
.
Pagi yang cerah, burung-burung berkicau bagaikan lantunan melodi penyemangat untuk setiap mahkluk yang akan memulai kegiatan barunya di hari yang baru.
Begitu pula juga dengan mahkluk yang ada di dalam suatu kamar salah satu bangunan yang terletak di Kyoto.
Siapa lagi kalau bukan Naruto yang masih tertidur di antara dua wanita telanjang sekarang ini.
"Emmmmhhh!"
Tiba-tiba Naruto menggeliat, itu berarti tandanya dia akan terbangun dari tidurnya. Dengan perlahan dia pun membuka matanya.
"Huh," dia langsung menghela nafas setelah melihat ke samping kiri dan kanan dengan posisi yang masih sama seperti tadi malam.
Dengan sangat hati-hati Naruto mulai beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi yang tersedia di kamar itu. Dan sepertinya Yasaka dan Kalawarner belum akan tanda-tanda akan terbangun.
.
#Skip Time
.
17 menit berlalu akhirnya Naruto keluar dari kamar mandinya dengan tubuh yang sudah bersih serta sudah mengenakan pakaian yang rapih.
"Kau tak membangunkanku sayang," tiba-tiba Yasaka bersuara dengan posisi yang sudah duduk di pinggiran ranjang dan nampaknya Kalawarner juga akan terbangun karena terlihat sedang menggeliat.
Naruto menoleh kearah Yasaka.
"Ayolah, kita ini sudah menjadi orang tua. Masa bangun saja harus meminta dibangunkan." Ucapnya.
"Hai hai, Naru-kun sayang," ucap Yasaka tiba-tiba beranjak dari duduknya lalu menoleh ke arah Kalawarner yang sudah terbangun.
"Kita mandi bareng ya Kalawarner-chan," sambungnya mengajak membuat kalawarner mengangguk.
Lalu mereka berdua beranjak dari tempat tidurnya langsung menuju kamar mandi yang tersedia di kamar itu. Sedangkan Naruto sudah keluar kamar entah ke mana.
.
#Skip Time
.
Seperti hari biasa entah itu di Kuoh atau di Kyoto. Semua yang masuk dalam keluarga Uzumaki selalu memulai kegiatan paginya dengan sarapan bersama.
Nampak sekarang di ruang makan tersebut sekarang bukan hanya diisi Yasaka saja. Melainkan ada Naruto, Kalawarner, Kunou serta Kuroka yang mengisi ruangan tersebut.
"Kunou-chan, bisa pindah duduknya? Tou-san kesusahan makan ni," bujuk Naruto yang sekarang dirinya duduk tapi di pangkuannya ada Kunou yang tak mau turun dari tadi.
"Ngak mau!" tolak Kunou yang masih kukuh dengan keinginannya.
"Huh," Naruto menghela nafas lalu menoleh kearah Yasaka yang berada di sampingnya.
"Sejak kapan anakmu seperti ini, Yasaka?" sambungnya bertanya.
"Jangan tanya aku lah. Itu juga anakmu kan," balas Yasaka sambil mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.
Dan Naruto hanya menghela nafas pasrah dan telap melanjutkan acara makannya walau sedikit kesusahan karena Kunou tak mau pindah duduk dari pangkuannya.
Hingga beberapa menit akhirnya acara sarapan bersama selesai tanpa ada yang berucap sama sekali. Dan kini semuanya sudah berkumpul di ruang tengah.
Seperti biasa setiap hari minggu maka Yasaka akan berkunjung ke Kuoh. Dia sudah bersiap-siap bersama Kunou dan Kuroka yang nampaknya akan ikut Naruto ke Kuoh.
Hingga dirasa semuanya sudah berkumpul, kemudian Kalawarner menciptakan lingkaran teleport menuju kediaman Uzumaki di kota Kuoh.
__ADS_1
SRING!
Dan mereka semua menghilang ditelan lingkaran teleport yang diciptakan oleh Kalawarner dan langsung muncul di ruang keluarga rumahnya Naruto.
Naruto langsung menoleh kearah Freya yang memang ada di ruangan itu setelah sampai di rumahnya.
"Bersiaplah Freya. Kita akan berangkat pagi ini," ucapnya.
Dan seketika Freya langsung pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. Dan Naruto juga menuju kamarnya untuk berganti pakaian juga.
"Kalawarner-san, kenapa kau bisa bersama Yasaka-san?" tanya Hancock yang bingung padahal kemarin Kalawarner ijinnya akan ke Grigori tapi kenyataannya kembali bersama Yasaka.
Entah kenapa Kalawarner langsung bersemu merah karena teringat kegiatan tadi malam.
"Itu-itu—"
"Aku yang menyuruhnya kok, untuk datang ke Kyoto." Potong Yasaka memberitau, dan semua wanita dewasa yang ada disitu mengangguk mengerti tapi curiga dengan reaksi yang ditunjukkan Kalawarner saat ini.
.
"Mencurigakan," batin Hancock, Katerea dan Grayfia yang memang berada di ruangan tersebut.
.
Selang beberapa menit Naruto dan Freya keluar dari kamar mereka masing-masing dengan pakaian yang sangat cocok dengan mereka.
Dengan Naruto memakai Tuksedo hitam senada dengan celana hitam panjangnya sedangkan Freya memakai gaun putih panjang sampai mata kaki sehingga terlihat sangat serasi bila berdampingan. Dan penampilan Naruto menjadi tatapan para wanita disitu.
