STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 76


__ADS_3

" Aduh! Minggu depan adalah musim kawin para kitsune, mau gimana ya kalau ngak ada Naru-kun, ah semoga saja cepat pulang dan Naru-kun harus meladeni keinginanku" sambung batin Yasaka Menyerigai sambil menerawang jauh.


.


.


# NEGERI ALFTEIM


.


"HOACHIM!"


.


Tiba-tiba tubuh Naruto merasa merinding disela-sela dirinya sedang berjalan dipinggiran danau yang begitu asri nan sejuk dan banyak orang-orang sedang bersantai di sekitar danau tersebut. (Danau lantai 22 SAO).


"Kamu kenapa Naruto-kun?" bingung Asuna ketika melihat gelagat aneh Naruto.


"Ah tidak apa-apa," singkat Naruto dan Asuna hanya ber-O-ria saja.


.


"Aku merasakan firasat buruk ketika pulang nanti," batin Naruto merinding.


.


"MA! PA! DISINI!" teriak Liya dari kejauhan sedang melambaikan tangan berada di samping tempat duduk kosong dipinggir danau tersebut.


Sontak Asuna dan Naruto yang berjalan santai di kejauhan pun menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.


Tanpa pikir panjang Naruto dan Asuna langsung melangkah kearah Liya dengan posisi Asuna masih menggandeng tangan Naruto.


.


"Wah, itu tuan putri Asuna,"


"Mereka serasi banget,"


"Pantas saja Liya-sama sangat cantik dan manis, orang ayahnya setampan itu,"


"Um, um, kau benar sekali,"


"Seandainya aku yang berada di posisi tuan putri, uuh pasti sangat senang sekali diriku,"


.


Berbagai bisikan-bisikan pujian terlortar dari mulut orang-orang yang juga berada disekitar danau tersebut karena mengagumi sosok pasangan suami istri yang diketahui akhir-akhir ini.


"Sepertinya orang-orang di Negeri ini sudah mengetahui diriku ya?" gumam Naruto yang mendengar suara bisikan-bisikan dari orang-orang yang berada disekitar danau tersebut.


"Um, Ayahku sudah memberitau perihal tentangmu kepada orang-orang di seluruh kerajaan," kata Asuna membalas gumaman Naruto.


"Huh, bagus lah kalau begitu," singkat Naruto.


Dan akhirnya langkah Naruto dan Asuna sampai di tempat Liya dan kemudian langsung duduk dengan posisi Liya diantara Naruto dan Asuna.

__ADS_1


"Sepertinya kau sedang senang? Liya," tanya Naruto ketika melihat reaksi senang Liya yang dari tadi tak lepas dari wajahnya.


"Iya Pa, Liya sangat senang dan bahagia saat ini, karena keluarga utuh yang kuidam-idamkan telah terwujud dan aku tak minder lagi jika nanti orang-orang menanyakan tentang siapa ayahku," balas Liya senang memberi alasannya membuat Naruto dan Asuna saling pandang dan tersenyum.


"Liya tenang saja, ayah tak akan meninggalkan Liya lagi kok," kata Naruto sambil mengusap rambut Liya dengan lembut.


"Um, aku senang mendengarnya Pa," balas Liya merasa nyaman saat dielus kepalanya oleh Naruto.


Dan akhirnya dibangku yang tersedia dipinggiran danau tersebut diisi oleh satu keluarga bahagia sedang bercengkerama menikmati indahnya suasana di sekitar danau tanpa terganggu oleh banyaknya orang-orang yang juga ada di sekitar danau tersebut, seperti dunia hanya milik keluarga tersebut.


"Ah ada paman tukang foto, Pa! Ma! Kita foto yuk," ajak Liya ketika melihat ada tukang foto tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Hm boleh, gimana Naruto-kun?" kata Asuna lalu bertanya kepada Naruto.


"Tak masalah," singkat Naruto membuat Asuna dan Liya tersenyum senang lalu Liya beranjak dari duduknya dan menghampiri tukang foto tersebut.


Tak berselang lama akhirnya Liya kembali dengan tukang fotonya.


"Tolong fotoin ya paman," kata Liya telah siap berada diantara Naruto dan Asuna berdiri membelakangi danau.


CKREK!


Jepretan kamera (bayangin Kamera polaroid Supercolor 635cl) akhirnya mengeluarkan selembar foto bergambar Liya diantara Naruto dan Asuna dengan blackgraund danau di belakang mereka.


