
"Kau hanya belum tau Hades, dia itu bukan manusia biasa bahkan malaikat tercantik di surga saja dia tolak" jawab Zeus memuji.
"TIDAK MUNGKIN!" teriak Hades dan Poseidon bersamaan.
"Bahkan malaikat tercantik yang katanya kecantikannya melebihi Aphrodite saja dia hiraukan" ucap Poseidon tidak percaya
"Pasti temanmu itu sudah tidak waras Zeus!" sambung Poseidon sngat tak percaya.
"Kau salah Poseidon, dia itu pria yang sempurna di dunia ini, bahkan kalau di bandingkan dengan seluruh mahkluk di dunia ini dia tidak ada bandingannya," kata Zeus membela membuat yang lain kaget lagi,
pasalnya Zeus tidak pernah memuji seseorang seumur hidupnya bahkan istrinya saja tidak pernah ia puji.
"Aku jadi penasaran dengan orang itu Zeus, sampai-sampai kau membelanya bahkan sampai kau memujinya," ucap Poseidon penasaran diikuti anggukan yang lain.
"Ya aku juga penasaran" timpal Hades.
"Dia itu orang yang menyadarkanku dan merubahku lebih baik selama ini," bakas Zeus santai.
"Benarkah Zeus?" ucap Poseidon senang, dengan senyuman aneh sambil melirik Hestia.
Dan Hestia yang merasa dilirik oleh Poseidon hanya merinding ngak jelas.
"Ya, benar sekali" jawab Zeus meyakinkan, membuat senyuman Poseidon bertambah lebar dan Hestia semakin merinding.
1 detik
2 detik
3 detik
"YES! INI BERITA YANG LUAR BIASA!" teriak Poseidon semangat membuat yang lain heran, sedangkan Hestia merasakan hal buruk akan terjadi.
"Kenapa kau senang sekali Poseidon?" tanya Zeus heran.
"karenaaa" kata Poseidon mengantung.
"karenaaa" kata yang lain penasaran dan Hestia bertambah merasakan firasat buruk akan terjadi.
"karenaaa" kata Peseidon lagi.
"CEPAT KAMPRET! JANGAN BUAT KAMI MATI PENASARAN!" kesal Hades yang sudah tidak bisa lagi menahan penasarannya.
"Karena, HESTIA SELAKU KAKAK TERTUA AKAN MENIKAH! ini harus di rayakan!" teriak lantang Poseidon semangat.
.
"KRIK! KRIK!"
.
"EEHHHHHH!"
Kaget mereka semua kecuali Hestia yang sudah diam mematung.
"Apa maksudmu ini Poseidon?" tanya Hera terkejut setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Poseidon.
"Sudah kubilang, sebentar lagi Hestia akan menikah," balas Poseidon meyakinkan.
"Bukannya Hestia sudah bersumpah untuk tidak akan menikah seumur hidupnya?" tanya Hera bingung.
"Sebenarnya Hestia bersumpah akan menikah dengan seseorang yang bisa menyadarkan Zeus, suamimu itu Hera. Apabila yang menyadarkannya laki-laki. kalo perempuan akan dia anggap saudara. kalau masih anak-anak akan diangkat menjadi anak kandungnya, bukan begitu Hestia?"
balas Poseidon memberitau sambil melirik Hestia yang diam mematung di temlat duduknya. Sontak ucapan Poseidon membuat Hestia gelagapan.
"Apa benar begitu Hestia?" tanya Hera menoleh ke arah Hestia.
"Ah it-itu me-memang be-benar," kata Hestia gagap sambil menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah malu.
"Hmm, jika itu benar aku sangat setuju kau menjadi istrinya, dan akan aku angkat dia menjadi Dewa Olympians kalau dia mau," kata Zeus setelah sadar dari kagetnya
.
Sedangkan dibalik pintu ruangan tersebut terdapat 2 wanita yang sedang menguping pembicaraan mereka di dalam.
" Siapa orang itu yang bisa membuat ayah memujinya? aku harus mendengarkannya sampai selesai," batin Athena penasaran sedang menempelkan telinga kanannya di pintu.
"Apa-apaan tadi! siapa arang itu yang tidak terpengaruh pesonaku, sampai-sampai mereka menghinaku. Ini tidak akan kubiarkan, akan kubuat pria itu berlutut di hadapanku," batin kesal Aphrodite atas hinaan orang yang ada di dalam.
