STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 39


__ADS_3

.


"Ya, dan ini menyangkut nyawa Menma," balas Naruto.


.


DEG!


.


Kejut semua wanita tidak percaya.


Padahal semua fisik luar maupun dalam Menma baik-baik saja, tapi Naruto malah mengatakan sebaliknya membuat Katerea kembali meneteskan air matanya.


"A-apa ada cara untuk menyembuhkannya Naru, aku tidak ingin Menma kenapa-napa hiks, aku belum sempat membuatnya bahagia, tukarkan saja nyawaku jika bisa membuat Menma sembuh hiks," kata Katerea kembali terisak jika tidak ada cara menyembuhkan Menma pikir Katerea.


"Apa air mata Phoenix bisa menyembuhkanya? Jika iya maka akan kuusahakan nanti di Underword," kata Serafall tapi dijawab gelengan kepala Naruto.


"Air mata Phoenix hanya bisa menyembuhkan luka fisik saja, tapi tidak dengan nyawa yang terkikis. Perubahan Menma tadi malam yaitu penggabungan Roh Spirit, maka nyawa Menma sebagai ganti kekuatan besar itu, karena Roh Spirit yang Menma miliki tidak meminta imbalan apapun melainkan berbagi nyawa dengan penggunanya. "


" Dengan kata lain Roh Spirit Menma saat ini sedang dalam keadaan pemulihan untuk mengembalikan kekuatannya dan pemulihan itu dengan mengikis sedikit demi sedikit nyawa Menma" jelas Naruto memberitau dengan sangat serius,


membuat yang lainya terkejut dengan fakta tersebut, bahkan Sirzech dan Rossa yang berada di ruang sebelah langsung melebarkan mata terkejut karena baru tau ada hal semacam itu.


Sedangkan Katerea langsung pingsan tidak sanggup menerima fakta yang diderita anaknya.


"Makanya aku akan pergi selama 1 minggu atau 2 minggu, tapi kuusahakan secepatnya. Karena hanya 1 cara untuk menyembuhkanya yaitu Sumber Air Abadi di puncak pohon Kehidupan Negeri Alfteim," sambung Naruto membuat Yasaka, Serafall, Grafiya serta Sirzech dan Rossa bernafas lega tapi bingung bagi Freya.


"Apa Alfteim yang kau maksud itu puncak Yggdrasil kekuasaan Nordik Naru?" tanya Freya yang bingung tapi dijawab gelengan Naruto.


"Bukan di sana, melainkan suatu Negeri yang benar-benar tersembunyi dan hanya aku satu-satunya orang yang pernah ke sana," balas Naruto membuat yang lain penasaran kecuali Katerea yang pingsan.


"dilihat dari perubahan Menma tadi malam, dapat dipastikan Menma hanya bisa bertahan 1 bulan dan aku akan berangkat sekarang, karena gerbang masuk Negeri itu hanya terbuka pas tengah hari dan tengah malam saja," sambung Naruto beranjak dari duduknya.


"Oh ya Yasaka, nanti setelah anak-anak pulang kau bilang pada mereka bahwa aku ada kepentingan mendadak di luar kota saja. Dan untuk kalian, itu terserah kalian mau bagaimana, aku tidak memaksa," sambung Naruto membuat Yasaka, Serafall, Grayfia dan Freya mengangguk.


Tiba-tiba Yasaka berdiri mendekati Naruto.


.


CUP!


.


Dan Yasaka mencium pipi Naruto membuat Serafall, Grayfia dan Freya iri karena mereka juga ingin mencium Naruto dengan bebas tapi masih takut untuk sekarang.


"Untuk keselamatanmu Anata," kata Yasaka tersenyum dan hanya dibalas senyuman tulus Naruto lalu melangkah mengambil jaket hitam polos berhoodie yang menggantung didinding.


.


SRING!

__ADS_1


.


Dan Naruto menghilang membuat keheningan di ruang tamu, lalu Yasaka kembali duduk setelah Naruto pergi.


"Huh, jangan sia-siakan waktu yang diberikan suamiku, sebenarnya dia memberikan waktu untuk kalian berbaikan dengan anak kalian, maka jangan sia-siakan itu," ucap Yasaka setelah duduk kembali.


"Terima kasih," ucap Serafall dan Grayfia mulai menghormati Yasaka selaku istri sahnya Naruto.


Lalu mereka melakukan kegiatan masing-masing dan Katerea sudah ada di dalam kamar.


Dengan Yasaka yang lagi mendengarkan penjelasan Freya, serta Serafall yang lagi di dapur untuk memasak siapa tau masakanya ada yang disukai Naruko selaku anak pertamanya, pikir Serafall.


Sedangkan Grayfia sudah ijin ke Underword untuk berkemas barang-barangnya karena akan tinggal bersama Naruto supaya bisa dekat dengan Vivi selaku anak pertamanya,


lalu Sirzech dan Rossa lagi membujuk Serafall agar mau pulang ke Underword tapi ditolak mentah-mentah oleh Serafall membuat Sirzech dan Rossa terus membujuk hingga tengah hari.


.


#Flashback Off


.


"Baiklah aku akan pulang ke Underword tapi tidak lama, aku akan berkemas juga seperti Grayfia karena aku tidak ingin melihat Tou-sama lagi. Karena termakan omonganya, aku jadi hancur seperti ini," kata Serafall menekankan kata Tou-sama membuat Sirzech dan Rossa mengangguk memaklumi karena tau masalahnya.