Sungguh foto yang luar biasa, terlihat jelas senyuman bahagia mereka serta alam yang terlihat ikut bahagia tergambar jelas di dalam foto tersebut.


"Sekarang foto Mama dan Papa," tiba-tiba Liya beranjak dari tempat berdirinya melangkah kesamping tukang fotonya meninggalkan Naruto dan Asuna yang masih berdiri di tempat.


"Pa! Ma! Bisa lebih mesra lagi, kalian bisa membuat diriku kenapa ngak bisa nunjukin sisi mesranya si," kata Liya ketika melihat Naruto dan Asuna hanya berdiri bersebelahan tak ada gaya romantisnya.


"Liya! kau meremehkan ayah ya, lihatlah Liya, ibumu pasti bakal langsung terlena," kata Naruto langsung menarik Asuna dan saling berhadapan dengan tangan Naruto berada di pinggan Asuna.


Sontak hal tersebut membuat wajah Asuna tambah merah padam dan entah kenapa tangannya bergerak merangkul leher Naruto.


Sekarang posisi Naruto dan Asuna saling tatap, ya walaupun Naruto lebih tinggi dari pada Asuna otomatis Naruto sedikit menundukkan kepalanya.


" Tak ada cara lain," batin Naruto ketika melihat Asuna sudah menutup matanya dengan bibir tipis berwarna pink alami mendekat kepadanya seolah-olah meminta sebuah ciuman.


Lalu Naruto dengan perlahan menundukkan kepalanya mendekatkan bibirnya ke bibir Asuna.


"Sekarang!"


CUP!


CKREK!


Dan tak berselang lama keluar foto dari dalam kamera langsung diambil dengan cepat oleh Liya.


Dengan perlahan Liya membalikkan foto tersebut yang memang posisinya terbalik, dengan senyum senangnya Liya membalikan dengan perlahan.


Hampir terbalik, Wajah senang Liya semakin terlihat jelas.


Dan akhirnya foto tersebut pun terbalik tapi entah kenapa wajah Liya malah berubah menjadi kecewa.


"Yah, kenapa ada daun yang jatuh segala si," kata Liya kecewa dengan hasil fotonya,

__ADS_1


dapat dilihat di foto tersebut terdapat gambar daun yang jatuh terbawa angin tepat menutupi kepala Naruto dan Asuna yang sedang melakukan adegan wow, Sungguh disayangkan sekali ya.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Naruto tenang dengan Asuna yang tak sadarkan diri di gendongan Naruto ala pangerannya menghampiri Liya.


Tapi kondisi pingsan Asuna sungguh aneh dengan senyum serta wajah merah berasap terlihat jelas di wajahnya.


"Seperti ini Pa," kata Liya menyerahkan fotonya kepada Naruto.


"Pfffft, itu tandanya alam tak setuju jika adegan ayah seperti tadi diperlihatkan," kata Naruto menahan tawanya.


"Ah Papa, setidaknya agar aku bisa mengerjai Mama nantinya," balas Liya pasrah.


"Sudah-sudah, ayo pulang," ajak Naruto dan dijawab anggukan Liya.


Lalu Naruto dan Liya melangkah pergi dari tempat itu setelah Liya membayar jasa tukang foto.


Disetiap langkah pulangnya Liya terus memandang foto dirinya bersama Naruto dan Asuna tak ada bosannya.


"Aku tak menyangka, jika Mama yang biasanya tegas bisa seperti itu dihadapan Papa," kata Liya merasa heran dengan Asuna yang sekarang berada digendongan Naruto.


"Karena ayah super tampan, hehe," kata Naruto narsis.


"haha, pede amat si Pa,"


"Hehehe,"


Dan di setiap langkah mereka sekarang terus diisi canda tawa seorang ayah dan anaknya, begitu lepas tawa mereka bagaikan air sungai yang tenang terus mengalir tanpa hambatan, (kebahagiaan tanpa beban).


.


.


#DIATAS PUNCAK POHON KEHIDUPNAN


.


TES! TES! TES!


.


"Hmm, sepertinya sebentar lagi ada orang terpilih bisa sampai ke atas sini,"


Gumam sesosok Naga betina berwarna putih sedang memandang cawang emas ditengah-tengah kumbangan air.


Cawang tersebut mulai meneteskan air lagi setelah puluhan tahun lamanya.


"Sudah lama semenjak manusia itu kemari, bagaimana kabar manusia itu ya?"


Sambung Naga putih tersebut sambil memandang langit dan terbayang dengan sosok manusia yang pernah bertemu dengannya di puncak Pohon Kehidupan.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2