STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 12


__ADS_3

Dari ruang ganti kini terlihat 3 perempuan tersebut sudah berganti pakaian maid berwarna hitam dengan corak putih (pakaian Grayfia tapi warnanya hitam).


Sangat pas dan cocok digunakan.


"Wah, pelangganmu bakal ramai Naruto!" kata Azazel setelah melihat penampilan 3 perempuan yang baru keluar dari ruang ganti.


"Kau bisa saja Azazel," balas Naruto sambil membawa 1 mangkuk Ramen untuk Azazel.


.


TAP!


.


"Nih! Sesuai janjiku," sambung Naruto.


"Thanks ," singkat Azazel.


"Naruto-kun lihat, apakah ini terlihat cocok untuku?" tanya Kalawarner sambil memamerkan penampilannya di hadapan Naruto dan dijawab anggukan oleh Naruto.


"Lima jempol untukmu Kalawarner-san, pasti calon suamimu nanti sangat beruntung bisa memiliki istri yang cantik sepertimu," ucap Naruto memuji.


.


BRUUUIUS!


BLUUUUS


.


Ramen yang sudah di dalam mulut Azazel disemburkan karena kaget


" Cih! Gombalan sialannya," batin Azazel sedangkan Kalawarner sudah bersemu merah sambil memegang pipinya.


" Naruto-kun memujiku, kyaaa! Calon suamiku adalah dirimu Naruto-kun" batin Kalawarner sambil membayangkan menjadi istri Naruto.


Sedangkan Naruto yang melihat tingkah Azazel dan Kalawarner hanya bingung tidak tahu apa-apa.


" Cih! Gombalan yang tidak disadari" batin Kurama di dalam tubuh Naruto.


.


"Kau kenapa Azazel? Kau keselek ****** ***** ya?" Tanya Naruto kepada Azazel dengan tampang bodohnya.


" Demi ****** ***** Gabriel, betapa bodohnya temanku ini," batin Azazel melihat tampang bodoh Naruto


"Tidak apa-apa, tadi aku kepedasan saja," jawab Azazel.


" Seingatku tadi tidak menambahkan sambal kayaknya," batin Naruto mengingat-ingat sesuatu sambil memijit dagunya dengan tangan kanannya.


.


KYAAAAAAAA!


.


Teriak Kalawarner yang sudah tergeletak alias tepar dengan mata berputar putar dan wajah merah berasap sambil tersenyum bahagia.


"Dia kenapa Raynare-san?" tanya Naruto setelah melihat tingkah Kalawarner.


"Kalawarner-nee otaknya sudah melebihi muatan Otou-sama," jawab Raynare yang sudah berani memanggil Ayah kepada Naruto.


"OOOO Gitu," balas singkat Naruto mengangguk ngangguk mengerti.


.


"Wah, pagi-pagi sudah ramai ya," kata seseorang yang baru masuk ke kedai yaitu Menma.


.


"MENMA-KUN!"


.


Teriak Raynare langsung menerjang setelah mengetahui siapa yang masuk adalah Menma.


"Ra Ray-chan se-sesak," ucap Menma kesusahan bernafas mencoba melepaskan diri karena dihimpit 2 gunung milik Raynare.


Sedangkan Raynare semakin mempererat pelukannya membuat muka Menma biru pucat.

__ADS_1


.


"MEEEEEENNNMAAAAAA! BISA KAU JELASKAN SETELAH INI"


.


Tanya Naruto dengan tampang horor ke arah Menma, sontak membuat Menma berkeringat dingin.


"Ha-hai Tou-san,"


.


#Skip time


.


"Tou-san tidak melarangmu untuk berpacaran Menma, asal kalian bisa mengontrol nafsu kalian sebelum resmi menikah," kata Naruto setelah mendengar penjelasan Menma dan Raynare yang duduk tersimpuh di hadapan Naruto.


"Hai Tou-san/Otou-sama" jawab Menma dan Raynare bersamaan sambil menunduk.