.
Kembali ke dalam ruangan tempat Zeus serta yang lainya berada, yang kini sedang terdiam setelah mendengarkan ucapan yang terlontar dari mulut Zeus.
"Tapi aku belum tau orangnya Zeus, mungkin saja aku tidak tertarik dengannya," ucap Hestia mencoba menyangkalnya.
"Kau yakin Hestia, kau akan menyesal karena mengucapkan hal seperti itu," balas Zeus tersenyum menyerigai.
"Entahlah, mungkin aku akan tertarik apa bila kau mau menceritakan pengalamanmu itu," kata Hestia mengangkat bahunya tak leduli.
"Baiklah," singkat Zeus.
.
.
#Flash back on
.
DUARR!
__ADS_1
.
Suara ledakan di suatu hutan yang disebabkan oleh hasil benturan sebuah jurus dan berhasil meratakan pepohonan hingga sejauh 100 meter.
Kini terlihat di tengah-tengah hasil ledakan terdapat seorang pria berambut kuning jabrik atau Naruto sedang menatap dingin seorang yang memakai pakaian Zirah Perang yang sudah hancur tergeletak mengenaskan di hadapannya dengan kondisi sudah salah satu tangannya terputus dan pingsan yaitu Ares.
Tiba-tiba Naruto mengangkat Katana berkaratnya tapi tidak dengan aura yang dikeluarkan Katana itu yang bisa menjanjikan kematian nyata untuk musuh-musuhnya.
.
"MATILAH!"
.
Teriak Naruto dengan kemarahan yang meluap-luap sambil mengayunkan Katananya ke arah leher Ares yang tergeletak di hadapannya.
.
DUARR!
.
Tiba-ba saja sambaran petir mengarah ke Naruto sebelum Katananya menyentuh leher Ares yang tergeletak sehingga Naruto harus melompat menjauh untuk menghindari sambaran petir tersebut.
"Wow, datang lagi pria brengsek lainya," kata Naruto setelah merasakan ada seseorang dari balik debu bekas sambaran petir, yaitu Zeus.
"BERANI SEKALI KAU MELUKAI ANAKKU!" teriak Zeus sangat marah.
"Anakmu pantas mendapatkannya atas apa yang telah diperbuatnya," balas Naruto dengan tatapan datar menatap Zeus.
.
WUSH!
.
GREP
.
Tiba-tiba Zeus menerjang Naruto dengan tinjunya yang sudah di aliri percikan listrik tapi ditahan dengan mudah oleh Naruto menggunakan tangan kirinya.
.
DUAGH!
.
Zeus terpental sejauh puluhan meter setelah mendapatkan tendangan dari Naruto tepat di perutnya.
Tiba-tiba di sebelah kanan Naruto muncul lingkaran Teleport dan menampakkan seorang pria dewasa sedikit gemuk membuat Zeus terkejut, pasalnya pria yang muncul itu sangat tidak asing baginya.
"Mereka sekarang sedang diobati," sambungnya.
"Terima kasih Hep, maaf merepotkanmu" jawab Naruto kepada pria di sebelahnya.
"Tidak masalah, itu gunanya saudara" sambung orang yang dipanggil Hep atau Hephaestus.
.
"APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN HEPHAESTUS!" teriak Zeus
"KENAPA KAU TIDAK MEMBANTU ARES, SAUDARAMU!" sambung Zeus masih berteriak.
"Apa kau bilang Pak tua?" ucap Hephaestus dingin sambil menoleh kearah Zeus.
"saudara katamu, JANGAN BERCANDA! SAUDARAKU CUMA DIA!" sambung Hephaestus berteriak marah dengan tangan kanannya sambil menunjuk Naruto.
"APA KAU BILANG! DASAR ANAK SIALAN!" teriak Zeus sambil tiba-tiba menerjang Hephaestus.
.
DUARR!
.
"JANGAN SEBUT AKU ANAKMU, SIALAN!" bentak Hephaestus sambil menahan tinju petir Zeus menggunakan prisai baja di tangan kirinya.
.
DUAGH!
.
Zeus mundur beberapa meter setelah mendapatkan pukulan keras Hephaestus di wajahnya.
"Naruto! biar ini aku yang mengurusnya," kata Hephaestus kepada Naruto
"Kau istirahat saja," sambung Hephaestus dan dibalas anggukan Naruto,
kemudian Naruto pun melompat mundur lumayan jauh.
