STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 127 Arc Underwater Kingdom 4 : Izanami (Licik)


__ADS_3

.


# UNDERWATER KINGDOM


.


# 2 jam kemudian


.


BRAK!


.


Pintu ruangan yang sedang digunakan untuk membahas sebuah rancangan oleh Naruto serta Raja Neptune tiba-tiba terbuka dengan paksa, dan ternyata pelaku pembukaan pintu tersebut adalah sosok Aladdin yang nampaknya sedang terburu-buru seperti dikejar sesuatu.


Sontak semua yang ada di dalam ruangan tersebut menoleh ke arah pintu yang terbuka tersebut.


"Hah! Hah! Yang mulia, ini gawat," ucap Aladdin sambil mengatur nafasnya yang terputus-putus.


Sontak Raja Neptune langsung berdiri dari duduknya.


"Cepat katakan! Apanya yang gawat!" tanya Raja Neptune tak sabar.


"Tenanglah ayah," ucap Naruto kepada Raja Neptune dan dirinya masih berdiri di samping Tiger, lalu Naruto menoleh ke arah Aladdin.


"Kemarilah Aladdin, katakan apanya yang gawat?" tanya Naruto tenang, tapi tidak bagi Aladdin yang terkejut setelah tau ada Naruto di ruangan tersebut.


"Na Naruto!" kejut Aladdin, tapi tak lama kemudian Aladdin melangkah untuk bergabung dengan orang-orang di ruangan tersebut.


Aladdin langsung membungkuk hormat sebentar di hadapan Raja Neptune tepat di samping Naruto.


"Ini sangat gawat yang Mulia," ucapnya setelah membungkuk hormat.


"Cepat katakan, Apanya yang gawat?" tanya Raja Neptune tenang.


"Mereka sudah bergerak menuju kesini," ucap Aladdin memberitau.


Sontak ucapannya membuat yang lainnya melebarkan mata terkejut karena tau apa yang di maksud dari ucapan Aladdin.


Naruto menyentuh pundak Aladdin. "Katakan, berapa hari lagi mereka akan sampai di sini?" tanya Naruto.


Aladdin menoleh ke arah Naruto.


"Diperkirakan 2 hari lagi mereka akan sampai di kerajaan ini," balas Aladdin memberitau.


Naruto melepaskan tangannya dari pundak Aladdin.


"Huh," langsung menghela nafas dan kemudian menoleh ke arah Raja Neptune.


"Cepat ungsikan para warga ke tempat yang aman, kerajaan ini dalam bahaya," ucapnya memberitau.


Raja Neptune mengangguk lalu menoleh ke arah ketiga anaknya.


"Fukaboshi, Ryuboshi, Mamboshi, cepat berikan pengumuman untuk para warga mengungsi ke istana, cepat!" perintah Raja Neptune kepada anak-anaknya.


Ketiga anaknya menganggukkan kepala.


"Baik, Ayah," ucapnya lalu mereka bertiga keluar ruangan dengan cepat.


Lalu Raja Neptune menoleh ke arah Tiger setelah anak-anaknya keluar ruangan.


"Tiger! Siapkan pasukan terkuat kerajaan ini untuk bersiaga." Perintah Raja Neptune kepada Tiger.

__ADS_1


Tiget membungkuk hormat sebentar.


"Baik yang Mulia," ucapnya setelah membungkuk hormat lalu melangkah keluar ruangan tersebut dengan cepat.


Dan di ruangan tersebut kini hanya tersisa Raja Neptune, Naruto dan Aladdin saja yang semuanya masih terdiam,


belum ada yang bersuara setelah ketiga pangeran kerajaan dan Tiger keluar ruangan tersebut.


"Jadi, bisa kau beritau berapa banyak pasukan Raja Laut itu?" tanya Naruto kepada Aladdin sebagai memecah awal keheningan di ruangan tersebut.


Sontak Aladdin menoleh ke arah Naruto.


"Ada 4 monster laut dan beberapa pasukan dari ras manusia ikan," ucapnya memberitau.


"Ras ikan?" bingung Naruto dan Raja Neptune bersamaan.


"Kelompok penjahat buronan kerajaan ini. Hody Jones serta kelompoknya ikut dalam pasukan Raja Laut," ucap Aladdin menjawab keterbingungan Naruto dan Raja Neptune.


"Pasti alasan Hody ikut pasukan Raja Laut untuk memanfaatkan kekacauan dan dia akan merebut kekuasaan kerajaan ini nantinya," ucap Raja Neptune berpendapat.


"Tidak, justru Hody sendiri yang dimanfaatkan oleh Raja Laut itu sendiri untuk bisa mengakses jalan masuk kerajaan ini selain melewati gerbang Kekkai," pendapat Naruto.


Raja Neptune dan Aladdine menoleh ke arah Naruto.


"Darimana kau tau, Naruto?" tanya Raja Neptune.


"Ketahuilah. Jangankan untuk memanfaatkan, menghadap Raja Laut bagi sekelas penjahat Hody itu tak akan berani. Hanya kelas-kelas Monster yang berani menentang Raja Laut itu sendiri." Balas Naruto tenang.