"Huh, anak sekarang sudah berani main terang-terangan ya," gumam Naruto sambil memijit kepalanya pusing.


"Aku akan pergi, urusanku sudah selesai," tiba-tiba Azazel berdiri dari duduknya setelah menghabiskan ramennya.


"Ya! Dan jangan sering-sering minta ramen gratis di kedaiku," sahut Naruto menoleh ke arah Azazel.


"Hehehe, kau tahu saja Naruto," cengengesan Azazel lalu pintu keluar.


"Kau berangkat kuliah nanti siang kan Menma? jadi pagi ini kau bantu Tou-san di dapur," tanya Naruto kepada Menma.


"Hai Tou-san" balas Menma.


"Dan untuk kalian, kalian bisa membantu melayani pelanggan," perintah Naruto kepada perempuan yang ada di situ dan langsung dijawab anggukan Raynare dan Mitlet sedangkan Kakawarner masih tepar dengan fantasi liarnya sambil tersenyum bahagia.


#Skip Pulang Sekolah


.


"Huh, tadi itu pelajaran yang sangat membosankan," keluh Minato disela-sela langkahnya di karidor.


"Kau benar Minato-san," balas Issei yang berada di samping Minato.


"Oh ya Asia-san, kau tidak ada masalah tinggal bersama Issei?" tanya Minato kepada Asia dibelakangnya.


"Kau tidak ada kejadian aneh bukan, misalnya tiba-tiba saja celana dalammu hilang gitu," kata Minato sambil menatap aneh Issei sedangkan Asia hanya bingung tidak tau maksudnya.


"Woy Minato-san! Kau mencurigaiku mesum ya," bentak Issei yang tau maksud dari ucapan Minato.


"Kau yang bilang kan," jawab Minato santai.


"GRRRR! aku tidak mesum Minato-san, aku hanya teropsesi dengan Oppai wanita saja," balas Issei kesal.


.


"ITU SAMA SAJA KAMPRET!"


.


"Ara, ternyata kau punya teman baru ya Issei-kun fu fu fu," suara perempuan berambut dark blue yang tiba-tiba menghentikan langkah Issei, Asia dan Minato saat berjalan di karidor bersama 2 temanya.


"Akeno-sempai, ya! Ini teman baru kami di kelas kami," balas Issei memberitau.


"Siapa namamu tampan fu fu fu," goda Akeno kepada Minato, sedangkan Minato hanya cuek bebek.


"Maaf, kau bisa tanya langsung kepada Issei, aku buru-buru dan sudah ditunggu Nee-sanku di gerbang. Ja ne Issei-san, Asia-san," kata Minato sambil melangkah pergi melewati 3 perempuan di hadapannya.


.


"Senjutsu,"


.


Gumam perempuan loli berambut putih setelah Minato melewatinya Membuat 2 perempuan bersamanya terkejut.


"Yokai kah, Bucho! apakah kau berencana merekrutnya?" tanya Akeno kepada perempuan yang dipanggil Bucho alias Rias Gremory.


"Entahlah Akeno, kita harus memastikannya sebelum Sona mengetahuinya," balas Rias yang terus memperhatikan Minato yang sudah sampai di depan gerbang menghampiri 2 perempuan dengan seragam yang sama.


.

__ADS_1


DEG!


.


"Na-Naruko, Vivi ," kejut Rias saat mengetahui wajah dari 2 perempuan yang dihampiri Minato dari kejauhan.


.


"NARUKO! VIVI!"


.


Teriak Rias yang mulai berlari menuju gerbang Tapi orang yang dipanggil tidak mendengar teriakan Rias mereka melangkah pergi menjauh dari gerbang dan berbelok di Gang kecil.


"Hiks Naruko, hiks Vivi," isak Rias setelah sampai di Gang yang tadi dilewati Naruko, Vivi dan Minato tapi tidak menemukan mereka padahal Gangnya lumayan panjang"


.