.
TAP! TAP! TAP! TAP!
.
Langkah Hephaestus mendekati Zeus yang tidak jauh darinya membuat Zeus terkejut atas apa yang dilihat sekarang bahwa Hephaestus bisa berjalan normal.
__ADS_1
"Terkejut bukan, dulu kakiku yang lumpuh kini bisa berjalan normal," kata Hephaestus tepat 2 meter di hadapan Zeus.
"Bagaimana bisa?" kejut Zeus tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Itu tidak penting!" balas hephaestus sambil menatap tajam Zeus.
"Dan sekarang aku bisa membalas perbuatan kalian" sambung Hephaestus bersiap-siap untuk menerjang Zeus..
"Berani sekali kau menantang Ayahmu Nak," ucap Zeus yang sudah kembali normal dari terkejutnya.
"Apa tadi kau bilang? Ayah? " ucap Hephaestus sambil menggeratkan gigi-giginya karena emosi.
"AYAH MANA YANG MEMBUANG ANAKNYA KARENA CACAT DAN LEMAH!" sambung Hephaestus membentak sangat keras karena sangat emosi.
.
WUSH!
.
DUAGH!
.
Zeus terpental ke udara karena pukulan hephaestus di dagunya
"INI UNTUK HINAAN KALIAN SELAMA INI!" teriak Hephaestus yang tiba-tiba di atas Zeus yang melayang sambil menyatukan kedua tangan mengepal.
.
BUAGH!
.
DUARRR!
.
Zeus melesat ke bawah karena hasil pukulan kedua tangan Hephaestus di punggungnya sehingga menghasilkan suara ledakan di permukaan.
"INI UNTUK KAKIKU YANG KALIAN PANDANG JIJIK!" teriak Hephaestus dari udara melesat ke bawah dengan kaki kanan terlebih dahulu.
.
BOOOOOM!
.
AARGHH!
.
Teriak kesakitan Zeus saat kaki Hephaestus menghantam punggungnya sehingga menghasilkan kawah yang lumayan luas dengan kedalaman 3 meter.
" kenapa ini? Kenapa perlakuan Hephaestus terhadapku seolah-olah memang pantas kudapatkan" batin Zeus yang merasa tubuhnya tidak bisa digerakkan sesuai kehendaknya.
.
"Uhhhh" dari kejauhan tampak Ares sudah mulai sadar dari pingsannya.
" tadi itu sangat menyakitkan" batin Ares setelah sadar lalu terkejut saat dirinya melihat Ayahnya tergeletak di hadapan Hephaestus atau Kakaknya yang siap memukul wajah Zeus.
" Cih! dasar sudah lemah, lebih baik aku kabur daripada nanti bertemu Rubah gila itu lagi," batin Ares lalu menciptakan sihir Teleport dan kabur
.
DUAGH!
.
"DAN INI UNTUK ARES ATAS TINDAKAN HINANYA SELAMA INI KAU BELA!" teriak Hephaestus sangat murka memukul wajah Zeus sangat keras, lalu Hephaestus mengambil pedang besar di punggungnya.
"DAN INI UNTUK RASA SAKIT YANG SELAMA INI KURASAKAN ATAS PERLAKUANMU!" sambung hephaestus berteriak mengayunkan pedangnya ke leher Zeus yang sudah pasrah seolah-olah memang pantas menerimanya.
.
SRING!
.
GREP!
.
Pedang yang diayunkan oleh Hephaestus terhenti saat ujung pedangnya digenggam erat oleh Naruto sehingga darah keluar dari sela-sela jarinya.
"Kau tidak seharusnya membunuhnya Hep," ucap Naruto
"Mau bagaimanapun dia tetaplah orang tuamu," sambung Naruto menasehati.
"Ini pantas atas apa yang telah dia lakukan terhadapku, Naruto!" jawab Hephaestus sedikit keras dan di balas galengan oleh Naruto.
"Seburuk-buruknya orang tua pasti ada maksud yang baik Hep," ucap Naruto menasehati.
"tapi..."
"Coba kau bayangkan, apabila saat itu kau tidak diusir dari Olympians, apa yang akan terjadi," ucap Naruto memotong ucapan Hephaestus
"Kau pasti tidak akan bertemu denganku dan istrimu apabila kau benar-benar masih di Olympians," sambung Naruto membuat Hephaestius termenung.
__ADS_1
T.B.C