Raja Neptune menyenderkan punggungnya di tempat duduk kebanggaannya.


"Dan disini kau Monsternya," ucapnya tersenyum.


"Ya, aku bisa menjadi Monster apabila keluargaku terusik ketenangannya," balas Naruto tersenyum penuh keyakinan dan kemantapan.


"Tadi aku sempat merasa tak tenang dengan pergerakan mereka, tapi setelah tau kau ada disini ya sedikit lebih tenang. Karena hanya kau saja yang mampu melawan Raja Laut itu," ucapnya.


"Serahkan saja padaku Raja Laut itu," ucap Yakin Naruto dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Aladdin.


Lalu Aladdin menghadap ke arah Raja Neptune.


"Mungkin Cuma itu saja yang saya sampaikan, saya permisi yang Mulia," ucap Aladdin membungkuk hormat.


"Ya," singkat Raja Neptune dan Aladdin menyudahi acara membungkuk hormatnya lalu melangkah keluar ruangan tersebut.


"Tumben sekali Jinbe tak ikut kumpul dalam masalah gawat seperti ini ya?" gumam Raja Neptune yang dari tadi tak melihat sosok Jinbe.


Naruto menoleh ke arah Raja Neptune.


"Dia kusuruh untuk menemani anak-anakku berkeliling kerajaan ini," ucapnya.


"Ha, Bukannya Menma, Naruko, Vivi dan Minato sudah tau tempat ini, kenapa masih harus ditemani?" tanya Raja Neptune yang sedikit bingung.


"Bukan anak-anakku yang itu, tapi anak-anakku yang lainnya," balas santai Naruto.


Dan kini ucapan Naruto membuat Raja Neptune tambah bingung.


"Anak-anakmu yang lain?" bingung Raja Neptune.


"Ah, nanti saja kuceritakan setelah anak-anakku kembali ke Istana," balas Naruto.


"Huh, kau membuatku pusing saja," ucap Raja Neptune menghela nafas.


"Hehehe," dan hanya cengengesan Naruto saja sebagai jawabannya.

__ADS_1


"Aku keluar duluan, Ayah. Shirahoshi sudah menungguku," pamit Naruto.


"Ya, temuilah dia, mereka sangat merindukan kau selama ini," kata Raja Neptune dan dijawab anggukkan kepala oleh Naruto.


Lalu Naruto melangkah keluar ruangan tersebut langsung menuju ruangan yang sudah ditunggu oleh Shirahoshi dan Shuna disitu.


"Tak salah aku menjadikan dia menantuku,"


Gumam Raja Neptune setelah Naruto keluar dari ruangan tersebut sambil tersenyum dan menerawang langit-langit ruangan tersebut.


.


Sedangkan Naruto kini sudah sampai di ruang tengah dan sudah di sambut dengan terjangan Shuna yang langsung memeluknya dengan erat.


"Au, Au, Au, apakah Shuna sangat kangen dengan, Ayah?" ucap Naruto saat Shuna memeluknya.


"Shuna sangat kangen sama Ayah." Senang Shuna.


Lalu Naruto tersenyum sambil melangkah ke tempat duduk yang terdapat Shirahoshi disitu yang sedang tersenyum bahagia saat melihat Naruto dan Shuna.


"Maafkan aku Hime," ucap Naruto setelah duduk di samping Shirahoshi tanpa menoleh ke arah Shirahoshi, karena Naruto fokus mengusap lembut kepala Shuna.


"Um," angguk Shirahoshi.


"Tak apa, pasti di daratan kau dan Yasaka-san banyak sekali kesibukan disana." Ucapnya.


"Terima kasih," lega Naruto dan Shirahoshi hanya tersenyum saja.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari arah pintu ruangan tersebut dan ternyata adalah anak-anaknya Naruto kecuali Gray yang tak terlihat sama sekali, dan di belakangnya diikuti Jinbe.


Sontak Naruto, Shirahoshi dan Shuna menoleh ke arah sumber suara langkah kaki.


"Bagaimana? Apakah kalian bersenang-senang?" tanya Naruto kepada anak-anaknya.


"Keren Ayah, tak Cuma namanya saja kerajaan bawah laut, tempatnya juga seperti terumbu karang bawah laut, keren," kagum Lucy.


"Serasa berenang di bawah laut, tapi bisa bernafas dengan bebas," timpal Liya juga kagum.


Shirahoshi mencolek lengan Naruto dan seketika Naruto menoleh ke arah Shirahoshi.


"Apakah mereka anak-anakmu?" tanya Shirahoshi yang bingung dengan wajah asing anak-anaknya Naruto.


"Huh," Naruto menghela nafas.


"Banyak yang terjadi di daratan, yang pasti mereka semua adalah anak-anak kandungku," balas Naruto memberitau.


Grep!


"Au! Sakit!"


Naruto merintih sakit di lengannya karena tiba-tiba Shirahoshi meremas lengan Naruto dengan erat dengan wajah marah ditunjukkan kepadanya.


"Bisa kau jelaskan, Naru sayaaaaaang," ucap Shirahoshi penuh penekanan.


Naruto berkeringat dingin.


"Ha-hai Hime, akan aku jelaskan," gagap Naruto.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2