Bahkan Freya dan para wanita yang berada di ruangan keluarga langsung merona saat melihat penampilan Naruto.
Tak tanggung-tanggung anak-anak Naruto langsung terdiam di tangga juga merona bagi yang bergender perempuan yang tadi hendak turun.
"Ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilanku?" bingung Naruto saat melihat semua tatapan mata tertuju padannya.
"Tidak. Tidak. Tidak. Tak ada yang aneh dengan penampilanku saat ini." Ucap Yasaka cepat.
"kau sangat tampan dengan penampilan seperti itu. Rasanya aku ingin mengulang pernikahan kita lagi," balas Yasaka sedangkan yang lainnya mengangguk sebagai dukungan atas ucapan Yasaka.
"Huh, ada-ada saja kalian," ucap Naruto langsung menoleh kearah Freya.
"Sudah siap?" tanyanya.
"Sudah Naru-kun,"
Lalu Naruto kembali menoleh ke tempat para wanita yang lainnya.
"Tolong jaga anak-anak di rumah," ucapnya dan dijawab anggukkan mereka semua. Lalu Naruto memegang tangan Freya.
SRING!
Naruto langsung menghilang bersama Freya dan muncul kantor pusat DaTanshin untuk menghampiri Azazel.
Sedangkan wanita yang berada di rumah Naruto kembali lagi dengan kegiatan mereka masing-masing tapi anak-anak perempuan Naruto masih terdiam di tangga.
.
" Tou-san tampan sekali," batin Olive, Naruko, Vivi bersamaan setelah Naruto dan Freya menghilang.
.
.
#SKIP GRIGORI
__ADS_1
.
Setelah berpamitan dengan orang-orang di rumah kini Naruto sudah berada di kantor pusat pemerintahan DaTanshin dengan Freya yang selalu setia mendampinginya.
Mereka terus melangkah menuju ruangan Azazel sambil terus menghiraukan tatapan mata para DaTanshin yang tertuju padanya.
Dengan para wanita yang tatapannya tertuju pada Naruto begitu juga sebaliknya, para pria tatapannya tertuju pada Freya dan pastinya mereka semua merona saat melihat mereka berdua.
"Wow! Wow! Wow! Ada acara apa Naruto? Dengan penampilan seperti itu, dan istri ke berapa yang mendampingimu itu?" tanya Baraqiel yang berpapasan dengan Naruto di karidor.
Sontak langkah Naruto langsung terhenti, begitu juga Freya yang terhenti langkahnya.
"Mau istri pertama atau yang ke sekian puluh itu bukan urusanmu. Semuanya sama di mataku, tak ada yang istri pertama atau seterusnya. Dan acaraku kesini ingin menemui Azazel," balas Naruto memberi tau.
"Jangan kesal lah bung, aku hanya bercanda," ucap Baraqiel merasakan nada yang diucapkan oleh Naruto sedikit diselipkan rasa kesal.
"Azazel ada di ruangannya," sambungnya.
Tanpa menjawab Naruto langsung melangkah menuju ruangan milik Azazel diikuti Freya di belakangnya. Sedangkan Baraqie yang melihat reaksi Naruto seperti itu hanya terdiam.
.
"Lebih baik besok-besok tak usah menanyakan jumlah istri padanya. Kelihatannya dia tak suka," batin Baraqiel dan kemudian kembali melangkah ke sisi lain ruangan.
.
Tap!
Langkah Naruto dan Freya langsung terhenti tepat di depan pintu ruangan milik Azazel. Dan seketika Naruto langsung mendorong pintu tersebut.
Krieeeeeeeet!
Naruto dan Freya langsung masuk ke ruangan Azazel, tapi ruangannya kosong tak ada seorang pun di dalamnya dan Naruto hanya menghela nafas saja saat itu.
Tiba-tiba Naruto menarik nafas.
"Woy Azazel! Cepat lah!" teriak Naruto.
"Berisik kampret!" teriak Azazel dari dalam pintu yang berada di pojokkan ruangan.
Krieeeeee!
Tak berselang lama pintu di pojokkan ruangan tersebut pun terbuka dan memperlihatkan sosok Azazel dengan pakaian yang hampir sama dengan Naruto.
"Huh," helaan nafas pun tercipta dari mulut Azazel.
"Bagaimana? Apa pantas seperti ini?" tanyanya sambil menunjukkan penampilannya kepada Naruto dan Freya.
"Sip!" acungan jempol tangan Naruto sedangkan Freya hanya mengangguk-angguk menyetujui.
"Aku yakin, Hel pasti akan langsung terpesona denganmu, Azazel-san," ucap Freya.
"Ah bisa saja," kikuk Azazel atas pujian dari Freya.
Lalu Naruto menoleh kearah Freya.
"Freya, siapkan sihir teleportnya. Kita langsung saja ke lokasinya," ucapnya dan dijawab anggukan oleh Freya.
Lalu mereka bertiga mendekat. Dengan Freya di samping kanan Naruto sedangkan Azazel berada di samping kiri Naruto.
Lalu Freya menciptakan lingkaran teleportnya dan tak berselang lama mereka bertiga menghilang ditelan lingkaran teleport tersebut.
.
__ADS_1
..
T.B.C