STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 97


__ADS_3

.


#Rumah Naruto


.


1 jam sejak kepergian Naruto dan Serafall. Kini hanya tersisa sebagian wanita dewasa saja yang ada di rumah Naruto karena sebagian ikut ke Kedai bersama kokinya yaitu Menma.


Srek! Srek!


Dan nampaknya Yasaka akan kembali ke Kyoto karena waktu berkunjung di hari minggu telah usai.


Kini dia dan Kunou serta Kuroka sedang bersiap-siap di ruang keluarga untuk berteleport.


"Kalawarner-san, kemari,"


Panggil Yasaka kepada Kalawarner sebelum menciptakan lingkaran teleportnya.


Dan orang yang di panggil pun langsung mendekatinya yang nyatanya memang sebagian wanita dewasa berada di ruang keluarga.


"Hai Yasaka-sama, ada apa?"


Tanya Kalawarner setelah dekat dengan Yasaka.


Sontak Yasaka langsung mendekatkan mulutnya ke telinga Kalawarner.


"Datanglah minggu depan ke Kyoto. Aku butuh sedikit bantuanmu,"


Bisik pelan Yasaka tepat di telinga Kalawarner. Dan Kalawarner hanya mengangguk saja tanpa tau apa yang diminta Yasaka sebenarnya.


Yasaka yang melihat persetujuan Kalawarner pun tersenyum tipis saja.


"Baiklah, karena hari berkunjungku telah usai. Maka aku akan kembali ke Kyoto untuk menjalankan tugasku,"


Ucap Yasaka setelah Kalawarner kembali duduk dengan para wanita dewasa lainnya. Dan dijawab anggukan mereka semua.


Lalu Yasaka menciptakan lingkaran teleportnya.


SRING!


Yasaka dan Kunou serta Kuroka langsung menghilang di telan lingkaran teleport milik Yasaka dan seketika muncul di Kyoto.


"Jadi, sekarang acaranya apa?" tanya Freya setelah Yasaka menghilang ditelan lingkaran teleportnya.


"Mungkin ke Kedai saja, dari pada tak ada kegiatan hari ini, gimana?" kata Kalawarner memberi usulannya.


"Hm, boleh juga. Bagaimana dengan kalian?" balas Freya lalu bertanya kepada yang lainya.


"Hmm boleh," balas Hancock.


"Lalu kalian?" tanya Freya lagi kepada yang lainnya.


"Kami di rumah saja," balas Grayfia mewakili Katerea dan Asuna.


Sedangkan Katerea dan Asuna hanya mengangguk tanda dirinya mendukung ucapan Grayfia.


"Baiklah, ayo," singkat Kalawarner.

__ADS_1


Lalu dirinya, Freya dan Hancock beranjak dari duduknya dan pergi keluar rumah menuju kedai milik Naruto meninggalkan 3 wanita dewasa sisanya yang memiliki kegiatan mereka masing-masing di rumah.


Mungkin jika mahkluk supranatural atau semua penghuni rumah Naruto akan biasa saja saat melihat Kalawarner, Freya dan Hancock berjalan di luar rumah.


Tapi tidak dengan manusia yang melihatnya justru suatu pemandangan yang langka.


Banyak sekali orang-orang yang melihatnya dengan tatapan kagum dan terpesona oleh aura mereka.


Brak! Brak!


Saking terpesonanya bahkan ada pria di seberang jalan yang menabrak tiang lampu jalan dan terjerumus ke selokan pinggir jalan karena matanya terus tertuju pada 3 wanita itu.


Selain tatapan kagum dan terpesona, pastinya ada yang menatap dengan tatapan mesum pula bagi pria yang melihatnya.


Sudah cantik anggun apalagi buah dada mereka yang menggiurkan.


Sudah pasti akan menjadi fantasi liar mereka yang melihatnya.


Hiraukan itu semua. Kini mereka terus berjalan melewati berbagai rumah, toko dan lain sebagainya menghiraukan tatapan semua orang karena mereka sedang saling mengobrol disela-sela langkah kakinya.


Hingga tak berselang lama langkah mereka pun sampai pada sebuah Kedai sederhana di pinggir jalan raya yang tak jauh dari sekolahan Kuoh Gakuen.


"Aku baru tau kalau kedainya disini," ujar Freya setelah mereka bertiga sampai di depan Kedai.


"Karena akhir-akhir ini Naru-kun jarang membukanya, ya pastinya kalian tak pernah diajak kesini," kata Kalawarner membalas ucapan Freya.


"Tak heran jika Naru-kun memiliki kedai ramen, dulu dia memang penyuka ramen," ucap Hancock menambahkan.


"Dan kecintaannya itu menular kepada anak-anaknya," timpal Freya.


"Daripada membahas soal ramen disini, mending kita langsung masuk saja," ajak Kalawarner dan dijawab anggukan mereka berdua.


Itu terbukti setelah ketiga wanita tersebut memasuki kedai sudah terisi banyak orang.


