kunai cabang tiganya yang tadi untuk memotong kepala salah satu pasukan Old Satans.


.


SRING! SLAS!


SRING! SLAS!


SRING! SLAS! 50 X


.


Seperkian detik Naruto membantai pasukan Old Satans tanpa sisa.


Sontak Grayfia yang melihat pembantaian tersebut terkejut dan mulai takut dengan sosok Naruto yang membantai seperti predator yang lapar sedang memburu mangsanya.


Dalam pikiran Grayfia takut apabila sosok Naruto akan membunuhnya juga dan Grayfia mulai menutup matanya kembali ketika melihat Naruto melangkah mendekatinya setelah habis membantai dengan wajah sedikit noda darah di pipinya terlihat menyeramkan bagi Grayfia.


"Kau tidak apa-apa nona?" bukan rasa sakit yang diterima Grayfia melainkan pertanyaan tulus Naruto membuat Grayfia membuka mata kembali.


" Tampanya," batin Grayfia ketika melihat wajah Naruto yang tersenyum dengan tatapan khawatir, bukan seperti yang dibayangkan oleh Grayfia.


Membuat Grafiya terlena dengan tatapan Naruto dan sudah tidak memperdulikan tubuhnya yang bagian dadanya tidak tertutup apapun sehingga terlihat sangat jelas 2 gunung kembarnya yang mengantung bebas.


"Hey Nona! Apa kau mendengar suaraku?" kata Naruto kembali dan sekarang Grayfia sadar dari lamunannya


tapi belum sadar bahwa dadanya belum ditutupi sehingga membuat Naruto memalingkan wajahnya ke lain tempat agar tidak melihat 2 buah dada yang terlihat jelas tadi.


Grayfia yang tau maksud gerakan wajah Naruto langsung melihat ke bawah dan wajahnya langsung merah.


.


"KYAAAAAAAAA!"


.


Teriak Grayfia langsung menutupi dadanya dengan tangannya dan langsung menatap Naruto yang masih memalingkan wajah merahnya.


"Kau melihatnya?" tanya Grayfia menatap tajam Naruto.


"Ti-tidak, aku tidak melihatnya, Cuma sedikit tadi," balas Naruto kikuk dan masih memalingkan wajahnya.


.


PLAK!


"DASAR MESUM!"


.


..

__ADS_1


T B.C


__ADS_2