"BUCHO!" Teriak Issei yang berlari menghampiri Rias diikuti yang lainya.


.


"Rias! Kau tak apa-apa?" tanya Akeno dan hanya isakan Rias sebagai jawabanya.


"Issei! Asia! Kalian temui Sona, mungkin mereka tahu sebab Rias seperti ini. Aku akan bawa Rias ke Klub bersama Koneko," perintah Akeno kepada Issei dan Asia.


"Hai Akeno-sempai!" jawab Issei langsung berlari masuk sekolahan lagi diikuti Asia dibelakangnya untuk mencari Sona.


"Ayo Koneko," ajak Akeno langsung membuat lingkaran sihir teleport langsung menuju kamar Klub.


#Skip


"ADA APA DENGAN RIAS!"


.


Suara Sona yang baru masuk klub dengan tergesa-gesa bersama peregenya yang mengikuti dari belakang.


"Aku tidak tahu Sona! Coba kau tanyakan Rias saja, dari tadi dia tidak bisa ditanya, dia terus menangis di kamar," jawab Akeno lalu Sona masuk ke kamar yang hanya ada Rias yang sedang menangis lirih sambil memeluk kedua lututnya di atas kasur.


"Apa yang terjadi Rias? kenapa kau bisa sampai seperti ini?" tanya Sona setelah duduk di samping kasur.


"Hiks, me-mereka," isak Rias.


"Apa maksudmu?" bingung sona.


"Na-Naruko dan Vivi, A-aku tadi melihatnya," kata Rias sedih membuat Sona terkejut.


"JANGAN BERCANDA RIAS! TIDAK MUNGKIN MEREKA ADA DISINI!" bentak Sona tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Rias.


"TAPI AKU BENAR BENAR MELIHATNYA TADI SONA!" sangkal Rias tidak kalah kerasnya.


"JANGAN BOHONG RIAS! Hiks kita sudah mencarinya 10 tahun dan kau bilang melihatnya hiks, JANGAN MENGHIBURKU RIAS!" bentak Sona masih belum percaya.


"AKU TIDAK BOHONG SONA! Tadi aku melihatnya di gerbang dengan seragam yang sama dengan kita saat kukejar mereka sudah menghilang setelah melewati Gang," jelas Rias membuat Sona berpikir karena menangkap kata yang janggal tadi diucapkan oleh Rias.


"Tadi kau bilang seragam kita Rias?" tanya Sona yang sudah kembali tenang.


"Ya, aku sangat yakin," jawab Rias mengangguk.


"Kemungkinan besar mereka bersekolah disini, berarti kita sudah dekat dengan mereka," ucap Sona menyimpulkan membuat Rias berhenti dari tangisnya.


"Kau benar Sona! Aku harus cepat mencarinya, mereka pasti senang setelah mendengarkan in,i" kata Rias senang.


"Kita cari besok, pastikan itu benar-benar mereka," kata Sona dan dijawab anggukan oleh Rias.


Sedangkan diluar kamar Klub, perege Sona dan Rias hanya terheran-heran dengan tingkah King mereka.


Sona yang biasanya datar dan dingin kini terlihat cemas dan kawatir sedangkan Rias yang biasanya anggun dan kuat di depan para peregenya kini terlihat rapuh seolah-olah ada sesuatu yang hilang dari dirinya.


"Akeno, kau tahu apa yang terjadi?" tanya Tsubaki yang dari tadi diam kepada Akeno.


"Aku tidak tahu," jawab singkat Akeno.


"Mungkin ini ada hubungannya dengan Nee-sannya Minato," kata Issei membuat semua pasang mata di ruangan tersebut tertuju padanya.


"Apa temanmu yang tadi bernama Minato? Issei," tanya Akeno dan dijawab anggukan Essei.


"Bisa kau ceritakan tentang mereka? mungkin bisa jadi ada kaitannya dengan Rias saat ini," minta Tsubaki membuat yang lainnya terdiam ingin mendengarkan jawaban dari Issei.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2