Dan sepertinya anak-anak Naruto yang berada di kedai sedikit kewalahan saat melayani banyaknya pemesan.


Tapi yang paling menonjol adalah Gray, Rin, Mirajane dan Liya yang nampaknya baru pertama kali mereka melakukan pekerjaan seperti itu. seperti rasa grogi dan malu saat melayani pelanggan.


Sedangkan Olive nampaknya dengan cepat bisa beradaptasi dengan pekerjaannya, sedangkan Minato, Raynare dan Mitlet tampak biasa saja karena sudah terbiasa.


Kalau untuk Naruko dan Vivi mereka berada di bagian dapur untuk membatu Menma yang sekarang sebagai koki kedainya.


Dan pada akhirnya 3 wanita dewasa tersebut ikut membantu pekerjaan kedainya.


Dan otomatis Gray, Rin, Mirajane, dan Liya jadi senang karena pekerjaannya menjadi lebih ringan.


.


#Mansion Sitri


.


3 jam telah berlalu, Naruto dan Lord Sitri saling mengobrol di perpustakaan, dan kini sepertinya obrolan mereka akan berakhir.


Itu terbukti dengan beranjaknya mereka dari tempat duduk untuk membaca yang disediakan di ruangan perpustakaan tersebut.


"Mungkin sudah waktunya aku pergi,"

__ADS_1


Ucap Naruto yang beranjak dari tempat duduknya diikuti pula Lord Sitri yang sama-sama beranjak dari tempat duduknya.


"Hmm, kurasa kau benar,"


Jawaban Lord Sitri membenarkan ucapan Naruto dan dijawab anggukan oleh Naruto.


Lalu mereka berdua melangkah keluar ruangan perpustakaan menuju ruangan Lady Sitri dan Serafall berada saat ini.


Hingga tak berselang lama langkah Naruto dan Lord Sitri sampai di ruangan yang dituju yang ternyata Lady Sitri dan Serafall masih disana.


"Oh ya Sera, habis ini aku akan menuju ke Mansion Phoenix. Kau tak perlu menemaniku lagi," ucap Naruto ketika dirinya telah sampai di ruangan tengah Mansion Sitri.


"Buru-buru sekali Naruto-kun," bukan Serafall yang menjawab melainkan Lady Sitri yang bersuara yang langsung berdiri dari duduknya beserta Serafall juga.


"Hari ini aku banyak sekali keperluan, jadi tak bisa berlama-lama di satu tempat, Okaa-san," balas Naruto memberi penjelasan dan Lady Sitri hanya mengangguk paham.


Toh Naruto adalah orang penting di Underword, pasti memiliki banyak kesibukan, pikir Lady Sitri.


"Kenapa aku tak boleh menemanimu, Naru-kun?" tanya Serafall yang ingin bertanya dari tadi tapi didahului oleh ibunya.


"Pekerjaanmu lebih penting Sera, jangan lalaikan tugasmu itu." Ucap Naruto menasehati dan Serafall pun mengangguk mengerti.


"Jadi aku pamit dulu ya," sambungnya dan dijawab anggukan Serafall serta ibu dan ayahnya.


.


SRING!


.


Dan Naruto menghilang menggunakan jurus teleport andalannya yang tanpa lingkaran sihir langsung muncul di depan gerbang Mansion Phoenix tempat orang tua angkat Naruto di dunia ini.


"Bagaimana Anata? Apakah dia memaafkanmu?" tanya Lady Sitri setelah Naruto hilang tak ada di ruangan itu lagi.


"Hm, aku sudah merasa tenang mulai saat ini," senyum tipis Lord Sitri sebagai jawaban atas pertanyaan istrinya. Dan itu membuat Lady Sitri tersenyum senang atas jawabannya.


"Jadi Naruto-kun sudah memaafkanmu?" ucap senang Lady Sitri dan dijawab anggukkan kepala oleh suaminya.


"Baguslah kalau Naru-kun sudah memaafkan Otou-sama. Aku akan langsung ke kantorku sekarang," ucap Serafall tenang dan dijawab anggukan kepala oleh orang tuanya.


Kemudian menciptakan lingkaran teleportnya.


.


SRING!


.


Dan Serafall menghilang ditelan lingkaran teleport ciptaannya langsung menuju kantor Maou tepat di ruangannya langsung.


"Sepertinya dia masih menyalahkanmu atas tindakkannya dulu," ucap Lady Sitri setelah Serafall benar-benar menghilang.


"Mungkin," balas singkat Lord Sitri sedih melihat anaknya yang sepertinya masih membencinya.


"Tenang saja Anata, suatu saat Sera bisa memaafkanmu kok. Aku yakin itu, karena Sera memiliki suami yang hebat, yang pastinya akan selalu membimbing Sera," ucap Lady Sitri menenangkan suaminya agar tak bersedih.


"Terima kasih," singkat Lord Sitri tersenyum senang atas ucapan penyemangat istrinya.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2