Lalu mereka bertiga berteleport langsung ke Underword dengan Sirzech dan Rossa muncul di Mansion Gremory dan Serafall muncul di Mansion Sitri.


"Ohya Sirzech-kun, aku boleh minta ijin," kata Rossa setelah berada di Mansion Gremory.


"Aku ingin mengabari pamanku, mereka pasti senang mendengar kabar ini. Sekalian boleh bawa jalan-jalan Millicas ya," mohon Rossa dengan pupy eyesnya membuat Sirzech tidak tahan.


"Baiklah, tapi jangan pulang terlalu malam ya," balas Sirzech mengangguk.


"Oke-oke, dan nanti malam kita buat adik untuk Millicas," kata Rossa tersenyum lalu meninggalkan Sirzech yang bersemu merah.


.


"Kau memang istriku yang terbaik, tau saja keinginan suaminya,"


.


batin Sirzech senang lalu melangkah menuju ruangan kerjanya membuat Sirzech menghela nafas karena sudah banyak tumpukan dokumen di mejanya.


Dan Rossa disisi lain sudah menemukan Millicas dan langsung berteleport ke Mansion Phoenix tepatnya Mansion milik kakak dari ayahnya.


.


#SKIP MANSION PHOENIX


.


"Apa paman ada di dalam?" tanya Rossa kepada 2 penjaga gerbang setelah muncul di depan gerbang masuk Mansion Phoenix.

__ADS_1


"Ada Rossa-sama, masuk saja," jawab salah satu penjaga mempersilahkan Rossa dan Millicas masuk.


Lalu Rossa mengangguk dan melangkah masuk Mansion sambil menuntun Millicas menuju ruang utama Mansion yang kebetulan tuan Mansion ada di sana.


"Ah Rossa, tumben sekali kau berkunjung kesini?" tanya Lord Phoenix alias pamanya Rossa setelah melihat kehadiran Rossa di Mansionnya.


"Sesekali tidak apakan Paman, oh ya apa Bibi ada?" jawab dan tanya Rossa.


"Ada, dia ada di taman Mansion sedang bersama anaknya Ruval, memang kenapa?" tanya Lord Phoenix merasa heran dengan Rossa yang tumben-tumbenan mencari istrinya.


"Ini berita penting Paman, bibi pasti sangat senang mendengarnya," balas Rossa membuat Lord Phoenix penasaran.


"Berita apa? Apa begitu penting sampai harus istriku tau berita ini?" tanya Lord Phoenix penasaran.


"Iya Paman, ini tentang keberadaan Naruto," balas Rossa membuat Lord Phoenix melebarkan mata terkejut lalu menoleh ke arah Maid yang ada di ruangan itu.


"Cepat beritau istri dan anakku untuk kemari!" perintah Lord Phoenix kepada maid tersebut.


"Hai Tuan," lalu Maid tersebut melangkah ke halaman belakang memberitau Lady Phoenix dan Ruval untuk datang ke ruang utama diikuti Ravel dan istri Ruval yang menuntun anaknya yang baru 7 tahunan.


"Ada apa sayang? Kenapa kau menyuruhku kemari?" tanya Ledy Phoenix setelah sampai di ruang utama Mansion.


"Ya Otou-sama, sepertinya sangat penting sekali?" timpal Ruval.


"Ini sangat penting! Ini tentang Naruto," balas Lord Phoenix membuat Lady Phoenix dan Ruval melebarkan mata terkejut dan bingung bagi Ravel karena tidak tau siapa Naruto.


"Apa Naruto sudah ditemukan?" kejut Lady Phoenix.


"Iya Bibi, sekarang dia berada di dunia manusia, tepatnya di Kuoh bersama anak-anaknya," balas Rossa membuat Lady Phoenix dan Ruval senang mendengarnya.


"Apa dia baik-baik saja, apa dia sehat, apa dia-"


"Dia baik-baik saja. Bibi jangan cemas," potong Rossa ucapan Ledy Phoenix yang kelewat senangnya.


"Otou-sama, Okaa-sama, Ruval Onii-sama, memang siapa si Naruto itu? Kenapa kalian sangat senang mendengarnya?" tanya Ravel yang bingung dengan tingkah senang ayah, ibu dan kakaknya.


"Ah Ravel-chan pasti belum tau ya, begini Ravel-chan Naruto itu saudara kita, dia sangat terkenal di Underword karena dia Pahlawan perang sipil dulu," kata Ruval memberitau membuat Ravel mulai penasaran dengan sosok Naruto itu.


"Kalau dia saudara kita, lalu kenapa tidak ada fotonya disini? Onii-sama pasti berbohong," sangkal Ravel.


"Memang si, tapi dia benar-benar saudara kita, tepatnya saudara angkat. Walaupun saudara angkat tapi dia sudah kuanggap saudaraku sendiri bahkan Otou-sama dan Okaa-sama sudah menganggapnya anak sendiri," kata Ruval menjelaskan tapi Ravel masih tetap bingung tidak mengerti.


"Huh, sini sayang, Okaa-san akan ceritakan tentang saudara angkatmu itu," kata Lady Phoenix menyuruh Ravel duduk di sampingnya sedangkan yang lain sudah duduk di sofa masing-masing di ruangan tersebut.


.


T.B.C


.


Ok sekian dulu..

__ADS_1


Untuk chapter depan itu adalah kilas balik ya


__ADS_2